Hukum Shalat di Masjid Nabawi, di mana terdapat Kuburan Nabi di dalamnya

HUKUM SHALAT DI MASJID NABAWI, DIMANA TERDAPAT KUBURAN NABI DI DALAMNYA Setelah membaca pembahasan “Problema Anda” tentang larangan shalat di area pekuburan (termasuk masjid yang dibangun di atas kuburan)  dan shalat menghadap kuburan, banyak pembaca setia majalah Asy Syariah yang menanyakan hukum shalat di masjid Nabawi di Madinah mengingat kuburan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berada di dalam masjid. Alhamdulillah wabihi nasta’in. Permasalahan ini telah dikaji oleh beberapa ulama besar diantaranya Syaikhul Islam, Asy-Syaikh Al-Albani, dan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ...

Sebab-sebab Tidak Mau Mengakui Kebenaran

SEBAB-SEBAB TIDAK MAU MENGAKUI KEBENARAN Asy-Syaikh Abdurrahman bin Yahya Al-Mu’allimy Al-Yamany Hawa nafsu menyelisihi kebenaran dengan tidak mau mengakui kebenaran tersebut disebabkan karena beberapa hal: Pertama: Seseorang menganggap bahwa pengakuannya terhadap kebenaran konskwensinya adalah mengakui bahwa dia dahulu di atas kebathilan. Karena seseorang tumbuh di atas sebuah agama atau keyakinan atau madzhab atau pendapat yang dia dapatkan dari orang yang mendidik dan mengajarinya yang telah menanamkan bahwa itu adalah sebuah kebenaran sehingga dia meyakininya sekian lama. Kemudian ketika nampak ...

Penjelasan Sekitar Zakat Fitrah

Zakat Fitrah Pensuci Jiwa Ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar Su’aidy, Lc. Zakat Fitri, atau yang lazim disebut zakat fitrah, sudah jamak diketahui sebagai penutup rangkaian ibadah bulan Ramadhan. Bisa jadi sudah banyak pembahasan seputar hal ini yang tersuguh untuk kaum muslimin. Namun tidak ada salahnya jika diulas kembali dengan dilengkapi dalil-dalilnya. Telah menjadi kewajiban atas kaum muslimin untuk mengetahui hukum-hukum seputar zakat fitrah. Ini dikarenakan Allah subhanahu wa ta’ala mensyariatkan atas mereka untuk menunaikannya usai melakukan kewajiban puasa Ramadhan. Tanpa mempelajari ...

Kisah Orang-Orang yang Terkurung didalam Gua

KISAH ORANG-ORANG YANG TERKURUNG DI DALAM GUA Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Idral Harits  Peristiwa ini terjadi pada zaman Bani Israil, jauh sebelum diutusnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. . Beliau mengisahkannya kepada kita berdasarkan wahyu dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: بَيْنَمَا ثَلاَثَةُ نَفَرٍ يَتَمَشَّوْنَ أَخَذَهُمُ الْمَطَرُ فَأَوَوْا إِلَى غَارٍ فِي جَبَلٍ فَانْحَطَّتْ عَلَى فَمِ غَارِهِمْ صَخْرَةٌ مِنَ الْجَبَلِ فَانْطَبَقَتْ عَلَيْهِمْ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: انْظُرُوا أَعْمَالاً عَمِلْتُمُوهَا صَالِحَةً لِلهِ فَادْعُوا اللهَ تَعَالَى بِهَا، ...

Hukum Menghadiri Hari Raya Non Muslim

HUKUM MENGHADIRI HARI RAYA NON MUSLIM Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya tentang hukum berbaurnya muslimin dengan non muslim dalam acara hari raya mereka? Jawab: Berbaurnya kaum muslimin dengan selain muslimin dalam acara hari raya mereka adalah haram, karena dalam perbuatan itu mengandung tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan, sedangkan Allah berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Al Maidah: 2) Dan karena perayaan perayaan ini jika bertepatan dengan ...

Menutupi Aib Dan Merahasiakan Nasehat

MENUTUPI AIB DAN MERAHASIAKAN NASEHAT Faishal bin Abduh Al-Hasyidy Al-Yamany Sesungguhnya nasehat tidak akan menjadi nasehat yang mengena hingga si pemberi nasehat berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyembunyikannya, karena siapa yang menasehati saudaranya secara rahasia maka dia telah menasehati dengan sebenarnya, dan barangsiapa menasehatinya dengan terang-terangan maka yang dia lakukan itu hakekatnya adalah membongkar aibnya. Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa para ulama pendidik umat mengetahui dengan benar buah dari merahasiakan nasehat dan juga mengetahui akibat menampakkannya dengan terang-terangan, dan ...

Adab-adab Safar

ADAB-ADAB SAFAR Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar 1. Istikharah Sebelum Safar Apabila seseorang bertekad untuk melakukan safar, disunnahkan untuk istikharah (meminta pilihan) kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dia melakukan shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian berdoa dengan doa istikharah sebagai berikut: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي -أَوْ قَالَ: ...

Pelajaran Dari Kisah Nabi Nuh

PELAJARAN DARI KISAH NABI NUH Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Pelajaran terpenting yang bisa diambil dari kisah Nabi Nuh Alaihissallam adalah bahwa dakwah setiap nabi dan rasul adalah satu, yaitu menyeru umat untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja (dakwah tauhid). Nabi Nuh alaihisallam tinggal di tengah-tengah kaumnya selama kira-kira 950 tahun dan masih hidup sepeninggal mereka selama waktu yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau termasuk salah seorang rasul yang disebut Ulul ‘Azmi dan salah satu ...

Menggenggam Bara Kesabaran

MENGGENGGAM  BARA KESABARAN Ditulis oleh:  Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai Berdasarkan wahyu ilahi, lebih dari seribu tahun yang lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallamtelah mengabarkan sebuah kenyataan di akhir zaman dalam sabda beliau, يَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيْهِمْ عَلَى دِيْنِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الجَمْرِ “Akan tiba suatu masa pada manusia, siapa di antara mereka yang bersikap sabar demi agamanya, ia ibarat menggenggam bara api.” Seputar Hadits Hadits di atas diriwayatkan oleh al-Imam at-Tirmidzi (2/42) dan Ibnu Baththah di dalam al-Ibanah (1/173/2) dari ...

Bolehkah Belajar Kepada Orang Yang Bagus Aqidahnya Namun Rusak Manhajnya

BOLEHKAH BELAJAR KEPADA ORANG YANG BAGUS AQIDAHNYA NAMUN RUSAK MANHAJNYA Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah Pertanyaan: Apakah boleh diambil ilmu orang yang aqidahnya bagus tetapi manhajnya tidak benar, maksud saya dia memiliki kesalahan-kesalahan dalam dakwah dan mengajar? Jawaban: Tidak ada seorang ulama pun yang selamat dari kesalahan, karena kema’shuman hanya untuk para nabi saja. Sedangkan para ulama adalah manusia biasa yang bisa benar dan bisa salah. Jadi yang menjadi ukuran untuk menilai bukanlah semata-mata kesalahan, tetapi yang menjadi ukuran adalah ...

© 1447 / 2026 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.