BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU DI ZAMAN INI (Bagian 6) 6] Pernyataan asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad: Pertanyaan: Apakah ilmu jarh wa ta’dil telah terputus dan berakhir dan tidak lagi dibutuhkan dalam rijal (para perawi) di masa ini? Jawaban: Jarh wa ta’dil yang berkaitan dengan penisbatan kepada generasi awal dan yang berkonsekuensi terhadap tetap atau tidaknya sebuah hadits, maka orang-orang yang ada dan belakangan tidak memiliki sesuatu yang dapat mereka datangkan kecuali apa yang telah didatangkan oleh generasi ...
BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU DI ZAMAN INI (Bagian 6)
APA HUKUM AQIQAH DAN KAPAN WAKTUNYA?
APA HUKUM AQIQAH DAN KAPAN WAKTUNYA? Dijawab oleh asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah Ta’ala. Apa hukum aqiqah dan kapan waktunya? Jika telah lewat waktunya, kapan mengaqiqahi anak? Jika anak tersebut telah besar dan dewasa, sementara dia belum diaqiqahi, apakah dia mengaqiqahi dirinya sendiri? Beliau mengatakan, Aqiqah adalah sunah muakkad. Dua ekor untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengaqiqahi dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk ...
BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU DI ZAMAN INI (Bagian 5)
BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU DI ZAMAN INI (Bagian 5) 5] Pernyataan asy-Syaikh Shaleh al-Luhaidan: Penanya mengatakan: Apakah jarh wa ta’dil di ahlus sunnah dari para da’i dan penuntut ilmu termasuk manhaj ahlus sunnah wal jama’ah? Jawaban: Jarh wa ta’dil yang ilmu dan pembicaraan berada di atasnya telah selesai masanya pada waktu sunnah dinukilkan melalui jalur talaqi dari satu alim ke alim berikutnya. Dan sekarang ilmu-ilmu itu sudah tercatat (terbukukan) dan sunnah juga sudah tercatat (terbukukan). Tidaklah tersisa ...
USHUL DAN KAEDAH-KAEDAH DALAM MANHAJ SALAFY
USHUL DAN KAEDAH-KAEDAH DALAM MANHAJ SALAFY Berkata Syaikh al Allamah Ubaid bin Abadillah al Jabiri hafizHahullah: Kaedah kedua: “Seseorang itu diketahui dengan kebenaran (yang ada padanya) dan tidaklah kebenaran itu diketahui dengan semata-mata melihat pribadi tertentu yang ada.” Makna kaedah ini: Penggalan pertama: الرجال يعرف بالحق Maksudnya adalah: seseorang bisa diketahui bahwa dia seorang Ahlus Sunnah dan Ahlul Haq dikarenakan berpegang teguhnya dia dengan sunnah dan dia tidak tercemari oleh bid’ah-bid’ah dan khurafat. Dan ini semua bisa diketahui dari ...
BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU LAGI DI ZAMAN INI (Bagian 4)
BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU LAGI DI ZAMAN INI (Bagian 4) 4] Pernyataan asy-Syaikh Shaleh al-Fauzan: Pertanyaan ketiga: Semoga Allah berbuat baik kepada anda, ini adalah saudara Abu Ahmad. Sebenarnya wahai Syaikh Shaleh al-Fauzan, beliau mengirim kepadaku sebuah pertanyaan yang baik dan bagus dan kami ingin menjelaskannya panjang lebar. Saudara Ahmad mengatakan: Saya mencintai sunnah dan membenci bid’ah dan khurafat. Akan tetapi wahai asy-Syaikh yang mulia, sebagian orang mengatakan bahwa rudud (bantahan-banyahan) terhadap ahlu bid’ah dan orang yang ...
PERINGATAN BAGI PARA PEMILIK AKAL YANG BERSIH DARI APA YANG ADA DALAM WATSIQAH MUHAMMAD AL-IMAM BERUPA PENYIMPANGAN DAN SERAMPANGAN (Bagian 9-Selesai)
PERINGATAN BAGI PARA PEMILIK AKAL YANG BERSIH DARI APA YANG ADA DALAM WATSIQAH MUHAMMAD AL-IMAM BERUPA PENYIMPANGAN DAN SERAMPANGAN (Bagian 9-Selesai) Ditulis oleh: Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiry hafizhahullah YANG KETUJUH Diantara isinya, ada bahaya yang sangat besar, yaitu apa yang dilakukan oleh pengikut Muhammad al-Imam berupa penyesatan manusia dengan mengada-adakan perkataan dusta atas nama Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, kalau beliau mendukung watsiqah ini. Dan termasuk hal ini adalah apa yang dimuat dalam situs As-Salafiyah, yang dinukilkan oleh Utsman As-Salimi dan ...
BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU LAGI DI ZAMAN INI? (Bagian 3)
APAKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU LAGI DI ZAMAN INI (Bagian 3) بسم الله الرحمن الرحيم 3] Pernyataan asy-Syaikh Shaleh al-Fauzan: Pertanyaan: Anda mengatakan bahwa jarh tidak ada di zaman ini. Maka sebagian orang memahami bahwa anda tidak membolehkan bantahan terhadap ahlu bid’ah dan orang-orang yang menyimpang, …. dan ….? Jawaban: Jarh wa ta’dil bukanlah ghibah dan namimah yang tersebar sekarang ini, terkhusus di tengah-tengah sebagian para penuntut ilmu. Jadi jarh wa ta’dil -wahai saudaraku- termasuk ilmu sanad dalam ...
HAKIKAT UKHUWAH
HAKIKAT UKHUWAH Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Apakah seseorang mendapatkan udzur jika dia membenci sebagian orang dilandasi sebuah sebab atau bahkan tanpa sebab? Dan apakah ini masuk dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya kecintaan hati tidaklah berada di bawah kendalimu.” ? Jawaban: Kami tidak mengetahui hadits ini. Akan tetapi, yang wajib bagi setiap muslim untuk mencintai saudaranya karena Allah dan tidak boleh dia membencinya kecuali jika saudaranya tersebut melakukan kemungkaran, maka dia membencinya ...
PERINGATAN BAGI PARA PEMILIK AKAL YANG BERSIH DARI APA YANG ADA DALAM WATSIQAH MUHAMMAD AL-IMAM BERUPA PENYIMPANGAN DAN SERAMPANGAN (Bagian 8)
PERINGATAN BAGI PARA PEMILIK AKAL YANG BERSIH DARI APA YANG ADA DALAM WATSIQAH MUHAMMAD AL-IMAM BERUPA PENYIMPANGAN DAN SERAMPANGAN (Bagian 8) Ditulis oleh: Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiry hafizhahullah YANG KE ENAM: Ucapan mereka: [”Melanjutkan operasi hubungan langsung antara kedua pihak untuk menghadapi potensi apapun, kejadian, problem atau perbuatan individu atau upaya apapun dari pihak lain yang ingin menyusup untuk tujuan meledakkan gencatan senjata antara kedua pihak dan menentukan sikap padanya.”]. Dan ini yang dilakukan Muhammad Al-Imam dengan penerapannya, sehari ...
BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU LAGI DI ZAMAN INI? (Bagian 2)
APAKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU LAGI DI ZAMAN INI (Bagian 2) بسم الله الرحمن الرحيم 2] Pernyataan asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin: Penanya mengatakan: Apakah sunnah jarh wa ta’dil telah mati? Dan apa hukum membantah orang yang menyimpang terlepas dari kepribadian individunya? Jawaban: Saya khawatir ini merupakan kata yang benar namun diinginkan dengannya kebatilan. Jarh wa ta’dil tidaklah mati, tidak dikubur, dan tidaklah sakit, segala puji hanya bagi Allah. Jarh wa ta’dil tetaplah tegak. Jarh wa ta’dil ada ...


