KHUTBAH IDUL FITRI 1442 H/2021 M ANJURAN MEMPERBANYAK DOA

بسم الله الرحمن الرحيم
KHUTBAH IDUL FITRI 1442 H/2021 M

ANJURAN MEMPERBANYAK DOA

إِنَّ الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءًۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبًا

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلًا سَدِيدًا ٧٠ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ٧١

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ؛ ثُمَّ أَمَّا بَعْدُ

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

 

Kaum muslimin, rahimakumullah ….

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sungguh, karunia-Nya tiada henti terlimpahkan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Kaum muslimin rahimakumullah ….

Betapa cepat waktu berlalu, hari demi hari berganti, dalam keadaan kita selalu membutuhkan rahmat-Nya. Bergulirnya hari, di samping sebagai nikmat, adalah peringatan dan pelajaran. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورًا

Dialah Allah (pula), yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.” (al-Furqan: 62)

Bulan Ramadhan telah berlalu. Semua bentuk ibadah yang kita lakukan tidak lain adalah nikmat dari Allah, di samping berbagai nikmat duniawi yang lainnya. Dan hari ini, atas nikmat-Nya pula kita berhari raya. Masih dengan limpahan nikmat yang tak terhingga. Di antaranya ialah nikmat keamanan, kelapangan, dan berbagai kemudahan hidup yang kita rasakan.

Semoga keadaan yang serba nyaman ini tidak membuat kita lupa diri. Namun, justru semakin membuat kita mendekatkan diri kepada Ilahi. Dengan senantiasa bersandar, bergantung, dan terus meminta kepada-Nya. Berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin, rahimakumullah ….

Pada saat-saat lapang seperti ini, mari kita memperbanyak doa kepada Allah. Jangan hanya berdoa dan meminta hanya saat susah dan sempit. Orang yang beriman akan selalu merasa butuh pertolongan Allah pada setiap keadaan, setiap waktu, dan setiap tempat.

Karena itu, kita semestinya selalu berdoa kepada Allah dalam semua keadaan kita, baik sempit maupun lapang; dan untuk semua urusan kita, termasuk pada perkara yang kita pandang remeh dan kecil. Sebab, segala sesuatu tidak akan berjalan dengan mudah apabila tidak Allah mudahkan.

Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ

Barang siapa suka Allah mengabulkan doanya saat keadaan kesulitan dan genting, hendaknya ia memperbanyak doa saat lapang (banyak kemudahan).” (HR. at-Tirmidzi)

Marilah kita memperbanyak berdoa kepada Allah saat lapang, senang, dan banyak kemudahan agar Allah mengingat dan memberi pertolongan kepada kita saat kesulitan.

Al-Mubarakfuri rahimahullah menyebutkan dalam Tuhfatul Ahwadzi,

فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ أَيْ فِي حَالَةِ الصِّحَّةِ وَالْفَرَاغِ وَالْعَافِيَةِ، لِأَنَّ مِنْ شِيمَةِ الْمُؤْمِنِ أَنْ يرِيشَ السَّهْمَ قَبْلَ أَنْ يَرْمِيَ وَيَلْتَجِئَ إِلَى اللهِ قَبْلَ الْاِضْطِرَارِ

Hendaknya seseorang memperbanyak doa kepada Allah saat rakha’, yaitu ketika sehat, pada waktu luang, dan saat kita sedang dijauhkan dari berbagai hal yang dikhawatirkan. Sebab, di antara ciri seorang mukmin ialah menyiapkan anak panah sebelum melemparkan bidikan (musuh), sebagaimana ia selalu kembali kepada Allah sebelum kesulitan menimpanya.”

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin, rahimakumullah ….

Sungguh, Allah subhanahu wa ta’ala memerintah kita untuk berdoa hanya kepada-Nya. Ia pun telah menjamin akan mengabulkan permohonan kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (Ghafir: 60)

Dalam ayat ini Allahsubhanahu wa ta’alamenyebut doa sebagai ibadah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

Doa itu adalah ibadah.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi)

Oleh karena itu, kita tidak boleh berdoa kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala karena doa adalah ibadah yang merupakan hak khusus bagi Allah subhanahu wa ta’ala. Barang siapa mempersembahkan suatu amal ibadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala, dia telah terjatuh kepada perbuatan menyekutukan Allah atau syirik.

Artinya, selain jaminan terkabulnya hajat kita, doa yang kita panjatkan adalah sebuah ibadah, mengamalkan perintah Allah, bentuk ketundukan kepada-Nya, sekaligus pengagungan kepada-Nya. Dengan demikian, kita akan mendapatkan pahala dari-Nya. Ya, tidak ada kata rugi dan gagal dalam berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah ….

Sesungguhnya, doa seseorang tidak akan sia-sia karena doa itu sendiri merupakan ibadah. Manusia mungkin akan marah apabila terus-menerus diminta, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala justru akan murka apabila hamba-Nya enggan berdoa dan meminta kepada-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Barang siapa tidak meminta kepada Allah, Allah murka kepadanya.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Bahkan, Allah subhanahu wa ta’ala mencintai hamba yang senantiasa berdoa hanya kepada-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala juga akan senantiasa bersama hamba-Nya apabila hamba tersebut berdoa kepada-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ يَقُولُ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي

Sesungguhnya Allah berfirman, Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu terhadapKu. Aku akan bersamanya jika dia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim)

Hadirin, rahimakumullah .

Kemudian berbahagialah, bahwa seorang yang berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala pasti akan dikabulkan. Namun, bentuk terkabulnya doa itu adalah tiga kemungkinan. Seluruhnya baik bagi hamba yang berdoa tersebut.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إثْمٌ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ؛ إِلاَّ أَعْطَاهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ

Tidaklah seorang muslim berdoa dengan sesuatu pun, selama (doanya) tidak mengandung dosa atau memutus silaturahmi; kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal:

disegerakan baginya pengabulannya,

atau disimpan baginya di akhirat,

atau dihindarkan darinya bencana atau keburukan yang semisal dengannya.”

(Ketika mendengar hadits ini) para sahabat bertanya, “Kalau demikian (yakni setiap orang yang berdoa pasti akan mendapatkan salah satu dari tiga hal tersebut), kami akan memperbanyak doa.”

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sungguh, pengabulan Allah subhanahu wa ta’ala lebih banyak daripada doa kalian.” (HR. Ahmad)

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah .

Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki para makhluk berdoa langsung kepada-Nya karena Dia dekat dengan mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (al-Baqarah: 186)

Janganlah kita merasa enggan berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena merasa banyak berbuat dosa. Sesungguhnya, banyak berdoa termasuk sarana penghapus dosa-dosa kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam hadits qudsi,

يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي

Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni engkau, apa pun yang ada padamu, Aku tidak peduli.” (HR. at-Tirmidzi)

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan taufik dan pertolongan kepada kita semua. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah ….

Kemudian, di akhir khutbah ini, kami wasiatkan secara khusus kepada kaum wanita, sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melakukannya pada khutbah Id. Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim, Sahabat Abu Said al-Khudri radhiallahu anhu mengisahkan bahwa di akhir khutbah shalat Id, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ. فَقُلْنَ: وَبِمَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ

Wahai sekalian wanita, bersedekahlah! Sungguh, aku diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.”

Mereka bertanya, “Apa sebabnya, wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam?”

Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Karena kalian sering melaknat dan mengingkari kebaikan suami.”

Maka dari itu, hendaknya para wanita memperhatikan peringatan keras dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ini. Hendaknya para wanita selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah, menjaga hak suami, dan menjaga lisan.

Mari kita renungi hadits ini. Di antara yang menyebabkan para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka adalah karena mereka tidak bisa menjaga lisannya dan mereka tidak bersyukur atas kebaikan suaminya. Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimat lebih bersungguh-sungguh untuk memperbaiki lisannya dan memperbaiki baktinya kepada suaminya.

Karena itu, gunakan lisan untuk hal yang baik dan perkara yang bermanfaat. Hendaknya lisan selalu basah dengan zikir dan banyak berdoa, terutama sewaktu lapang. Semoga hal ini akan menyelamatkan kita pada situasi yang darurat dan genting.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk senantiasa memperbanyak doa di setiap keadaan, dalam seluruh permasalahan. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senatiasa memberikan kemudahan dan pertolongan-Nya kepada kita di dunia dan di akhirat.

Amin. Wallahu A’lam.

قَالَ اللَهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِه وَأَصْحَابِه أَجْمَعِيْنَ

اللهم اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

اللهم تَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا

اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللهم أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا… اللهم أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا… اللهم أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا…

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

© 1442 / 2021 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.
Enable Notifications    OK No thanks