Di Balik Kelapangan dan Kesempitan Duniawi

DI BALIK KELAPANGAN & KESEMPITAN DUNIAWI

Hisyam bin Hassan menceritakan bahwa suatu ketika ia pernah mendengar Al-Hasan menyatakan,

والله ما أحدٌ من الناس بُسِطَ له في أمرٍ من أمور دنياه، فلم يخَف أن يكون ذلك مَكرًا به، واستدراجًا له، إلا نَقَصَ ذلك من عمله ودينه وعقله

“Demi Allah! Tidaklah ada seorang pun yang dibentangkan urusan duniawinya, tetapi ia tidak tebersit (dalam kalbunya) bahwa itu merupakan suatu bentuk makar dan istidraj, kecuali hal itu pasti akan membuat celah kekurangan dalam amal, agama, dan akalnya.

ولا أحدٌ أمسك الله الدنيا عنه، ولم يَرَ أن ذلك خيرٌ له، إلا نقص ذلك من عمله، وبان العجزُ في رأيه

Di sisi lain, tidaklah dunia seseorang ditahan oleh Allah, kemudian ia tidak memandang bahwa hal itu merupakan sebuah kebaikan, melainkan akan terjadi kekurangan pada amalnya. Akan tampak pula kelemahan pada akalnya.”

(Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawa’izhuhu, hal. 65)

© 1441 / 2020 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.