Bertamengkan Pujian Ulama Untuk Melindungi Orang Yang Dijarh Secara Rinci Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkhali hafizhahullah Penanya: Syaikh, ada pertanyaan lain yang sejak awal beredar di tengah-tengah para pemuda berkaitan dengan Safar dan Salman, para pemuda tersebut termasuk orang yang masih terpengaruh dengan pemikiran Sayyid Quthub. Mereka mengatakan: “Kita sekarang harus tetap berpegang dengan wasiat awal, yaitu berpegangnya mereka dengan tazkiyah Asy-Syaikh Al-Albany dan Asy-Syaikh Ibnu Baz terhadap Safar dan Salman.” Jika Anda mengatakan kepada mereka: “Para ...
Bertamengkan Pujian Ulama Untuk Melindungi Orang Yang Dijarh Secara Rinci
Wajib Mentahdzir Dengan Menyebut Nama
WAJIB MENTAHDZIR DENGAN MENYEBUT NAMA Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin رحمه الله Pertanyaan: Asy-Syaikh yang mulia, seseorang terjatuh ke dalam berbagai kubangan bid’ah yang beragam di dalam buku-buku dan berbagai ucapannya. Maka apakah dipersyaratkan hujjah itu tegak atasnya untuk menyebutkan nama orang ini atau selainnya sebagai mubtadi’? Jawaban: Apabila orang ini ada dan manusia mengambil ilmu darinya sedangkan ia menyeru kepada bid’ahnya, maka sebuah keharusan untuk menyebutkan namanya. Jika tidak demikian, maka tidak ada perlunya menyebutkan nama. ...
Mentahdzir Dengan Menyebut Nama
MENTAHDZIR DENGAN MENYEBUT NAMA Apabila mubtadi’ adalah seorang yang menyeru kepada bid’ahnya dalam keadaan orang-orang mengambil ilmu darinya dan ia menyeret para pemuda ke dalam kubang penyimpangan, maka yang wajib ialah memperingatkan (mentahdzir) umat darinya dengan menyebutkan namanya. Asy-Syaikh Rabi’ حفظه الله ditanya di dalam Syarh Ushulus Sunnah: Apakah boleh kami para penuntut ilmu diam dari mubtadi’ dan hanya mendidik para pelajar dan pemuda di atas manhaj salaf tanpa menyebutkan mubtadi’ dengan nama-nama mereka? Jawaban: Demi Allah, sudah seharusnya ...
Mentahdzir Bid’ah dan Ahli Bid’ah Tanpa Menyebut Nama
MENTAHDZIR BID’AH DAN AHLI BID’AH TANPA MENYEBUT NAMA Asy Syaikh Ahmad bin Yahya an Najmy رحمه الله Pertanyaan: Apa pendapat Anda tentang seseorang yang mentahdzir dari bid’ah dan Ahli bid’ah secara global saja tanpa menyebutkan nama-nama (Ahli bid’ah tersebut)? Jawaban: Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika terjadi sesuatu (yang mungkar) maka Beliau mengatakan : “Mengapa sekelompok orang melakukan demikian”. Perkara ini benar ! Akan tetapi, apakah hadits ini bisa kita terapkan terhadap para tokoh-tokoh kesesatan yang mengajak manusia kepada ...
SEKILAS TENTANG KELOMPOK ISIS, FITNAH DAN ASAL MUASALNYA (ASY SYAIKH RABI’ BIN HADI AL MADKHALI HAFIZHAHULLAH)
FATWA TERBARU SYAIKH RABI’ BIN HADI AL-MADKHALI DALAM SITUS SAHAB AS SALAFIYYAH SEKILAS TENTANG KELOMPOK ISIS, FITNAH DAN ASAL MUASALNYA Bismillahirrahmanirrahim “Menyingkap siasat ISIS didalam membagi wilayah saudi kedalam lima bagian, dan dijadikan target operasi militer Mereka dari wilayah yang terdekat” Ini adalah judul sebuah majalah as Syarqul Ausath yang terbit pada hari Senin 7 Sya’ban 1436 Hijriyah. Tidak terasa asing apa yang muncul dari kelompok sesat ini, yang mana mereka mengkafirkan ahli tauhid dan sunnah, tidak mengherankan perbuatan ...
Ketentuan Prinsip Al Wala Wal Bara’
KETENTUAN PRINSIP AL WALA WAL BARA Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry حفظه الله Pertanyaan: Pertanyaan ketiga belas: Bagaimana ketentuan wala (loyalitas) dan baro’ (kebencian) terhadap ahli bid’ah? Jawaban: Ahli bid’ah berbeda-beda keadaannya : 1. Ahli bid’ah yang berperan sebagai da’i yang mengajak kepada kebid’ahannya. Maka ini memiliki dua keadaan : Ahli Sunnah memiliki kekuatan dan kemampuan yang lebih dominan. Maka mereka harus bersikap keras dan tegas didalam membantah mereka serta memboikot mereka. Tidak ada penghormatan bagi ahli ...
Dua Perkara Yang Sangat Penting
DUA PERKARA YANG SANGAT PENTING Berkata Syaikh al Allamah al Faqih Zaid al Madkhali رحمه الله: Dan tidak lupa aku memperingatkan dari dua perkara yang sangat penting : Peringatan dari sifat ingin tampil untuk berfatwa, atau memposisikan diri sebagai juru fatwa. Selama masih ada ulama yang berkompeten dalam masalah fatwa ini. Peringatan dari sifat ingin berkomentar pada masalah-masalah kontemporer, yang tidak mampu menganalisis dan menyimpulkannya kecuali para ulama kibar. Selama mereka masih hidup. Aku tidaklah memperingatkan dari dua perkara ...
Dua Sebab Terbesar Menyimpangnya Sebuah Kaum Dari Sunnah
DUA SEBAB TERBESAR MENYIMPANGNYA SEBUAH KAUM DARI SUNNAH Berkata ibnu baththah رحمه الله Ketahuilah wahai saudaraku !!.. Sungguh aku telah memikirkan dan mencermati, dan aku dapatkan sebab terbesar yang mengeluarkan sekelompok kaum dari sunnah dan menyeret mereka kepada kebid’ahan serta membukakan pintu malapetaka bagi hati-hati mereka sehingga cahaya kebenaran itu terhalang dari pandangan mereka, maka aku dapati ada pada dua perkara: Sebab pertama: Berdalam-dalam, dalam membahas dan mempertanyakan perkara-perkara yang tidak bermanfaat, perkara yang tidak mengapa bagi seseorang untuk ...
Pujian Al-Allamah Shalih Al-Luhaidaan حفظه الله Terhadap Akidah Al-Allaamah Rabi’ حفظه الله dan Terbebasnya Beliau Dari Akidah Mur’jiah
PUJIAN AL-ALLAAMAH SHALIH AL-LUHAIDAAN حفظه الله TERHADAP AKIDAH AL-ALLAAMAH RABI’ حفظه الله DAN TERBEBASNYA BELIAU DARI AKIDAH MURJI’AH Pujian Al-Allamah Shalih al-Luhaidaan hafizhahullah terhadap akidah Al-Allaamah Robi’ hafizhahullah dan terbebasnya beliau dari akidah murji’ah. Maka ini adalah pijian Al-Allaamah Shalih Al-Luhaidan hafizhahullah terhadap akidah Al-Allaamah Robi’ hafizhahullah dan terbebasnya beliau dari akidah murjiah, ini (ditulis) tanggal 30 Syawwal 1435. Pertanyaan : Soal ke delapan dan yang terakhir. Semoga Allah Ta’ala menjaga anda. Apa nasihat anda kepada para pemuda yang ...
Bolehkah Bergembira Dengan Kematian Seorang Mubta’di?
BOLEHKAH BERGEMBIRA DENGAN KEMATIAN SEORANG MUBTA’DI? Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry حفظه الله Pertanyaan: Apakah boleh kita bergembira dengan kematian seorang mubtadi atau seorang yang menyimpang? Jawaban: Ya. . ya. . boleh kita bergembira (dengan kematian mubtadi) bahkan kita menyalahkan orang yang menta’ziah jenazah mereka (mubtadi), salahkan mereka. Naam. Imam Ahmad rohimahulloh diberitahu tentang perkara ini (kematian mubtadi), maka beliau mengatakan: siapa yang tidak bergembira? Maka jika seorang mubtadi ditimpa musibah pada hartanya, maka kita bergembira dengannya. ...


