Udzur atas Kejahilan

العذر بالجهل .

UDZUR ATAS KEJAHILAN

Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah

نص السؤال:
هل الجاهل يعذر بجهله ذكرتم ذلك في كتابكم < المخرج من الفتنة > وفيه خلاف مع الشوكاني ومحمد بن عبد الوهاب وخاصة في مسائل التوحيد ؟

Teks pertanyaan:  “Apakah orang jahil diberi udzur atas kejahilannya (sebagaimana) yang anda sebutkan dalam kitab anda <al-Makhraj min al-Fitnah (Jalan Keluar dari Fitnah)> yang di dalamnya menyelisihi as-Syaukani dan Muhammad Abdil Wahhab dan terkhusus dalam masalah-masalah tauhid?”

نص الإجابة:
الصحيح أنه يُعذر حتى ولو كان في التوحيد لعموم قول الله عز وجل : ” وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا ” .

Teks jawaban:

“Pendapat yang benar adalah ” bahwasannya ( seseorang) diberi udzur walaupun dalam permasalahan TAUHID, berdasarkan keumuman firman Allah azza wa jalla “…tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.”.

ولعموم قول الله عز وجل : ” وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّى يُبَيِّنَ لَهُمْ مَا يَتَّقُونَ ” .
Dan keumuman firman Allah ‘azza wa jalla “Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, setelah mereka diberi-Nya petunjuk, sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi….”

ولما جاء في الصحيح : أن رجلاً قال لبنيه : أي أبٍ أنا لكم ؟ ، قالوا : نعم الأب ، قال : فهل أنتم قاعلون ما أوصيكم به ؟ ، قالوا : نعم ، قال : فإذا مت فأحرقوني ثم ذروني في يوم عاصف فوالله لئن قدر الله عليّ ليعذبني عذاباً شديداً لا يعذبه أحداً من العالمين ، ففعلوا ، ثم أمر الله البر أن يجمع ما فيه ، والبحر أن يجمع ما فيه ، فقال : ما حملك على ما صنعت ؟ ، قال : خشيتك يا رب ، فقال : قد غفرت لك ، فهذا يشك في قدرة الله

Sebagaimana telah datang dalam shahihain (Bukhari dan Muslim): Berkata seorang kepada anak-anaknya, “Ayah seperti apakah diriku bagi kalian?” Anak-anaknya menjawab, “Ya, engkau  adalah seorang ayah (yang baik)”.

Seorang tadi berkata, “Apakah kalian akan melakukan apa yang  Aku wasiatkan kepada kalian?”. Anak-anaknya menjawab “Ya”.
Seorang tadi berkata “Jika datang kematian ( menjemput ku ) bakarlah aku, kemudian sebarkanlah (abuku) pada hari di mana angin bertiup kencang, maka demi Allah, bahwasannya sungguh ketetapan Allah atasku, aku akan diadzab dengan keras, yang belum pernah diadzab seseorangpun di alam ini”. Maka anak-anaknya pun melakukan perintah tadi.

Kemudian Allah memerintahkan daratan untuk mengumpulkan (abu) yang ada padanya, juga Allah memerintahkan lautan untuk mengumpulkan (abu) yang ada padanya.

Allah berfirman, “Apa yang telah membebanimu lantas engkau melakukannya?”. Seorang tadi berkata, “Rasa takutku kepada-Mu wahai rabb”. Maka Allah berfirman, ” Sungguh Aku telah mengampunimu.”
Maka, dia ( orang tersebut ) meragukan kuasa Allah.

. ثم ذكرت أيضاً قوله تعالى وهو قول الحواريين لعيسى : ” هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنـَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ” ، فهم يشكون في قدرة الله ، وعيسى يقول لهم : “اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemudian, engkau sebutkan pula firman Allah ta’ala, yakni perkataan al-Hawariyyun (pengikut setia ‘Isa) kepada ‘Isa عليه السلام : ” …bersediakah Rabbmu menurunkan hidangan dari atas langit untuk kami ?”.
Maka, mereka meragukan kuasa Allah.
Dan ‘Isa bersabda kepada mereka “… bertakwalah kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman.”

وهكذا أصحاب موسى حيث قالوا لموسى : ” اجْعَل لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ ” .

Dan seperti itu pula sahabat-sahabat Musa di saat mereka berkata kepada Musa. “Jadikanlah bagi kami sesembahan, sebagaimana (sesembahan) mereka”. Berkata (Musa), “Sungguh kalian benar-benar kaum yang bodoh”

فأقصد من هذا : أن عموم الأدلة تقضي بعموم العذر بالجهل ، فأنت تسمي هذا العمل شرك وتسمي هذا العمل كفر ، وتسمي هذا العمل خروجاً من الإسلام ، لكن صاحبه لا بد أن تنبه أهو عالمٌ أم جاهل إلى آخر ذلكم .

Yang aku maksudkan dari hal ini: “Bahwasannya ke umuman dalil ( di atas ) menghukumi udzur kejahilan secara umum, maka engkau menyebut ini amalan syirik, menyebut ini amalan kufur, dan ini amalan yang di luar Islam, akan tetapi penganutnya harus mengingatkan dari penguatnya, baik ia orang berilmu atau orang jahil dan yang selainnya.
—————

من شريط : ( أسئلة منصور بن زيد )
Dari kaset: Pertanyaan-pertanyaan Manshur bin Zaid

المصدر
Sumber : http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2338

Download Audio Di Sini

Alih Bahasa : Syabab Forum Salafy Indonesia

Download
Judul: Udzur atas Kejahilan Pembicara: Tanggal: 15 Jumada I 1436
© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.