Silsilah: Agamaku Mengajarkanku … (Seri 9)

Silsilah-bagian9a

SILSILAH: Agamaku Mengajarkanku… (Seri ke 9) – Dalam Kitab: Silsilah ‘Allamani Dieniy

Bersama: DR. Muhammad bin Umar Bazemul حفظه الله تعالى

Bagian ke 9:

Agamaku Mengajarkanku: bahwa manusia terbagi menjadi 2 golongan: hizbur rohman (golongan Alloh) dan hizbus syaithon (golongan setan), maka barangsiapa berjalan di atas Al-Qur’an yang agung dan As-Sunnah yang suci dengan bimbingan berdasarkan apa yang dibawa oleh kaum salaf dalam memahami keduanya dan mengamalkan keduanya – maka dia termasuk dari golongan Alloh, namun barangsiapa yang berjalan menyelisihi hal itu, maka dia telah mengikuti jalan hawa nafsu dan syahwatnya, serta telah terpedaya oleh tipuan, maka dia termasuk dari golongan setan;

Alloh تبارك وتعالى berfirman:

(وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ) [سورة المائدة : 56]

“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” [Qs. Al-Maaìdah: 56]

Dan Alloh berfirman:

(إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ) [سورة فاطر : 6]

” Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”. [Qs. Faathir: 6]

Dan Alloh تبارك وتعالى berfirman:

(اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ) [سورة المجادلة : 19]

” Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” [Qs. Al-Mujaadilah: 19]

Dan Alloh Ta’ala berfirman:

(لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ) [سورة المجادلة : 22]

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” [Qs. Al-Mujaadilah: 22]

✸ ✸ ✸

Karawang, 3 Sya’ban 1435H.
Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.