Silsilah: Agamaku Mengajarkanku … (Seri 7)

Silsilah-bagian7a

SILSILAH: Agamaku Mengajarkanku… (Seri ke 7) – Dalam Kitab: Silsilah ‘Allamani Dieniy

Bersama: DR. Muhammad bin Umar Bazemul حفظه الله تعالى

Bagian ke 7:

Agamaku Mengajarkanku: bahwa mimpi adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian dari kenabian, dan bahwasanya orang yang menafsirkan mimpi untukku terkadang benar dan terkadang salah, sehingga dalam masalah tersebut tidaklah menentu, seakan-akan mimpi berada pada sayap seekor burung, apabila ditafsirkan dengan tafsiran yang benar dan terjadi itu artinya dia melihat tafsirannya;

Diriwayatkan dari Waqi’ bin ‘Udus, dari pamannya Abu Rozin, beliau katakan: telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

«الرؤيا على رِجل طائرٍ ما لم تُعَبَّر فإذا عبّرت وقعت» قال: وأحسبه قال: «ولا يقصها إلا على وادّ أو رأي»

“Mimpi berada pada kaki seekor burung selama belum ditafsirkan dan apabila telah ditafsirkan maka (ingin segera) terjadi. Abu Rozin mengatakan: aku mengira bahwa beliau bersabda: dan jangan diceritakan mimpi tersebut kecuali kepada orang yang cinta (kepadamu) atau kepada orang yang memiliki kemampuan (menafsirkan mimpi)”.  [1]

Dan diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas rodhiallohu ‘anhuma: bahwa ada seseorang yang mendatangi Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan berkata: sungguh aku melihat tadi malam di dalam mimpi sebuah awan yang meneteskan minyak samin dan madu, dan aku melihat manusia menampung darinya dengan tangan-tangan mereka, maka ada yang mendapatkan banyak dan ada yang sedikit, dan (aku melihat) tali yang bersambung dari bumi ke langit, kemudian aku melihat engkau memegang tali tersebut dan engkau pun naik, kemudian orang lain memegangnya dan naik, kemudian orang lain memegangnya dan naik, kemudian orang lain memegangnya dan terputus kemudian disambungkan (kembali). Maka Abu Bakar rodhiallohu ‘anhu berkata: wahai Rosululloh, demi (Alloh) yang ayahku (sebagai tebusannya) bagimu, demi Alloh sungguh biarkan aku yang akan menafsirkannya.

Maka nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam mengatakan: tafsirkanlah dia! Adapun awan maksudnya ialah Islam. Adapun yang meneteskan minyak samin dan madu adalah Al-Qur’an; rasa manisnya yang akan menetes, sehingga ada yang mendapatkannya banyak dari Al-Qur’an dan ada yang sedikit; dan adapun tali yang menyambung dari langit hingga ke bumi adalah al-Haq (kebenaran) yang engkau pegang, engkau memegangnya hingga Alloh naikkan dirimu, kemudian dipegang oleh orang setelahmu hingga dia pun terangkat, kemudian dipegang oleh orang lainnya hingga terangkat, kemudian dipegang oleh lainnya dan terputus, kemudian disambung kembali dan dia pun terangkat karenanya; maka beritahukan aku wahai Rosululloh -demi (Alloh) yang ayahku dan ibuku (sebagai tebusannya) – apakah (tafsirku) telah benar atau keliru?

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pun bersabda:

أصبتَ بعضاً وأخطأتَ بعضاً

“Kamu telah benar sebagiannya dan keliru sebagian (lainnya) “.

Abu Bakar berkata: dan demi Alloh wahai Rosululloh, sungguh beritahukan kepadaku tentang kesalahanku? Beliau bersabda: “jangan kamu bersumpah”.

Maka hadits ini merupakan nash (dalil secara text) yang menerangkan bahwa di dalam menafsirkan mimpi ada yang benar dan ada yang selain itu, dan jika sekiranya maknanya ialah bahwa mimpi (pasti) akan terjadi seperti apa yang telah ditafsirkan oleh orang yang menafsirkannya tentulah tidak ada faedahnya sabda beliau yang menyatakan: “kamu telah benar sebagiannya dan telah keliru sebagian (lainnya). Kemudian apa pula manfaatnya untuk merujuk kepada para penafsir mimpi jika mimpi (pasti) akan terjadi sebagaimana ditafsirkan oleh orang yang menafsirkannya?!

✸ ✸ ✸
_____
[1] HR. Ahmad dan Abu Daud serta Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan lainnya.

Karawang, 29/5/1435H

Alih Bahasa: Abu Abduh Muhammad Sholehuddin Alu Sayuthi.

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.