PERINGATAN BAGI PARA PEMILIK AKAL YANG BERSIH DARI APA YANG ADA DALAM WATSIQAH MUHAMMAD AL-IMAM BERUPA PENYIMPANGAN DAN SERAMPANGAN (Bagian 4)

PERINGATAN BAGI PARA PEMILIK AKAL YANG BERSIH DARI APA YANG ADA DALAM WATSIQAH MUHAMMAD AL-IMAM BERUPA PENYIMPANGAN DAN SERAMPANGAN (Bagian 4)

Ditulis oleh: Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiry hafizhahullah

***

YANG KETIGA: Apa yang ada di Perjanjian : [Kita semua adalah kaum muslimin, Rabb kita satu, kitab suci kita satu, musuh kita satu, walaupun kita berbeda dalam perkara-perkara rinci yang bercabang-cabang.]

Maka disini ada beberapa kritikan:

1. Ucapan mereka [”Kita semua adalah kaum muslimin”]. Maka apakah boleh memutlakkan seperti ini terhadap rafidhah yang memiliki kesyirikan besar dan pembatal-pembatal islam yang banyak?

Bukankan hal ini merupakan pengkaburan kepada semua manusia kalau akidah mereka (rafidhah) itu selamat?

Apakah tersamar atas Muhammad al-Imam ucapan ulama terdahulu dan sekarang tentang rafidhah, kafirnya akidah rafidhah dan kafirnya ulama mereka yang telah tegak hujjah atas mereka?

2. Ucapan mereka [”Kitab kita satu”]. Bagaimana bisa terjadi [”kitab kita satu”] dalam keadaan mereka meyakini dan menetapkan dalam kita-kitab  yg menjadi sandaran mereka, kalau Al-Quran al-Kariim yang kita miliki telah dirubah?

3. Ucapan mereka [”Musuh kita satu”]. Dan ini padanya ada kedustaan, dan menghapus hakikat sejarah yang menetapkan dalam sepanjang sejarah Islam kalau mereka itu bersama Yahudi melawan Ahlussunnah, bersama kaum salibis dalam peperangan mereka melawan kaum muslimin. Kemudian Hutsi sekarang, bersama musuh Ahlussunnah, yakni Iran. Maka kenapa kedustaan dan tipuan ini ditujukan pada kaum muslimin?

4. Ucapan mereka : [”Dan sekalipun kita berbeda dalam perkara-perkara rinci yang bercabang-cabang”]. Dan ini adalah perkara yang paling berbahaya dalam watsiqah, tatkala di dalamnya ada pernyataan Muhammad al-Imam, kalau perselisihan kita dengan rafidhah hanyalah dalam masalah furu’ (cabang), seperti perselisihan diantara madzhab yang empat. Adapun dalam hal akidah, maka tidak ada diantara kita dan mereka ada perselisihan. Maka tidak perlu minta bukti atas kebatilan ucapan ini. Karena orang awam saja-apalagi penuntut ilmu-mengetahui apa yang ada pada rafidhah berupa akidah dan prinsip-prinsip kufur yang mengeluarkan dari Islam.

Akan tetapi saya katakan kepada Muhammad al-Imam: ”Dimana perginya tulisan-tulisan kamu dalam bab ini, semisal Kitab:

  • Thu’un Rafidhah al-Yaman fi shahabati ar-Rasul al-Mu’taman,
  • Rafidhatul Yaman ala marri az-zaman.

Dan kenapa perubahan ini bisa terjadi pada dirimu? Apa yang mendorongnya? Dan apa sebabnya?

5. Ucapan mereka : [”Telah terjadi kesepakatan antara kelompok Ansharullah (penolong agama Allah) yang diwakili oleh As-Sayyid Abdul Malik al-Hutsi”].

Saya katakan : ”Apakah rafidhah al-Hutsiyuun itu mereka adalah penolong agama Allah? Apakah boleh bagi seorang muslim untuk menyetujui mereka dengan pensifatan ini, ataukah hakikatnya mereka itu adalah para penolong syaithan dan kesyirikan, penyembahan kepada kuburan dan penolongnya Iran?!

Maka sungguh aneh engkau wahai Muhammad al-Imam dengan pernyataan-pernyataan ini. Dan kita berlindung kepada Allah dari kemunduran dan sifat penakut.

~

Sumber: https://app.box.com/s/sdt0df4l4laj7073c7rpkfjt3a1ed2sf

* Alih bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary

Bersambung In Sya Allah

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.