Orang Sakit Mengqadha Hari Di Mana Ia Berbuka Padanya Setelah Sembuh

ORANG SAKIT MENGQADHA HARI DI MANA IA BERBUKA PADANYA SETELAH SEMBUH

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz  رحمه الله

Penanya wanita: ع.ز dari Thaif -Saudi- berkata di dalam soalnya: Sebuah penyakit menyerang saya di perut yang membuat saya tidak mampu lagi berpuasa Ramadhan secara sempurna, lalu apa yang harus saya lakukan?

Jawaban:

Apabila seorang muslim tertimpa sakit baik di perut maupun bagian yang lainnya sehingga dengan itu ia tidak sanggup lagi untuk berpuasa atau puasa itu akan memberatkannya, maka ia boleh berbuka dan kemudian menunaikan qadha puasanya setelah ia sembuh. Ini berdasarkan firman Allah ‘azza wa jalla di dalam surat al-Baqarah:

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان فمن شهد منكم الشهر فليصمه ومن كان مريضا أو على سفر فعدة من أيام أخر يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk tersebut, serta sebagai pembeda (antara kebenaran dan kebatilan). Barang siapa di antara kalian ada di bulan tersebut, maka hendaklah ia berpuasa.”

Dan barang siapa  yang sedang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka hendaklah ia berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menginginkan kemudahan bagi kalian dan tidak menginginkan kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian menyempurnakan bilangan bulan tersebut dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya kepada kalian, agar kalian bersyukur. [1]
Allah jualah yang memberi petunjuk

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/node/468

Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

********************************

Catatan Kaki:

  1. Surat al-Baqarah ayat 185

———————————–

المريض يقضي ما أفطر بعد الشفاء

السائلة: ع . ز . من الطائف – السعودية تقول في سؤالها: أصابني مرض في البطن مما جعلني لا أقدر على صوم رمضان كاملاً ماذا أصنع؟

إذا أصاب المسلم مرض في البطن أو غيره لا يستطيع معه الصوم، أو يشق عليه الصوم، فإنه يفطر ثم يقضي بعد الشفاء لقول الله عز وجل في سورة البقرة: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ[1]. والله ولي التوفيق.

[1] سورة البقرة ، الآية 185

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.