Nasehat Untuk Orang Tua yang Mengajak si Buah Hati ke Masjid

NASEHAT UNTUK ORANG TUA YANG MENGAJAK SI BUAH HATI KE MASJID

Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah

Pertanyaan: Apa nasihat antum bagi orang tua yang membawa anaknya di bawah 5 tahun ke masjid.

Terkadang membuat kegaduhan menyebabkan terganggunya para jamaah shalat, alasan ikhwah kalo tidak di ajak anaknya suka nangis dan mengganggu ketika umi nya shalat?

Jawaban:

ikhwanufiddin a’azakumullah, shalat adalah sesuatu yang harus dihormati, dijaga.
Sesungguhnya shalat itu memiliki kesibukan tersendiri.

Jangan disibukkan dengan yang lainnya.

Sebagian orang tua beralasan bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bahwa dua anaknya hasan dan husen bahkan naik ke punggungnya digendong dan sebagainya.

Pertama ustbut, tetapkan riwayatnya yang shahih bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam membawa, karena tidak tegas beritanya bahwa itu dibawa oleh Nabi.

Tapi yang diberitakan datang anaknya.

Itu satu !

Sehingga cukup yang diriwayatkan itu sebagai dalil bahwasanya gerakan-gerakan yang ringan mengangkat anak atau menurunkannya tidak merusak shalat.

Tidak kemudian mengatakan “Silahkan wahai para muslimin untuk membawa anak-anak kalian ke masjid rame-rame…”

Jadi apa (nanti) masjidnya?

Orang membaca Al Quran disuruh pelankan kalo ada orang shalat, kenapa?

Mengganggu..!

Perempuan kalo menegur imamnya dengan menepuk paha, tidak mengucapkan subhanallah, kenapa?

Sekian banyak, bahkan Rasulullah mengembalikan baju, jubah yang diberikan oleh Abu Jahm, kembalikan kepada Abu Jahm.

Berikan aku baju janiyahnya daripada ini, kenapa?

Karena coraknya mengganggu.

Bayangkan corak mengganggu.

Suara Al Quran (saja) ndak boleh, apalagi suara anak anak lari-larian main petak umpet di masjid.. (hadirin tertawa).

Jangan seenaknya beristinbat hukum..!

Bahkan ketika ada ikhwan yang masya Allah cerdas, anak-anak dikumpulkan (di) satu kelas, (lalu) dikasih kesibukan, (kemudian) ditutup pintunya, kemudian dia shalat jamaah.

Ustadznya membatalkannya, (dan berkata) “Kenapa dikurung semua?. Suruh ke sini semua anak-anaknya..!”

Ana (Ust. Muhammad Assewed) bilang: “Gila mungkin ustadnya..”

Apa maksudnya ?

Maksudnya silahkan ganggu orang shalat, begitu?

Dengan alasan apa, sama seperti tadi dengan alasan Rasulullah membawa anaknya, anak cucunya.

Tanyakan bagaimana para shahabat..

Apakah mereka menggandeng anak-anak kecilnya? bayi-bayinya?

Naam, kalau dia sudah mumayyiz, bisa diatur, maka silahkan dilatih mereka untuk ke masjid.

Sudah mumayyiz, sudah bisa diatur..

Dan Syaikh ibnu Utsaimin rahimahullah punya pendapat kalo anak itu dikhawatirkan akan berbuat ini dan itu, mengganggu, maka taruh disebelah bapaknya.

Kalau dia (ketika shalat) mau pergi, (maka bapaknya) pegangi (anaknya), gak papa.

Tarik lagi, kenapa?

Khawatir menganggu.

Sehingga tidak saklek tidak boleh, juga tidak dianjurkan untuk bawa anak semuanya rame-rame, ndak.

Tetap shalat itu adalah perkara yang harus dijaga.

Jangan sampai kaum muslimin terganggu dengan shalatnya.

Bau saja yang lupa sikat gigi, bau pete, bau rokok bau segala macem itu makruh, di usir sampai ke baqi, yang makan bawang putih, kenapa?

Khawatir menggangu.

Jangan sampai shalat itu terganggu.

Harus dijaga betul dari segala sisinya dari suara, bau-bauan gambar corak-corak harus dibersihkan semuanya.

Sehingga tidak ada gangguan-gangguan.

Memalingkan dari kekhusyuan.

Sumber Audio : Tanya Jawab Kajian Limo-Depok || Rabiul awwal 1436 H ll Januari 2015 M

Download
Judul: NASEHAT UNTUK ORANG TUA YANG MENGAJAK SI BUAH HATI KE MASJID Pembicara: Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah Tanggal: 19 Jumada I 1436
© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.