Mewaspadai Hal-hal Yang Merusak Amal

Mewaspadai Hal-hal Yang Merusak AmalMEWASPADAI HAL-HAL YANG MERUSAK AMAL

Sufyan Ats-Tsaury rahimahullah berkata:

إياك وما يفسد عليك عملك، فإنما يفسد عليك عملك الرياء، فإن لم يكن رياء فإعجابك بنفسك حتى يخيل إليك أنك أفضل من أخ لك، وعسى أن لا تصيب من العمل مثل الذي يصيب، ولعله أن يكون هو أورع منك عما حرم الله وأزكى منك عملا.
فإن لم تكن معجبا بنفسك فإياك أن تحب محمدة الناس، ومحمدتهم أن تحب أن يكرموك بعملك ويروا لك به شرفا ومنزلة في صدورهم، أو حاجة تطلبها إليهم في أمور كثيرة، فإنما تريد بعملك زعمت وجه الدار الآخرة لا تريد به غيره، فكفى بكثرة ذكر الموت مزهدا في الدنيا ومرغبا في الآخرة، وكفى بطول الأمل قلة خوف وجرأة على المعاصي، وكفى بالحسرة والندامة يوم القيامة لمن كان يعلم ولا يعمل.

“Waspadailah hal-hal yang akan merusak amalmu, karena sesungguhnya yang akan merusak amalmu adalah riya’. Kalau bukan riya’ maka dengan engkau merasa kagum dengan dirimu sendiri hingga dikhayalkan kepadamu bahwa engkau lebih mulia dibandingkan saudaramu yang mana saja. Padahal bisa jadi engkau tidak bisa beramal sebaik yang dia kerjakan, dan bisa jadi dia lebih wara’ terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah dibandingkan dirimu dan amalnya lebih suci dibandingkan dirimu.

Jika engkau tidak merasa kagum dengan dirimu, maka waspadailah jangan sampai engkau senang dengan pujian manusia. Pujian mereka adalah dengan engkau senang jika mereka memuliakan dirimu karena amal yang engkau lakukan dan mereka menilai engkau memiliki kemuliaan dan kedudukan di hati mereka dengan sebab amal tersebut. Atau engkau memiliki kebutuhan yang engkau minta kepada mereka dalam banyak perkara, padahal menurutmu dengan amalmu tersebut engkau hanya menginginkan kemuliaan di negeri akhirat dan engkau tidak menginginkan yang lainnya dengan amal tersebut. Maka cukuplah dengan banyak mengingat kematian untuk menjadikan seseorang menganggap rendah dunia ini dan menjadikan cinta kepada akhirat, dan cukuplah dengan panjang angan-angan akan menjadikan seseorang sedikit rasa takutnya dan membuatnya lancang melakukan berbagai kemaksiatan, dan cukuplah penyesalan mendalam pada hari kiamat nanti bagi siapa saja yang mengetahui ilmu namun tidak mengamalkannya.”

[Hilyatul Auliyaa’, VI/391]

Sumber artikel: http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54201

Alih Bahasa: Abu Almass
Ahad, 2 Muharram 1436 H

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.