MENGURANGI MAKAN BERLEBIHAN BUKAN AJARAN ISLAM

MENGURANGI MAKAN BERLEBIHAN BUKAN AJARAN ISLAM

✍? Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:

ﺃﻛﺮﻩ ﺍﻟﺘﻘﻠﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ، ﻓﺈﻥ ﺃﻗﻮﺍﻣﺎً ﻣﺎ ﻓﻌﻠﻮﻩ ﻓﻌﺠﺰﻭﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ.

“Saya tidak suka terlalu sedikit makan, karena ada orang-orang yang melakukannya lalu mereka tidak mampu menunaikan kewajiban.”

***

✍? Al-Imam Ibnul Jauzy rahimahullah mengomentari:

ﻭﻫﺬﺍ ﺻﺤﻴﺢ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﺘﻘﻠﻞ ﻻ ﻳﺰﺍﻝ ﻳﺘﻘﻠﻞ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﻌﺠﺰ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﻮﺍﻓﻞ ﺛﻢ ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ، ﺛﻢ ﻳﻌﺠﺰ ﻋﻦ ﻣﺒﺎﺷﺮﺓ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﺇﻋﻔﺎﻓﻬﻢ، ﻭﻋﻦ ﺑﺬﻝ ﺍﻟﻘﻮﻯ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺴﺐ ﻟﻬﻢ، ﻭﻋﻦ ﻓﻌﻞ ﺧﻴﺮ ﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻳﻔﻌﻠﻪ.
ﻭﻻ ﻳﻬﻮﻟﻨﻚ ﻣﺎ ﺗﺴﻤﻌﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺤﺚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻮﻉ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ ﺇﻣﺎ ﺍﻟﺤﺚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻮﻡ، ﻭﺇﻣﺎ ﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﻣﻘﺎﻭﻣﺔ ﺍﻟﺸﺒﻊ. ﻓﺄﻣﺎ ﺗﻨﻘﻴﺺ ﺍﻟﻤﻄﻌﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﻭﺍﻡ، ﻓﻤﺆﺛﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻮﻯ، ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ.

“Ini benar, karena orang yang biasa terlalu sedikit makan dia akan terus melakukannya hingga tidak mampu melakukan ibadah yang nafilah, kemudian tidak mampu melakukan ibadah yang wajib, kemudian tidak mampu menggauli istrinya dan menjaga kehormatannya, tidak mampu mengerahkan kekuatan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dan tidak mampu melakukan kebaikan yang biasa dia kerjakan sebelumnya. Jangan dikhawatirkan oleh hadits-hadits yang engkau dengar yang mendorong untuk lapar, karena yang dimaksud dengannya adalah anjuran untuk berpuasa, atau larangan dari kenyang berlebihan. Adapun mengurangi makan secara terus menerus lalu mempengaruhi kekuatan, maka itu tidak boleh.”

***

? Sumber: Shaidul Khathir, hlm. 45-46

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.