MEMBUNGKAM SILAT LIDAH MUHAMMAD AL-IMAM

MEMBUNGKAM SILAT LIDAH MUHAMMAD AL-IMAM

๐Ÿ’ฅ Muhammad al-Imam mengatakan:

ูˆุฅู†ูŠ ู„ุฃุญู…ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ู‡ู†ุงู„ูƒ ู…ู† ูŠุชูƒู„ู…ูˆู† ููŠู†ุง ูˆูŠูƒูˆู† ุณุจุจุง ู„ุฃู†ู†ุง ู†ุนุฑู ุจุนุถ ุฃุฎุทุงุกู†ุง ูˆู†ุฑุฌุน ุนู†ู‡ุŒ ูˆู†ุญุงูˆู„ ู†ุตู„ุญ ุฃู†ูุณู†ุง ูˆู†ุฌุงู‡ุฏ ุฃู†ูุณู†ุงุŒ ูู‡ุฐุง ู†ุนุชุจุฑู‡ ู…ู† ูุถู„ ุงู„ู„ู‡.

“Sesungguhnya saya benar-benar memuji Allah karena di sana ada orang-orang yang membicarakan kami dan menjadi sebab kami bisa mengetahui sebagian kesalahan kami, bertaubat darinya, berusaha memperbaiki diri kami, dan menundukkan diri kami, jadi ini kami anggap termasuk keutamaan Allah.”

Bukti ucapannya: https://goo.gl/nXnrGd


 

Asy-Syaikh Abu Ammar Ali al-Hudzaify hafizhahullah mengomentari ucapan Muhammad al-Imam di atas:

ู‡ู„ ู…ู† ูุถู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุชูƒู„ู… ุงู„ู†ุงุณ ููŠู‡ ุชุญุฐูŠุฑุง ู…ู† ุถู„ุงู„ุงุชู‡ ูˆุงู†ุญุฑุงูุงุชู‡ ุงู„ุชูŠ ู„ู… ูŠุณุชุฌุจ ููŠู‡ุง ู„ู„ุนู„ู…ุงุกุŸ! ู‡ุฐุง ุฑุฌู„ ูƒุฐุงุจุŒ ู…ุง ุนุฑูู†ุงู‡ ุงุณุชุฌุงุจ ู„ู„ุนู„ู…ุงุก ููŠ ุดูŠุก.

“Apakah termasuk dari keutamaan Allah atasnya dengan manusia membicarakan dirinya dalam bentuk mentahdzirnya atau memperingatkan orang lain dari berbagai kesalahan dan penyimpangannya yang dia tidak mau mendengarkan nasehat para ulama tentang penyimpangan-penyimpangan itu?! Orang ini adalah pendusta, kami tidak mengetahui dia mau sedikitpun menerima nasehat para ulama.”

***

Asy-Syaikh Nazar bin Hasyim as-Sudany hafizhahullah mengomentari ucapan Muhammad al-Imam di atas:

ู‡ุฐุง ุฑุฌู„ ูƒุฐุงุจ ู„ูŠุณ ุฅู„ุง ู…ุน ุงู„ู…ุฑุงูˆุบุฉุŒ ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุฑุฌู„ ู…ู†ุฐ ุฃู† ุงุทู„ุนุช ุนู„ู‰ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ุฅุจุงู†ุฉ ุงู„ุฐูŠ ุฃุจุงู† ููŠู‡ ุนู† ุณูˆุก ู…ู†ู‡ุฌู‡ ูˆุนู„ู‰ ูƒู„ุงู… ู„ู‡ ูŠุทุนู† ููŠู‡ ุนู„ู‰ ุนู„ู…ุงุก ุงู„ุณู†ุฉ ูˆุจู„ุงุฏ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏุŒ ูˆูƒู†ุช ู‚ุฏ ุฑุฏุฏุช ุนู„ูŠู‡ ููŠ ูˆุฑูŠู‚ุงุช ุจุนู†ูˆุงู† “ู…ุน ุงู„ุฅู…ุงู… ุชู†ุจูŠู‡ ูˆูˆู‚ูุฉ” ุนู„ู…ุช ุชู…ุงู…ุง ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ูˆุงู„ู…ู†ุฉ ุฃู†ู‡ ุฑุฌู„ ุณูˆุก ู†ุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุงููŠุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู…ุฉ.

ูˆู…ู† ุฃุณูˆุฃ ุงู„ุณูˆุก ุญุงู„ ุฃุชุจุงุนู‡ ูˆุงู„ู…ู‚ู„ุฏุฉ ู„ู‡:
ุณู„ุจุช ุนู‚ูˆู„ู‡ู… ุฅู„ุง ู…ู† ุฌู‡ู„ ูˆู‡ูˆู‰ ูˆุชุนุตุจ ู„ู‡ ุฐู…ูŠู….
ุงู„ู„ู‡ู… ุงู‡ุฏู†ุง ูˆู„ุง ุชุถู„ู†ุง ูˆุซุจุช ู‚ู„ูˆุจู†ุง ุนู„ู‰ ุฏูŠู†ูƒ.

ุซู… ู‡ุจ ุฃู†ู‡ ูƒู…ุง ู‡ูˆุŒ ุฃูŠู† ุฑุฌูˆุนู‡ ูˆุฑุฌุนุชู‡ ูˆุชูˆุจุชู‡ ู…ู…ุง ุฃุฎุฐ ุนู„ูŠู‡ ูˆู†ุจู‡ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ูˆุทู„ุงุจู‡ู…ุŒ ูˆู…ู† ุฃุนุธู… ุฐู„ูƒ ู…ูˆู‚ูู‡ ุงู„ู…ุฎุฒูŠ ู…ู† ุงู„ุฑุงูุถุฉ ุงู„ุญูˆุซุฉ ูˆู…ู† ุนู„ู…ุงุก ุงู„ุณู†ุฉุŒ ูˆุบู…ุฒู‡ ูˆุทุนู†ู‡ ููŠู‡ู… ูˆููŠ ุจู„ุงุฏ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ูˆุญุฑุจู‡ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุฑูˆุงูุถ.
ุฃูŠู† ู‡ูˆ ู…ู† ู‡ุฐุง ูƒู„ู‡ ูˆุบูŠุฑู‡ุŸ!

ูุงู„ุฏุนุงูˆู‰ ูˆุงู„ูƒู„ุงู… ูˆุงู„ุฃู‚ุงูˆูŠู„ ุจู„ุง ุนู…ู„ ูˆุตุฏู‚ ูˆุชุทุจูŠู‚ ู„ุง ู…ุญู„ ู„ู‡ุง ููŠ ู…ูŠุฒุงู† ุงู„ุดุฑุนุŒ ุฅู„ุง ุฃู†ู‡ุง ุฅู…ุง ูƒุฐุจ ุฃูˆ ู…ุฑุงูˆุบุฉ ุฃูˆ ู†ูุงู‚ ุฃูˆ ุชู„ุจูŠุณ ุฃูˆ ุฎุฏุงุน ูˆู„ุนุจ ุจุนู‚ูˆู„ ุงู„ุฃุบู…ุงุฑ.

“Dia seorang pendusta, tidak bergaul kecuali bersama orang-orang yang suka berkelit, dan orang ini sejak saya menelaah kitabnya yang berjudul ‘al-Ibanah’ yang di dalamnya dia menjelaskan keburukan manhajnya dan ucapannya yang berisi celaan terhadap para ulama Ahlus Sunnah dan negeri tauhid (Arab Saudi) โ€“dan saya telah membantahnya dalam beberapa lembar tulisan yang berjudul ‘Maโ€™al Imam Tanbih wa Wafqah’โ€“ saya mengetahui โ€“dan segala pujian dan karunia hanya bagi Allahโ€“ bahwa dia adalah seorang yang jahat. Kita memohon keselamatan kepada Allah.

Dan termasuk yang lebih buruk lagi adalah keadaan para pengikutnya dan orang-orang yang taqlid kepadanya, akal mereka telah dicabut kecuali dari kebodohan, hawa nafsu, dan fanatik yang tercela terhadapnya. Yaa Allah, berilah hidayah kepada kami, jangan sesatkan kami, dan kokohkanlah hati kami di atas agamamu.

Kemudian anggaplah seperti itu, namun di mana rujuk dan taubatnya dari perkara-perkara yang dikritikkan dan diingatkan terhadapnya oleh para ulama dan murid-murid mereka?! Dan diantara kesalahan terbesarnya adalah sikapnya yang menghinakan terhadap Rafidhah Hutsiyah dan terhadap para ulama Ahlus Sunnah, ejekan dan celaannya terhadap mereka dan terhadap negeri tauhid, serta perang yang dilancarkan oleh negeri tauhid terhadap Rafidhah. Mana taubatnya dari semua perkara ini dan yang lainnya?!

โš ๏ธ Jadi berbagai pengakuan, perkataan, dan ucapan tanpa perbuatan, kejujuran, dan bukti, tidak ada nilainya dalam timbangan syariโ€™at. Itu tidak lain hanyalah kedustaan, atau berkelit, kemunafiqan, pengkaburan, penipuan, atau mempermainkan akal orang-orang yang belum makan asam garam.”

***

๐ŸŒ Sumberย : https://t.me/dourous_machaikhaden

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.