Kalimat Antara Syubhat dan Ilmu

Kalimat Antara Syubhat dan IlmuKALIMAT ANTARA SYUBHAT DAN ILMU

Asy Syaikh Rabi’ bin Hady al Madkhali hafizhahullah

Pertanyaan: Bagaimana tentang orang yang mengatakan: “Pendapat kami benar, namun mungkin saja mengandung kesalahan. Sedangkan pendapat selain kami salah, namun mungkin saja mengandung kebenaran.”

Jawaban:

Demi Allah, ucapan semacam ini sering dikatakan oleh orang. Bisa jadi itu adalah ucapan yang benar bagi sebagian orang yang mengatakannya karena didorong oleh sifat tawadhu’. Namun bisa juga di balik itu ada tujuan-tujuan tertentu.

Jadi misalnya engkau berdiskusi dengan seseorang dalam perkara yang jelas dan engkau tunjukkan dalil-dalilnya kepadanya, lalu engkau katakan: “Ini firman Allah dan sabda Rasul-Nya.” Namun setelah itu dia menjawab: “Engkau mengharuskan (mengilzam) orang lain untuk menerima pendapatmu, padahal Asy-Syafi’iy saja mengatakan: “Pendapatku benar, namun bisa saja mengandung kemungkinan salah. Sedangkan pendapat selainku salah, namun bisa saja mengandung kemungkinan benar.”

Jika hal itu diterapkan pada masalah yang memiliki ruang ijtihad yang mengandung kemungkinan benar atau salah, maka hal itu tidak mengapa mengucapkan demikian.

Adapun pada masalah aqidah yang padanya terdapat dalil-dalil yang jelas dan tegas (nash) atau nash tersebut dalam masalah hukum halal dan haram, maka tidak akan mendebat dengan mengucapkan ungkapan semacam ini selain orang yang tujuannya memang ingin menyesatkan manusia, atau orang yang menunggangi kepalanya dan mengikuti hawa nafsunya.

Sumber: Al-Lubaab min Majmu’ Nashaih wa Taujihaatisy Syaikh Rabi’ lisy Syabaab, hal. 266-267, terbitan Daar Al-Miraatsun Nabawy, Aljazair (email: dar.mirath@gmail.com) cetakan ke-2 tahun 1434 H.

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.