Hukum Puasa Seorang Yang Hilang Kesadarannya

HUKUM PUASA SEORANG YANG HILANG KESADARANNYA

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz  رحمه الله

Pertanyaan: Seorang yang sedang sakit mendapati sebagian bulan Ramadhan lalu hilang kesadarannya dan tetap dalam kondisi demikian, apakah anak-anaknya harus membayarkan qadha puasanya seandainya ia meninggal? Semoga Allah memberkahi anda.

Jawaban:

Bismillah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada kewajiban qadha baginya bila ia tertimpa sesuatu yang menghilangkan akal (kesadaran) nya atau yang disebut dengan pingsan. Karena bila hilang kesadarannya, maka tidak ada kewajiban qadha baginya. Kecuali bila ia pingsan dalam waktu yang relatif singkat seperti sehari, dua hari, atau paling banyaknya tiga hari, maka tidak mengapa melakukan qadha dalam rangka berhati-hati.

Adapun bila pingsan (tidak sadarkan diri) dalam waktu yang relatif panjang maka ia diberi hukum layaknya orang gila (kurang waras), tidak ada kewajiban qadha baginya. Apabila Allah telah mengembalikan akalnya, maka ia kembali memulai amalannya. Dan bagi anak-anaknya, tidak ada kewajiban untuk membayarkan qadha puasanya. Hanya kepada Allah kita memohon kesehatan dan keselamatan.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/node/464

Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

********************************

حكم صيام من يفقد وعيه

مريض أدرك بعض شهر رمضان ثم أصابه فقدان للوعي ولا يزال، هل يقضي عنه أبناؤه لو توفي؟ بارك الله فيكم

بسم الله والحمد لله، ليس عليه القضاء إذا أصابه ما يذهِب عقله أو ما يسمى بالإغماء، فإنه إذا استرد وعيه لا قضاء عليه، فمثله مثل المجنون والمعتوه، لا قضاء عليه، إلا إذا كان الإغماء مدة يسيرة كاليوم أو اليومين أو الثلاثة على الأكثر فلا بأس بالقضاء احتياطاً، وأما إذا طالت المدة فهو كالمعتوه لا قضاء عليه، وإذا رد الله عقله يبتدئ العمل، ولا على أبنائه – لو مات – أن يقضوا عنه، نسأل الله العافية والسلامة

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.