Bolehkah Mencintai Seorang Da’i Dan Tidak Suka Jika Dia Dibantah

Mencintai Seorang Dai Dan Tidak Suka Jika Dia DibantahBOLEHKAH MENCINTAI SEORANG DA’I DAN TIDAK SUKA JIKA DIA DIBANTAH

Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmy rahimahullah

Pertanyaan: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, ada penanya yang mengatakan: “Apa hukum seseorang yang mencintai seorang dai dan dia mengatakan, ‘Saya sangat mencintainya dan saya tidak ingin mendengar seorang pun membantahnya, dan saya akan tetap mengambil pendapatnya walaupun menyelisihi dalil, karena syaikh tersebut lebih tahu tentang dalil dibandingkan kita.” Sebagai contoh adalah seorang ulama jahat dan pembawa bendera kesesatan dan takfir (gampang mengkafirkan manusia –pent) di negeri ini, yaitu Muhammad bin Abdurrahman Al-Maghrawy. Bagaimana pendapat Anda wahai syaikh kami?

Jawaban:

Sesungguhnya mencintai seorang sunny –yaitu ulama sunny– ini termasuk perkara yang dituntut dalam agama, tetapi kecintaan yang tidak berlebihan dan tidak melampaui batas. Engkau tidak akan menjumpai seorang pun dari Ahlus Sunnah yang mengatakan: “Saya tidak senang seorang pun membantah si fulan.” Kemudian jika ada seseorang yang membantahnya dan dia memiliki dalil, maka wajib atasnya untuk rujuk kepada dalil. Demikian juga wajib atas orang yang mengikutinya ini untuk menerima bantahan tersebut. Adapun ucapan yang dikatakan oleh orang tadi, yaitu bahwasanya dia tidak ingin seorang pun membantah orang yang dicintainya tersebut, maka ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang tertimpa penyakit hizbiyah. Kemudian sesungguhnya orang ini (Al-Maghrawy –pent) telah kita ketahui dari ucapannya yang menunjukkan bahwa dia memiliki pemikiran Khawarij dan mengkafirkan manusia hanya semata-mata karena melakukan kemaksiatan. Dan ini berdasarkan apa yang kami baca dari tulisan-tulisannya.

Sumber audio:
www.youtube.com/watch?v=rtSoutSqcpA

Dengarkan Audionya

~  Download Audio di Sini

Alih bahasa: Abu Almass
Rabu, 4 Ramadhan 1435 H

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.