Zuhud Terhadap Urusan Dunia

ZUHUD TERHADAP URUSAN DUNIA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حَصِيرٍ فَقَامَ وَقَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ لَوِ اتَّخَذْنَا لَكَ وِطَاءً، فَقَالَ: مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur di atas sebuah tikar. Tikar tersebut membekas di bagian lambung beliau. Lalu kami menyampaikan, “Wahai Rasululah, bolehkah kami sediakan permadani untukmu?” Beliau bersabda, “Apa urusanku dengan dunia, perumpamaan diriku dengan dunia hanyalah seperti orang yang bepergian lalu berteduh di bawah pohon kemudian pergi meninggalkannya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2299 dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu)

Sumber: https://asysyariah.com/ketika-dunia-menjadi-harga-keyakinan/

© 1442 / 2020 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.
Enable Notifications    Ok No thanks