Tidakkah Kita Ingin Menjadi Hamba Yang Bersyukur

TIDAKKAH KITA INGIN MENJADI HAMBA YANG BERSYUKUR?

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلَاهُ

“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat (malam), beliau berdiri (begitu lama) hingga kedua kakinya terpecah-pecah.”

قَالَتْ عَائِشَةُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ ؟

Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa Engkau melakukan yang demikian ini? Bukankah dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni?”

فَقَالَ : ” يَا عَائِشَةُ، أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ؟ “

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Wahai Aisyah, tidakkah diriku ini ingin menjadi hamba yang bersyukur?”

📚 HR. Muslim no. 2820

© 1441 / 2020 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.