{"id":9096,"date":"2014-12-29T13:15:28","date_gmt":"2014-12-29T05:15:28","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=9096"},"modified":"2014-12-29T13:15:28","modified_gmt":"2014-12-29T05:15:28","slug":"penyimpangan-akidah-di-sekitar-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=9096","title":{"rendered":"Penyimpangan Akidah Di Sekitar Kita"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Penyimpangan-Akidah-Di-Sekitar-Kita.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-9105\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Penyimpangan-Akidah-Di-Sekitar-Kita-300x165.jpg\" alt=\"Penyimpangan Akidah Di Sekitar Kita\" width=\"300\" height=\"165\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Penyimpangan-Akidah-Di-Sekitar-Kita-300x165.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Penyimpangan-Akidah-Di-Sekitar-Kita.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>PENYIMPANGAN AKIDAH DI SEKITAR KITA<\/strong><\/p>\n<p><em>Ditulis oleh:\u00a0<span style=\"color: #993300;\">Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak hafizhahullah<\/span><\/em><\/p>\n<p>Semua muslim tentu mengetahui bahwa tujuan dirinya diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.\u201d<\/em> (adz-Dzariyat: 56)<\/p>\n<p>Ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0adalah menaati Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Itulah hakikat agama Islam. (Taisir al-\u2019Azizil Hamid hlm. 31)<\/p>\n<p>Ibadah merupakan hak Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0atas seluruh hamba-Nya, sebagaimana dalam hadits Muadz bin Jabal Radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u062d\u064e\u0642\u064f\u0651 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627<\/p>\n<p>\u201cHak Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0atas hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.\u201d (HR al-Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p><strong>Definisi Ibadah<\/strong><\/p>\n<p>Ibnu Taimiyah Rahimahullah\u00a0menyatakan, \u201cIbadah adalah satu nama yang mencakup semua urusan yang diridhai dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, baik berupa ucapan maupun perbuatan, yang lahir maupun yang batin.\u201d<\/p>\n<p>Beliau Rahimahullah\u00a0juga berkata, \u201cIbadah adalah menaati Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0dengan menjalankan apa yang diperintahkan-Nya melalui lisan para rasul.\u201d (Lihat Taisir \u2018Azizil Hamid hlm. 30 dan Ma\u2019arijul Qabul)<\/p>\n<p>Ibadah dibangun di atas tiga hal:<\/p>\n<ol>\n<li>Merendahkan diri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<\/li>\n<li>Mencintai Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<\/li>\n<li>Khauf, takut akan azab Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ibnu Katsir berkata, \u201cIbadah adalah satu perkara yang menggabungkan tadzallul (merendahkan diri), mahabbah (cinta), dan khauf (rasa takut).\u201d (Lihat Taisir \u2018Azizil Hamid hlm. 31 dan Ma\u2019arijul Qabul)<\/p>\n<p><strong>Ibadah hanya untuk Allah\u00a0Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\">Ibadah apa pun yang dilakukan oleh seorang muslim haruslah diikhlaskan hanya untuk Allah <\/span><span style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\">Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Inilah dakwah para rasul, dari Nuh &#8216;alaihissalam\u00a0sampai Nabi Muhammad <\/span><span style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\">Shallallahu `alaihi wa sallam. Allah <\/span><span style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\">Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/span><\/p>\n<p><em>Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan), \u201cSembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut.\u201d Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).\u201d<\/em> (an-Nahl: 36)<\/p>\n<p>Sebagaimana kita wajib beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, kita pun dilarang berbuat syirik dalam melakukan ibadah. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cBeribadahlah kalian kepada Allah dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.\u201d<\/em> (an-Nisa: 36)<\/p>\n<p>Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah\u00a0berkata, \u201cPerintah Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0yang paling agung adalah perintah tauhid dan larangan yang paling besar adalah syirik. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cBeribadahlah kalian kepada Allah dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.\u201d<\/em> (an-Nisa: 36)<\/p>\n<p>Beliau Rahimahullah\u00a0juga berkata, \u201cBarang siapa memberikan ibadahnya kepada selain Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, ia telah kafir karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cDan barang siapa menyembah ilah (sesembahan) yang lain bersama Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.<\/em> (al-Mu\u2019minun: 117) (Lihat Tsalatul Ushul)<\/p>\n<p><strong>Bahaya Syirik<\/strong><\/p>\n<p>Banyak sekali dallil yang menerangkan bahaya perbuatan syirik. Di antara dalil-dalil tersebut adalah sebagai berikut.<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan dia mengampuni segala dosa selain dari syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.\u201d (an-Nisa: 48)<\/p>\n<p>Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata, \u201cSesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam.\u201d Padahal al-Masih (sendiri) berkata,<\/p>\n<p>\u201cHai Bani Israil, sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu.\u201d Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, pasti Allah mengharamkan baginya surga dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.\u201d(al-Maidah: 72)<\/p>\n<p>Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p><em>Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, \u201cJika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan gugurlah amal-amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.\u201d<\/em> (az-Zumar: 65\u201466)<\/p>\n<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman juga:<\/p>\n<p><em>Dan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, \u201cHai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.\u201d<\/em> (Luqman: 13)<\/p>\n<p>Banyak pula ayat lain yang menerangkan bahaya syirik.<\/p>\n<p>Adapun dari hadits, di antaranya dari Jabir Radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u064e\u0651\u0629\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e\u0647\u064f \u064a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0631\u064e<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan apapun, ia akan masuk surga. Barang siapa yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan berbuat syirik, ia masuk neraka.\u201d (HR Muslim)<\/p>\n<p>Al-Imam an-Nawawi Rahimahullah\u00a0berkata, \u201cMasuk nerakanya seorang musyrik berlaku secara umum, dia akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. Tidak ada perbedaan antara ahlul kitab kalangan Yahudi, Nasrani, dan para penyembah patung serta seluruh orang kafir dari kalangan orang-orang murtad dan Mu\u2019aththilah (golongan yang meniadakan nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala) \u2026\u201d (Lihat Taisir al-\u2018Azizil Hamid)<\/p>\n<p>Apabila telah mengetahui bahaya perbuatan syirik, hendaknya kita tidak meremehkan syirik. Nabi Ibrahim &#8216;alaihissalam\u00a0saja berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0agar dijauhkan dari syirik, sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala:<\/p>\n<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, \u201cWahai Rabbku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.\u201d (Ibrahim: 35)<\/p>\n<p>Jika Nabi Ibrahim \u00a0&#8216;alaihissalam\u00a0saja berdoa agar dijauhkan dari kesyirikan, siapa yang merasa aman dari perbuatan syirik?!<\/p>\n<p><strong>Kesyirikan yang Dianggap Tradisi<\/strong><\/p>\n<p>Ketahuilah, semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0merahmati Anda, di tengah-tengah masyarakat kita masih banyak sekali praktik kesyirikan yang merusak bahkan membatalkan tauhid. Perbuatan-perbuatan tersebut dilakukan oleh sebagian orang dengan dalih bahwa amalan tersebut adalah tradisi dan adat-istiadat peninggalan leluhur. Padahal perbuatan tersebut adalah bentuk kesyirikan yang membahayakan agama mereka. Di antara perbuatan-perbuatan tersebut adalah:<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>1. Tathayyur<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Tathayyur adalah beranggapan sial dengan waktu tertentu, tempat tertentu, atau sesuatu yang dilihat, didengar, atau diketahui. (al-Qaulul Mufid)<\/p>\n<p>Di sebagian daerah, penduduk membangun rumah menghadap arah tertentu. Mereka juga memulai membangun dan menempatinya di hari tertentu, dengan keyakinan akan mendatangkan keberuntungan dan menjauhkan kesialan. Ada pula yang tidak mau berdagang di hari tertentu dan melarang pernikahan di bulan tertentu. Semua ini adalah bentuk tathayyur syirik, harus dijauhi oleh seorang muslim.<\/p>\n<p>Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u0627\u0644\u0637\u0650\u0651\u064a\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064c\u060c \u0627\u0644\u0637\u0650\u0651\u064a\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064c\u060c \u0627\u0644\u0637\u0650\u0651\u064a\u064e\u0631\u064e\u0629\u064f \u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064c<\/p>\n<p>\u201cThiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.\u201d (HR. Abu Dawud no. 3910, lihat al-Qaulul Mufid)<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>2. Tamimah<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan pada seorang anak untuk menolak \u2018ain atau musibah.<\/p>\n<p>Sering kita melihat benda-benda yang digantungkan di rumah, mobil, toko, atau dipakaikan pada anak dengan niat menolak bala. Semua ini termasuk jenis tamimah yang syirik. Orang yang melakukannya terjatuh dalam kesyirikan. (Lihat al-Qaulul Mufid)<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>3. Tiwalah<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Ia adalah sesuatu yang dibuat untuk membuat suami\/seorang lelaki mencintai istrinya\/seorang wanita atau sebaliknya.<\/p>\n<p>Adapun dublah (cincin yang dipakai oleh seseorang setelah menikah) dengan keyakinan bahwa selama cincin emas tersebut dipakai maka pernikahannya akan tetap langgeng, ini adalah keyakinan yang syirik, karena tidak ada yang bisa membolak-balikan hati manusia selain Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<\/p>\n<p>Memakai cincin seperti ini minimal tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, haram hukumnya. Bisa juga terjatuh ke dalam kesyirikan, jika dia berkeyakinan bahwa cincin itu bisa menjadi sebab langgengnya pernikahan. (Lihat al-Qaulul Mufid Syarah Kitabut Tauhid)<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>4. Jampi-jampi\/mantra<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Yang dimaksud adalah ruqyah (bacaan-bacaan) yang syirik, yang mengandung permintaan bantuan kepada jin.<\/p>\n<p>Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0telah melarang tiga hal di atas dalam hadits beliau:<\/p>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0631\u064f\u0651\u0642\u064e\u0649 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u064e\u0651\u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u0650\u0651\u0648\u064e\u0644\u064e\u0629\u064e \u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064c<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya jampi-jampi, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.\u201d (HR. Ahmad dan Abu Dawud, disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)<\/p>\n<p>Adapun ruqyah yang dibenarkan oleh syariat adalah yang memenuhi tiga syarat berikut.<\/p>\n<ul>\n<li>Bacaan dari Al-Qur\u2019an, As-Sunnah, dan doa-doa yang baik.<\/li>\n<li>Menggunakan bahasa Arab dan dimengerti maknanya.<\/li>\n<li>Diyakini hanya semata-mata sebagai sebab, tidak bisa berpengaruh selain dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. (Lihat Fathul Majid)<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>5. Perdukunan<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Ini adalah musibah yang melanda banyak kaum muslimin. Banyak orang menjadi pelanggan dukun dalam keadaan senang ataupun susah, padahal ancaman bagi dukun dan yang mendatanginya sangat besar. Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0649 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0651\u0627\u0641\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u064c \u0623\u064e\u0631\u0652\u0628\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064b<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.\u201d (HR. Muslim)<\/p>\n<p>Dalam hadits lain, beliau Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0649 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0651\u0627\u0641\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0647\u0650\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0635\u064e\u062f\u064e\u0651\u0642\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064e \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0646\u0652\u0632\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064d<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu kemudian membenarkannya, dia telah mengkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam.\u201d<\/p>\n<p>Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah\u00a0menegaskan bahwa mendatangi dukun ada beberapa rincian hukum.<\/p>\n<ol>\n<li>Datang dan bertanya kepadanya, maka tidak diterima shalatnya empat puluh hari.<\/li>\n<li>Datang, bertanya kepadanya, dan membenarkan ucapannya, maka ia telah ingkar kepada apa yang diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam.<\/li>\n<li>Datang untuk membongkar kesesatannya, diperbolehkan. (Lihat al-Qaulul Mufid)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Adapun tentang kafirnya dukun, asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami menyebutkan sembilan alasan kafirnya dukun. Di antara yang beliau sebutkan adalah bahwa seorang dukun telah menjadi wali setan. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya\u2026.\u201d<\/em> (al-An\u2019am: 121)<\/p>\n<p>Padahal setan tidak akan menjadikan seorang menjadi wali selain seorang yang kafir. (Lihat Ma\u2019arijul Qabul hlm. 423\u2014424)<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">6. Sembelihan untuk selain Allah\u00a0Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0telah memberitakan bahwa termasuk orang yang dilaknat adalah seorang yang melakukan sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<\/p>\n<p>Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0630\u064e\u0628\u064e\u062d\u064e \u0644\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0648\u064e\u0649 \u0645\u064f\u062d\u0652\u062f\u0650\u062b\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u064e\u0651\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u064e\u0627\u0631\u064e<\/p>\n<p>\u201cAllah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat orang yang melaknat (mencerca) dua orang tuanya. Allah melaknat orang yang melindungi pelaku pelanggaran syar\u2019i. Dan Allah melaknat orang yang mengubah-ubah batas tanah.\u201d (HR. Muslim)<br \/>\nDi antara sembelihan yang dipersembahkan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0adalah berbagai bentuk sembelihan untuk jin.<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">a. Larung (sedekah laut)<\/span><\/p>\n<p>Di antara sembelihan syirik adalah sembelihan tahunan yang dipersembahkan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, baik untuk laut (sedekah laut), sungai, gunung, maupun yang lainnya.<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">b. Sembelihan untuk pengantin<\/span><\/p>\n<p>Di sebagian tempat ada sebuah tradisi penyembelihan ketika ada pernikahan. Kedua mempelai diperintahkan untuk menginjakkan kedua kaki mereka di darah sembelihan tersebut sebelum memasuki rumahnya.<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">c. Sembelihan untuk rumah baru<\/span><\/p>\n<p>Di sebagian daerah, ketika telah selesai membangun rumah, mereka menyembelih seekor hewan. Sebagian mereka bahkan menanam kepala hewan tersebut di rumah barunya. Ini juga termasuk sembelihan yang syirik.<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">d. Memenuhi keinginan jin yang masuk pada tubuh seseorang<\/span><\/p>\n<p>Ketika ada orang kerasukan jin kemudian diruqyah, jin terkadang minta disembelihkan hewan untuk dirinya. Jika terjadi hal demikian, permintaan jin itu tidak boleh ditunaikan, karena hal tersebut adalah sembelihan untuk jin.<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">7. Kesyirikan di kuburan<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Di antara perbuatan syirik yang dianggap biasa adalah perbuatan-perbuatan di pekuburan sebagai berikut.<\/p>\n<p>a. Berdoa kepada penghuni kubur<br \/>\nb. Nadzar untuk penghuni kubur<br \/>\nc. Isti\u2019anah, meminta tolong kepada penghuni kubur<br \/>\nd. Isti\u2019adzah, meminta perlindungan kepada penghuni kubur<br \/>\ne. Istighatsah, meminta dihilangkan bencana kepada penghuni kubur<\/p>\n<p>Ketahuilah, semua hal di atas adalah kemungkaran yang harus diingkari. Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0631\u064e\u0623\u064e\u0649 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0650\u0651\u0631\u0652\u0647\u064f \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650\u060c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0644\u0650\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650\u0647\u0650\u060c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u0639\u0652 \u0641\u064e\u0628\u0650\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0636\u0652\u0639\u064e\u0641\u064f \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa melihat kemungkaran hendaknya dia ubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu juga maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.\u201d (HR. Muslim) (Lihat Ma\u2019arijul Qabul, Ighatsatul Lahafan, Tahdzirul Muslimin)<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>8. Mencari berkah dari benda-benda tertentu<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Sebagian orang mencari berkah kepada pohon, kuburan, atau benda-benda yang mereka miliki, seperti keris dan cincin.<\/p>\n<p>Faedah<\/p>\n<p>Tidak boleh bertabarruk (mencari berkah) dari diri seseorang, dengan tubuh atau bagian tubuh seseorang tertentu, selain Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam.<br \/>\nSeorang muslim tidak boleh mencari berkah dengan diri seseorang yang dianggap saleh, baik ludah, rambut maupun bagian tubuh lainnya.<\/p>\n<p>Hal ini berdasarkan beberapa alasan.<\/p>\n<ul>\n<li>Hal tersebut kekhususan bagi Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam.<\/li>\n<li>Tidak ada seorang pun setelah Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0wafat yang meminta berkah dengan bagian tubuh Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib, dan sahabat lainnya. Seandainya hal tersebut dibolehkan, niscaya akan dilakukan oleh orang-orang di zaman mereka.<\/li>\n<li>Akan menyebabkan fitnah dan ujub (bangga diri) dari orang yang dimintai berkah. (Lihat Taisir al-\u2018Azizil Hamid, hlm. 144\u2014145)<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>9. Sihir<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Sihir adalah satu amalan kufur yang harus dijauhi oleh seorang muslim. Seseorang yang belajar dan mengajarkan sihir telah terjatuh dalam kekufuran.<\/p>\n<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p>\u201cDan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.\u201d (al-Baqarah: 102) (Lihat Ma\u2019arijul Qabul hlm. 407\u2014411)<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>10. Sedekah bumi<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Sedekah bumi yaitu memberikan sesuguh\/sesaji ketika hendak panen padi dan lainnya. Menurut mereka, sesaji itu dipersembahkan untuk Dewi Sri. Ini pun termasuk bentuk kesyirikan.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>11. Sesajen<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Yakni memberikan sesuguh untuk karuhun ketika hendak melaksanakan acara tertentu.<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">12. Memberikan penghormatan dengan membungkuk<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Ibnu Taimiyah Rahimahullah\u00a0berkata, \u201cMembungkuk ketika memberikan penghormatan adalah perbuatan yang dilarang. Hal ini sebagaimana dalam riwayat at-Tirmidzi dari Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam, bahwa mereka bertanya tentang seseorang yang berjumpa dengan temannya lalu membungkuk kepadanya. Beliau nShallallahu `alaihi wa sallam berkata, \u201cTidak boleh.\u201d<\/p>\n<p>Juga karena ruku dan sujud tidak boleh dilakukan selain untuk Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, walaupun hal ini menjadi bentuk penghormatan pada syariat sebelum kita, sebagaimana dalam kisah Yusuf &#8216;alaihissalam:<\/p>\n<p><em>Dan ia menaikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Yusuf pun berkata, \u201cWahai ayahku, inilah ta\u2019bir mimpiku yang dahulu itu.\u201d<\/em> (Yusuf: 100)<\/p>\n<p>Adapun dalam syariat kita, bersujud tidak diperbolehkan selain untuk Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. (Lihat Majmu\u2019 al-Fatawa, 1\/259)<\/p>\n<p>Ketahuilah, semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0merahmati Anda, apa yang kami sampaikan hanyalah sebagian amalan syirik yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Semuanya harus kita jauhi. Kita juga harus memperingatkan umat Islam untuk menjauhi amalan-amalan syirik.<\/p>\n<p>Ketahuilah, semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0merahmati Anda, segala adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat harus tunduk kepada syariat Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<\/p>\n<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cMaka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.\u201d<\/em> (an-Nisa: 65)<\/p>\n<p>Janganlah kita seperti orang-orang jahiliah yang tidak mau beriman kepada Rasul Shallallahu `alaihi wa sallam\u00a0dengan alasan mengikuti amalan nenek moyang. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman tentang keadaan kaum musyrikin:<\/p>\n<p><em>Apabila dikatakan kepada mereka, \u201cIkutilah apa yang telah diturunkan oleh Allah,\u201d mereka menjawab, \u201c(Tidak), kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.\u201d (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu pun dan tidak mendapat petunjuk?<\/em> (al-Baqarah: 170)<\/p>\n<p>Seorang muslim harus mendahulukan syariat Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0di atas segala hal. Dia harus mengutamakan syariat daripada hawa nafsu, adat-istiadat, dan pendapat akalnya. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0telah mencela orang yang lebih mendahulukan hawa nafsunya. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cMaka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya? Siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?\u201d<\/em> (al-Jatsiyah: 23)<\/p>\n<p>Mudah-mudahan tulisan yang ringkas ini bisa menjadi nasihat dan menjadi salah satu sebab musnahnya praktik-praktik kesyirikan yang telah menyebar di negeri kita ini.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/penyimpangan-akidah-disekitar-kita\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENYIMPANGAN AKIDAH DI SEKITAR KITA Ditulis oleh:\u00a0Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak hafizhahullah Semua muslim tentu mengetahui bahwa tujuan dirinya diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0berfirman: \u201cDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.\u201d (adz-Dzariyat: 56) Ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0adalah menaati Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala\u00a0dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9105,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[2180],"class_list":["post-9096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-penyimpangan-akidah-disekitar-kita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9096"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9096\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}