{"id":8871,"date":"2014-12-15T17:04:02","date_gmt":"2014-12-15T09:04:02","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=8871"},"modified":"2014-12-15T17:54:34","modified_gmt":"2014-12-15T09:54:34","slug":"sejarah-syiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=8871","title":{"rendered":"Sejarah Syi&#8217;ah"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Sejarah-Syiah.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-8876\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Sejarah-Syiah-300x165.jpg\" alt=\"Sejarah Syi'ah\" width=\"300\" height=\"165\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Sejarah-Syiah-300x165.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Sejarah-Syiah.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>SEJARAH SYI&#8217;AH<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #993300;\"><em>Ditulis oleh: Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy<\/em><\/span><\/p>\n<p>Asal kata <strong>\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u064c <\/strong>diambil dari kata <strong>\u0645\u064f\u0634\u064e\u0627\u064a\u064e\u0639\u064e\u0629<\/strong> yang berarti\u00a0\u00a0\u00a0 <strong>\u0645\u064f\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629 \u00a0<\/strong>dan \u00a0<strong>\u0645\u064f\u0637\u064e\u0627\u0648\u064e\u0639\u064e\u0629 \u00a0<\/strong>(mengikuti dan mentaati), bentuk jama\u2019ahnya adalah\u00a0 <strong>\u0634\u064a\u0639\u00a0<\/strong>(<em>An-Nihayah<\/em>, karya Ibnu Atsir (2\/244).<\/p>\n<p>Kata <strong>\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u0652<\/strong> hanya digunakan untuk pengikut dan pembela seseorang, dikatakan\u00a0<strong>\u0641\u064f\u0644\u064e\u0627\u0646\u0645\u0650\u0646\u0652\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f\u0641\u064f\u0644\u064e\u0627\u0646\u00a0<\/strong>\u201cFulan termasuk syi\u2019ahnya fulan\u201d, artinya termasuk orang yang mengikutinya.<\/p>\n<p>Az-Zabidiy\u00a0 menjelaskan, \u201dSetiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara adalah syi\u2019ah, setiap orang yang membela seseorang yang lain dan menjadi hizbnya (golongannya) disebut sebagai syi\u2019ahnya . . .\u201d [<em>Asy-Syi\u2019ah wa At-Tasyayu\u2019,<\/em> hal. 27]<\/p>\n<p>Pada generasi awal Islam, kata ini hanya digunakan dengan makna hakiki dan aslinya seperti yang diuraikan di atas, secara kondisi nyata kata ini digunakan untuk partai politik dan pihak yang kontra dalam beberapa permasalahan yang terkait dengan hukum dan pemerintahan.<\/p>\n<p>Kata ini sendiri baru tersebar luas penggunaannya setelah terbunuhnya Khalifah Utsman\u00a0 sebagai syahid. Tepatnya ketika terjadi ikhtilaf antara Ali bin Abi Thalib\u00a0 dan Mu\u2019awiyah bin Abi Sufyan. Siapa saja pada saat itu yang berada di barisan Ali bin Abi Thalib, membela dan menolongnya disebut syi\u2019ah Ali. (<strong>\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f\u0639\u064e\u0644\u0650\u064a<\/strong>)<\/p>\n<p>Sementara yang berada dibarisan Mu\u2019awiyah bin Abi Sufyan\u00a0 dan membelanya disebut syi\u2019ah Mu\u2019awiyah. (<strong>\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f\u0645\u064f\u0639\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629<\/strong>)<\/p>\n<p>Pada masa itu kata ini juga dipakai oleh persatuan dari Ali dan Bani Abbas yang menamakan dirinya sebagai \u00a0<strong>\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f\u0627\u064e\u0644\u0650\u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f<\/strong>\u00a0 sebagai pihak yang bersebrangan dengan <strong>\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f\u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0623\u064f\u0645\u064e\u064a\u064e\u0629<\/strong> yang kemudian dikenal dengan nama <strong>\u0627\u0644\u0639\u064f\u062b\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629<\/strong>, sementara pihak pertama lebih dikenal dengan istilah <strong>\u0627\u0644\u0639\u064e\u0644\u064e\u0648\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u0652<\/strong>, namun nama <strong>\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629<\/strong> masih melekat pada kedua belah pihak. [<em>Asy-Syi\u2019ah wa At-Tasyayu<\/em>\u2019, hal. 28-29]<\/p>\n<p>Kondisi ini terus berlangsung selama masa pemerintahan Bani Umayyah.<\/p>\n<p>Dengan berjalannya waktu dan peristiwa\u00a0 nama Syi\u2019ah kemudian menjadi istilah khusus bagi yang menunjukkan loyalitas kepada Ali bin Abi Thalib \u00a0dan keturunannya (Ahlul Bait) dan pihak yang meyakini beragam akidah tertentu yang diadopsi dari pemahaman sesat Abdullah bin Saba\u2019 Al-Yahudi. Mereka menyusup ke dalam tubuh muslimin guna mengaburkan dan merusak prinsip dan\u00a0 akidah-akidah Islam. [<em>Asy-Syi\u2019ah wa At-Tasayyu\u2019<\/em>, hal.31]<\/p>\n<p>Abdullah bin Saba\u2019 dahulu adalah seorang Yahudi yang berasal dari Shan\u2019a \u2013 Yaman-. Ibunya adalah Saudaa\u2019 (wanita hitam), dia biasa disebut dengan \u201cIbnu Saudaa\u2019\u201d.<\/p>\n<p>Pada masa kekhilafahan \u2018Utsman bin Affan , dia pura-pura masuk Islam dengan tujuan merusak Islam dari dalam. Menebarkan ragam paham dan akidah sesat dan menghembuskan nafas kebencian kepada khalifah \u2018Ustman bin Affan , mencela dan memprovokasi massa untuk melakukan gerakan pemberontakan.<\/p>\n<p>Ibnu Saba\u2019 pun mengelilingi wilayah-wilayah kekuasan Islam untuk mengkampanyekan misinya , dia mulai dengan negeri Hijaz, lalu Basrah, Kufah kemudian Syam namun dia tidak berhasil menembuskan apa yang menjadi tujuannya hingga dia diusir dari Syam.<\/p>\n<p>Akhirnya Abdullah bin Saba\u2019 masuk wilayah Mesir dan tinggal di tengah-tengah\u00a0 penduduk Mesir menampilkan ibadahnya dan kebaikan-kebaikannya. Di sanalah dia mendapatkan sambutan dan respon dari masyarakat Mesir, dia pun mulai menebarkan makar kejinya, menghembuskan paham sesatnya dan mengkampanyekan misi jahat.<\/p>\n<p>Awal mula yang dia hembuskan adalah, \u201cSungguh aneh! Seseorang yang meyakini Isa bin Maryam \u00a0akan kembali (turun) ke muka bumi (di akhir zaman) tapi dia mendustakan Nabi Muhammad kembali ke muka bumi padahal beliau lebih berhak kembali dari pada Isa bin Maryam!! Masyarakat Mesirpun menerima paham sesat ini dan menyebarluaskannya di kalangan mereka.<\/p>\n<p>Inilah paham <em>raj\u2019ah<\/em> pertama yang dihembuskan Ibnu Saba\u2019 yang kemudian dia lanjutkan keyakinan ini pada Ali bin Abi Thalib, keturunan-keturunan beliau dan imam-imam ahlul bait. Dia sebarkan paham bahwa mereka semua akan <em>raj\u2019ah<\/em> (kembali) hidup di muka bumi untuk memerangi musuh-musuhnya.<\/p>\n<p>Setelah paham pertama sukses tersebar, Ibnu Saba\u2019 menghembuskan paham sesat berikutnya, \u201dDahulu ada sekitar 1000 nabi, masing-masing nabi memiliki <em>Washiy<\/em> (yang ditunjuk sebagai pengganti nabi). Ali bin Abi Thalib adalah <em>washiy<\/em>-nya Nabi Muhammad. Bila Muhammad adalah penutup para nabi maka Ali adalah penutup para <em>washiy<\/em>.\u201d <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[1]<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Paham sesat inipun dengan cepat merambah dan menjalar ke tubuh muslimun terutama yang memiliki loyalitas kepada Ali bin Abi Thalib. Merekapun memuji dan mengelu-elukan Ibnu Saba\u2019 sebagai pembela Ali. Pada masa kekhilafahan Ali diapun termasuk golongan orang yang dekat. Bahkan disebutkan dalam sebagian kitab sejarah, Ibnu Saba\u2019 diminta duduk di bawah mimbar tempat Ali bin Abi Thalib khutbah. [Riwayat <strong>Asy-Sya\u2019biy<\/strong>, dinukil oleh Abdul Qadir bin Thahir Al-Istirayiniy dalam kitabnya: <em>Al-Farqu bainal Firaq<\/em>, hal. 178, cet. Daarul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut-Lebanon, tanpa tahun)<\/p>\n<p>Mengambil kesempatan di posisi yang dekat inilah dia mengembangkan paham sesatnya tentang Ali bin Abi Thalib. Diapun mengkampanyekan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Nabi, bukan Muhammad , Jibril telah berkhianat dalam menyampaikan wahyu<span style=\"color: #0000ff;\"><strong> [2]<\/strong><\/span>. Bahkan dia juga menebarkan keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah tuhan.<\/p>\n<p>Tatkala Ali bin Abi Thalib terbunuh, Ibnu Saba\u2019 dan pengikutnya (Saba\u2019iyyah) tidak percaya beliau telah mati, mereka yakin Ali bin Abi Thalib diangkat ke langit sebagaimana Isa bin Maryam dan akan turun dari langit menguasai seluruh dunia.<\/p>\n<p>Sebagian Saba\u2019iyyah meyakini Ali bin Abi Thalib\u00a0 adalah Al-Mahdi yang dinanti.<\/p>\n<p>Sebagian yang lain meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib ada di awan, petir adalah suaranya dan kilat adalah cambuknya. Sebagian mereka bila mendengar suara petir spontan mengatakan:<\/p>\n<p>\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064a\u064e\u0627\u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0631\u064f\u0627\u0644\u064f\u0645\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646<\/p>\n<p>\u201cAtasmu keselamatan wahai amirul mukminin.\u201d<\/p>\n<p>Mayoritas paham ghuluw tersebut tersebar pada masa hidup Khalifah Ali bin Abi Thalib dan lebih dahsyat lagi fitnahnya sepeninggal beliau.<\/p>\n<p>Tatkala paham kufur tersebut sampai ke telinga sang khalifah Ali bin Abi Thalib , beliaupun memerintahkan mereka untuk dihukum dengan hukuman berat, yaitu dibakar hidup-hidup dalam sebuah parit, sementara Ibnu Saba\u2019 diasingkan di wilayah Saabaath-Mada-<\/p>\n<p>Dari Abdullah bin Saba dan pengikutnya (Saba\u2019iyyah) inilah bermunculan sekte-sekte Rafidhah ekstrem (<strong>\u063a\u064f\u0644\u064e\u0627\u0629\u064c<\/strong>) dengan ragam paham sesat bahkan kufur, namun semuanya bersembunyi di balik kedok\u00a0 \u201cCinta Ali dan Ahlul Bait\u201d.<\/p>\n<p>Setelah paham itu sukses diapun melanjutkan dengan menghembuskan virus sesat lainnya: \u201cSiapakah yang lebih zalim dari pada seseorang yang tidak menunaikan wasiat Rasulullah dan menyerang <em>washiy<\/em>-nya Rasulullah?\u201d<\/p>\n<p>Dia juga memprovokasi, \u201cUtsman telah merampas wasiat tersebut tanpa hak, <em>washiy<\/em> Rasulullah adalah Ali\u201d. Diapun menggalakkan \u2018amar ma\u2019ruf nahi mungkar dalam artian menghujat dan mencela Khalifah Utsman dan segenap umara\u2019 muslimin.<\/p>\n<p>Fitnah inipun disambut oleh banyak pihak yang biasa membuat onar dalam negeri, munculah tokoh-tokoh gerakan reaksioner semisal Khalid bin Muljam, Sauda\u2019, dan Kinanah bin Bisyr. Fitnah inipun disebarkan ke seluruh penjuru wilayah Islam dan berujung kepada pemberontakan terhadap Khalifah Utsman dan terbunuhnya beliau.<\/p>\n<p>Dengan fitnah ini Ibnu Saba dinyatakan sebagai orang pertama yang mencela sahabat bahkan mencela Abu Bakar, Umar dan Utsman.<\/p>\n<p>Hal ini diakui oleh tokoh syi\u2019ah An-Naubikhtiy, dia berkata,\u201dDia adalah orang pertama yang terang-terangan mencela Abu Bakar, Umar, Utsman dan para sahabat dan bara\u2019 dari mereka semua.\u201d Pernyataan ini juga diumumkan oleh tokoh syi\u2019ah lain, Sa\u2019ad bin Abdillah Al-Qummiy.<\/p>\n<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam \u201c<em>Lisanul Mizan<\/em>\u201d menukil ucapan Suwaid bin Ghafalah,\u201dAbdullah bin Saba adalah orang pertama yang terang-terangan mencela Abu Bakar dan Umar.<\/p>\n<p>Celaan mereka terhadap sahabat berlanjut hingga mereka mencela istri Nabi, \u2018Aisyah, dan para pembawa riwayat-riwayat hadits nabi seperti semisal\u00a0 Abu Hurairah.<\/p>\n<p>Nampak dari tindakan ini makar jahat mereka yang sesungguhnya, yaitu menikam Rasulullah dan memberangus syariah Islam.<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0<strong>Majalah Qudwah Edisi 23<\/strong><\/p>\n<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<\/p>\n<p><strong>Catatan Kaki:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Para pakar sejarah menyebutkan, semasa Ibnu Saba\u2019 sebagai Yahudi, diapun punya paham bahwa Yahya bin Nun adalah washi-nya Musa, diapun melakukan hal serupa terhadap Ali bin Abi Thalib . (Al-Milal wan Nihal, hal. 174)<\/li>\n<li>Pada sebagian sekte Rafidhah ekstrem sampai sekarang bila mereka selesai shalat, mereka\u00a0 mengucapkan \u00a0<strong>\u062e\u064e\u0627\u0646\u064e\u0627\u0644\u0623\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646<\/strong>\u00a0 (telah berkhianat al amin -yakni Jibril-) ke kanan dan ke kiri sebagai ganti salam.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEJARAH SYI&#8217;AH Ditulis oleh: Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy Asal kata \u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u064c diambil dari kata \u0645\u064f\u0634\u064e\u0627\u064a\u064e\u0639\u064e\u0629 yang berarti\u00a0\u00a0\u00a0 \u0645\u064f\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u0639\u064e\u0629 \u00a0dan \u00a0\u0645\u064f\u0637\u064e\u0627\u0648\u064e\u0639\u064e\u0629 \u00a0(mengikuti dan mentaati), bentuk jama\u2019ahnya adalah\u00a0 \u0634\u064a\u0639\u00a0(An-Nihayah, karya Ibnu Atsir (2\/244). Kata \u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u0652 hanya digunakan untuk pengikut dan pembela seseorang, dikatakan\u00a0\u0641\u064f\u0644\u064e\u0627\u0646\u0645\u0650\u0646\u0652\u0634\u0650\u064a\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f\u0641\u064f\u0644\u064e\u0627\u0646\u00a0\u201cFulan termasuk syi\u2019ahnya fulan\u201d, artinya termasuk orang yang mengikutinya. Az-Zabidiy\u00a0 menjelaskan, \u201dSetiap kaum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8876,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2111],"tags":[2138],"class_list":["post-8871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syiah-2","tag-sejarah-syiah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}