{"id":8340,"date":"2014-11-20T13:19:25","date_gmt":"2014-11-20T05:19:25","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=8340"},"modified":"2014-11-20T13:19:25","modified_gmt":"2014-11-20T05:19:25","slug":"menyembunyikan-ilmu-akhlak-jahiliyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=8340","title":{"rendered":"Menyembunyikan Ilmu Akhlak Jahiliyah"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/Menyembunyikan-Ilmu-Akhlak-Jahiliyah.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-8342 size-medium\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/Menyembunyikan-Ilmu-Akhlak-Jahiliyah-300x156.jpg\" alt=\"Menyembunyikan Ilmu Akhlak Jahiliyah\" width=\"300\" height=\"156\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/Menyembunyikan-Ilmu-Akhlak-Jahiliyah-300x156.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/Menyembunyikan-Ilmu-Akhlak-Jahiliyah.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>MENYEMBUNYIKAN ILMU AKHLAK JAHILIYAH<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #993300;\"><em>Ditulis oleh:\u00a0Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman<\/em><\/span><\/p>\n<p>Sampaikan kebenaran meski itu pahit. Ungkapan ini rasanya sudah teramat sering\u00a0diungkap para dai di tengah umat ini. Namun praktiknya amat jauh dari \u201cteori\u201d-nya.\u00a0Betapa banyak dai yang tak berani menyuarakan al-haq karena khawatir kedudukannya\u00a0di tengah masyarakat terancam, khawatir kehilangan simpatisan, khawatir distop suplai\u00a0dananya, khawatir \u201cukhuwah\u201d rusak dan umat lari dari dakwah (partai)-nya, dan dalih\u00a0lainnya yang dibuat-buat.<\/p>\n<p>Sering kali kita mendengar bila\u00a0seseorang berbicara tentang fenomena dan\u00a0aktualita kejahatan, kerusakan moral dan\u00a0kehancuran peradaban hidup, dia mengacu\u00a0kepada kehidupan jahiliah. Hal ini dilakukan\u00a0untuk mengingatkan kaum muslimin tentang\u00a0berbagai kerusakan hidup di masa jahiliah\u00a0agar tidak dicontoh dan diteladani. Akan\u00a0tetapi sangat disayangkan:<\/p>\n<ol>\n<li>Berapa di antara para penyeru\u00a0kemerdekaan dari praktik jahiliah yang\u00a0sesungguhnya mengerti rincian hidup\u00a0jahiliah?<\/li>\n<li>Berapa di antara mereka yang\u00a0mengetahui ilmu untuk menyelamatkan diri\u00a0dari kungkungan kehidupan jahiliah tersebut?<br \/>\nYang mengetahui Sunnah Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>\u00a0dan amalan para sahabat?<\/li>\n<li>Dan berapa orang di antara mereka\u00a0secara jujur terbebas dari praktik-praktik\u00a0hidup jahiliah?<\/li>\n<li>Dan berapakah dari mereka yang\u00a0menjalani hidup benar-benar di atas tuntunan\u00a0hidup Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>?<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan ini sesungguhnya sebagai koreksi diri bagi\u00a0setiap da\u2019i penyeru umat agar sadar dan\u00a0menyadari bahwa perilaku jahiliah telah\u00a0menghampiri diri, keluarga bahkan anak\u00a0keturunannya. Bahkan telah mengetuk\u00a0gendang pendengarannya serta membuka\u00a0mata hatinya. Oleh karena itu, langkah\u00a0apakah yang telah anda siapkan untuk\u00a0membebaskan diri anda darinya? Di sinilah\u00a0letak tingginya nilai ilmu agama, yang akan\u00a0menjawab tantangan serta menghindarkan\u00a0dari marabahaya.\u00a0Di antara langkahnya adalah harus\u00a0mengilmui segala ragam dan perilaku jahiliah\u00a0untuk menyelamatkan diri darinya. Berikut\u00a0ini beberapa bentuk akhlak jahiliah:<\/p>\n<ol>\n<li>Menganggap bahwa menyelisihi pemimpin merupakan sebuah keutamaan.<\/li>\n<li>Berdoa kepada para wali atau\u00a0orang shalih.<\/li>\n<li>Taqlid buta.<\/li>\n<li>Berhujjah tentang sebuah kebenaran\u00a0dengan banyaknya pengikut.<\/li>\n<li>Berhujjah tentang sebuah\u00a0kebenaran dengan apa yang dilakukan\u00a0para pendahulu.<\/li>\n<li>Berlebih-lebihan dalam menyikapi\u00a0orang-orang yang terpandang.<\/li>\n<li>Keyakinan mereka bahwa apa\u00a0yang dilakukan oleh para tukang sihir dan\u00a0dukun adalah sebuah karamah.<\/li>\n<li>Menamakan tauhid sebagai\u00a0syirik.<\/li>\n<li>Berdusta kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0dan\u00a0mendustakan kebenaran.<\/li>\n<li>Fanatik di atas kebatilan yang\u00a0mereka anut.<\/li>\n<li>Menghalangi orang dari jalan\u00a0Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>.<\/li>\n<li>Menyandarkan agama mereka di\u00a0atas khurafat.<\/li>\n<li>Menyembunyikan kebenaran yang\u00a0telah mereka ketahui.<\/li>\n<li>Menyombongkan diri di atas\u00a0kebenaran.<\/li>\n<li>Menyembelih untuk selain Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>.<\/li>\n<li>Beribadah di sisi kuburan dan\u00a0sebagainya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Terlalu banyak jika disebutkan ciri\u00a0dan perilaku hidup mereka yang sangat\u00a0rusak. Bila dijabarkan semuanya, niscaya\u00a0tidak akan mencukupi dalam pembahasan\u00a0singkat ini.\u00a0Bila kita mencoba menyelami\u00a0kehidupan masyarakat jahiliah dan\u00a0kehidupan muslimin sekarang ini, lalu kita\u00a0mencoba membandingkan, niscaya kita\u00a0akan menemukan banyak kesamaan. Kita\u00a0akan sampai kepada sebuah kesimpulan\u00a0yang tidak berlebihan bahwa \u201ctidak ada\u00a0yang membedakan akhlak sebagian kaum\u00a0muslimin dan orang-orang jahiliah di\u00a0masa silam selain identitas beragama dan\u00a0melantunkan kalimat La ilaha illallah.\u201d<\/p>\n<p>Dalam pembahasan akhlak jahiliah,\u00a0ada sebuah risalah yang ditulis oleh Al-\u00a0Imam Muhammad bin Abdul Wahhab <em>Rahimahullah<\/em>\u00a0dengan judul Masa`ilul Jahiliyati Lati\u00a0Khalafa fiha Rasulullah Ahlal Jahiliyyah.\u00a0Risalah ini memuat 128 masalah jahiliah\u00a0yang beliau simpulkan dari Al-Qur`an\u00a0dan As-Sunnah serta ucapan para ulama.\u00a0Tujuannya, memperingatkan kaum muslimin\u00a0agar mereka meninggalkan berbagai perkara\u00a0jahiliah itu karena demikian bahayanya.\u00a0(Syarh Masa`il Jahiliah karya Asy-Syaikh\u00a0Shalih Fauzan, hal. 8)<\/p>\n<p>Di antara sekian akhlak jahiliah adalah\u00a0MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN DI\u00a0ATAS ILMU (DENGAN SENGAJA).<\/p>\n<p>Ahli Kitab dan Menyembunyikan Ilmu\u00a0Kaum inilah yang banyak diangkat\u00a0oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0di dalam Al-Qur`an terkait\u00a0dengan akhlak dan tabiat yang jelek ini.\u00a0Kedengkian mereka terhadap kebenaran yang\u00a0dibawa Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>\u00a0sangatlah masyhur.\u00a0Kelicikan dan makar jahat mereka terhadap\u00a0para pengikut kebenaran laksana malam\u00a0bagaikan siangnya, artinya bukan perkara\u00a0rahasia lagi. Bentuk kedengkian mereka\u00a0telah banyak diingatkan oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0di\u00a0dalam Al-Qur`an. Di antaranya:<\/p>\n<p><em>\u201cOrang-orang kafir dari ahli Kitab dan\u00a0orang-orang musyrik tiada menginginkan\u00a0diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu\u00a0dari Rabbmu. Dan Allah menentukan\u00a0siapa yang dikehendaki-Nya (untuk\u00a0diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah\u00a0mempunyai karunia yang besar.\u201d<\/em> (Al-\u00a0Baqarah: 105)<\/p>\n<p><em>\u201cMereka diliputi kehinaan di mana\u00a0saja mereka berada, kecuali jika mereka\u00a0berpegang kepada tali (agama) Allah dan\u00a0tali (perjanjian) dengan manusia. Dan\u00a0mereka kembali mendapat kemurkaan dari\u00a0Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada\u00a0ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi\u00a0tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu\u00a0disebabkan mereka durhaka serta melampaui\u00a0batas.\u201d<\/em> (Ali \u2018Imran: 112)<\/p>\n<p><em>\u201cKamu sungguh-sungguh akan diuji\u00a0terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga)\u00a0kamu sungguh-sungguh akan mendengar\u00a0dari orang-orang yang diberi Kitab\u00a0sebelum kamu dan dari orang-orang yang\u00a0mempersekutukan Allah, gangguan yang\u00a0banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu\u00a0bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya\u00a0yang demikian itu termasuk urusan yang\u00a0patut diutamakan.\u201d<\/em> (Ali \u2018Imran: 186)<\/p>\n<p><em>\u201cSebagian besar ahli Kitab menginginkan\u00a0agar mereka dapat mengembalikan kamu\u00a0kepada kekafiran setelah kamu beriman,\u00a0karena dengki (yang timbul) dari diri mereka\u00a0sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.\u00a0Maka maafkan dan biarkanlah mereka,\u00a0sampai Allah mendatangkan perintah-Nya.\u00a0Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala\u00a0sesuatu.\u201d<\/em> (Al-Baqarah: 109)<\/p>\n<p><em>\u201cSegolongan dari ahli Kitab ingin\u00a0menyesatkan kamu, padahal mereka\u00a0(sebenarnya) tidak menyesatkan\u00a0melainkan dirinya sendiri dan mereka tidak\u00a0menyadarinya.\u201d<\/em> (Ali \u2018Imran: 69)<\/p>\n<p>Akhlak mereka dalam menyembunyikan\u00a0ilmu disebutkan pula oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0di dalam\u00a0Al-Qur`an:<\/p>\n<p><em>\u201cOrang-orang (Yahudi dan Nasrani)\u00a0yang telah kami beri Al-Kitab (Taurat dan\u00a0Injil) mengenal Muhammad seperti mereka\u00a0mengenal anak-anaknya sendiri. Dan\u00a0sesungguhnya sebagian di antara mereka\u00a0menyembunyikan kebenaran, padahal mereka\u00a0mengetahui.\u201d<\/em> (Al-Baqarah: 146)<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya orang-orang yang\u00a0menyembunyikan apa yang telah diturunkan\u00a0Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan\u00a0harga yang sedikit (murah), mereka itu\u00a0sebenarnya tidak memakan (tidak menelan)\u00a0ke dalam perutnya melainkan api. Dan Allah\u00a0tidak akan berbicara kepada mereka pada\u00a0hari kiamat dan tidak menyucikan mereka.\u00a0Dan bagi mereka siksa yang amat pedih.\u201d\u00a0<\/em>(Al-Baqarah: 174)<\/p>\n<p><em>\u0671\u201cHai ahli kitab, mengapa kamu\u00a0mencampuradukkan yang haq dengan yang\u00a0batil serta menyembunyikan kebenaran,\u00a0padahal kamu mengetahuinya?\u201d <\/em>(Ali \u2018Imran:\u00a071)<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya di antara mereka\u00a0ada segolongan yang memutar-mutar\u00a0lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu\u00a0menyangka yang \u00a0dibacanya itu sebagian\u00a0dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-\u00a0Kitab. Dan mereka mengatakan: \u2018Ia (yang\u00a0dibaca itu datang) dari sisi Allah\u2019, padahal\u00a0ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata\u00a0dusta terhadap Allah sedangkan mereka\u00a0mengetahui.\u201d<\/em> (Ali \u2018Imran: 78)<\/p>\n<p><em>\u201cDan (ingatlah), ketika Allah mengambil\u00a0janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab\u00a0(yaitu): \u2018Hendaklah kamu menerangkan isi\u00a0Kitab itu kepada manusia dan janganlah\u00a0kamu menyembunyikannya.\u2019 Lalu mereka\u00a0melemparkan janji itu ke belakang punggung\u00a0mereka dan mereka menukarnya dengan\u00a0harga yang sedikit. Amat buruklah tukaran\u00a0yang mereka terima.\u201d<\/em> (Ali \u2018Imran:187)<\/p>\n<p><em>\u201cApakah kamu tidak melihat orang-orang\u00a0yang telah diberi bagian dari\u00a0Al-Kitab (Taurat)? Mereka membeli\u00a0(memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan\u00a0mereka bermaksud supaya kamu tersesat\u00a0(menyimpang) dari jalan (yang benar). Dan\u00a0Allah lebih mengetahui (daripada kamu)\u00a0tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah\u00a0Allah menjadi pelindung (bagimu). Dan\u00a0cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu).\u201d\u00a0<\/em>(An-Nisa`: 44-45)<\/p>\n<p>Peringatan demi peringatan kita lalui di\u00a0dalam Al-Qur`an agar jangan sekali-kali kita\u00a0mengikuti langkah dan akhlak mereka.\u00a0Ibnu Katsir <em>Rahimahullah<\/em>\u00a0berkata: \u201cJanganlah\u00a0kalian menyembunyikan pengetahuan yang\u00a0ada pada kalian tentang Rasul-Ku dan\u00a0apa yang dibawanya, sementara kalian\u00a0mengetahui hal itu tertulis di dalam kitab-kitab\u00a0yang ada di tangan kalian.\u201d (Tafsir\u00a0Ibnu Katsir, 1\/109)\u00a0Mungkinkah orang-orang Islam akan\u00a0mengikuti akhlak dan langkah Yahudi\u00a0dan Nasrani dalam masalah ini, yaitu\u00a0menyembunyikan kebenaran padahal mereka\u00a0telah mengetahuinya?\u00a0Muslimin Mengikuti Akhlak Mereka\u00a0Tanpa ada keraguan sedikitpun bahwa\u00a0kaum muslimin telah mengikuti langkah,\u00a0perilaku, dan akhlak mereka. Bagi orang yang\u00a0memiliki sedikit landasan ilmu pengetahuan,\u00a0lalu mencoba menggali keadaan kaum\u00a0muslimin, niscaya akan menemukan berbagai\u00a0macam corak hidup yang diambil dari\u00a0orang-orang kafir serta corak hidup yang<br \/>\ntidak diajarkan oleh Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>. Tidak\u00a0terbatas dalam permasalahan akhlak semata,\u00a0bahkan dalam perkara mendasar dalam\u00a0agama, seperti dalam berbagai keyakinan\u00a0dan bentuk peribadatan. Karena hal ini\u00a0sangat mungkin menimpa kaum yang\u00a0beriman, Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0pun di dalam banyak\u00a0ayat memperingatkan agar kita tidak meniru\u00a0mereka. Di antaranya:<\/p>\n<ol>\n<li>Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0menjelaskan tentang\u00a0hakikat jati diri mereka, seperti di dalam\u00a0surat Al-Ma`idah ayat 18-19 dan At-\u00a0Taubah ayat 30-34.<\/li>\n<li>Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0menerangkan sikap mereka\u00a0terhadap Islam dan kaum muslimin, seperti\u00a0di dalam surat Al-Baqarah ayat 105 dan\u00a0135.<\/li>\n<li>Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0menerangkan tentang\u00a0berbagai usaha dan makar mereka dalam\u00a0memalingkan kaum muslimin dari agamanya,\u00a0seperti di dalam surat Al-Baqarah ayat\u00a0109.<\/li>\n<li>Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0menyebutkan di antara sifat\u00a0mereka adalah menyembunyikan kebenaran,\u00a0seperti di dalam surat Al-Baqarah ayat\u00a0146.<\/li>\n<li>Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0membongkar hasad dan\u00a0dendam mereka terhadap kaum muslimin\u00a0dan apa yang mereka sembunyikan dalam\u00a0dada-dada mereka, seperti di dalam surat\u00a0Al-Baqarah ayat 109.<\/li>\n<li>Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0menyebutkan tentang\u00a0penghinaan mereka terhadap syi\u2019ar-syi\u2019ar\u00a0Islam, seperti di dalam surat Al-Ma`idah\u00a0ayat 5.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>\u00a0di dalam banyak hadits\u00a0juga telah mengingatkan hal ini.<\/p>\n<p>1. Beliau <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>\u00a0melarang menyerupai\u00a0mereka dan memerintahkan untuk menyelisihi\u00a0mereka dalam semua urusan agama. Orang\u00a0yang menyerupai mereka, tentu dia termasuk\u00a0bagian mereka.\u00a0\u201cBarangsiapa menyerupai suatu kaum,\u00a0dia termasuk dari mereka.\u201d <strong><span style=\"color: #0000ff;\">[1]<\/span><\/strong><\/p>\n<p>2. Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>\u00a0memberitakan bahwa\u00a0kaum muslimin benar-benar akan mengikuti\u00a0langkah orang sebelum mereka, sedikit demi\u00a0sedikit.<\/p>\n<p>\u0644\u064e\u062a\u064e\u062a\u064e\u0651\u0628\u0650\u0639\u064f\u0646\u064e\u0651 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0646\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0634\u0650\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0628\u0650\u0634\u0650\u0628\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0630\u0650\u0631\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627<br \/>\n\u0628\u0650\u0630\u0650\u0631\u064e\u0627\u0639\u064d \u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u0644\u064e\u0648\u0652 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u062c\u064f\u062d\u0652\u0631\u064e \u0636\u064e\u0628\u064d\u0651 \u0644\u064e\u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f.<br \/>\n\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627: \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649\u061f \u0642\u064e\u0627\u0644: \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652\u061f<\/p>\n<p>\u201cKalian benar-benar akan mengikuti\u00a0orang-orang sebelum kalian sejengkal\u00a0demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.\u00a0Sehingga sekalipun mereka masuk ke lubang\u00a0dhabb niscaya kalian akan mengikutinya.\u201d\u00a0Mereka berkata: \u201cApakah mereka adalah\u00a0Yahudi dan Nasrani?\u201d Beliau bersabda:\u00a0\u201cSiapa lagi kalau bukan mereka?\u201d <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[2]<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda:<\/p>\n<p>\u0644\u0627\u064e \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u064a\u064e\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u064e \u062d\u064e\u064a\u064c\u0651 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0651\u062a\u0650\u064a<br \/>\n\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0650 \u0648\u064e\u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064e \u0641\u0650\u0626\u064e\u0627\u0645\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0651\u062a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0648\u0652\u062b\u064e\u0627\u0646\u064e<\/p>\n<p>\u201cTidak akan terjadi hari kiamat\u00a0hingga sekelompok dari umatku mengikuti\u00a0peribadatan kaum musyrikin dan hingga\u00a0umatku menyembah patung-patung.\u201d <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[3]<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Berdasarkan hal ini, sangatlah jelas\u00a0bahwa siapa saja dari kaum muslimin yang\u00a0meninggalkan kebenaran dan berpaling\u00a0darinya \u2013entah disebabkan kedudukan, harta\u00a0benda duniawi, atau karena hawa nafsu\u2013\u00a0berarti serupa dengan sikap Yahudi terhadap\u00a0kebenaran. Karena ulama-ulama Bani Israil\u00a0makan dari orang kaya mereka. Tatkala\u00a0diutusnya Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>, mereka mengetahui\u00a0bahwa dia adalah pembawa kebenaran.\u00a0Karena itulah mereka mengingkari dan kafir\u00a0kepada beliau. Mereka menyembunyikan\u00a0apa yang telah mereka ketahui dari Bani\u00a0Israil pendahulu mereka. Mereka menolak\u00a0kebenaran yang mereka ketahui karena\u00a0imbalan sandang pangan dari orang-orang\u00a0kaya. Mereka menyembunyikannya agar\u00a0bantuan orang-orang kaya tersebut tetap\u00a0mengalir kepada diri mereka. (Shawarif\u00a0\u2018Anil Haq hal. 27)\u00a0Abul Muzhaffar As-Sam\u2019ani <em>Rahimahullah<\/em>\u00a0berkata: \u201cFirman Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>:<\/p>\n<p>\u2018Janganlah kalian membeli ayat-ayat-\u00a0Ku dengan harta benda yang sedikit.\u2019 (Al-\u00a0Baqarah: 41)\u00a0hal itu karena para ulama dan pendeta\u00a0(mereka) memiliki kebiasaan mendapatkan\u00a0gaji dari orang kaya dan orang-orang jahil\u00a0mereka. Mereka khawatir imbalan itu hilang\u00a0dari mereka jika mereka beriman kepada\u00a0Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>. Mereka menyembunyikan\u00a0sifat dan nama beliau. Inilah makna ayat\u00a0(ini) menjual ayat-ayat dengan harga yang\u00a0sedikit.\u201d (Tafsir Al-Qur`an, 1\/22)<\/p>\n<p>Alasan Mereka Menyembunyikan\u00a0Kebenaran\u00a0Kenapa mereka begitu semangat\u00a0menyembunyikan kebenaran?\u00a0Ada beberapa perkara yang mendorong\u00a0mereka untuk menyembunyikan kebenaran\u00a0yang telah mereka ketahui.<\/p>\n<p>Pertama:<strong> Mengikuti hawa nafsu.<\/strong><\/p>\n<p>\u201cDan sesungguhnya Kami telah\u00a0mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada\u00a0Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturutturut)\u00a0setelah itu dengan rasul-rasul. Dan\u00a0telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran\u00a0(mukjizat) kepada \u2018Isa putra Maryam dan\u00a0Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus.<\/p>\n<p>Apakah setiap datang kepadamu seorang\u00a0rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang\u00a0tidak sesuai dengan keinginanmu lalu\u00a0kamu menyombong, maka beberapa orang\u00a0(di antara mereka) kamu dustakan dan\u00a0beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?\u201d\u00a0(Al-Baqarah: 87)<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya Kami telah mengambil\u00a0perjanjian dari Bani Israil dan telah Kami\u00a0utus rasul-rasul kepada mereka. Tetapi\u00a0setiap datang seorang rasul kepada mereka\u00a0membawa apa yang tidak diingini oleh\u00a0hawa nafsu mereka, (maka) sebagian\u00a0dari rasul-rasul itu mereka dustakan <strong>dan\u00a0sebagian yang lain mereka bunuh.\u201d (Al-Ma`idah: 70)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kedua: Mencari maslahat dunia.<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cBarangsiapa menghendaki kehidupan\u00a0dunia dan perhiasannya, niscaya kami\u00a0berikan kepada mereka balasan perbuatan\u00a0mereka di dunia dengan sempurna dan\u00a0mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.\u00a0Itulah orang-orang yang tidak memperoleh\u00a0di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di\u00a0akhirat itu apa yang telah mereka usahakan\u00a0di dunia serta sia-sialah apa yang telah\u00a0mereka kerjakan.\u201d<\/em> (Hud: 15-16)<\/p>\n<p>Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda:<\/p>\n<p>\u062a\u064e\u0639\u0650\u0633\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u062f\u0650\u0651\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0631\u0650\u060c \u062a\u064e\u0639\u0650\u0633\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u062f\u0650\u0631\u0652\u0647\u064e\u0645\u0650\u060c \u062a\u064e\u0639\u0650\u0633\u064e<br \/>\n\u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u0635\u064e\u0629\u0650\u060c \u062a\u064e\u0639\u0650\u0633\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u0650\u060c \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0639\u0652\u0637\u0650\u064a\u064e<br \/>\n\u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0644\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0639\u0652\u0637\u064e \u0633\u064e\u062e\u0650\u0637\u064e<\/p>\n<p>\u201cCelaka budak dinar, celaka budak\u00a0dirham, celaka budak khamishah, celaka\u00a0budak khamilah. Jika dia diberi dia ridha,\u00a0dan jika tidak diberi dia benci marah.\u201d<span style=\"color: #0000ff;\"><strong> [4]<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Ketiga: Mencari ridha manusia.\u00a0Rasulullah <em>Shallallahu `alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e \u0631\u0650\u0636\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0633\u064f\u062e\u0652\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0633\u0650 \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f<br \/>\n\u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0633\u064e\u060c \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062a\u064e\u0645\u064e\u0633\u064e \u0631\u0650\u0636\u064e\u0627<br \/>\n\u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0633\u0650 \u0628\u0650\u0633\u064f\u062e\u0652\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0633\u064e\u062e\u0650\u0637\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0637\u064e<br \/>\n\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0633\u064e<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa mencari ridha Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0dengan kemurkaan manusia maka\u00a0Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0akan meridhainya dan Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0menjadikan manusia ridha kepadanya. Dan\u00a0barangsiapa mencari ridha manusia dengan\u00a0kebencian Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0maka Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em> akan\u00a0memurkainya serta menjadikan manusia<br \/>\nmurka kepadanya.\u201d<span style=\"color: #0000ff;\"><strong> [5]<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Ibnu Katsir <em>Rahimahullah<\/em>\u00a0berkata: \u201cMereka\u00a0menyembunyikan kebenaran agar kedudukan\u00a0yang mereka miliki tidak hilang, juga berbagai\u00a0macam hadiah dan pemberian yang mereka\u00a0peroleh dari bangsa Arab atas pengagungan\u00a0mereka terhadap nenek moyang bangsa\u00a0Arab. Mereka takut Tuhan melaknat mereka\u00a0jika mereka menampakkan kebenaran\u00a0yang mereka ketahui, kemudian diikuti\u00a0oleh banyak orang yang berakibat bangsa\u00a0Arab meninggalkan mereka. Itulah yang\u00a0menjadi alasan mereka menyembunyikan\u00a0kebenaran, yaitu agar apa yang mereka\u00a0dapatkan tetap ada, padahal itu adalah\u00a0imbalan yang sedikit. Akhirnya mereka\u00a0melelang diri mereka dengannya. Mereka<\/p>\n<p>tidak mau menerima petunjuk, mengikuti\u00a0kebenaran, membenarkan Rasul dan beriman\u00a0dengan apa yang dibawanya dari sisi Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>. Mereka tukar dengan imbalan yang\u00a0sedikit. Sungguh mereka telah celaka dan\u00a0merugi di dunia dan di akhirat.\u201d (Tafsir\u00a0Ibnu Katsir 1\/257)<\/p>\n<p>Abul Wafa` bin \u2018Aqil Al-Hambali <em>Rahimahullah<\/em>\u00a0berkata: \u201cCinta kepada kedudukan,\u00a0condong kepada dunia, berbanggabangga,\u00a0bermegah-megahan dengannya,\u00a0menyibukkan diri dengan kelezatan dan\u00a0segala yang menjurus kepada kemasyhuran,\u00a0bukan lagi melihat hujjah serta apa yang\u00a0diinginkan oleh akal dan pengetahuan.<\/p>\n<p>Perbuatan seperti ini menjadi sebab-sebab\u00a0yang akan memalingkan dari kebenaran.\u00a0Dan itu adalah sebuah kemestian.\u201d (Al-\u00a0Wadhih fi Ushulil Fiqh, 1\/522)\u00a0Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah <em>Rahimahullah<\/em>\u00a0berkata: \u201cPara pencari kedudukan \u2013walaupun\u00a0dengan cara batil\u2013 akan senang dengan\u00a0kalimat yang mengandung pengagungan\u00a0dirinya, sekalipun dengan kebatilan. Dan dia\u00a0akan marah dengan kalimat yang mencelanya,\u00a0sekalipun kalimat itu adalah benar. Adapun\u00a0orang yang beriman, akan ridha terhadap\u00a0kalimat yang haq walaupun terhadap dirinya,\u00a0atau yang akan menggugat dirinya. Dan dia\u00a0membenci kebatilan walaupun kebatilan itu\u00a0mendukungnya. Atau dia akan menentang<\/p>\n<p>kebatilan itu karena Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0mencintai\u00a0kebenaran, kejujuran, dan keadilan, serta\u00a0membenci kalimat dusta dan kedzaliman.\u201d\u00a0(Majmu\u2019 Fatawa 10\/600)<\/p>\n<p><strong>Kewajiban Kita bila Melihat Akhlak\u00a0Ini<\/strong><\/p>\n<p>Kita mengetahui bahwa menyembunyikan\u00a0kebenaran adalah salah satu dari sekian\u00a0ciri khas orang-orang kafir secara umum,\u00a0serta pada kaum Yahudi dan Nasrani\u00a0secara khusus. Maka setiap ulama dan\u00a0para pencari kebenaran berkewajiban untuk\u00a0mengingkarinya serta menjelaskan kepada\u00a0umat bahwa sikap menolak kebenaran dan\u00a0menyembunyikannya merupakan perbuatan\u00a0orang-orang yang dilaknat oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0serta dilaknat oleh segenap makhluk-Nya.<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya orang-orang yang\u00a0menyembunyikan apa yang telah Kami\u00a0turunkan berupa keterangan-keterangan\u00a0(yang jelas) dan \u00a0petunjuk, setelah Kami\u00a0menerangkannya kepada manusia dalam\u00a0Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan\u00a0dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang\u00a0dapat melaknati.\u201d<\/em> (Al-Baqarah: 159)<\/p>\n<p>Asy-Syaikh As-Sa\u2019di <em>Rahimahullah<\/em>\u00a0menjelaskan:<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0telah mengangkat\u00a0perjanjian dari ahli ilmu agar mereka\u00a0menjelaskan kepada manusia ilmu Al-Kitab\u00a0yang telah diturunkan oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>\u00a0dan\u00a0agar mereka tidak menyembunyikannya.\u00a0Dan barangsiapa meremehkannya, maka\u00a0sungguh dia telah menghimpun dua bentuk\u00a0kerusakan, yaitu menyembunyikan ilmu\u00a0serta melakukan penipuan terhadap kaum\u00a0muslimin.\u201d (Tafsir As-Sa\u2019di hal. 59)<\/p>\n<p>Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/menyembunyikan-ilmu-akhlak-jahiliyah\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n<p>*****************************<\/p>\n<p><strong>Catatan Kaki:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>HR. Al-Imam Ahmad dalam Musnad beliau (no. 4309) dari sahabat Ibnu \u2018Umar <em>Radhiyallahu &#8216;anhuma<\/em>.<\/li>\n<li>HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 7320 dan Al-Imam Muslim no. 2669 dari sahabat Abu Sa\u2019id Al-Khudri <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>.<\/li>\n<li>HR. Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi dari sahabat Tsauban <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>. Dan asalnya\u00a0ada dalam riwayat Al-Imam Muslim no. 2889.<\/li>\n<li>HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 2887 dari sahabat Abu Hurairah <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>.<\/li>\n<li>HR. Al-Imam At-Tirmidzi no. 2419 dari sahabat \u2018Aisyah <em>Radhiyallahu &#8216;anha<\/em>, dan dishahihkan oleh Al-Albani <em>Rahimahullah<\/em>\u00a0dalam Shahihul\u00a0Jami\u2019 no. 6097<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENYEMBUNYIKAN ILMU AKHLAK JAHILIYAH Ditulis oleh:\u00a0Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Sampaikan kebenaran meski itu pahit. Ungkapan ini rasanya sudah teramat sering\u00a0diungkap para dai di tengah umat ini. Namun praktiknya amat jauh dari \u201cteori\u201d-nya.\u00a0Betapa banyak dai yang tak berani menyuarakan al-haq karena khawatir kedudukannya\u00a0di tengah masyarakat terancam, khawatir kehilangan simpatisan, khawatir distop suplai\u00a0dananya, khawatir \u201cukhuwah\u201d rusak dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8342,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[2018],"class_list":["post-8340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-menyembunyikan-ilmu-akhlak-jahiliyah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8340"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8340\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}