{"id":7736,"date":"2014-10-29T06:13:19","date_gmt":"2014-10-28T22:13:19","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=7736"},"modified":"2014-10-29T06:13:19","modified_gmt":"2014-10-28T22:13:19","slug":"kiamat-sudah-dekat-namun-tiada-seorang-pun-mengerti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=7736","title":{"rendered":"Kiamat Sudah Dekat Namun Tiada Seorang pun Mengerti"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Kiamat-Sudah-Dekat.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-7741\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Kiamat-Sudah-Dekat-300x156.jpg\" alt=\"Kiamat Sudah Dekat\" width=\"300\" height=\"156\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Kiamat-Sudah-Dekat-300x156.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Kiamat-Sudah-Dekat.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>KIAMAT SUDAH DEKAT NAMUN TIADA SEORANG PUN MENGERTI<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #993300;\"><em>Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc.<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Dari Anas bin Malik\u00a0radhiyallahuanhu: Rasulullah\u00a0shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0bersabda:<\/em><\/p>\n<p>\u0628\u064f\u0639\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0643\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 -\u0648\u064e\u0636\u064e\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0628\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u0633\u0652\u0637\u064e\u0649<\/p>\n<p><em>\u201cAku diutus, dan kiamat (demikian dekat) sebagaimana (dekatnya) dua jari ini.\u201d Beliau rapatkan jari telunjuk dan jari tengah.<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Takhrij Hadits<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Hadits Anas bin Malik\u00a0<em>radhiyallahuanhu<\/em> dengan lafadz tersebut di atas\u00a0diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam\u00a0<strong>Ash-Shahih<\/strong>\u00a0(4\/2268 no. 2951) dari jalan\u00a0<em>Abu Ghassan Al-Misma\u2019i<\/em>, dari\u00a0<em>Mu\u2019tamir<\/em>\u00a0<em>bin Sulaiman bin Tharkhan,\u00a0<\/em>dari bapaknya, dari\u00a0<em>Ma\u2019bad bin Hilal Al-\u2018Anazi,\u00a0<\/em>dari\u00a0<em>Anas bin Malik\u00a0radhiyallahuanhu<\/em> Semua perawinya\u00a0<em>tsiqah<\/em>, termasuk para perawi\u00a0<strong>Ash-Shahihain<\/strong>, kecuali\u00a0<em>Abu\u00a0Ghassan<\/em>, Al-Bukhari tidak meriwayatkan haditsnya dalam\u00a0<strong>Ash-Shahih<\/strong>.<\/p>\n<p>Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim dalam\u00a0<strong>Shahih<\/strong>-nya (4\/2268 no. 2951) dan At-Tirmidzi dalam\u00a0<strong>As-Sunan<\/strong>\u00a0(4\/496 no. 2214) melalui jalan\u00a0<em>Syu\u2019bah<\/em>, dari\u00a0<em>Qatadah<\/em>, dari\u00a0<em>Anas\u00a0radhiyallahuanhu<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam riwayat Muslim,\u00a0Syu\u2019bah\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u0652\u062a\u064f \u0642\u064e\u062a\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f: \u0643\u064e\u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650 \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649. \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a \u0623\u064e\u0630\u064e\u0643\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0633\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u062a\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u064f<\/p>\n<p><em>Aku mendengar Qatadah dalam kisahnya berkata: \u201c(Dekatnya kiamat itu) seperti perbedaan panjang keduanya.\u201d Namun aku tidak tahu apakah Qatadah meriwayatkan dari Anas, atau ini ucapan Qatadah.<\/em><\/p>\n<p>Hadits Anas\u00a0<em>radhiyallahuanhu<\/em>\u00a0diriwayatkan pula dari sahabat Sahl bin Sa\u2019d\u00a0<em>radhiyallahuanhu<\/em>\u00a0dalam\u00a0<strong>Ash-Shahihain<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Musnad Imam Ahmad<\/strong>, demikian pula dari Jabir bin Abdillah\u00a0<em>radhiyallahuanhu<\/em>\u00a0dalam\u00a0<strong>Sunan Ibnu Majah\u00a0<\/strong>dengan keragaman lafadz.<\/p>\n<p><strong><em>Makna Hadits<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Al-Qurthubi\u00a0<em>rahimahullah<\/em>\u00a0berkata dalam\u00a0<strong>At-Tadzkirah<\/strong>: Sabda beliau:<\/p>\n<p>\u0628\u064f\u0639\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0643\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e<\/p>\n<p><em>\u201cAku diutus, dan kiamat (demikian dekat) sebagaimana (dekatnya) dua jari ini,\u201d\u00a0<\/em>mengandung makna bahwasanya aku adalah nabi terakhir. Tidak ada nabi lain sesudahku. Yang datang mengiringiku adalah hari kiamat, sebagaimana jari telunjuk langsung diiringi jari tengah.<\/p>\n<p>(Hadits ini juga bermakna bahwa) kiamat itu demikian dekat. dan tanda-tandanya telah berdatangan silih berganti. Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:<\/p>\n<p><em>\u201cMaka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya\u2026\u201d<\/em>\u00a0<strong>(Muhammad: 18)<\/strong><\/p>\n<p>Yakni kiamat itu telah dekat, dan tanda pertamanya adalah (diutusnya) Nabi <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em>, karena beliau adalah nabi akhir zaman. Allah utus beliau dan tidak ada nabi lain sesudahnya hingga tegaknya hari kiamat\u2026\u201d (<strong>At-Tadzkirah Bi Ahwalil Mauta Wa Umuril Akhirah<\/strong>\u00a03\/1219)<\/p>\n<p>Ibnu At-Tin\u00a0rahimahullah\u00a0berkata: \u201cTerjadi perselisihan mengenai makna sabda Rasul <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em>\u00a0<em>Seperti dua jari ini.<\/em>\u00a0Sebagian berpendapat: \u2018Seperti perbedaan panjang antara jari telunjuk dan tengah.\u2019 Sebagian lagi berpendapat: \u2018(Maknanya), tidak ada nabi antara beliau <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> dan hari kiamat.\u2019 Demikian dinukilkan Al-Mubarakfuri dalam\u00a0<strong>Tuhfatul Ahwadzi<\/strong>\u00a0(6\/73).<\/p>\n<p>Pembaca\u00a0<em>rahimakumullah<\/em>.<\/p>\n<p>Kehidupan Ar-Rasul <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> adalah kehidupan yang penuh kasih sayang dan bimbingan. Tak ada satu kebaikanpun melainkan telah beliau sampaikan. Demikian pula tidak ada satu kejelekanpun bagi umat ini melainkan telah beliau peringatkan umat darinya. Dengan penuh kasih dan cinta beliau tarbiyah umat untuk berjalan menuju ridha Allah hingga wafatnya ditahun sebelas hijriyah.<em>Shallallahu \u2018alaihi wasallam.<\/em><\/p>\n<p>Dalam hadits Anas radhiyallahuanhu, ada bimbingan Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> bagi umat ini untuk segera bangkit dari kelalaian dan bergegas menyiapkan bekal menghadapi hari kiamat yang telah dekat. Dekatnya hari itu dengan diutusnya beliau <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> ibarat dekatnya jari telunjuk dan jari tengah yang dihimpitkan. Allah Subhanahuwata\u2019ala berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cTidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.\u201d<\/em>\u00a0<strong>(An-Nahl: 77)<\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Jika dekat, kenapa tak kunjung tiba?<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Kabar dekatnya kiamat telah berlalu empat belas abad silam. Mungkin ada yang bertanya: Jika kiamat telah dekat, kenapa hingga saat ini belum ditegakkan? Kata-kata ini boleh jadi muncul sebagai bentuk pengingkaran\u00a0orang kafir\u00a0atas berita Allah dan Rasul-Nya <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em>. Atau, mungkin juga pertanyaan ini adalah waswas setan yang dibisikkan pada sebagian dada muslimin.<\/p>\n<p>Adapun orang kafir, perkaranya telah jelas. Ungkapan ini sangat wajar muncul dari mulut orang-orang yang hatinya telah buta dan telinganya telah tuli. Dengan mudahnya mereka ingkari kiamat dan hari kebangkitan, sebagaimana Allah sebutkan tentang mereka dalam firman-Nya:<\/p>\n<p><em>Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: \u201cTidak demikian, demi Rabbku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.\u201d Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.<\/em>\u00a0<strong>(At-Taghabun: 7)<\/strong><\/p>\n<p>Dalam ayat lain Allah Subhanahuwata\u2019ala berfirman:<\/p>\n<p><em>Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.\u00a0<\/em><strong>(An-Naba\u2019: 1-5)<\/strong><\/p>\n<p>Bagi mereka, cukup kita bacakan firman Allah yang Maha Agung:<\/p>\n<p><em>\u201cBahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami sediakan bagi orang yang mendustakan kiamat api yang menyala-nyala.\u201d<\/em>\u00a0<strong>(Al-Furqan: 11)<\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Kiamat dekat, jika dibandingkan umur umat terdahulu<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Kedatangannya adalah sebuah kepastian. Sungguh segala sesuatu yang pasti kedatangannya, maka ia adalah perkara yang dekat. Jarak diutusnya Rasul <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> hingga kiamat nanti adalah waktu yang sangat dekat jika dibandingkan umur dunia yang sudah sangat lama, sejak sebelum Adam alaihissalam menempatinya bersama Hawa. Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> bersabda:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062c\u064e\u0631\u064e \u0623\u064f\u062c\u064e\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u062f\u0652\u0648\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0646\u0650\u0635\u0652\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0642\u0650\u064a\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d\u061f \u0641\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f. \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0646\u0650\u0635\u0652\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0642\u0650\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d\u061f \u0641\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649. \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0644\u0650\u064a \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u063a\u0650\u064a\u0628\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0642\u0650\u064a\u0631\u064e\u0627\u0637\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650\u061f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652. \u0641\u064e\u063a\u064e\u0636\u0650\u0628\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627: \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064f \u0639\u064e\u0637\u064e\u0627\u0621\u064b\u061f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0647\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u0642\u064e\u0635\u0652\u062a\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0642\u0650\u0651\u0643\u064f\u0645\u0652\u061f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627: \u0644\u0627\u064e. \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0641\u064e\u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u064a \u0623\u064f\u062a\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f<\/p>\n<p><em>Perumpamaan kalian dan dua ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah seperti seorang yang menyewa pekerja-pekerja. Ia berkata: \u201cSiapakah yang mau bekerja untukku dari pagi hingga tengah siang dengan upah satu qirath?\u201d Maka bekerjalah Yahudi. Lalu ia berkata: \u201cSiapakah yang mau bekerja untukku dari tengah siang hingga shalat ashar dengan upah satu qirath?\u201d Maka bekerjalah Nasrani. Kemudian ia berkata: \u201cSiapa yang mau bekerja untukku dari ashar hingga tenggelam matahari dengan upah dua qirath?\u201d Maka (bekerjalah suatu kaum, dan kalianlah mereka.Marahlah Yahudi dan Nasrani. Mereka berkata: \u201cKenapa kami yang lebih banyak pekerjaannya tetapi pemberiannya lebih sedikit?\u201d Allah berfirman: \u201cApakah Aku mengurangi sesuatu dari hak kalian? Mereka berkata: \u201cTidak.\u201d Allah berfirman: \u201cItulah keutamaan-Ku, Aku berikan kepada siapapun yang Aku kehendaki.\u201d<\/em>\u00a0<strong><span style=\"color: #0000ff;\">[1]<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Demikian perumpamaan umat Rasulullah\u00a0<em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> dan umat-umat sebelumnya. Hidup di akhir-akhir kehidupan dunia dengan umur yang sangat pendek, namun Allah berkahi dan Allah lipat gandakan pahala. Ibnu Umar radhiyallahuanhu mengisahkan, suatu saat sesudah shalat ashar, ketika matahari bersinar dari arah bukit\u00a0Qu\u2019aiqi\u2019an\u00a0\u00a0<strong><span style=\"color: #0000ff;\">[2]<\/span><\/strong><em>,\u00a0<\/em>Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> duduk bersama para sahabat. Beliau bersabda:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0645\u064e\u0636\u064e\u0649 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0636\u064e\u0649 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f<\/p>\n<p><em>\u201cTidaklah umur kalian jika dibandingkan umur umat sebelum kalian kecuali seperti apa yang tersisa dari hari ini (yaitu waktu ashar) dan yang telah lalu darinya.\u201d\u00a0<\/em><strong><span style=\"color: #0000ff;\">[3]<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Dalam hadits lain Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> bersabda:<\/p>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u064e\u0645\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0635\u064e\u0644\u064e\u0627\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0635\u0652\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya ajal kalian dan ajal umat-umat yang telah lalu hanyalah seperti masa antara shalat ashar dan tenggelamnya matahari.\u201d\u00a0<\/em><strong><span style=\"color: #0000ff;\">[4]<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Hadits-hadits di atas semuanya menunjukkan bahwasanya apa yang tersisa dari umur dunia dibandingkan umurnya yang telah lalu adalah waktu yang sangat sedikit. Umat Muhammad <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> adalah kaum terakhir yang hidup di muka bumi, sebagaimana Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> adalah rasul terakhir yang Allah utus kepada manusia.<\/p>\n<p>Pembaca\u00a0<em>rahimakumullah<\/em>. Sesungguhnya apa yang dikatakan dekat oleh Allah dan Rasul-Nya maka kita katakan itu dekat, walaupun manusia menganggapnya jauh. Allah berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).\u201d<\/em>\u00a0<strong>(Al-Ma\u2019arij: 6-7)<\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Kiamat adalah rahasia allah<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Meskipun dekat, namun hari itu Allah rahasiakan. Tidak ada seorangpun mengetahuinya. Allah berfirman:<\/p>\n<p><em>Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: \u201cBilakah terjadinya?\u201d Katakanlah: \u201cSesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.\u00a0<\/em><strong>(Al-A\u2019raf: 187)<\/strong><\/p>\n<p>Pengetahuan tentang hari kiamat adalah ilmu yang Allah khususkan untuk diri-Nya. Allah Subhanahuwata\u2019ala berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.\u201d\u00a0<\/em><strong>(Luqman: 34)<\/strong><\/p>\n<p>Lima perkara inilah kunci-kunci ghaib yang Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> sabdakan dalam hadits-Nya:<\/p>\n<p>\u0645\u0650\u0641\u0652\u062a\u064e\u0627\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u062e\u064e\u0645\u0652\u0633\u064c \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f\u2026 -\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627: \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0625\u0650\u0644\u0627\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f<\/p>\n<p><em>\u201cKunci-kunci ghaib ada lima, tidak ada yang megetahuinya kecuali Allah \u2026 Di antaranya adalah: dan tidak ada yang mengetahui kapan hari kiamat kecuali Allah.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Alhasil, tidak satu makhlukpun mengerti kapan hari kiamat terjadi. Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> hanya mendapatkan wahyu dari Allah bahwa kiamat terjadi pada hari Jumat, sebagaimana Allah juga mewahyukan kepada beliau tentang tanda-tandanya. Selebihnya beliau tidak tahu kepastian hari tersebut.<\/p>\n<p>Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad\u00a0<em>hafizhahullah\u00a0<\/em>berkata: \u201cAdalah Nabi <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> ketika ditanya tentang hari kiamat, beliau menjawabnya dengan menyebut sebagian tandanya. Maka tidak ada seorangpun selain Allah yang mengetahui di tahun berapa kiamat itu, di bulan apa kiamat itu, dan di tanggal manakah di bulan itu. (Adapun hari), hadits Rasul <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> telah menetapkan bahwa hari itu adalah hari Jum\u2019at. Beliau <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> bersabda:<\/p>\n<p>\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0637\u064e\u0644\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u064f \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0645\u064f\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e \u0622\u062f\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064f\u062f\u0652\u062e\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064f \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0645\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u064f\u0645\u064f\u0639\u064e\u0629\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cSebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu ia dimasukkan jannah, dan di hari itu pulalah ia dikeluarkan dari jannah. Dan tidaklah kiamat itu ditegakkan kecuali pada hari Jumat.\u201d \u00a0<\/em><span style=\"color: #0000ff;\"><b>[5] <\/b><span style=\"font-size: 11.111111640930176px;\">\u00a0(<\/span><\/span><strong>Qathfu Al-Janad Dani Syarh Muqaddimah Risalah Ibni Abi Za\u2019id Al-Qairawani<\/strong>\u00a0hal. 115)<\/p>\n<p>Nabi Muhammad <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> \u2013rasul paling mulia dari kalangan manusia\u2013, demikian pula Jibril alaihissalam \u2013rasul (utusan) paling mulia dari kalangan malaikat\u2013 keduanya tidak mengerti bilakah hari itu terjadi. Ketika Jibril datang dalam bentuk manusia yang tidak dikenal, ia bertanya kepada Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> kapankah hari kiamat? Jawaban Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> ketika itu tidak melebihi ucapan beliau:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u0624\u064f\u0648\u0644\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cTidaklah yang ditanya lebih tahu dari yang bertanya.\u201d (Yakni keduanya sama-sama tidak mengetahui).\u00a0<\/em><strong>(HR. Muslim)<\/strong><\/p>\n<p>Jika keduanya tidak mengerti kapan hari kiamat, masuk akalkah jika kemudian ada seseorang yang mengaku tahu kapan hari itu?\u00a0<em>Subhanallah<\/em>, ini adalah kedustaan yang nyata!! Bahkan\u00a0<em>Israfil<\/em>\u00a0\u2013malaikat peniup sangkakala yang dengan tiupannya kiamat akan ditegakkan\u2013 pun tidak mengetahui kapan Allah perintahkan dia untuk meniupkan sangkakala. Yang ia lakukan hanyalah terus menatapkan pandangannya ke arah\u00a0\u2018Arsy\u00a0\u2013tidak berkedip sedikitpun\u2013 menanti perintah Allah untuk meniupkannya. Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> bersabda:<\/p>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0637\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u0650 \u0645\u064f\u0646\u0652\u0630\u064f \u0648\u064f\u0643\u0650\u0651\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u062f\u064c \u0646\u064e\u062d\u0652\u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0631\u0652\u0634\u0650 \u0645\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064e \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u062f\u0651\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0637\u064e\u0631\u0652\u0641\u064f\u0647\u064f\u00a0\u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u00a0\u0643\u064e\u0648\u0652\u0643\u064e\u0628\u064e\u0627\u0646 \u062f\u064f\u0631\u0650\u0651\u064a\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya pandangan malaikat peniup sangkakala selalu tertuju ke arah Arsy semenjak Allah tugaskan. Khawatir andai ia diperintah meniupkannya sebelum mengedipkan keduanya, seolah-olah matanya dua bintang yang memancar.\u201d\u00a0<\/em><strong><span style=\"color: #0000ff;\">[6]<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Dua jawaban Rasulullah\u00a0shalallahu\u2019alaihi wa sallam<\/em><\/strong><strong><em>\u00a0atas pertanyaan kapankah kiamat?<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> tidak mengetahui kapankah kiamat. Oleh karenanya, ketika ada pertanyaan diajukan kepada beliau tentang kiamat, beliau menjawabnya dengan dua jenis jawaban.<\/p>\n<p><strong>Pertama,<\/strong>\u00a0beliau jawab pertanyaan itu dengan menyebutkan tanda-tandanya.<\/p>\n<p><strong>Kedua<\/strong>, beliau arahkan penanya untuk melakukan hal yang lebih penting, yaitu mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Anas bin Malik radhiyallahuanhu berkata:<\/p>\n<p>\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e \u00a0\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0645\u064e\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f\u061f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u062f\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0647\u064e\u0627\u061f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c\u060c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0650\u0651\u064a \u0623\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e\u0647\u064f . \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e<\/p>\n<p><em>Seorang bertanya kepada Nabi\u00a0shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0\u00a0tentang hari kiamat, ia berkata: Kapankah hari kiamat? Beliau bersabda: \u201cApa yang telah kau siapkan untuk menghadapi hari itu?\u201d Dia menjawab: \u201cTidak banyak bekalku, tetapi aku mencintai Allah dan Rasulnya\u00a0shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0.\u201d Bersabdalah Rasulullah kepadanya: \u201cEngkau bersama orang yang kau cintai.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Sabda Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> yang mulia ini benar-benar membahagiakan para sahabat. Kebahagiaan itu terungkap dari ucapan Anas berikutnya:<\/p>\n<p>\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0631\u0650\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0650\u0651\u00a0n: \u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0628\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e. \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u064e\u0633\u064c: \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064e \u00a0\u0648\u064e\u0623\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0643\u0652\u0631\u064d \u0648\u064e\u0639\u064f\u0645\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0631\u0652\u062c\u064f\u0648 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u062d\u064f\u0628\u0650\u0651\u064a \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652<\/p>\n<p><em>Tidaklah kita berbahagia (setelah Islam) sebagaimana bahagianya kita dengan sabda Nabi\u00a0<\/em>n<em>: \u201cEngkau bersama orang yang kau cintai.\u201d Kemudian Anas berkata: \u201cMaka aku mencintai Nabi\u00a0<\/em>n<em>, Abu Bakr dan Umar; aku berharap akan bersama mereka (di jannah) dengan kecintaanku pada mereka meski aku tidak mampu beramal sebagaimana amal mereka.\u201d\u00a0<\/em><strong><span style=\"color: #0000ff;\">[7]<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Alangkah indahnya sabda beliau, dan betapa jujurnya sahabat Anas radhiyallahuanhu. Sungguh kita pun berkata: \u201cYa Allah aku mencintai Nabi-Mu <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em>, Abu Bakr Ash-Shiddiq, \u2018Umar bin Al-Khaththab, Utsman bin \u2018Affan, Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan, Al-Husain, Ummahatul Mukminin dan seluruh sahabat-sahabat Nabi-Mu. Aku berharap kepada-Mu, ya Allah, Engkau kumpulkan diriku bersama mereka di Firdaus-Mu\u2026 Walau aku tak mampu beramal sebagaimana amalan mereka. Walau aku tak mampu bertaubat sebagaimana taubat mereka.<\/p>\n<p><strong><em>Hadits-hadits yang menetapkan kepastian waktu terjadinya kiamat adalah hadits\u00a0maudhu\u2019\u00a0(palsu)<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Semua hadits tentang penentuan hari kiamat tidak benar penyandarannya kepada Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em>. Demikian Ibnu Katsir\u00a0<em>rahimahullah<\/em>\u00a0memberikan faedah penting ini dalam kitabnya\u00a0<strong>An-Nihayah.\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\">[8]<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Ada baiknya pada majelis ini kita simak sebuah hadits yang dinukil<em>\u00a0<\/em>Ibnul Qayyim dalam kitabnya\u00a0<strong>Al-Manarul Munif<\/strong>,<strong>\u00a0<\/strong>sebagai contoh hadits\u00a0<em>maudhu\u2019\u00a0<\/em>(palsu) tentang hari kiamat, karena penyelisihannya yang sangat\u00a0jelas\u00a0terhadap Al-Kitab dan As-Sunnah.<\/p>\n<p>Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> bersabda:<\/p>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u0629\u064f \u0622\u0644\u064e\u0627\u0641\u0650 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0628\u0650\u0639\u064e\u0629\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cDunia itu berusia tujuh ribu tahun, dan kini kita berada pada seribu yang ketujuh.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mengomentari hadits ini, berkata Ibnul Qayyim: \u201cIni adalah kedustaan yang sangat nyata. Andaikata hadits ini\u00a0<em>shahih<\/em>, niscaya semua orang tahu bahwa kiamat akan terjadi 251 tahun mendatang.\u201d <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[9]<\/strong><\/span>\u00a0(<strong>Al-Manarul Munif Fish-Shahih Wadh-Dha\u2019if\u00a0<\/strong>hal. 80)<\/p>\n<p>Ibnu Hazm\u00a0<em>rahimahullah <\/em>berkata: \u201cKami tidak sedikitpun memastikan hitungan tertentu. Sedangkan orang yang menyangka bahwa dunia itu berumur tujuh ribu tahun atau lebih dari itu, atau kurang darinya, sungguh dia telah berdusta dan berbicara dengan sesuatu yang tidak pernah sedikitpun Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> menyabdakannya dalam lafadz shahih.\u00a0<strong>Bahkan telah shahih dari beliau <\/strong><em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em><strong> apa yang menyelisihi persangkaannya.<\/strong><\/p>\n<p>Kita memastikan bahwasanya dunia itu memiliki urusan yang tidak ada seorangpun mengerti kecuali Allah Subhanahuwata\u2019ala. Dia Subhanahuwata\u2019ala berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cAku tidak menghadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri\u2026\u201d\u00a0<\/em><strong>(Al-Kahfi: 51)\u00a0<\/strong>[<strong>Al-Fishal<\/strong>\u00a02\/84]<\/p>\n<p><strong><em>Ghuluw kaum Sufi<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Di antara bentuk\u00a0<em>ghuluw\u00a0<\/em>adalah perkataan sebagian\u00a0pengikut hawa nafsu\u00a0bahwa Nabi <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> mengetahui ilmu ghaib, termasuk di antaranya hari kiamat. Anehnya, di antara mereka berdalil dengan hadits shahih. Tentu saja mereka pelintir maknanya menurut pemahaman dan hawa nafsu mereka.\u00a0<em>Na\u2019udzubillah minal fitan\u00a0<\/em>(Kita berlindung dari godaan dan fitnah)<em>.<\/em><\/p>\n<p>Sabda Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> kepada Jibril alaihissalam ketika bertanya tentang kapan hari kiamat:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u0652\u0624\u064f\u0648\u0644\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0626\u0650\u0644\u064e\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cTidaklah yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Mereka tafsirkan dengan penafsiran yang menyelisihi Al-Kitab dan As-Sunnah, serta menyelisihi kesepakatan umat. Kata mereka: \u201cMakna hadits ini bahwasanya aku (Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em>) dan engkau (Jibril alaihissalam),\u00a0<strong>sama-sama mengetahui kapan terjadinya hari kiamat<\/strong>.\u201d<\/p>\n<p>Lihatlah, wahai kaum muslimin. Bagaimana setan menipu mereka dan menghiasi kebatilan dengan angan-angan dusta yang mengantarkan kepada kebinasaan. Mereka tafsirkan hadits dengan penafsiran yang menyelisihi kesepakatan salaf umat ini dari kalangan sahabat, tabi\u2019in, atba\u2019ut tabi\u2019in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik. Bahkan menyelisihi nash (dalil yang jelas) dari Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah.<\/p>\n<p>Melengkapi pembahasan dalam\u00a0<strong>Al-Manarul Munif,<\/strong>\u00a0Ibnul Qayyim membantah pemahaman keliru dan batil akan hadits Jibril di atas dengan pembahasan yang sangat bagus. Beliau sertakan juga hadits-hadits shahih yang menunjukkan ketidaktahuan Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> terhadap perkara ghaib. Kesimpulan bantahan itu kita katakan bahwa Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> \u2013<em>ketika datang Jibril dalam bentuk seorang Arab badui dengan baju yang sangat putih dan rambut yang sangat hitam<\/em>\u2013\u00a0<strong>beliau samasekali tidak mengetahui bahwa laki-laki itu adalah Jibril<\/strong>. Dalam sebuah riwayat Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> bersabda:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0627\u00a0\u0623\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0635\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0647\u064e\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e\u0629\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cTidaklah Jibril datang padaku dalam suatu bentuk kecuali aku mengenalinya, kecuali bentuk ini (yakni dalam kejadian hadits Jibril).\u201d\u00a0<\/em><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[10]<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Akankah beliau mengatakan kepada orang yang beliau sangka manusia badui biasa, dan beliau tidak tahu dia adalah Jibril dengan ucapan: \u201cAku dan engkau (wahai lelaki badui yang tidak aku kenal-pen) mengetahui kiamat?\u201d Mahasuci Allah. Ini tentu sebuah kedustaan. Terlebih lagi ayat-ayat Al-Qur\u2019an dan hadits-hadits nabawi dengan tegas menyelisihinya. Jawaban Ibnul Qayyim dan pembahasan yang sangat bermanfaat selengkapnya bisa dilihat dalam kitab tersebut hal. 81-84.<\/p>\n<p>Pembaca\u00a0<em>rahimakumullah<\/em>. Ghuluw kepada Nabi <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> bukan hanya perkataan mereka bahwa beliau <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> mengetahui hari kiamat. Lebih dari itu, mereka meyakini bahwa Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> mengetahui segala yang ghaib dan mengerti semua yang ada di\u00a0<em>Al-Lauhul Mahfuzh<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam\u00a0<strong>Mimiyah Al-Bushiri<\/strong>, yang dikenal dengan\u00a0<strong>Qashidah Burdah<\/strong>, penulisnya Al-Bushiri <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[11]<\/strong><\/span>\u00a0berkata:<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0645\u0650\u0643\u064e \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u062d\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u064e\u0645\u0650<\/p>\n<p><em>\u201cDan di antara ilmu-ilmumu (wahai Nabi) adalah ilmu Al-Lauhil Mahfuzh dan pena (pencatat taqdir).<\/em><\/p>\n<p>Sungguh, sebuah ucapan yang telah mencapai puncak kebatilan. Di mana kandungannya menetapkan bahwa Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> mengetahui perkara-perkara ghaib.\u00a0Perlu diketahui bahwa ucapan-ucapan serupa yang penuh dengan syirik dan kebid\u2019ahan banyak tertera dalam Qashidah tersebut.\u00a0<em>Wal \u2018iyadzubillah.<\/em> Dengan lancang ia selisihi Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah yang menunjukkan bahwa Rasulullah\u00a0<em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0<\/em> tidak mengetahui perkara ghaib. Allah Subhanahuwata\u2019ala berfirman:<\/p>\n<p><em>Katakanlah (wahai Nabi): \u201cTidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah\u201d, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.<\/em><strong>(An-Naml: 65)<\/strong><\/p>\n<p>Allah juga berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cDan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Al-Lauh Al-Mahfuzh).\u201d<\/em>\u00a0<strong>(Al-An\u2019am: 59)<\/strong><\/p>\n<p>Wahai para penyanjung\u00a0<strong>Qashidah Burdah<\/strong>, dan mereka yang selalu mendendangkannya.\u00a0Jawablah dengan jujur. Ucapan\u00a0Bushiri-kah yang benar atau firman-firman Allah dan sabda Rasul-Nya? Renungkan ayat-ayat di atas, lalu bandingkan dengan bait-bait\u00a0<em>kufur<\/em>\u00a0<strong>Qoshidah Burdah<\/strong>\u00a0yang kalian dendangkan. Segeralah kembali ke jalan yang benar sebelum Allah menutup pintu taubat.<\/p>\n<p><strong><em>Ramalan kiamat, upaya mendangkalkan aqidah umat<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Desember 2012 diramalkan sebagai hari H berakhirnya dunia. Ramalan ini bukan kedustaan pertama dalam peradaban manusia. Ramalan-ramalan kiamat sebenarnya telah tercatat dalam catatan panjang sejarah, namun tetap saja ramalan serupa dihembuskan ditengah-tengah manusia. Muslim yang kokoh akidahnya akan segera melihat ramalan ini sebagai kedustaan. Akan tetapi di saat berita ini diterima oleh\u00a0<em>orang\u00a0<\/em>yang lemah imannya, yang tidak mengerti akidah yang benar, goncanglah jiwanya dan sempitlah dadanya.<\/p>\n<p>Ada satu sisi yang ingin kita ingatkan di sini. Sesungguhnya musuh-musuh Islam terus berusaha menghembuskan berita-berita dan keyakinan yang merusak aqidah umat dengan segala media yang mereka miliki. Berita kiamat 2012 adalah sebagian kecil dari upaya musuh Islam mendangkalkan aqidah dan akhlak kaum muslimin.<\/p>\n<p>Dari sini muncul sebuah pertanyaan: \u201cApa benteng untuk menghadapi perang pemikiran itu?\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Al-Kitab dan As-Sunnah adalah benteng dari kesesatan<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Al-Kitab dan As-Sunnah adalah pelita di tengah kegelapan dan benteng dari kesesatan. Apapun ujian\/godaan yang menimpa, ketika seorang mengembalikan kepada keduanya niscaya dia dapatkan jawaban yang membantah semua kerancuan.<\/p>\n<p>Seorang mukmin yang mengenal Allah, Rasul-Nya dan agama Islam, ketika ramalan kiamat mengetuk gendang telinganya ia akan segera tersentak dan menjawab bahwa dalil-dalil Al-Kitab dan As-Sunnah secara tegas menunjukkan bahwa kiamat tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.<\/p>\n<p>Di akhir majelis, sejenak kita baca sebuah hadits di antara hadits-hadits yang membantah ramalan kiamat 2012, yaitu hadits tentang turunnya Isa bin Maryam alaihissalam ke muka bumi. Beliau akan turun dan menetap di dunia selama tujuh tahun. Dalam hadits tersebut dikatakan:<\/p>\n<p>\u0641\u064e\u064a\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e\u062b\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u0650\u064a\u0652\u0633\u064e\u0649 \u0628\u0652\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0645\u064e \u2026 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u062b\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0633\u064e\u0628\u0652\u0639\u064e \u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064e\u062f\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064c\u060c \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0631\u0650\u064a\u0652\u062d\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0642\u0650\u0628\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e\u0649 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f \u0630\u064e\u0631\u0651\u064e\u0629\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0628\u064e\u0636\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f<\/p>\n<p><em>\u201cMaka Allah utus \u2018Isa bin Maryam\u00a0<\/em><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[12]<\/strong><\/span><em>\u00a0\u2026 kemudian hiduplah manusia selama tujuh tahun, tidak ada permusuhan antara dua orang,\u00a0<\/em><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[13]<\/strong><\/span><em>\u00a0hingga Allah kirimkan angin dari arah Syam. Tidak ada seorangpun di muka bumi yang ada kebaikan atau iman dalam hatinya melainkan angin ini akan mewafatkannya.\u201d\u00a0<\/em><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[14]<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Kita katakan, seandainya Nabi Isa turun di tahun ini, 2010 M, niscaya beliau akan tinggal di dunia tujuh tahun ke depan. Artinya, kita bisa pastikan bahwa 2012 bukanlah hari kiamat yang mereka sangkakan.<\/p>\n<p>Kaum muslimin,\u00a0<em>rahimakumullah<\/em>. Setelah hadits ini dan hadits-hadits yang demikian banyak menunjukkan kedustaan semua ramalan kiamat, akankah kemudian seorang yang beriman terusik dengan berita-berita dusta itu?<\/p>\n<p><em>Wallahu a\u2019lam bish-shawab. Walhamdulillahi Rabbil \u2018alamin. Wa shallalahu \u2018ala Muhammadin wa \u2018ala alihi wa shahbihi wa sallam.<\/em><\/p>\n<p>Sumber: <strong><a href=\"Sumber:%20http:\/\/asysyariah.com\/kiamat-sudah-dekat-namun-tak-ada-seorang-pun-mengerti\/\" target=\"_blank\">Majalah Asy Syariah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Catatan Kaki:<\/p>\n<ol>\n<li>Al-Bukhari no. 2268.<\/li>\n<li>Sebuah gunung 12 mil selatan Makkah. Lihat\u00a0<strong>An-Nihayah fi Gharibil Hadits<\/strong>\u00a0(4\/88).<\/li>\n<li><strong>Musnad Al-Imam Ahmad<\/strong>\u00a0(8\/176 no. 5966) dengan tahqiq Asy-Syaikh Ahmad Syakir, beliau berkata:\u00a0<em>\u201cSanadnya shahih.\u201d<\/em><\/li>\n<li>Al-Bukhari (6\/495 no. 3459)<\/li>\n<li>HR. Muslim dalam\u00a0<strong>As-Shahih<\/strong>\u00a0(2\/585 no.854) dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Shakhr Ad-Dausi radhiyallahuanhu.<\/li>\n<li>HR. Al-Hakim dalam\u00a0<strong>Al-Mustadrak<\/strong>\u00a0(4\/603). Ibnu Hajar menghasankannya dalam\u00a0<strong>Al-Fath\u00a0<\/strong>(11\/447), dishahihkan Al-Albani dalam\u00a0<strong>Ash-Shahihah<\/strong>\u00a0(3\/65 no. 1078).<\/li>\n<li>Al-Bukhari meriwayatkan hadits Anas radhiyallahuanhu\u00a0dalam\u00a0<strong>Shahih<\/strong>-nya no. 3688.<\/li>\n<li>Lihat\u00a0<strong>An-Nihayah\u00a0Fil Fitan Wal Malahim\u00a0<\/strong>(1\/195).<\/li>\n<li>Ucapan Ibnul Qayyim menunjukkan bahwa kitab\u00a0<strong>Al-Manarul Munif<\/strong>\u00a0ditulis sekitar tahun 749 H, yaitu 251 tahun sebelum tahun 1000 H. Kini kita memasuki tahun 1431 H, kedustaan itu semakin terang. Jika berita ini benar dari Rasulullah <em>shalallahu\u2019alaihi wa sallam<\/em>\u00a0niscaya kiamat sudah terjadi 431 tahun silam.<\/li>\n<li><strong>Musnad Imam Ahmad<\/strong>\u00a0(1\/53) dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahuanhu.<\/li>\n<li>Muhammad bin Sa\u2019id Al-Bushiri, (608-695 H) berkubang dalam lumpur tashawuf, dibenci manusia lantaran kata-katanya yang kotor. Meminta-minta bahkan menjilat penguasa demi harta, adalah kebiasaannya. Menetapi tarekat Syadziliyyah dan menulis\u00a0<strong>Qashidah Burdah\u00a0<\/strong>yang dipenuhi\u00a0<em>ghuluw<\/em>, bid\u2019ah dan kesyirikan.<\/li>\n<li>Yakni Allah turunkan beliau dari langit.<\/li>\n<li>Di masa Isa bin Maryam As bumi penuh dengan keadilan dan keamanan bahkan disebutkan dalam riwayat bahwasannya anak-anak kecil bermain dengan ular-ular tidak ada sedikitpun bahaya. Lihat Musnad Imam Ahmad (2\/406) dan dishahihkan sanadnya oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (6\/493)<\/li>\n<li>HR. Imam Muslim dalam\u00a0<strong>Shahih<\/strong>-nya no.2940<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KIAMAT SUDAH DEKAT NAMUN TIADA SEORANG PUN MENGERTI Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc. &nbsp; Dari Anas bin Malik\u00a0radhiyallahuanhu: Rasulullah\u00a0shalallahu\u2019alaihi wa sallam\u00a0bersabda: \u0628\u064f\u0639\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064f \u0643\u064e\u0647\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 -\u0648\u064e\u0636\u064e\u0645\u0651\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0628\u064e\u0629\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u0633\u0652\u0637\u064e\u0649 \u201cAku diutus, dan kiamat (demikian dekat) sebagaimana (dekatnya) dua jari ini.\u201d Beliau rapatkan jari telunjuk dan jari tengah. Takhrij Hadits Hadits Anas bin Malik\u00a0radhiyallahuanhu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7741,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[1899],"class_list":["post-7736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-kiamat-sudah-dekat-namun-tiada-seorang-pun-mengerti"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7736"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7736\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}