{"id":7312,"date":"2014-10-14T18:23:22","date_gmt":"2014-10-14T10:23:22","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=7312"},"modified":"2014-12-04T05:01:40","modified_gmt":"2014-12-03T21:01:40","slug":"ibadah-yang-disertai-riya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=7312","title":{"rendered":"Ibadah Yang Disertai Riya&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ibadah-Yang-Disertai-Riya.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-7342\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ibadah-Yang-Disertai-Riya-300x168.jpg\" alt=\"Ibadah Yang Disertai Riya\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ibadah-Yang-Disertai-Riya-300x168.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ibadah-Yang-Disertai-Riya.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>IBADAH DISERTAI RIYA\u2019<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">Apa hukum ibadah yang disertai riya?<\/span><\/p>\n<p><strong>Jawab:<\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini jawaban Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih al-Utsaimin rahimahullah\u00a0terhadap pertanyaan di atas.<\/p>\n<p>Riya yang menyertai ibadah itu ada tiga macam:<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><em> Riya yang sejak awal mendorong seseorang untuk melakukan ibadah.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Contohnya, seseorang melaksanakan shalat untuk Allah Subhanahuwata\u2019ala dengan tujuan mendapat pujian\/sanjungan manusia atas shalatnya. Riya yang seperti ini membatalkan ibadah.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><em> Riya menyertai ibadah di tengah-tengah pelaksanaan ibadah.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Artinya, di awal ibadah ia ikhlas melakukannya karena Allah Subhanahuwata\u2019ala, kemudian di tengah ibadah datanglah riya. Ibadah seperti ini tidak luput dari dua kemungkinan:<\/p>\n<ul>\n<li>Ibadah yang awal tidak berkaitan dengan akhir ibadah, maka yang awal (yang ikhlas semata karena Allah Subhanahuwata\u2019ala) sah sedangkan yang didatangi riya batal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Misalnya, seseorang memiliki uang seratus riyal yang ingin disedekahkan. Pada kesempatan pertama, ia mengeluarkan sedekah lima puluh riyal dengan ikhlas. Ketika hendak mengeluarkan lima puluh riyal yang tersisa, datanglah riya. Untuk kasus yang semacam ini, sedekah yang awal sahih dan diterima, sedangkan sedekah yang belakangan adalah sedekah yang batil karena keikhlasannya telah dicampuri riya.<\/p>\n<ul>\n<li>Ibadah yang awal berkaitan dengan yang akhir.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada ibadah yang seperti ini, seseorang tidak lepas dari dua keadaan:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">(1). \u00a0Ia berusaha menolak riya tersebut dan tidak merasa tenang dengannya. Bahkan, ia berusaha berpaling dari riya dan membencinya.<br \/>\nJika seperti ini, riya tersebut tidak berpengaruh sedikit pun terhadap ibadah, berdasar sabda Nabi Shalallahu\u2019alaihi wa sallam :<\/p>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0648\u064e\u0632\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0651\u062a\u0650\u064a \u0645\u064e\u0627 \u062d\u064e\u062f\u064e\u0651\u062b\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f\u0633\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e\u0644\u064e\u0651\u0645\u0652<br \/>\n\u201cSesungguhnya, Allah memaafkan dari umatku apa yang diucapkan oleh jiwanya (betikan hati) selama belum diamalkannya <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[1]\u00a0<\/strong><\/span>atau diucapkannya (dengan lisan).\u201d <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[2]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\">(2). \u00a0Ia merasa tenang-tenang saja dengan riya yang muncul tersebut dan tidak berusaha menolaknya.<\/p>\n<p>Apabila demikian keadaannya, batallah seluruh ibadahnya karena ibadah yang awal bergandengan dengan yang akhirnya.<br \/>\nContoh kasusnya, seseorang memulai shalatnya dengan ikhlas karena Allah Subhanahuwata\u2019ala. Datang riya pada rakaat yang kedua (tanpa ia berusaha melawan dan melepaskan diri darinya), maka batallah seluruh shalatnya karena bagian yang awalnya bergandengan dengan yang akhirnya.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #ff0000;\"><em>Riya datang setelah selesai melakukan ibadah.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Hal ini tidak memengaruhi ibadah yang telah selesai dilakukan dan tidak membatalkannya karena ibadah tadi telah selesai. Ibadah tersebut sah, tidak rusak disebabkan oleh riya yang muncul setelahnya.<\/p>\n<p>Yang perlu diketahui, tidak termasuk riya ketika seseorang merasa gembira saat ada orang yang mengetahui ibadahnya karena hal itu muncul setelah ia selesai melakukan ibadah. Tidak pula termasuk riya ketika seseorang merasa senang dengan ketaatan yang telah dilakukannya karena hal itu justru menjadi bukti akan keimanannya. Nabi Shalallahu\u2019alaihi wa sallam bersabda:<\/p>\n<p>\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0633\u064e\u0631\u064e\u0651\u062a\u0652\u0647\u064f \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0633\u064e\u064a\u0650\u0651\u0626\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f<\/p>\n<p>\u201cSiapa yang kebaikannya menggembirakannya dan kejelekannya menyusahkannya, maka dia adalah seorang mukmin.\u201d <strong><span style=\"color: #0000ff;\">[3]<\/span><\/strong><\/p>\n<p>Nabi Shalallahu\u2019alaihi wa sallam pernah ditanya tentang hal tersebut. Beliau Shalallahu\u2019alaihi wa sallam bersabda:<\/p>\n<p>\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0644\u064f \u0628\u064f\u0634\u0652\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650<\/p>\n<p>\u201cItu adalah kabar gembira yang disegerakan untuk seorang mukmin.\u201d<span style=\"color: #0000ff;\"><strong> [4]<\/strong><\/span><\/p>\n<p><strong>[Majmu\u2019 Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin, 2\/206\u2014207]<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">*<\/span><\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/ibadah-disertai-riya\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<\/p>\n<p><strong>Catatan Kaki:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Oleh anggota badan.<\/li>\n<li>HR. Ahmad dalam Musnad-nya, al-Bukhari dalam Shahih-nya, dan selain keduanya.<\/li>\n<li>HR. ath-Thabarani dan dinyatakan sahih dalam Shahihul Jami\u2019 no. 6294.<\/li>\n<li>HR. Muslim dalam Shahih-nya.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IBADAH DISERTAI RIYA\u2019 Apa hukum ibadah yang disertai riya? Jawab: Berikut ini jawaban Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih al-Utsaimin rahimahullah\u00a0terhadap pertanyaan di atas. Riya yang menyertai ibadah itu ada tiga macam: Riya yang sejak awal mendorong seseorang untuk melakukan ibadah. Contohnya, seseorang melaksanakan shalat untuk Allah Subhanahuwata\u2019ala dengan tujuan mendapat pujian\/sanjungan manusia atas shalatnya. Riya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7342,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[1786],"class_list":["post-7312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-ibadah-yang-disertai-riya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7312"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7312\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}