{"id":6642,"date":"2014-09-21T16:02:59","date_gmt":"2014-09-21T08:02:59","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=6642"},"modified":"2015-06-07T14:46:28","modified_gmt":"2015-06-07T06:46:28","slug":"apakah-air-hujan-berasal-dari-uap-air-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=6642","title":{"rendered":"Apakah Air Hujan Berasal Dari Uap Air Laut?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong>AIR HUJAN BERASAL DARI UAP AIR LAUT?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Tanya:<\/strong> <span style=\"color: #0000ff;\">Apakah benar teori yang mengatakan bahwa air hujan berasal dari uap air yang menguap dari air laut?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Dijawab oleh al-Ustadz Abu \u2018Abdillah Muhammad as-Sarbini al-Makassari<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Alhamdulillah, masalah ini telah diterangkan oleh para ulama dengan dalil-dalilnya. Di antaranya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, al-Imam Ibnul Qayyim, dan al-Imam Ibnu Baz Rahimahullah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ibnu Taimiyah berkata dalam Majmu\u2019 al-Fatawa (24\/262), \u201cHujan yang turun diciptakan oleh Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/em>di angkasa dari awan. Dari awan itulah hujan tercurah, sebagaimana firman Allah\u00a0<em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cMaka terangkanlah kepadaku tentang air yang kalian minum. Kaliankah yang menurunkannya dari awan atau Kamikah yang menurunkannya?\u201d<\/em> (al-Waqi\u2019ah: 68\u201469)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Begitu pula firman Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cDan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.\u201d<\/em> (an-Naba\u2019: 14)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Demikian pula firman Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cMaka engkau pun melihat hujan keluar dari celah-celahnya.\u201d<\/em> (an-Nur: 43)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Yakni dari celah-celah awan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Firman Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em> pada beberapa ayat lainnya: \ufb6c \ufb6d , artinya dari atas. Kata as-sama\u2019 adalah isim jenis<span style=\"color: #0000ff;\"><strong> [1]<\/strong> <\/span>untuk sesuatu yang tinggi (di atas). Boleh jadi maknanya adalah untuk di atas \u2018Arsy <strong><span style=\"color: #0000ff;\">[2]<\/span><\/strong>, atau bermakna benda-benda angkasa, atau atap rumah. Hal itu tergantung perangkat bahasa yang bergandeng dengan kata tersebut. Substansi (zat) asal air hujan terkadang diciptakan dari udara yang ada di angkasa dan terkadang diciptakan dari uap air yang menguap dari bumi. Inilah yang disebutkan oleh ulama muslimin dan ahli filsafat<strong><span style=\"color: #0000ff;\"> [3]<\/span> <\/strong>pun sependapat dengan ini.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Asy-Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah\u00a0berkata dalam Majmu\u2019 al-Fatawa (13\/87), \u201cUlama menyebutkan (penciptaan air hujan) bahwasanya uap air yang menguap dari lautan bisa jadi terkumpul darinya air di awan dan Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/em>\u00a0mengubah rasanya yang asin menjadi tawar. Bisa jadi pula, Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/em>\u00a0menciptakan air di angkasa (awan), kemudian tercurah sebagai air hujan yang menyirami manusia dengan perintah Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>. Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu sebagaimana firman-Nya:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cSesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, \u2018Jadilah!\u2019 Maka terjadilah ia.\u201d (Yasin: 82)<br \/>\nMakna ini disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam kitab Miftah Dar as-Sa\u2019adah, dan disebutkan pula oleh selainnya. Telah tsabit (tetap) dalam hadits-hadits sahih bahwa air memancar keluar dari sela-sela jari-jemari Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0\u00a0di Madinah dan di luar Madinah, lalu orang-orang minum dan berwudhu darinya. Hal itu termasuk dari ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/em>\u00a0yang besar, yang menunjukkan kemahasempurnaan kekuasaan Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/em>, ilmu, rahmat, dan karunia-Nya, serta kebenaran Rasul-Nya <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>FUNGSI PETIR MENURUT SYARIAT<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Petir itu menurut syariat fungsinya apa? Melempar setan?<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Yang berfungsi untuk melempar setan adalah bintang yang dijatuhkan oleh Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/em>. Ini adalah salah satu fungsi diciptakannya bintang-bintang di langit, sebagaimana dikabarkan oleh Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/em>\u00a0dalam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Adapun fungsi petir dan kilat, sebagai jawabannya kami nukilkan keterangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu\u2019 al-Fatawa (24\/263\u2014264), \u201cAdapun petir dan kilat, terdapat keterangan pada hadits marfu\u2019 (disandarkan sebagai sabda Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>) yang diriwayatkan dalam kitab Sunan at-Tirmidzi dan lainnya, Rasulullah <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0ditanya tentang ar-ra\u2019d (petir). Beliau <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0menjawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064f\u0648\u064e\u0643\u064e\u0651\u0644\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650\u060c \u0645\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u062e\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0642\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0646\u0627\u064e\u0631\u064d \u064a\u064e\u0633\u064f\u0648\u0642\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cMalaikat dari malaikat-malaikat Allah yang ditugasi mengatur urusan awan di tangannya ada alat (cambuk) <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[4]<\/strong><\/span> dari api untuk mengarak awan menurut kehendak Allah.\u201d<span style=\"color: #0000ff;\"><strong> [5]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pada kitab Makarim al-Akhlaq karya al-Kharaithi, terdapat atsar dari Ali <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u0623\u064e\u0646\u064e\u0651\u0647\u064f \u0633\u064f\u0626\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u0639\u0652\u062f\u0650\u060c \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c. \u0648\u064e\u0633\u064f\u0626\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0631\u0652\u0642\u0650\u060c \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0645\u064e\u062e\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0652\u0642\u064f \u0628\u0650\u0623\u064e\u064a\u0652\u062f\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0627\u064e\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650. \u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0652 \u0631\u0650\u0648\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f: \u0645\u064e\u062e\u064e\u0627\u0631\u0650\u064a\u0652\u0642\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u0652\u062f\u064d \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Beliau ditanya tentang petir, maka beliau menjawab, \u201cMalaikat.\u201d Beliau ditanya lagi tentang kilat, beliau menjawab, \u201cCambuk-cambuk di tangan para malaikat.\u201d Pada riwayat lain beliau berkata, \u201cCambuk-cambuk dari besi di tangan malaikat.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Telah diriwayatkan pula atsar-atsar yang semakna dengan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Begitu pula telah diriwayatkan keterangan lain dari beberapa salaf yang tidak menyelisihi keterangan di atas, seperti ucapan sebagian mereka, \u201cSesungguhnya petir itu adalah (suara) benturan subtansi-subtansi (zat-zat) awan akibat adanya tekanan udara dalam awan.\u201d Keterangan ini tidaklah kontradiksi dengan keterangan di atas karena ar-ra\u2019d (petir\/guruh) adalah mashdar dari \u0631\u064e\u0639\u064e\u062f\u064e (ra\u2019ada artinya telah berguruh), \u064a\u064e\u0631\u0652\u0639\u064f\u062f\u064f (yar\u2019udu artinya sedang\/akan berguruh), \u0631\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627 (ra\u2019dan artinya guruh\/petir).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Demikian pula \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u0627\u0639\u0650\u062f\u064f (ar-ra\u2019id artinya yang berguruh) dinamakan (\u0631\u064e\u0639\u0652\u062f\u064b\u0627) ra\u2019dan (petir\/guruh), seperti halnya \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u064f (al-\u2018adil artinya yang adil) dinamakan \u0639\u064e\u062f\u0652\u0644\u0627\u064b\u064b (\u2018adlan artinya adil).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gerakan yang ada mengharuskan keluarnya suara, sementara para malaikatlah yang menggerakkan (mengarak) awan. Mereka memindahkannya dari satu tempat ke tempat lainnya. Seluruh gerakan yang terjadi di alam atas dan alam bawah, yang mengaturnya adalah para malaikat. Suara manusia pun bersumber dari benturan anggota-angota tubuhnya, yaitu kedua bibirnya, lidahnya, gigi-giginya, anak lidah (anak tekak), dan tenggorokan. Bersama dengan itu, manusia disifati bahwa dia bertasbih kepada Rabbnya, memerintahkan kepada yang kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Jika begitu, petir adalah suara menghardik awan.<span style=\"color: #0000ff;\"><strong> [6]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Begitu pula halnya dengan kilat. Telah dikatakan, \u201c(Kilat itu) kilauan air atau kilauan api.\u201d Hal ini pun tidak menafikan (menampik) bahwa kilat itu adalah cambuk yang ada di tangan malaikat, karena api yang berkilau di tangan malaikat seperti cambuk, seperti penggiring hujan. Malaikat menggiring (mengarak) awan seperti halnya penunggang menggiring binatang tunggangannya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Catatan Kaki:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">1. Istilah dalam ilmu nahwu.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">2. Yaitu tempat Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/em>\u00a0berada.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">3. Ibnu Taimiyah Rahimahullah\u00a0menyebutkan pendapat ahli filsafat di sini bukan dalam rangka mengangkat kedudukan mereka, karena ilmu filsafat dan ilmu\u00a0kalam tidak berasal dari Islam tetapi dari Yunani yang menyusup ke dalam tubuh kaum muslimin. Ilmu filsafat dan ilmu kalam tercela dan haram. Kata Abu Yusuf al-Qadhi, \u201cBarang siapa menuntut agama (syariat) ini dengan ilmu kalam (filsafat), dia akan menjadi zindiq (munafik).\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">4. Lihat penjelasan makna makhariq (alat semacam cambuk) dalam an-Nihayah fi Gharib al-Atsar karya Ibnul Atsir.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">5. Setelah itu beliau ditanya lagi tentang suara petir yang terdengar itu. Beliau <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0menjawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u0632\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0632\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u064a\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cHardikannya terhadap awan jika ia menghardiknya (untuk mengaraknya) hingga berhenti di tempat yang\u00a0diperintahkannya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ini adalah hadits Ibnu \u2018Abbas <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0dengan riwayat at-Tirmidzi (pada Kitab Tafsir al-Qur\u2019an, Bab Wa min Surah ar-Ra\u2019d no. 3117) tentang kedatangan sekelompok Yahudi menemui Rasulullah <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0dan bertanya tentang petir. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad, ath-Thabarani, adh-Dhiya\u2019 al-Maqdisi, dan lainnya dengan lafadz:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0628\u0650\u064a\u0650\u0651 n \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627: \u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0633\u0650\u0645\u0650\u060c \u0646\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u064a\u064e\u0627\u0621\u064e \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u062a\u064e\u0651\u0628\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u064e\u0651\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0643\u064e \u0648\u064e\u0622\u0645\u064e\u0646\u064e\u0651\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064e \u2026 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u0652\u0628\u0650\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e\u061f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e: \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u0639\u0652\u062f\u064f \u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064c \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0627\u064e\u0626\u0650\u0643\u064e\u0629\u0650 \u0645\u064f\u0648\u064e\u0643\u064e\u0651\u0644\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u062d\u064e\u0627\u0628\u0650 (\u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 -\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0652 \u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650- \u0645\u0650\u062e\u0652\u0631\u064e\u0627\u0642\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0646\u064e\u0627\u0631\u064d \u064a\u064e\u0632\u0652\u062c\u064f\u0631\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e) \u0648\u064e\u0627\u0644\u0635\u064e\u0651\u0648\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0652 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0632\u064e\u062c\u0652\u0631\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u062d\u064e\u0627\u0628\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0632\u064e\u062c\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u064a\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0623\u064e\u0645\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sekelompok orang Yahudi menemui Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0dan berkata, \u201cWahai Abul Qasim, kami akan bertanya kepadamu tentang beberapa hal. Jika engkau menjawabnya, kami akan mengikutimu, membenarkanmu dan beriman kepadamu \u2026 Kabarkan kepada kami tentang petir, apakah itu?\u2019\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda, \u201cPetir adalah salah satu malaikat Allah yang ditugasi mengurus awan, (di kedua tangannya\u2014atau di tangannya\u2014ada cambuk dari api untuk menghardik awan), dan suara yang terdengar darinya adalah hardikannya terhadap awan jika ia menghardiknya hingga berhenti di tempat yang diperintahkannya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Yang dalam kurung adalah tambahan lafadz dari adh-Dhiya\u2019 pada salah satu riwayatnya. Dinyatakan berderajat sahih oleh al-Albani. Lihat ash-Shahihah (no. 1872).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">6. Ini sesuai dengan sabda Rasul <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0pada kelanjutan hadits Ibnu \u2018Abbas <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0di atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber: <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/air-hujan-berasal-dari-uap-air-laut\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AIR HUJAN BERASAL DARI UAP AIR LAUT? Tanya: Apakah benar teori yang mengatakan bahwa air hujan berasal dari uap air yang menguap dari air laut? Dijawab oleh al-Ustadz Abu \u2018Abdillah Muhammad as-Sarbini al-Makassari Alhamdulillah, masalah ini telah diterangkan oleh para ulama dengan dalil-dalilnya. Di antaranya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, al-Imam Ibnul Qayyim, dan al-Imam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10156,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1629],"class_list":["post-6642","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-air-hujan-berasal-dari-uap-air-laut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6642"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6642\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}