{"id":6359,"date":"2014-09-15T05:27:10","date_gmt":"2014-09-14T21:27:10","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=6359"},"modified":"2014-09-15T05:59:48","modified_gmt":"2014-09-14T21:59:48","slug":"kontroversi-ibnu-saba-al-yahudi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/kontroversi-ibnu-saba-al-yahudi\/","title":{"rendered":"Kontroversi Ibnu Saba\u2019 Al-Yahudi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Kontroversi-Ibnu-Saba.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-6429\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Kontroversi-Ibnu-Saba-300x168.jpg\" alt=\"Kontroversi Ibnu Saba\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Kontroversi-Ibnu-Saba-300x168.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Kontroversi-Ibnu-Saba.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>KONTROVERSI IBNU SABA&#8217; AL-YAHUDI<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Abdullah bin Saba\u2019 dalam tarikh<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pembahasan jati dirinya adalah bagian penting dalam kajian tarikh Islam. Meskipun keberadaan Ibnu Saba\u2019 sudah menjadi ijma\u2019 (kesepakatan) ahli hadits, ahli al-jarh wat ja\u2019dil, ahlitarikh, juga penulis kitab-kitab al-milal wan nihal dan firaq (aliran-aliran dalam Islam), namun pada sebagian kalangan, kontroversi keberadaannya sebagai sosok penebar fitnah dan kedustaan tetap saja menjadi perbincangan dan bahan perdebatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Orientalis bersama firqah-firqah sesat seperti agama Rafidhah (Syi\u2019ah) berupaya keras menghilangkan jejak Ibnu Saba\u2019 dari tarikh dan menampakkannya sebagai tokoh khayal.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Upaya tersebut bukan perjuangan tanpa tujuan. Banyak maksud buruk terselip di balik usaha itu. Di antaranya, mengaburkan sejarah wafatnya khalifah Utsman bin \u2018Affan <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0dan fitnah-fitnah berikutnya di masa khalifah Ali bin Abi Thalib <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>, yang sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari peran sosok Yahudi yang buruk ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Rafidhah (Syi\u2019ah) juga memiliki maksud buruk lain, yaitu upaya memendam keterkaitan antara Rafidhah sebagai agama baru dengan ajaran Yahudi yang dibawa Ibnu Saba\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pembaca rahimakumullah. Agama Rafidhah \u2013sebagaimana diterangkan ulama\u2013 memiliki banyak sisi persamaan dengan Yahudi. Mengapa demikian? Karena memang agama Rafidhah dipelopori oleh Ibnu Saba\u2019, seorang Yahudi yang menampakkan keislaman di tengah barisan kaum muslimin. Oleh karena itulah, Rafidhah tidak ingin diketahui bahwa mereka sejatinya adalah anak dan kaki tangan Yahudi. Sebagaimana mereka juga tidak ingin terlihat adanya hubungan mesra dengan Yahudi yang selalu membantu tumbuh berkembangnya Rafidhah di tengah-tengah muslimin untuk merusak ajaran Islam yang murni.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dari itikad-itikad buruk inilah, mereka menyatukan langkah menghilangkan fakta-fakta sejarah tentang Ibnu Saba\u2019 dengan berbagai cara. Di antaranya memasukkan apa yang sebenarnya tidak terjadi dalam tarikh serta menggantinya dengan kedustaan atau memberikan penafsiran-penafsiran salah terkait dengan kejadian-kejadian tarikh.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sadar atau tidak, pengaburan ini merupakan salah satu dari sekian bentuk upaya perusakan Islam. Hingga tidak sedikit dari kaum muslimin terbawa pola pemikiran mereka tersebut, kemudian terjerat dalam tipu muslihatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Musuh-musuh Islam berupaya memerangi Islam dengan berbagai cara, di antaranya dengan merusak tarikh Islam. Terlebih yang terkait dengan sejarah sahabat-sahabat Rasulullah <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>, sebagaimana hal ini diisyaratkan Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah\u00a0(wafat 728 H). Beliau berkata dalam Al-\u2019Aqidah Al-Wasithiyah ketika menyebutkan akidah Ahlus Sunnah tentang sahabat-sahabat Rasulullah <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>: \u201cDan mereka (Ahlus Sunnah) mengatakan bahwa atsar-atsar yang diriwayatkan tentang kejelekan sahabat, di antaranya ada yang dusta, di antaranya ada berita yang telah ditambah-tambah, dikurangi atau diubah-ubah\u2026\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Demikian kaidah penting terkait dengan upaya musuh-musuh Islam menebarkan kedustaan dan kerancuan dalam tarikh sahabat, yang tiada lain bertujuan merusak Islam. Tetapi bagaimanapun musuh Islam berusaha mencemarkan kemuliaan sahabat, pertolongan Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>\u00a0atas agama ini adalah kepastian yang tidak bisa ditawar lagi. Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>\u00a0berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cMereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.\u201d<\/em> (Ash-Shaff: 8)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Beberapa upaya pengaburan Ibnu Saba\u2019<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Orientalis demikian gigih mengingkari keberadaan Ibnu Saba\u2019 dengan argumen-argumen yang sangat lemah dan nyata dibuat-buat. Sebut saja di antara mereka, Bernard Lewis, seorang Yahudi berkebangsaan Inggris, Julius Wellhausen (Jerman), Friedlaender dan Caetani Leone (Italia). Diikuti pula orang-orang yang terpengaruh orientalis, seperti Dr. Toha Husain (Mesir) dan Dr. Muhammad Kamil Husain. Rafidhah tidak pula ketinggalan berjalan mengekor seperti layaknya anjing di belakang tuannya \u2013sambil menjulurkan lidah-lidah mereka\u2013, seperti Muhammad Jawad, Murtadha \u2018Askari, Dr. \u2018Ali Wardi, Dr. Kamil Syaibi, dan lainnya. Dengan lantang mereka semua berteriak di atas kebodohan dan hawa nafsu bahwa Ibnu Saba\u2019 hanya khayalan, keberadaannya hanyalah sebuah legenda. <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[1]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pembaca rahimakumullah. Di antara syubhat mereka untuk menolak keberadaan Ibnu Saba\u2019, adalah klaim bahwa Ibnu Saba\u2019 tidak termaktub dalam referensi-referensi tarikh kecuali riwayat Saif bin \u2018Umar At-Taimi, sementara ia bersendiri dalam meriwayatkan keberadaan Ibnu Saba\u2019, dan riwayatnya tertolak. Demikian kata mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sebenarnya, bagi sedikit saja yang mau melihat riwayat-riwayat tarikh barang sejenak, dengan mudah menyimpulkan bahwa dalil mereka sangat lemah bahkan dusta. Terlebih jika memahami maksud buruk yang terselip dalam dada mereka. Allahu musta\u2019an.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Abdullah bin Saba\u2019 adalah nyata, bukan sosok khayalan<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Keberadaan Abdullah bin Saba\u2019 tidak perlu diragukan. Dalih bahwa Saif bin \u2018Umar At-Taimi bersendiri dalam meriwayatkan adanya Ibnu Saba\u2019 terbantah dari sekian banyak sisi. Di antaranya:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">1. Keberadaan Ibnu Saba\u2019 Al-Yahudi diriwayatkan dalam riwayat-riwayat lain yang shahih dan hasan dalam banyak referensi tarikh, bukan hanya dari jalan Saif bin \u2018Umar At-Taimi seperti yang mereka dustakan. Di antara riwayat-riwayat tersebut adalah<strong><span style=\"color: #0000ff;\"> [2]<\/span><\/strong>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><em>Pertama:<\/em><\/strong> Ibnu \u2018Asakir dalam Tarikh Dimasyq meriwayatkan dari \u2018Amir bin Syarahil Asy-Sya\u2019bi (wafat 104 H) rahimahullah, beliau berkata:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0628\u0652\u0646\u064f \u0633\u064e\u0628\u064e\u0623\u064d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cOrang yang pertama kali melakukan kedustaan adalah Ibnu Saba\u2019.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><em>Kedua:<\/em> <\/strong>Ibnu \u2018Asakir dalam Tarikh Dimasyq juga meriwayatkan dari Ja\u2019far Ash-Shadiq, tentang kisah kemarahan Ali bin Abi Thalib <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0atas ucapan-ucapan kufur yang terlontar dari mulut Ibnu Saba\u2019. (Lihat riwayatnya pada sub bab: \u201cSepenggal Kisah Ibnu Saba\u2019 di Masa \u2018Ali bin Abi Thalib\u201d)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">2. Disamping riwayat-riwayat shahih dan hasan, banyak riwayat-riwayat dha\u2019if (lemah) tentang keberadaannya sebagai penguat kepastian adanya sosok Ibnu Saba\u2019, sebagaimana keberadaannya telah disepakati ulama Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">3. Lebih menarik lagi sebagai bantahan, ternyata di kalangan orientalis sendiri ada yang secara obyektif berkesimpulan melalui penelitian riwayat dan referensi-referensi tarikh bahwa Abdullah bin Saba\u2019 adalah sosok nyata dalam tarikh, bukan tokoh fiksi! Di antara mereka adalah Reynold Allen Micholson (1945 M) dan Ignaz Goldziher (1921 M). Dua orang ini berkesimpulan tentang adanya sosok Ibnu Saba\u2019 dalam tarikh Islam. Cukuplah hal ini sebagai bantahan, jika mereka masih berakal.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">4. Adapun bagi Rafidhah yang mengelak keberadaan Ibnu Saba\u2019, cukuplah kita katakan pada mereka: \u201cKitab-kitab rujukan kalian dengan tegas menukil riwayat-riwayat keberadaan Ibnu Saba\u2019, bahkan dari jalan imam-imam yang kalian anggap maksum.\u201d Lihat beberapa referensi kalian, sepertiRisalatul Irja\u2019 oleh Hasan bin Muhammad bin Al-Hanafiyah (95 H), Al-Maqalat wal Firaq oleh Sa\u2019d bin Abdullah Al-Asy\u2019ari Al-Qummi (301 H) cet. Teheran 1963; Rijal Al-Kisysyi oleh Abu \u2018Amr dan Muhammad bin \u2018Umar (369 H) cet. Istanbul 1931; Rijal Ath-Thusi, oleh Abu Ja\u2019far Muhammad bin Al-Hasan Ath-Thusi (460 H) cet. Najef 1961 H, dan kitab-kitab lain yang kalian jadikan rujukan, wahai Rafidhah, wahai kaki tangan Yahudi. <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[3]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Empat hal di atas mudah-mudahan cukup sebagai bantahan bagi mereka yang meniadakan Ibnu Saba\u2019 dalam tarikh, jika mereka masih punya sedikit akal.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Ibnu Saba, dan makarnya dalam Islam<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ibnu Saba\u2019 adalah seorang Yahudi yang sangat busuk dan licik. Dia tampakkan keislamannya di zaman Utsman bin \u2018Affan <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0dan menampakkan keshalihan di masa Ali bin Abi Thalib <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>. Di balik topeng kemunafikannya inilah, ia embuskan api fitnah yang demikian besar di tengah umat hingga berkobar fitnah demi fitnah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Peran Ibnu Saba\u2019 sangat besar dalam fitnah pembunuhan Khalifah Utsman bin \u2018Affan <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<span style=\"color: #0000ff;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/em><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[4]<\/strong><\/span>, demikian pula fitnah-fitnah berikutnya di masa khilafah \u2018Ali bin Abi Thalib <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>. Dia pula sesungguhnya yang memegang peran penting munculnya Rafidhah (Syi\u2019ah) sebagai agama baru yang sangat erat pertaliannya dengan ajaran-ajaran kafir Yahudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Antara Abdullah bin Saba\u2019 dan Rafidhah (Syi\u2019ah)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sebagaimana telah disinggung bahwasanya Rafidhah (Syi\u2019ah) adalah agama baru yang berakar dari agama Yahudi yang dibawa dan ditumbuhkembangkan Abdullah bin Saba\u2019 Al-Yahudi. Sisi kesamaan antara agama Syi\u2019ah Rafidhah dengan Yahudi banyak kita jumpai. Semua itu menunjukkan keterkaitan yang sangat erat antara Yahudi dan Rafidhah.<span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[5]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Berikut ini kita nukilkan beberapa sisi kesamaan antara Rafidhah dan pemikiran Ibnu Saba\u2019 Al-Yahudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">1. Dia adalah orang pertama yang menyebarkan keyakinan ke-rububiyah-an dan ke-uluhiyah-an Ali bin Abi Thalib <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>. Ali adalah ilah (sesembahan) dan Rabb (pengatur alam semesta). Keyakinan Ibnu Saba\u2019 ini ada pada Rafidhah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Referensi Syi\u2019ah sendiri yang menyebutkan bahwa Ibnu Saba\u2019 menyebarkan keyakinan kufur tersebut. Lihat sebagai bukti pada kitab rujukan mereka: Pertama: Rijal Al-Kisysyi (hal. 98, cet. Karbala), dan kedua: Tanqihul Maqal Fi Ahwali Ar-Rijal (2\/183-184, cet. Najef, 1350 H. (Dari risalah Ibnu Saba\u2019 Haqiqah La Khayal karya Dr. Sa\u2019di Al-Hasyimi)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">2. Ibnu Saba\u2019 adalah orang pertama yang memunculkan akidah wasiat, yaitu keyakinan bahwa Rasulullah n telah mewasiatkan kepada Ali <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0untuk menjadi khalifah sepeninggal beliau. Keyakinan wasiat Ibnu Saba\u2019 ini ada pada Rafidhah, bahkan merupakan bagian penting dari aqidah Rafidhah.<span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[6]<\/strong><\/span> Bukankah hal ini menunjukkan keterkaitan yang erat antara agama Rafidhah dengan Ibnu Saba\u2019? Keyakinan wasiat Ibnu Saba\u2019 adalah hasil pemikiran Yahudinya sebelum ia menyusup di tengah-tengah muslimin.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Buku-buku rujukan Syi\u2019ah sendiri yang menetapkan bahwa keyakinan wasiat berasal dari Abdullah bin Saba\u2019. Al-Mamaqani dalam bukunya Tanqih Al-Maqal (2\/184) menukil ucapan Muhammad bin \u2018Umar Al-Kisysyi \u2013salah seorang tokoh Rafidhah\u2013 dia berkata: \u201cAhlul ilmi menyatakan bahwa Abdullah bin Saba\u2019 dahulu seorang Yahudi lalu masuk Islam dan berwala\u2019 kepada \u2018Ali <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>. Di masa Yahudinya, dia mengatakan bahwa Yusya\u2019 bin Nun adalah orang yang mendapat wasiat dari Musa. Di masa Islamnya dia juga katakan hal semisal (yakni wasiat, pen.) terhadap \u2018Ali.\u201d <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[7]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">3. Ibnu Saba\u2019 adalah orang pertama yang menyebarkan keyakinan raj\u2019ah, yaitu keyakinan bahwasanya \u2018Ali hidup kembali di dunia sesudah wafatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">4. Ibnu Saba\u2019 adalah orang pertama yang menyebarkan kebencian kepada Abu Bakr Ash-Shiddiq <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0dan \u2018Umar bin Al-Khaththab <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>. Keyakinan ini adalah bagian terpenting dalam akidah Rafidhah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Abu Ishaq Al-Fazari menyebutkan riwayat dengan sanadnya kepada Suwaid bin Ghaflah, bahwasanya dia mengunjungi \u2018Ali <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0di masa kekhilafahannya. Suwaid berkata: \u201cSungguh aku melewati suatu kaum yang mencela Abu Bakr dan \u2018Umar. Mereka juga menyatakan bahwa engkau menyembunyikan pula celaan pada keduanya (yakni Abu Bakr dan \u2018Umar). Di antara kaum itu adalah Abdullah bin Saba\u2019 \u2013dan dia adalah orang pertama yang menampakkan keyakinan ini\u2013.\u201d Maka berkatalah Ali: \u201cApa urusanku dengan si hitam yang busuk ini (yakni Ibnu Saba\u2019)? Aku berlindung kepada Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>\u00a0dari memendam dalam hati sesuatu pada keduanya melainkan kebaikan.\u201d Kemudian \u2018Ali <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0membuang Ibnu Saba\u2019 ke Mada\u2019in\u2026 (Ibnu Hajar membawakan riwayat kisah ini dalam Lisanul Mizan (3\/290) dengan sanad yang shahih)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Demikian di antara pemikiran-pemikiran Ibnu Saba\u2019 Yahudi yang diembuskan di tengah kaum muslimin untuk merusak akidah. Pemikiran tersebut benar-benar serupa dan sama dengan akidah yang ada pada Rafidhah (Syi\u2019ah) yang memang ditumbuhkan oleh Ibnu Saba\u2019 Al-Yahudi.<span style=\"color: #0000ff;\"><strong> [8]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Untuk menyembunyikan cela ini, Rafidhah berjalan bersama orientalis dalam usahanya menghilangkan jejak Ibnu Saba\u2019 untuk kepentingan mereka. Namun usaha Rafidhah itu adalah usaha yang sia-sia. Karena keberadaan Ibnu Saba\u2019 merupakan kesepakatan (ijma\u2019) ahli hadits, Ahlus Sunnah wal Jama\u2019ah, demikian pula kesepakatan ahli tarikh. Bahkan kitab-kitab rujukan Rafidhah sendiri menetapkan keberadaan Ibnu Saba\u2019, sebagaimana telah lalu penyebutannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Apakah masuk akal, jika mereka mengingkari kitab-kitab yang mereka sucikan dan agungkan? Mustahil tentunya, kecuali jika mereka telah dungu atau kehilangan akal, atau telah berubah menjadi kera sebagaimana nenek moyang mereka. Dan inilah kenyataannya!!!<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sepenggal Kisah Ibnu Saba\u2019 di masa \u2018Ali bin Abi Thalib\u00a0<em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ibnu \u2018Asakir rahimahullah\u00a0dalam Tarikh Dimasyq meriwayatkan dari Ash-Shadiq <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[9]<\/strong><\/span> dari Jabir bin Abdillah <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>: Ketika \u2018Ali dibaiat (sebagai khalifah) beliau berkhutbah di hadapan manusia. Berdirilah Abdullah bin Saba\u2019 mengatakan pada Ali <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>: \u201cEngkau adalah makhluk bumi (yang Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>\u00a0janjikan)<span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[10]<\/strong><\/span>.\u201d Ali <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0marah seraya berkata: \u201cTakutlah engkau kepada Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>!\u201d Ibnu Saba\u2019 menimpali: \u201cEngkau malaikat.\u201d Ali berkata: \u201cTakutlah engkau kepada Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>!\u201d Ibnu Saba\u2019 kembali berkata: \u201cEngkaulah yang menciptakan makhluk dan meluaskan rizki!\u201d Seketika itu Ali memerintahkan untuk membunuh Ibnu Saba\u2019, tetapi berkerumunlah orang-orang Rafidhah (melindungi Ibnu Saba\u2019). Mereka berkata: \u201cTinggalkan dia. Buang saja ke Mada\u2019in, karena jikalau engkau membunuhnya di kota ini (Kufah), sahabat-sahabatnya akan memerangi kami!\u201d (Demikian kata mereka). Maka dibuanglah Ibnu Saba\u2019. <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>[11]<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pembaca rahimakumullah, nukilan-nukilan dari kitab-kitab Ahlus Sunnah telah menetapkan keberadaan Ibnu Saba\u2019 sebagai satu kesepakatan. Seandainya Rafidhah mengingkari keberadaan sosok ini dari riwayat-riwayat kitab-kitab Ahlus Sunnah, maka cukuplah referensi mereka \u2013yang mereka sucikan\u2013 dan riwayat dari imam-imam mereka \u2013yang diyakini kemaksumannya\u2013 sebagai bukti keberadaan Ibnu Saba\u2019, sekaligus bukti akan kedustaan, kedunguan dan kebodohan orang-orang Rafidhah dalam memutarbalikkan fakta.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Catatan Kaki:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[1] Lihat Ibnu Saba\u2019 Haqiqah La Khayal hal. 7-24. Penulis, Dr. Sa\u2019di Al-Hasyimi, menukil beberapa ucapan mereka beserta sanggahannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[2] Dr. Muhammad bin Abdullah Ghabban mengumpulkan riwayat-riwayat terkait dengan Ibnu Saba\u2019 dalam tulisannya Fitnah Maqtal \u2018Utsman, lihat jilid 2 hal. 883-900.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[3] Diringkas dari risalah Ibnu Saba\u2019 Haqiqah Laa Khayal (hal.25-29) karya Dr. Sa\u2019di Al-Hasyimi. Penulis menyebutkan <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #0000ff;\">14<\/span><\/span>\u00a0rujukan Syi\u2019ah yang telah tercetak. Demikian pula diisyaratkan beberapa rujukan lain baik yang tercetak atau yang masih dalam bentuk manuskrip.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[4] Peran besarnya dalam menyalakan fitnah pembunuhan khalifah Utsman <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0dapat dilihat kembali pada kajut: Tertumpahnya Darah Khalifah \u2018Utsman Bin \u2018Affan <em>Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[5] Lihat Fitnah Maqtal \u2018Ustman (1\/143-144), Dr. Muhammad Abdullah Ghabban.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[6] Atas dasar keyakinan wasiat yang sesat inilah mereka \u2013Syiah Rafidhah\u2013 mencela bahkan mengkafirkan Abu Bakr, Umar, dan Utsman g karena dianggap bahwa mereka telah mengkhianati wasiat Rasulullah n. Subhanallah, betapa busuknya Rafidhah mengkafirkan Abu Bakr, Umar, dan Utsman g. Betapa lancangnya mereka keluarkan sahabat yang mulia dari Islam, padahal Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>\u00a0telah menjamin mereka sebagai penghuni jannah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[7] Dinukil dari ta\u2019liq Muhibudin Al-Khathib atas kitab Al-Muntaqa Min Minhajil I\u2019tidal (hal. 318).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[8] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah\u00a0menyebutkan banyak sisi-sisi persamaan Syiah Rafidhah dalam kitabnya Minhajus Sunnah, menukil ucapan \u2018Amir bin Syarahil Asy-Sya\u2019bi rahimaahullah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[9] Abu Abdillah Ja\u2019far bin Muhammad Ash-Shadiq, lahir dan wafat di Madinah (83-148 H). Beliau adalah seorang tabi\u2019in dari ahli bait Rasulullah n. Diyakini agama Syiah Rafidhah sebagai imam maksum yang keenam.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[10] Yaitu makhluk bumi yang tersebut dalam firman Allah <em>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cDan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.\u201d (An-Naml: 82)\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">[11] Lihat Tahdzib Tarikh Dimasyq (7\/430), Ibnu Badran.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber : <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/kontroversi-ibnu-saba-al-yahudi\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah AsySyariah<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KONTROVERSI IBNU SABA&#8217; AL-YAHUDI Abdullah bin Saba\u2019 dalam tarikh Pembahasan jati dirinya adalah bagian penting dalam kajian tarikh Islam. Meskipun keberadaan Ibnu Saba\u2019 sudah menjadi ijma\u2019 (kesepakatan) ahli hadits, ahli al-jarh wat ja\u2019dil, ahlitarikh, juga penulis kitab-kitab al-milal wan nihal dan firaq (aliran-aliran dalam Islam), namun pada sebagian kalangan, kontroversi keberadaannya sebagai sosok penebar fitnah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6429,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[269],"tags":[1598],"class_list":["post-6359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah","tag-kontroversi-ibnu-saba-al-yahudi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Kontroversi-Ibnu-Saba.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p672A7-1Ez","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6359"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6359\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}