{"id":6344,"date":"2014-09-12T17:57:50","date_gmt":"2014-09-12T09:57:50","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=6344"},"modified":"2014-09-12T17:57:50","modified_gmt":"2014-09-12T09:57:50","slug":"antara-syukur-dan-kufur-nikmat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=6344","title":{"rendered":"Antara Syukur dan Kufur Nikmat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Antara-Syukur-dan-Kufur-Nikmat.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-6350\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Antara-Syukur-dan-Kufur-Nikmat-300x168.jpg\" alt=\"Antara Syukur dan Kufur Nikmat\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Antara-Syukur-dan-Kufur-Nikmat-300x168.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Antara-Syukur-dan-Kufur-Nikmat.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>ANTARA SYUKUR DAN KUFUR NIKMAT<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Masih ingatkah Anda dengan kisah tiga orang bani Israil yang diuji oleh Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>dengan penyakit yang membuat orang-orang yang di sekeliling mereka merasa jijik? Betul, salah satu di antara mereka berpenyakit belang, kulitnya rusak dan jelek; yang lain kepalanya tidak ditumbuhi rambut sama sekali; dan yang ketiga buta, tidak dapat melihat. Mereka diuji oleh Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> dengan kesenangan berupa kesehatan, sembuh dari penyakit yang mereka derita, bahkan diberi-Nya pula kekayaan. Namun, di akhir cerita, orang yang terkena penyakit kulit dan botak dikembalikan oleh Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> seperti semula. Adapun yang buta tetap melihat, bahkan kekayaannya diberkahi. Demikianlah yang dikisahkan oleh Rasulullah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i> yang tidak pernah mendengarnya dari seorang pendeta atau ahli ilmu mana pun. Tidak lain, hal itu berasal dari Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dua orang pertama dikembalikan karena mengingkari kesenangan yang telah mereka rasakan. Itulah akibat mengkufuri nikmat. Adapun orang yang ketiga tetap dengan kesehatan dan kekayaannya. Itulah buah dari rasa syukur. Itulah sunnah Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> yang membagi manusia menjadi dua golongan: yang bersyukur dan yang kafir. Tentu saja yang paling dibenci oleh Allah<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> adalah kekafiran dan para pelakunya, sedangkan yang paling dicintai oleh Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> adalah syukur dan orang-orang yang bersyukur. Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u063a\u064e\u0646\u0650\u064a\u0651\u064c \u0639\u064e\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u064e \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u0631\u064f \u0648\u064e\u0627\u0632\u0650\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064e \u0623\u064f\u062e\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cJika kamu kafir, sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba- Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.\u201d <\/i>(az-<i> <\/i>Zumar: 7)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Iman itu terdiri atas dua bagian: syukur dan sabar. Syukur adalah pencarian terbaik orang-orang yang berbahagia. Kedudukannya di dalam agama sangat mulia. Kadang Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>menggandengkannya dengan zikir atau dengan keimanan. Bahkan, Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>mengaitkan adanya tambahan karena adanya syukur, sebagaimana firman-Nya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0623\u064e\u0630\u0651\u064e\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a \u0644\u064e\u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u064c<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan, \u201cSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.\u201d <\/i>(Ibrahim: 7)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> menerangkan pula bahwa mereka yang pandai bersyukur itulah yang mengabdi dengan sebenar-benarnya kepada Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>, sedangkan orang-orang yang tidak tahu bersyukur kepada- Nya, tidaklah tergolong orang-orang yang beribadah kepada-Nya. Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u0647\u064f \u062a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cDan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.\u201d <\/i>(al-Baqarah: 172)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Semua yang dirasakan oleh manusia di dunia ini tidak lepas dari dua hal. Yang pertama, sesuai dengan keinginan jiwa manusia; dan yang kedua, tidak sesuai dengan jiwanya. Yang pertama bisa berupa kesehatan, keselamatan, kekayaan, kedudukan, dan berbagai kesenangan lainnya. Adapun yang kedua adalah kebalikan atau lawannya. Kedua hal ini diturunkan oleh Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>ke tengah-tengah manusia untuk menjadi ujian bagi mereka. Demikianlah firman Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0646\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u0648\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cKami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).\u201d <\/i>(al-Anbiya:<i> <\/i>35)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Artinya, Kami memberi ujian kepada kalian dalam bentuk musibah dan kesenangan, agar Kami melihat siapa di antara kalian yang bersyukur dan siapa yang kafir. Siapa pula yang bersabar dan siapa yang berputus asa. Akan tetapi, sebagaimana kata sebagian salaf yang saleh, \u201cTerhadap ujian berupa musibah, bisa saja seorang mukmin dan kafir itu sabar menghadapinya. Tetapi, tidak ada yang lulus menghadapi ujian yang berujud kesenangan selain orang yang benar-benar jujur dan benar keimanannya (<i>shiddiq<\/i>).\u201d Sahabat yang mulia, \u2018Abdurrahman bin \u2018Auf <i><i>radhiyallahu \u2018anhu<\/i><\/i>, dengan penuh kerendahan hati, tanpa menganggap suci dirinya meski telah dipastikan masuk surga, masih mengatakan, \u201cKami diuji dengan kesulitan, tetapi kami mampu bersabar. Namun, ketika diuji dengan kesenangan, kami tidak sabar menghadapinya.\u201d Kalau seorang sahabat semulia ini menyadari kelemahan dirinya, padahal beliau memiliki keutamaan yang tidak dapat ditandingi oleh orang-orang yang sesudahnya, bahkan terkenal pula sebagai orang yang dermawan dan zuhud, bagaimana kiranya dengan mereka yang hidup sesudah zaman beliau? <i>Wallahul musta\u2019an<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Untuk menanamkan bagaimana jelasnya hakikat syukur dan kufur, berikut buahnya masing-masing, Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> dan Rasul-Nya n sering membuat perumpamaan yang mudah dicerna. Perumpamaan itu kadang berupa kisah yang pernah terjadi di masa lalu. Karena Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>dan Rasul-Nya\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i> yang menerangkannya kepada kita, sudah pasti itu semua adalah benar dan pasti terjadi di alam nyata, bukan dongeng. Bahkan, kisah tersebut sarat dengan pelajaran hidup yang berharga buat mereka yang masih mempunyai hati dan mau mencurahkan perhatiannya terhadap kisah tersebut. Sebagian perumpamaan itu telah diceritakan dalam edisi sebelumnya. Kali ini adalah kiash tentang dua orang yang punya hubungan dekat, yang satu kaya tetapi musyrik, sedangkan yang lain mukmin tetapi miskin. Dari kisah ini kita akan memahami arti syukur dan bahaya mengingkari (kufur) nikmat\/kesenangan yang telah dilimpahkan oleh Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Musyrik yang Kaya &amp; Fakir yang Mukmin<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Al-Baghawi\u00a0\u00a0<i>rahimahullah<\/i> dalam tafsirnya menukil dari \u2018Abdullah bin al-Mubarak, dari Ma\u2019mar, dari \u2018Atha\u2019 al-Khurasani yang menceritakan bahwa dahulu ada dua laki-laki yang melakukan kerja sama. Keduanya memperoleh laba sebesar delapan ribu dinar. Ada juga pendapat yang mengatakan, keduanya adalah dua bersaudara yang mendapat warisan sebanyak itu juga. Kemudian, keduanya membagi rata harta tersebut. Salah seorang dari mereka membeli tanah seharga seribu dinar. Yang lain, demi melihat temannya membeli tanah seharga seribu dinar, berkata, \u201cYa Allah, Si Fulan telah membeli tanah seribu dinar, maka Aku membeli tanah di surga dari-Mu seharga seribu dinar.\u201d Dia pun bersedekah dengan seribu dinar itu. Lelaki pertama mulai membangun rumah dengan harga seribu dinar, maka lelaki kedua pun berkata pula, \u201cYa Allah, si Fulan telah membangun rumah seharga seribu dinar, maka Aku membeli rumah di surga dari Engkau seharga seribu dinar.\u201d Lalu dia pun menyedekahkan seribu dinar yang kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Lelaki pertama kemudian menikahi seorang wanita dengan mahar seribu dinar, maka yang kedua berkata pula, \u201cYa Allah, si Fulan telah menikahi seorang wanita dengan seribu dinar, maka Aku melamar dari-Mu seorang wanita surga dengan seribu dinar,\u201d dan dia pun menyedekahkan seribu dinar berikutnya. Lelaki pertama membeli pelayan dan perabotan dengan seribu dinar. Lelaki kedua mengetahuinya dan berkata, \u201cYa Allah, si Fulan membeli pelayan dengan seribu dinar, maka Aku membeli dari-Mu pelayan dan perabotan dengan seribu dinar,\u201d lalu dia pun menyedekahkan seribu dinar terakhir. Akhirnya, 4.000 dinar di tangan lelaki kedua itu habis. Dia tidak mempunyai uang sepeser pun untuk memenuhi keperluan hidupnya. Rumah, dia tidak punya, apalagi perabotannya, atau istri dan pelayan yang membantunya mengurusi rumah itu. Usaha atau <i>ma\u2019isyah<\/i>, dia juga tidak punya. Bangkrut, itulah istilah yang lumrah diberikan kepadanya. Suatu ketika dia berniat menemui temannya, mudah-mudahan dia bisa memperoleh kebaikan dari temannya itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dia pun duduk di jalan yang biasa dilalui oleh temannya. Begitu tiba di hadapannya, lelaki yang kehabisan uang itu berdiri. Lelaki yang pertama, yang telah menghabiskan hartanya untuk membeli tanah, rumah dan seterusnya, berhenti dan menatap orang yang di hadapannya. Dalam keadaan terkejut dia berkata, \u201cFulan? Ada apa denganmu?\u201d \u201cBetul,\u201d kata lelaki kedua, \u201cSaya ada keperluan mendesak.\u201d \u201cMana hartamu, bukankah kamu sudah membawa separuhnya?\u201d Lelaki kedua itu menceritakan apa yang dilakukannya selama ini. Lelaki pertama berkata dengan sinis, \u201cPergilah, aku tidak akan memberimu sepeser pun.\u201d Dalam riwayat lain, disebutkan, bahwa lelaki kedua dibawa oleh yang pertama berkeliling melihat-lihat harta kekayaannya. Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0645\u0651\u064e\u062b\u064e\u0644\u064b\u0627 \u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u062d\u064e\u0641\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0646\u064e\u062e\u0652\u0644\u064d \u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0632\u064e\u0631\u0652\u0639\u064b\u0627 () \u0643\u0650\u0644\u0652\u062a\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0622\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0623\u064f\u0643\u064f\u0644\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0641\u064e\u062c\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u062e\u0650\u0644\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0647\u064e\u0631\u064b\u0627 () \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u064c \u0641\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0639\u064e\u0632\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u064e\u0631\u064b\u0627 () \u0648\u064e\u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0638\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064c \u0644\u0651\u0650\u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0628\u0650\u064a\u062f\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627 () \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0642\u064e\u0627\u0626\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064f\u062f\u0650\u062f\u062a\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0644\u064e\u0623\u064e\u062c\u0650\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0642\u064e\u0644\u064e\u0628\u064b\u0627 () \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064f\u062d\u064e\u0627\u0648\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627\u00a0 () \u0644\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 () \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0630\u0652 \u062f\u064e\u062e\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06da \u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0642\u064e\u0644\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064b\u0627 () \u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0624\u0652\u062a\u0650\u064a\u064e\u0646\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0652\u0633\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064f\u0633\u0652\u0628\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u062a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064e \u0635\u064e\u0639\u0650\u064a\u062f\u064b\u0627 \u0632\u064e\u0644\u064e\u0642\u064b\u0627 () \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064e \u0645\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064e\u0627 \u063a\u064e\u0648\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0637\u064e\u0644\u064e\u0628\u064b\u0627 () \u0648\u064e\u0623\u064f\u062d\u0650\u064a\u0637\u064e \u0628\u0650\u062b\u064e\u0645\u064e\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0635\u0652\u0628\u064e\u062d\u064e \u064a\u064f\u0642\u064e\u0644\u0651\u0650\u0628\u064f \u0643\u064e\u0641\u0651\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064e\u0642\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u062e\u064e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0634\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u064a \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627 () \u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u064a\u064e\u0646\u0635\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0646\u062a\u064e\u0635\u0650\u0631\u064b\u0627 () \u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064b\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Dan berikanlah kepada mereka perumpamaan dua orang laki-laki yang Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma. Di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu, Dia mempunyai kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia, \u201cHartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.\u201d Dia memasuki kebunnya dalam<\/i><i> <\/i><i>keadaan zalim terhadap dirinya sendiri;<\/i><i> <\/i><i>dia berkata, \u201cAku kira kebun ini tidak<\/i><i> <\/i><i>akan binasa selama-lamanya. Aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang. Jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebunkebun itu.\u201d Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya\u2014ketika dia bercakap-cakap dengannya, \u201cApakah kamu kafir kepada (Allah) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? Tetapi, aku (percaya<\/i><i> <\/i><i>bahwa) Dialah Allah, Rabbku, dan aku<\/i><i> <\/i><i>tidak mempersekutukan seorang pun<\/i><i> <\/i><i>dengan Rabbku.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu, \u2018Masya Allah, la quwwata illa billah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).\u2019 Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Rabbku akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin; atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi.\u201d Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedangkan pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata, \u201cAduhai kiranya dahulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku.\u201d Dan tidak ada bagi dia segolongan<\/i><i> <\/i><i>pun yang akan menolongnya selain Allah;<\/i><i> <\/i><i>dan sekali-kali ia tidak dapat membela<\/i><i> <\/i><i>dirinya. Di sana, pertolongan itu hanya<\/i><i> <\/i><i>dari Allah yang haq. Dia adalah sebaikbaik<\/i><i> <\/i><i>pemberi pahala dan sebaik-baik<\/i><i><\/i><i>pemberi balasan. <\/i>(al-Kahfi: 32\u201444)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> memerintah Nabi-Nya\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i> membuat tamsil untuk orang-orang kafir Quraisy dan selain mereka. Tamsil itu menerangkan tentang dua orang yang bersahabat. Salah satu dari mereka adalah petani yang kaya raya dengan sawah ladang yang subur dan hasil panen yang berlimpah serta pengikut yang banyak. Yang satunya adalah lelaki miskin, serba kekurangan. Suatu ketika, petani kaya itu memasuki kebunnya bersama temannya yang miskin. Kebun itu dipenuhi anggur dan kurma yang lebat buahnya. Di selasela kebun itu, mengalir sebuah anak sungai yang jernih. Petani kaya itu dengan bangga memerhatikan anggur \u2013 anggur bergelantungan dan buah kurma yang berjuntai di tandan-tandannya. Dia pun berkata kepada temannya, \u201cHartaku lebih banyak darimu, demikian pula pengikutku.\u201d Si Kaya sengaja menyebut-nyebut kekayaan dan kedudukannya untuk membanggakan dirinya, bukan sebagai tanda syukur kepada Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> yang telah memberinya kenikmatan tersebut.1<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Si Kaya melanjutkan, \u201cAku tidak yakin anggur dan kurma yang ada di kebun ini akan berhenti berbuah\u2026.\u201d Rasa bangga dengan anggur yang berbuah lebat, daun-daunan yang hijau, air jernih yang mengalir di sela-sela tanamannya, serta kurma yang berjuntai di tandan-tandannya, membuatnya lupa bahwa dunia tidak diciptakan untuk kekal bagi siapa pun, bahkan dia pun tidak pula akan selamanya dapat merasakan lezatnya dunia. Dengan pandangannya yang sempit tentang dunia ini, dia pun berani mengingkari adanya kehidupan di seberang kematian. Dia berkata dengan sombongnya, \u201cAku pun tidak percaya kiamat akan terjadi. Kalaupun aku mati, pasti aku akan menerima kebaikan\u2026.\u201d Menurut dia, andaikata kiamat itu terjadi juga, maka sebagaimana Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> telah memberinya kesenangan hidup selama di dunia, di akhirat pun Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> pasti memberinya kesenangan. Anggapan seperti ini hampir merata ada di dalam hati orang-orang yang tidak beriman kepada hari kemudian. Mereka mengira, kalau di dunia sudah merasakan kesenangan, di akhirat juga pasti merasakannya. Atau sebaliknya, di dunia mereka dalam keadaan sengsara, di akhirat juga pasti sengsara. Temannya yang miskin kembali mengingatkan (sebagaimana firman Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>),<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0623\u064e\u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062a\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0646\u0651\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0633\u064e\u0648\u0651\u064e\u0627\u0643\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064b\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cApakah kamu kafir kepada (Allah) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Bagaimana bisa kamu tidak beriman kepada Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> dan hari kebangkitan, padahal Dia telah menciptakanmu dari setetes air yang hina lalu menjadikanmu manusia yang utuh dan sempurna? Dia melanjutkan (sebagaimana firman Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>),<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0644\u0651\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064b\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u00a0\u201cTetapi, aku (percaya bahwa),<\/i><i> <\/i><i>Dialah Allah, Rabbku, dan aku tidak<\/i><i> <\/i><i>mempersekutukan seorang pun dengan<\/i><i> <\/i><i>Rabbku.\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Meskipun aku miskin dan sangat memerlukan bantuan, aku tidak akan menyekutukan Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> dengan sesuatu pun. Aku tidak akan menukar agamaku. Aku memang miskin, harta dan anak-anakku lebih sedikit daripada milikmu, tetapi aku yakin Rabbku (Allah) akan memberi aku lebih baik dari yang diberikan-Nya kepadamu dan menimpakan bencana kepada kebunmu, lalu kamu akan melihatnya berubah, hilang warna hijau dan keindahannya. Atau, airnya menyusut ke dalam tanah, hingga kamu tidak bisa mencarinya. Mengapa kamu tidak mengucapkan,<i>\u2018Masya Allah,<\/i> <i>la quwwata illa billah,\u2019 <\/i>setiap memasuki kebunmu? Bukankah tidak ada satu pun yang dapat memeliharanya selain Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>l?\u201d Akan tetapi, si Kaya tidak mau memerhatikan nasihat tersebut. Suatu hari, si Kaya itu memasuki kebunnya untuk menikmati pemandangan indah yang ada di sawah ladangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Begitu kakinya memasuki pintu kebun itu, dia terbelalak dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kebunnya hancur. Tidak ada lagi anggur ranum yang bergelantungan ataupun tandantandan kurma yang bernas menjuntai. Bahkan, daun-daun hijau yang menghiasi tanamannya berserakan di atas tanah. Dia pun memukulkan tapak tangannya satu sama lain karena ngeri melihat kehancuran di depan matanya. Saat itu juga dia teringat ucapan temannya, maka dia pun menyesal, \u201cDuhai kiranya aku tidak menyekutukan Rabbku dengan sesuatu apa pun.\u201d Tetapi, penyesalannya terlambat karena kebun itu tidak lagi bermanfaat baginya. Itulah akibat kekafirannya dan tidak bersyukur atas kesenangan yang diperolehnya. Dia menyebutnyebut kesenangan itu hanya untuk membanggakan diri terhadap orang lain, bukan untuk mengingat Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> yang telah memberinya kesenangan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Karena kesombongannya itu, Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> melenyapkan keindahan kebunkebunnya dan menggantikannya dengan puing-puing serta tumpukan daun, pokok kurma, dan anggur yang tidak ada gunanya. Semua kering, hancur luluh. Itulah perumpamaan yang Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> buat untuk umat manusia, baik orang-orang Quraisy yang dihadapi oleh Rasulullah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i> saat itu maupun yang datang setelah mereka dan bangsa lainnya. Sebuah tamsil yang menerangkan keadaan orang-orang Quraisy yang menentang nikmat paling mulia yang dilimpahkan oleh Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala <\/i><\/i>kepada mereka, yaitu diutusnya Rasulullah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i> ke tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri. Mereka diingatkan akan akibat buruk yang akan mereka rasakan jika kekafiran itu terus melekat pada diri mereka. Kemudian, Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0647\u064f\u0646\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627\u064a\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0648\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0639\u064f\u0642\u0652\u0628\u064b\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cDi sana pertolongan itu hanya dari<\/i><i> <\/i><i>Allah yang haq, Dia adalah sebaik-baik<\/i><i> <\/i><i>pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi<\/i><i> <\/i><i>balasan.\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pada hari kiamat nanti, Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> hanya akan membela orang-orang yang beriman.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Beberapa Faedah dan Hikmah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kisah ini mengingatkan kita tentang beberapa pelajaran hidup sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: left;\">Di dalam hidup ini selalu ada ujian yang silih berganti. Ujian itu tidak hanya berupa kesulitan, tetapi juga kesenangan dan kemudahan. Kisah-kisah orangorang yang terdahulu adalah pelajaran dan peringatan bagi orang-orang yang datang belakangan.<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Dunia ini manis dan menipu, terkhusus terhadap orang-orang yang lemah iman.<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Rezeki itu di tangan Allah <i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i>. Dia-lah yang telah menciptakan manusia, sehingga tentu tidak akan membiarkan mereka sia-sia begitu saja.<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Kewajiban untuk beriman kepada hari kebangkitan\/pembalasan, bahwa setiap orang pasti akan datang menemui Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> untuk dihisab dan diberi balasan sesuai dengan amalannya.<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Kekafiran dan kemaksiatan adalah perbuatan zalim terhadap diri sendiri. Keduanya tidak akan menimbulkan mudarat kecuali terhadap diri sendiri.<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Proses penciptaan manusia mulai dari setetes mani hingga menjadi manusia yang sempurna menunjukkan kekuasaan Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> sekaligus menegaskan keberhakan-Nya untuk menerima peribadatan dari seluruh makhluk-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya.<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Disyariatkan untuk berzikir menyebut nama Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> ketika melihat kebaikan dan merasakan nikmat.<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Kesyirikan dan kemaksiatan adalah sebab rusaknya harta dan hilangnya rezeki.<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Bersyukur kepada Allah\u00a0<i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i> akan mengundang nikmat yang berikutnya, sekaligus memelihara nikmat yang sudah ada.<\/li>\n<\/ol>\n<p><i>Wallahu a\u2019lam.<\/i><\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/ibrah-antara-syukur-dan-kufur-nikmat\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTARA SYUKUR DAN KUFUR NIKMAT Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Masih ingatkah Anda dengan kisah tiga orang bani Israil yang diuji oleh Allah\u00a0Subhanahu wata\u2019aladengan penyakit yang membuat orang-orang yang di sekeliling mereka merasa jijik? Betul, salah satu di antara mereka berpenyakit belang, kulitnya rusak dan jelek; yang lain kepalanya tidak ditumbuhi rambut sama sekali; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6350,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[1584],"class_list":["post-6344","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-antara-syukur-dan-kufur-nikmat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6344"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6344\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}