{"id":5993,"date":"2014-09-04T05:25:44","date_gmt":"2014-09-03T21:25:44","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=5993"},"modified":"2014-09-04T05:25:44","modified_gmt":"2014-09-03T21:25:44","slug":"dosa-sebelum-beroleh-hidayah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=5993","title":{"rendered":"Dosa Sebelum Beroleh Hidayah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Banyak-Dosa-Sebelum-Mendapatkan-Hidayah.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-6094\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Banyak-Dosa-Sebelum-Mendapatkan-Hidayah-300x168.jpg\" alt=\"Banyak Dosa Sebelum Mendapatkan Hidayah\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Banyak-Dosa-Sebelum-Mendapatkan-Hidayah-300x168.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Banyak-Dosa-Sebelum-Mendapatkan-Hidayah.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>DOSA SEBELUM BEROLEH HIDAYAH<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\"><strong>Pertanyaan:<\/strong> <em>\u00a0<\/em>Saya tadinya seorang jahiliah yang tidak mengerti Islam, kemudian Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em> memberi anugerah kepada saya berupa hidayah Islam. Padahal sebelumnya saya telah melakukan banyak kesalahan\/dosa (kezaliman). Sementara itu, Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em> bersabda, \u201cSiapa yang memiliki kezaliman terhadap saudaranya baik berupa pelanggaran terhadap kehormatannya maupun yang lain, hendaklah pada hari ini ia meminta kehalalan dari saudaranya tersebut sebelum datang suatu hari yang tidak bermanfaat lagi dinar (mata uang emas) dan tidak pula dirham (perak).\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Apa yang Anda nasihatkan kepada saya terkait kondisi saya ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #444444;\">Jawab:<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em> telah mensyariatkan kepada hamba-hamba-Nya untuk bertaubat. Dia berfirman:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><span style=\"color: #444444;\">\u201cBertaubatlah kalian seluruhnya kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, mudah-mudahan kalian beruntung.\u201d (an-Nur: 31)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala\u00a0<\/em>berfirman:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><span style=\"color: #444444;\">\u201cWahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha.\u201d (at-Tahrim: 8)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Dia Yang Mahamulia lagi Mahatinggi menyatakan:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><span style=\"color: #444444;\">\u201cSungguh, Aku Maha Pengampun terhadap orang yang mau bertaubat dan beriman lagi beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.\u201d (Thaha: 82)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #444444;\">\u0627\u0644\u062a\u064e\u0651\u0627\u0626\u0650\u0628\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0630\u064e\u0651\u0646\u0652\u0628\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u0627\u064e \u0630\u064e\u0646\u0652\u0628\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><span style=\"color: #444444;\">\u201cOrang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Siapa yang mengakui suatu maksiat, hendaklah ia segera bertaubat, menyesal, mencabut diri, berhati-hati (sehingga tidak jatuh lagi ke dalam dosa tersebut), dan berazam\/berketetapan hati untuk tidak melakukannya kembali. Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0memberi taubat, menerimanya dari hamba-hamba-Nya yang bertaubat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Ketika seorang jujur taubatnya, dengan menyesali dosa-dosanya yang telah lewat dan berazam (berketetapan hati) untuk tidak kembali mengulangi, ia menarik dirinya dari perbuatan maksiat tersebut dalam rangka pengagungan terhadap Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala\u00a0<\/em>dan takut kepada Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>, maka Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0akan menerima taubatnya. Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala\u00a0<\/em>akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah lewat sebagai keutamaan dari-Nya dan kebaikan-Nya kepada si hamba.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Akan tetapi, jika maksiat itu berupa kezaliman kepada hamba-hamba Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>, hal itu butuh kepada pengembalian hak para hamba yang dizalimi tersebut atau meminta kehalalan dari orang yang punya hak, disertai rasa penyesalan, mencabut diri dari maksiat tersebut, dan berazam untuk tidak mengulang lagi. Misalnya, ia berkata kepada orang yang dizaliminya, \u201cMaafkan saya, wahai saudaraku,\u201d atau ucapan semisalnya, atau ia memberi hak saudaranya tersebut. Hal ini berdasar hadits yang disebutkan oleh penanya dan hadits-hadits lain serta ayat-ayat al-Qur\u2019an.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Rasulullah <em>shallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em> bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #444444;\">\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u0650\u0646\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u0650\u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u062d\u064e\u0644\u064e\u0651\u0644\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0644\u0627\u064e \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e \u062f\u0650\u0631\u0652\u0647\u064e\u0645\u064b\u0627. \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064c \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064c \u0623\u064f\u062e\u0650\u0630\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u0627\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650 \u0645\u064e\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650\u060c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0623\u064f\u062e\u0650\u0630\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0633\u064e\u064a\u0650\u0651\u0626\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0635\u064e\u0627\u062d\u0650\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u062d\u064f\u0645\u0650\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><span style=\"color: #444444;\">\u201cSiapa yang memiliki kezaliman terhadap saudaranya, hendaklah ia meminta kehalalan saudaranya tersebut pada hari ini, sebelum datang suatu hari saat tidak berlaku lagi dinar dan tidak pula dirham. Jika ia memiliki amal saleh, akan diambil dari kebaikannya sesuai dengan kadar kezaliman yang diperbuatnya lalu diserahkan kepada orang yang dizaliminya. Apabila ia tidak memiliki kebaikan, akan diambil kejelekan saudaranya yang dizaliminya lalu dibebankan kepadanya.\u201d (HR. al-Bukhari dalam Shahih-nya)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Sepantasnya, seorang muslim bersemangat untuk berlepas diri dan selamat dari melanggar hak saudaranya. Apabila hal ini sampai terjadi (dan ia mau bertaubat) hendaklah ia mengembalikan hak yang diambilnya atau ia minta kehalalan dari saudaranya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #444444;\">Apabila yang dilanggarnya tersebut adalah kehormatan orang lain, ia harus meminta kehalalan orang tersebut jika ia mampu. Jika tidak mampu atau ia khawatir keterusterangannya di hadapan orang tersebut justru menimbulkan kejelekan yang lebih besar, cukup ia memintakan ampun untuk orang tersebut, mendoakan kebaikan untuknya, serta menyebut-nyebutnya di hadapan orang lain dengan kebaikan-kebaikan yang diketahuinya ada pada orang tersebut sebagai pengganti ucapan buruk yang diucapkannya sebelumnya.\u00a0<\/span><span style=\"color: #444444;\">Intinya, ia wajib mencuci kejelekan sebelumnya dengan kebaikan-kebaikan yang belakangan. Maka dari itu, ia menyebut orang itu dengan kebaikan yang diketahuinya. Ia juga menyebarkan kebaikannya sebagai lawan dari kejelekan yang sebelumnya ia sebarkan. Ia memohonkan ampun dan mendoakan kebaikan pula untuknya. Dengan ini, selesailah permasalahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #444444;\">[Majmu\u2019 Fatawa wa Maqalat Mutanawwi\u2019ah, 4\/ 374\u2014375]<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber: <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/dosa-sebelum-beroleh-hidayah\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DOSA SEBELUM BEROLEH HIDAYAH Pertanyaan: \u00a0Saya tadinya seorang jahiliah yang tidak mengerti Islam, kemudian Allah subhanahu wa ta&#8217;ala memberi anugerah kepada saya berupa hidayah Islam. Padahal sebelumnya saya telah melakukan banyak kesalahan\/dosa (kezaliman). Sementara itu, Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, \u201cSiapa yang memiliki kezaliman terhadap saudaranya baik berupa pelanggaran terhadap kehormatannya maupun yang lain, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6094,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[1526,1527],"class_list":["post-5993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-dosa-sebelum-beroleh-hidayah","tag-dosa-sebelum-mendapatkan-hidayah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5993"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5993\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}