{"id":5821,"date":"2014-09-05T05:43:52","date_gmt":"2014-09-04T21:43:52","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=5821"},"modified":"2014-09-05T05:43:52","modified_gmt":"2014-09-04T21:43:52","slug":"penjelasan-air-suci-tidak-menyucikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=5821","title":{"rendered":"Penjelasan Air Suci Tidak Menyucikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"color: #444444; text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Air-Suci-Tidak-Menyucikan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-6072\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Air-Suci-Tidak-Menyucikan-300x168.jpg\" alt=\"Air Suci Tidak Menyucikan\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Air-Suci-Tidak-Menyucikan-300x168.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/Air-Suci-Tidak-Menyucikan.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>PENJELASAN AIR SUCI TIDAK MENYUCIKAN<\/strong><\/p>\n<div class=\"wrap-post\" style=\"color: #444444;\">\n<p style=\"text-align: left;\">Asy-Syaikh \u2018Abdurrahman bin Nashir as-Sa\u2019di rahimahullah dalam kitabnya Bahjatu Qulubil Abrar wa Qurratu \u2018Uyunil Akhyar fi Syarhi Jawami\u2019il Akhbar (hlm. 24\u201425) mengatakan bahwa Abu Sa\u2019id al-Khudri <em><span style=\"color: #545454;\">radhiallahu anhu<\/span><\/em>\u00a0berkata, \u201cTelah bersabda Rasulullah <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0637\u064e\u0647\u064f\u0648\u0652\u0631\u064c \u0644\u0627\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u062c\u0650\u0651\u0633\u064f\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u2018Air itu suci tidak ada sesuatu pun yang dapat menajisinya\u2019.\u201d (Sahih, HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan an-Nasa\u2019i)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hadits yang sahih ini menunjukkan asal air secara keseluruhan (meliputi seluruh air yang keluar dari dalam bumi atau yang turun dari langit yang tetap sebagaimana asal penciptaannya, ataupun berubah karena tersimpan lama atau karena kemasukan\/kejatuhan benda-benda yang suci, walaupun mengalami banyak perubahan) itu suci, bisa digunakan untuk thaharah dan selainnya. Kecuali air yang berubah warna, rasa, ataupun baunya karena kemasukan benda-benda yang najis, sebagaimana hal ini disebutkan pada sebagian lafadz hadits.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ulama telah bersepakat tentang najisnya air yang mengalami perubahan akibat kemasukan benda najis. Al-Imam Ahmad rahimahullah\u00a0dan selainnya mengambil dalil tentang perkara ini dari firman Allah <em style=\"color: #000000;\">Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cDiharamkan bagi kalian memakan bangkai, darah, dan daging babi, daging hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, hewan yang mati karena tercekik, yang dipukul dengan benda berat, yang jatuh dari tempat yang tinggi, yang ditanduk oleh hewan lain, yang diterkam oleh binatang buas kecuali yang sempat kalian sembelih, dan diharamkan pula bagi kalian hewan yang disembelih untuk berhala dan diharamkan bagi kalian untuk mengundi nasib dengan anak panah\u2026.\u201d<\/em> (al-Ma\u2019idah: 3)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sehingga kapan pun terlihat sifat-sifat dari benda-benda yang diharamkan ini di dalam air maka air tersebut menjadi najis.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hadits ini dan selainnya menunjukkan bahwa air yang berubah karena kemasukan benda-benda yang suci tetap dihukumi suci dan menyucikan. Juga menunjukkan tidak dilarangnya menggunakan air sisa seorang wanita secara mutlak, serta menunjukkan sucinya air bekas celupan tangan orang yang bangun dari tidur malam. Adapun larangan mencelupkan tangan yang datang dalam masalah ini ditujukan kepada orang yang bangun tidur tersebut, ia dilarang mencelupkan tangannya ke dalam air sebelum mencucinya sebanyak tiga kali. Sedangkan pelarangan menggunakan air bekas celupannya tidak ditunjukkan dalam hadits ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hadits Abu Sa\u2019id al-Khudri <em><span style=\"color: #545454;\">radhiallahu anhu<\/span><\/em>\u00a0di atas menunjukkan air itu terbagi dua:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pertama, air yang najis, yaitu air yang berubah salah satu sifatnya karena kemasukan benda yang najis, sedikit ataupun banyak.<br \/>\nKedua, air suci menyucikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Adapun menetapkan jenis air yang ketiga, yaitu air yang suci tapi tidak menyucikan dan bukan pula air yang najis, tidaklah ada dalil syar\u2018i yang menunjukkannya, sehingga air tersebut tetap di atas asal kesuciannya (yaitu suci dan menyucikan).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Yang mendukung keumuman hal ini adalah firman Allah <em style=\"color: #000000;\">Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cJika kalian tidak mendapatkan air maka bertayammumlah dengan menggunakan tanah\/debu yang bersih.\u201d<\/em> (al-Ma\u2019idah: 6)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Penyebutan air yang dalam ayat ini disebutkan secara umum, karena penyebutannya datang dalam bentuk nakirah (umum) dengan konteks penafian <strong>[1]<\/strong> (kalimat negatif). Dengan demikian, masuk di dalamnya seluruh air kecuali air yang najis karena adanya ijma\u2019 tentang hal ini.<br \/>\nHadits ini menunjukkan pula bahwasanya hukum asal air itu suci, demikian pula hal-hal selain air. Maka kapan pun terjadi keraguan, apakah didapatkan padanya sebab kenajisan atau tidak, maka kembalinya pada hukum asal yaitu sesuatu itu tetap suci.<\/p>\n<p><strong>Catatan Kaki:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">1 Yakni penyebutan ( \u0645\u0627\u0621 ) air dalam ayat disebutkan tanpa \u0627\u0644 dan lafadz sebelumnya berisi kalimat penafian (kalimat negatif) \ufb77 \ufb78 \u201cJika kalian tidak mendapatkan air\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber : <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/penjelasan-air-suci-tidak-menyucikan\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENJELASAN AIR SUCI TIDAK MENYUCIKAN Asy-Syaikh \u2018Abdurrahman bin Nashir as-Sa\u2019di rahimahullah dalam kitabnya Bahjatu Qulubil Abrar wa Qurratu \u2018Uyunil Akhyar fi Syarhi Jawami\u2019il Akhbar (hlm. 24\u201425) mengatakan bahwa Abu Sa\u2019id al-Khudri radhiallahu anhu\u00a0berkata, \u201cTelah bersabda Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam: \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064f \u0637\u064e\u0647\u064f\u0648\u0652\u0631\u064c \u0644\u0627\u064e \u064a\u064f\u0646\u064e\u062c\u0650\u0651\u0633\u064f\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u2018Air itu suci tidak ada sesuatu pun yang dapat menajisinya\u2019.\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6072,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[149],"tags":[1544],"class_list":["post-5821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fiqih","tag-penjelasan-air-suci-tidak-menyucikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5821\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}