{"id":5747,"date":"2014-08-23T05:15:54","date_gmt":"2014-08-22T21:15:54","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=5747"},"modified":"2014-08-23T05:15:54","modified_gmt":"2014-08-22T21:15:54","slug":"akibat-meninggalkan-amar-maruf-nahi-mungkar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=5747","title":{"rendered":"Akibat Meninggalkan Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar"},"content":{"rendered":"<p style=\"color: #444444; text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Meninggalkan-Amar-Maruf-nahi-mungkar.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-5779\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Meninggalkan-Amar-Maruf-nahi-mungkar-300x165.jpg\" alt=\"Meninggalkan Amar Maruf nahi mungkar\" width=\"300\" height=\"165\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Meninggalkan-Amar-Maruf-nahi-mungkar-300x165.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Meninggalkan-Amar-Maruf-nahi-mungkar.jpg 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>AKIBAT \u00a0MENINGGALKAN \u00a0AMAR \u00a0MA&#8217;RUF \u00a0NAHI \u00a0MUNGKAR<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Ditulis oleh:\u00a0Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf al-Atsari<\/em><\/p>\n<div class=\"wrap-post\" style=\"color: #444444;\">\n<p style=\"text-align: left;\">Di awal pembahasan ini telah dijelaskan tentang kewajiban amar ma\u2019ruf nahi mungkar. Tidak sedikit di dalam Al-Qur\u2019an, sanjungan dan pujian kepada yang menunaikannya dengan baik, seperti firman Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cTidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, berbuat ma\u2019ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.\u201d<\/em> (an-Nisa: 114)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kemudian, apa akibat yang akan diperoleh oleh orang yang mengabaikan dan meninggalkan amar ma\u2019ruf nahi mungkar?<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><em>Al-Qur\u2019an dan hadits Rasulullah <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0secara detail memberitahukan kepada kita sebagai berikut:<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Pertama:<\/strong> Firman Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cMengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan.\u201d<\/em> (al-Maidah: 63)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Al-Qurthubi rahimahullah\u00a0dalam tafsirnya mengatakan, \u201cAyat ini menegaskan bahwa orang yang tidak mencegah kemungkaran sama halnya dengan pelaku kemungkaran itu sendiri. Ayat ini juga sekaligus sebagai celaan bagi para ulama yang tidak beramar ma\u2019ruf nahi mungkar.\u201d (al-Jami\u2019 li Ahkamil Qur\u2019an)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ibnu Katsir rahimahullah\u00a0dalam tafsirnya mengutip riwayat dari sahabat Ibnu Abbas <em style=\"color: #000000;\">Radhiyallahu &#8216;anhuma<\/em>\u00a0tentang ayat ini. Beliau (Ibnu Abbas) berkata, \u201cTidak ada dalam Al-Qur\u2019an celaan sekeras (celaan) yang ada di ayat ini.\u201d (Tafsir al-Qur\u2019anul \u2018Azhim)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Kedua:<\/strong> Firman Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cTelah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan \u2018Isa putra Maryam. Hal itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.\u201d<\/em> (al-Maidah: 78\u201479)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Inilah akibat tidak saling mengingatkan dan mencegah kemungkaran yang dilakukan. Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0mencela mereka, agar (siapa pun) berhati-hati dari melakukan hal yang sama. (lihat Tafsir al-Qur\u2019anul \u2018Azhim, Ibnu Katsir)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ibnu \u2018Athiyah rahimahullah\u00a0berkata, \u201cIjma\u2019 sudah ditetapkan bahwa mencegah kemungkaran adalah wajib bagi yang mampu dan aman dari bahaya yang mengancam diri serta kaum muslimin secara umum. Namun, jika dikhawatirkan ada bahaya (mudarat), mengingkarinya adalah dengan hati dan menjauh dari kemungkaran tersebut.\u201d (al-Jami\u2019 li Ahkamil Qur\u2019an)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ayat di atas juga terkait dengan orang yang mendiamkan kemungkaran padahal mampu dan berwenang mencegahnya. (lihat Tafsir Taisir Karimirrahman, as-Sa\u2019di)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Ketiga:<\/strong> Firman Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cMaka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat serta Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.\u201d<\/em> (al-\u2018Araf: 165)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tentang ayat ini, Ibnu Katsir rahimahullah\u00a0mengatakan, \u201cAllah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0telah memastikan akan selamatnya orang-orang yang mengingkari kemungkaran serta binasanya orang-orang yang zalim dan yang mendiamkannya, karena balasan yang akan diperoleh itu akan setimpal dengan perbuatan yang dilakukan.\u201d (Tafsir al-Qur\u2019anul \u2018Azhim)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Keempat:<\/strong> Firman Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cSesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.\u201d (Ali Imran: 21)<br \/>\nAyat ini, menurut al-Imam al-Qurthubi t, menunjukkan bahwa amar ma\u2019ruf nahi mungkar juga wajib atas umat terdahulu. Beliau juga mengatakan, \u201cSeperti yang telah disinggung oleh Ibnu Abdil Bar, kemungkaran itu wajib dicegah oleh siapa pun yang mampu.\u201d (al-Jami\u2019 li Ahkamil Qur\u2019an)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Di dalam Shahih al-Bukhari dari Nu\u2019man bin Basyir <em style=\"color: #000000;\">Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0dari Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda, \u201cPerumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0dan yang diam terhadapnya seperti sekelompok orang yang berlayar dengan sebuah kapal, yang sebagian dari mereka ada yang mendapat tempat di atas dan sebagian lagi di bagian bawah. Jika mereka (yang di bawah) mencari air untuk minum mereka, mereka harus melewati orang-orang yang berada di bagian atas. Mereka pun berkata, \u2018Seandainya boleh, kami lubangi saja perahu ini untuk\u00a0mendapatkan bagian kami, sehingga kami tidak mengganggu orang yang berada di atas kami.\u2019 Jika orang yang berada di atas membiarkan saja apa yang diinginkan orang-orang yang di bawah itu, mereka akan binasa semuanya. Namun, jika mereka mencegah dengan tangan mereka, maka mereka akan selamat semuanya.\u201d (HR. al-Bukhari no 2313, 2489, at-Tirmidzi no. 2099, Ahmad no. 17638, 17653 )<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hadits yang mulia ini memberikan keterangan yang penting bahwa kaum muslimin berserikat dalam urusan agama yang akan menyelamatkan mereka di akhirat. Ini persis seperti berserikatnya manusia pada umumnya dalam manfaat berlayar menggunakan sebuah kapal untuk keselamatannya di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Apabila semua orang yang berserikat menggunakan kendaraannya berupa kapal tadi mendiamkan salah seorang mereka yang akan merusak keseimbangan perahu, hal itu akan menjadi penyebab celakanya mereka semua.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Demikian juga, diamnya kaum muslimin terhadap orang yang melakukan kefasikan dan tidak mengingkari kemungkarannya akan menjadi sebab celakanya mereka semua di akhirat bahkan juga di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bin al-Yaman <em style=\"color: #000000;\">Radhiyallahu &#8216;anhu<\/em>\u00a0dari Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0beliau bersabda, \u201cDemi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaknya kalian beramar ma\u2019ruf dan nahi mungkar. Jika tidak, niscaya Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em> akan mengirimkan siksa-Nya dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya, namun doa kalian tidak lagi dikabulkan.\u201d (HR. at-Tirmidzi no. 2095)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Rasulullah <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda, \u201cTidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0pada suatu umat sebelumnya melainkan dia memiliki pembela dan sahabat yang memegang teguh sunnah-sunnah dan perintah-perintahnya. Kemudian datanglah setelah mereka suatu kaum yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka lakukan dan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan. Barang siapa yang berjihad dengan tangan melawan mereka, maka dia seorang mukmin. Barang siapa yang berjihad melawan mereka dengan lisan, maka dia seorang mukmin. Barang siapa yang berjihad dengan hati melawan mereka, maka dia seorang mukmin, dan setelah itu tidak ada keimanan (sebesar) biji sawi pun.\u201d (HR. Muslim no. 71 bab \u201cBayan Kauni Nahyi \u2018anil Mungkar minal Iman\u201d)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Wal \u2019ilmu indallah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber: <strong><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/akibat-meninggalkan-amar-maruf-nahi-mungkar\/\" target=\"_blank\">Majalah Asy Syariah<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKIBAT \u00a0MENINGGALKAN \u00a0AMAR \u00a0MA&#8217;RUF \u00a0NAHI \u00a0MUNGKAR Ditulis oleh:\u00a0Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf al-Atsari Di awal pembahasan ini telah dijelaskan tentang kewajiban amar ma\u2019ruf nahi mungkar. Tidak sedikit di dalam Al-Qur\u2019an, sanjungan dan pujian kepada yang menunaikannya dengan baik, seperti firman Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala: \u201cTidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5779,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[1475],"class_list":["post-5747","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-akibat-meninggalkan-amar-maruf-nahi-mungkar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5747","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5747"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5747\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5747"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5747"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5747"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}