{"id":5209,"date":"2014-08-04T08:25:53","date_gmt":"2014-08-04T00:25:53","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=5209"},"modified":"2014-08-04T08:25:53","modified_gmt":"2014-08-04T00:25:53","slug":"penyebab-maraknya-kesesatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=5209","title":{"rendered":"Penyebab Maraknya Kesesatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"color: #444444; text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/header-forum-salafy-72.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-5238\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/header-forum-salafy-72-300x195.jpg\" alt=\"header forum salafy 72\" width=\"300\" height=\"195\" \/><\/a>PENYEBAB MARAKNYA KESESATAN<\/strong><\/p>\n<div class=\"wrap-post\" style=\"color: #444444;\">\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Ditulis Oleh: \u00a0Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pergulatan antara penganut kebenaran dan pengikut kebatilan adalah kepastian dari Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>. Dengan ilmu dan kekuasaan-Nya yang sempurna Dia\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0telah menakdirkan terjadinya sampai datangnya hari kiamat. Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0mengabarkan tentang awal pergulatan tersebut, yaitu antara Bapak kita, Adam \u2018Alaihissalam, dan Iblis\u00a0<i>la\u2019natullah<\/i><i>\u2018alaih<\/i>. Iblis telah menyatakan permusuhan kepada manusia di hadapan Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>, sebagaimana firman-Nya (yang artinya),<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Iblis menjawab, \u201cKarena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benarbenar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).\u201d Allah berfirman, \u201cKeluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya.\u201d \u00a0(Dan Allah berfirman), \u201cHai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buahbuahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang lalim.\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepadakeduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya dan setan berkata, \u201cRabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).\u201d Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, \u201cSesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua,\u201d maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasakan buah pohon itu, tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka, \u201cBukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?\u201d\u00a0<\/i><b>(al-A\u2019raf: 16\u201422)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kepastian ini juga akan dihadapi oleh seluruh nabi setelah Adam\u00a0 beserta para pengikut mereka. Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0646\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u064d \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0634\u064e\u064a\u064e\u0627\u0637\u0650\u064a\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u0650 \u064a\u064f\u0648\u062d\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0632\u064f\u062e\u0652\u0631\u064f\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u0650 \u063a\u064f\u0631\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f \u06d6 \u0641\u064e\u0630\u064e\u0631\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u00a0\u201cDan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan \u00a0(dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indahindah untuk menipu (manusia). Jika Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka adaadakan.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-An\u2019am: 112)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Terlebih lagi pergulatan yang harus dihadapi oleh Rasulullah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0melawan pembela kebatilan sehingga Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0<\/i>mengibur beliau\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam\u00a0<\/i>sebagaimana firman- Nya (yang artinya),<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalimitu mengingkari ayat-ayat Allah. Sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-An\u2019am:<\/b><i>\u00a0<\/i><b>33\u201434)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kita meyakini bahwa perseteruan yang terjadi antara ahlul haq (pengikut kebenaran) dan ahlul batil (pengikut kebatian) di dunia fana ini terjadi dengan takdir Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0dan disertai oleh hikmah- Nya yang sempurna karena Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0adalah Yang Mahabijaksana. Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0menjelaskan hikmah tersebut dalam firman-Nya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0641\u0650\u062a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064b \u0623\u064e\u062a\u064e\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064b<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u00a0\u201cDan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Rabbmu Maha Melihat.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Furqan:<\/b><i>\u00a0<\/i><b>20)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0641\u0652\u0639\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064e \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064d \u0644\u0651\u064e\u0641\u064e\u0633\u064e\u062f\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u00a0\u201cSeandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia terhadap sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi, Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Baqarah: 251)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa\u2019di menjelaskan, \u201cDi antara hikmah Allah menjadikan musuh-musuh bagi para nabi dan adanya pembela kebatilan yang mengajak pada kebatilannya adalah sebagai ujian dan cobaan bagi para hamba-Nya. Dengan demikian, akan terpisahkan antara yang jujur dan yang berdusta, yang berakal sehat dan yang jahil, serta yang melihat (dengan mata hatinya) dan yang buta. Selain itu, hikmah (adanya ujian dan cobaan tersebut) adalah penjelasan dan penerangan tentang kebenaran karena kebenaran akan bercahaya dan tampak jelas saat kebatilan menghadang dan memeranginya. Saat itu terpisahkanlah dalil-dalil dan saksisaksi yang menunjukkan pada kebenaran tersebut beserta hakikatnya, dengan kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh kebatilan. Hal ini (terpisahnya kebenaran dan kebatilan) termasuk hal yang paling dicari oleh para hamba.\u201d (<i>Taisir al-Karimirrahman\u00a0<\/i>hlm. 270)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><b>Dua Sebab Maraknya Ideologi Sempalan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wasallam bersabda,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0627\u0635\u0652\u0628\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062a\u0650\u064a \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0632\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u064c \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u062a\u064e\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSabarlah kalian karena tidak datang sebuah masa kecuali yang setelahnya lebih jelek dari yang sebelumnya, sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian.\u201d\u00a0<\/i>(<b>HR.<\/b><i>\u00a0<\/i><b>al-Bukhari\u00a0<\/b>dari Anas bin Malik\u00a0<i>radhiyallahu \u2018anhu<\/i>)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Beliau\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0bersabda pula,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0634\u0652\u0631\u064e\u0627\u0637\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f \u0648\u064e\u064a\u064e\u0638\u0652\u0647\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0647\u0652\u0644\u064f<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSesungguhnya termasuk tandatanda kiamat adalah dicabutnya ilmu dan merebaknya kebodohan.\u201d<\/i>(<b>Muttafaqun<\/b><i>\u00a0<\/i><b>alaih\u00a0<\/b>dari Anas bin Malik)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sabda beliau\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0yang lain,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0636\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0627\u0646\u0652\u062a\u0650\u0632\u064e\u0627\u0639\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e\u0632\u0650\u0639\u064f\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u0650\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0636\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u0628\u0650\u0642\u064e\u0628\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0644\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0628\u0652\u0642\u0650 \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u064b\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0631\u064f\u0621\u064f\u0648\u0633\u064b\u0627 \u062c\u064f\u0647\u0651\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064f\u0626\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0641\u0652\u062a\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0641\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSesungguhnya Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i><\/i>\u00a0<i>tidak akan mencabut ilmu dari manusia dengan sekaligus. Akan tetapi, Dia akan mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama (ahli ilmu).Ketika Dia tidak menyisakan seorang alim pun, umat manusia akan menjadikan orang-orang jahil sebagai pemimpin mereka, kemudian para pemimpin itu ditanya. Mereka pun berfatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.\u201d\u00a0<\/i>(<b>HR. al-Bukhari\u00a0<\/b>dari Abdullah bin<i>\u00a0<\/i>Amr\u00a0<i>radhiyallahu \u2018anhuma<\/i>)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tiga hadits di atas menunjukkan bahwa merebak dan semaraknya berbagai kesesatan dalam agama ini disebabkan oleh jauhnya umat manusia dari ilmu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta ahlinya (para ulama). Lebih jelasnya, kedua sebab itu adalah sebagai berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><b><i>1. Kebodohan<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kebodohan terhadap syariat Islam yang mulia dan sempurna adalah penyakit yang membahayakan dan membinasakan. Namun, tidak ada yang menyadari bahwa kebodohan itu adalah penyakit, selain orang yang dirahmati oleh Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>. Rasulullah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>bersabda,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0623\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627\u060c \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0634\u0650\u0641\u064e\u0627\u0621\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u064a\u0650\u0651 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0624\u064e\u0627\u0644\u064f<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cMengapa mereka tidak bertanya ketika tidak tahu? Hanyalah obat ketidaktahuan (kebodohan) adalah bertanya.\u201d\u00a0<\/i>(\u00a0<b>HR. Abu Dawud\u00a0<\/b>dan<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">dinyatakan sahih oleh al-Albani) Asy-Syaikh Muhammad al-Imam\u00a0<i>hafizhahullah\u00a0<\/i>berkata (<i>Bidayatul Inhiraf<\/i>\u00a0hlm. 133), \u201cKebodohan adalah musuh semua risalah yang dibawa oleh para rasul\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>. Oleh karena itu, Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0memisalkan orang yang bodoh sebagai makhluk yang paling jelek yang berjalan di muka bumi ini. Firman-Nya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0634\u064e\u0631\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u0651\u0650 \u0639\u0650\u0646\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0645\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064f\u0643\u0652\u0645\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u00a0\u201cSesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa pun.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Anfal: 22)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0623\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e \u06da \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0639\u064e\u0627\u0645\u0650 \u06d6 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0636\u064e\u0644\u0651\u064f \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cAtau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Furqan: 44)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Al-Imam Ibnul Qayyim\u00a0<i>rahimahullah<\/i><i>\u00a0<\/i>menjelaskan akibat jelek dari kebodohan<i>\u00a0<\/i>dalam kitabnya,\u00a0<i>Miftah Dar as- Sa\u2019adah\u00a0<\/i>(1\/382), \u201cPohon kejahilan<i>\u00a0<\/i>akan membuahkan seluruh kejelekan,<i>\u00a0<\/i>kezaliman, permusuhan (tanpa alasan<i>\u00a0<\/i>yang benar), \u2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Seluruh kejelekan dan kerusakan yang telah dan akan terjadi di alam semesta ini hingga hari kiamat dan setelahnya (yakni di akhirat) disebabkan oleh penyelisihan terhadap apa yang dibawa oleh para rasul baik dalam hal ilmu maupun amalan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah\u00a0<i>rahimahullah<\/i>\u00a0berkata, \u201cSesungguhnya pelopor dan perintis mazhab Syiah Rafidhah adalah seorang zindiq kafir yang memusuhi agama Islam dan kaum muslimin. Dia bukan ahli bdi\u2019ah yang sesat karena takwil, seperti Khawarij dan Qadariyah. Meski demikian, keyakinan-keyakinan Syiah Rafidhah laris di kalangan kaum muslimin yang masih memiliki iman karena sangat bodohnya mereka.\u201d (<i>Minhajus Sunnah<\/i>\u00a04\/363)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><b><i>2. Jauhnya umat dari ulama syariat<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0menjadikan para ulama syariat sebagai para pemimpin yang harus ditaati dalam urusan yang ma\u2019ruf sebagaimana dalam firman-Nya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u00a0\u201cHai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.\u201d\u00a0<\/i><b>(an-<\/b><i>\u00a0<\/i><b>Nisa: 59)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Mereka adalah tempat untuk mengembalikan dan mengadukan seluruh problem umat manusia, terkhusus dalam masalah agama. Umat senantiasa menunggu dan mengharapkan bimbingan dan nasihat mereka. Sebab, mereka adalah orang yang paling memahami syariat dan hal-hal yang akan bermanfaat bagiumat, baik yang terkait dengan urusan dunia maupun agama. Allah\u00a0<i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064c \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0648\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0648\u0652\u0641\u0650 \u0623\u064e\u0630\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0631\u064e\u062f\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0645\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0646\u0628\u0650\u0637\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u064a\u0652\u0637\u064e\u0627\u0646\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u00a0\u201cDan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).\u201d\u00a0<\/i><b>(an-Nisa: 83)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Di samping itu, mereka adalah orang yang paling peduli dan penyayang terhadap umat. Rasulullah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/i>\u00a0bersabda,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u062b\u064e\u0644\u0650 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u062f\u064e \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0641\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0646\u064e\u0627\u062f\u0650\u0628\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0631\u064e\u0627\u0634\u064f \u064a\u064e\u0642\u064e\u0639\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0630\u064f\u0628\u0651\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0622\u062e\u0650\u0630\u064c \u0628\u0650\u062d\u064f\u062c\u064e\u0632\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0644\u0651\u064e\u062a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u064a\u064e\u062f\u0650\u064a<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cPermisalanku dengan kalian ibarat seorang yang menyalakan api (di malam hari). Lalu datanglah serangga dan kupu-kupu ingin masuk ke dalamnya dalam keadaan dia menghalanginya agar tidak masuk ke dalam api. Dan aku memegangi pinggang kalian (supaya kalian selamat) dari api (neraka), namun kalian senantiasa berusaha melepaskan diri dari kedua tanganku.\u201d\u00a0<\/i>(<b>HR. Muslim<\/b><i>\u00a0<\/i>dari Jabir<i>radhiyallahu \u2018anhu<\/i>)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Yahya bin Mu\u2019adz ar-Razi\u00a0<i>rahimahullah<\/i><i>\u00a0<\/i>berkata, \u201cPara ulama lebih sayang<i>\u00a0<\/i>terhadap umat Muhammad\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0daripada<i>\u00a0<\/i>ayah dan ibu mereka.\u201d Beliau\u00a0<i>rahimahullah\u00a0<\/i><i><\/i>ditanya, \u201cBagaimana itu terjadi?\u201d Jawab<i>\u00a0<\/i>beliau, \u201cAyah dan ibu mereka menjaga<i>\u00a0<\/i>mereka (agar selamat) dari api dunia,<i>\u00a0<\/i>sedangkan para ulama menjaga mereka<i>\u00a0<\/i>(sehingga selamat) dari api neraka.\u201d<i>\u00a0<\/i>(<i>Mukhtashar Nashihati Ahlil Hadits\u00a0<\/i>hlm. 167)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Itulah kedudukan mulia dan urgensi keberadaan ulama di tengah-tengah umat yang tergambarkan dalam beberapa ayat dan hadits. Lantas apa yang terjadi ketika umat jauh dari mereka? Rasululllah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/i>\u00a0telah mengabarkan tentang umat yang jauh dari ilmu dan ulama dalam hadits Abdullah bin Amr di atas. Disebutkan bahwa umat akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pimpinan mereka sehingga mereka sesat dan menyesatkan umat. Tidak ada musibah yang lebih dahsyat yang menimpa sebuah umat selain jauhnya mereka dari ilmu dan ulama sehingga rusaklah urusan dunia dan agama mereka. Rasulullah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0bersabda,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0648\u064f\u0633\u0651\u0650\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0652\u062a\u064e\u0638\u0650\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cApabila sebuah urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya.\u201d\u00a0<\/i>(<b>HR. al-Bukhari<\/b>)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Al-Hasan al-Bashri\u00a0<i>rahimahullah<\/i>\u00a0berkata, \u201cKalau bukan karena adanya ulama, sungguh umat manusia akan seperti binatang ternak.\u201d (<i>Mukhtashar Nashihati<\/i>\u00a0<i>Ahlil Hadits<\/i>)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ada dua kemungkinan yang menyebabkan umat jauh dari ulama syariat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>a. Sedikitnya jumlah ulama dibandingkan dengan kebutuhan umat.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hal ini adalah salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/i>\u00a0dalam hadits Abdullah bin Amr\u00a0<i>radhiyallahu \u2018anhuma<\/i>\u00a0di atas. Keadaan ini dimanfaatkan oleh para dai yang mengajak umat kepada berbagai kesesatan, seperti sufi, hizbiyah (fanatisme golongan), politik, dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan\u00a0<i>hafizhahullah\u00a0<\/i>berkata, \u201cHati-hatilah kalian dari para dai yang menyeru kepada kesesatan. Mereka memburu para pemuda dan berusaha memutuskan hubungan para pemuda itu dengan keluarga dan masyarakatnya. Lantas mereka mencekoki para pemuda tersebut dengan berbagai pemikiran sesat. Akhirnya, Anda akan dapati seorang pemuda terpisah dari kedua orang tua dan keluarganya,lalu menjauh dari masjid-masjid kaum muslimin, shalat Jumat,dan shalat jamaah. Setelah itu tidak diketahui lagi di mana dia, sampai terdengar berita bahwa dia terbunuh bersama perusuh atau ditangkap bersama mereka oleh aparat. Inilah buah yang akan dipetik apabila para pemuda tidak memedulikan dan mengikuti nasihat para ulama.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Mereka tidak mau mengambil sabda Rasul\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0yang memerintahkan untuk berpegang teguh dengan jamaah kaum muslimin, penguasa mereka, berbakti dan membantu kedua orang tua, dan menjaga shalat Jumat dan shalat jamaah. Tatkala mereka tidak memerhatikan hal-hal ini, niscaya mereka akan jatuh ke tangan musuh mereka. Musuh-musuh itu akan mencari mereka, lalu mencekoki dengan doktrin-doktrin yang akan menghancurkan kehidupan mereka. Kalaupun sebagian mereka masih tersisa, akan susah sekali diobati karena pemikirannya sudah rusak dan sudah dicuci otak. Mereka layaknya orang yang terkena penyakit yang belum ada obatnya semacam kanker atau lainnya.\u201d (<i>al-Ajwibah al-Mufidah\u00a0<\/i>hlm. 36)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>b. Dijatuhkannya kewibawaan para ulama di hadapan umat Islam dengan berbagai cara.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Di antara cara yang ditempuh adalah menjuluki ulama syariat sebagai ulama sulthan (pemerintah), ulama haid dan nifas yang tidak paham realitas, ulama antijihad, dan sebagainya. Kalau kita perhatikan, cara yang mereka lakukan untuk menjauhkan umat dari para ulamanya adalah cara-cara orang kafir yang menentang dakwah para nabi dan rasul\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>. Allah <i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0mengabarkan kepada para hamba-Nya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646 \u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0633\u064e\u0627\u062d\u0650\u0631\u064c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064e\u062c\u0652\u0646\u064f\u0648\u0646\u064c ( ) \u0623\u064e\u062a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0635\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0650 \u06da \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0637\u064e\u0627\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, \u201cIa adalah seorang tukang sihir atau orang gila.\u201d Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.\u00a0<\/i><b>(adz-Dzariyat: 52\u201453)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Bahkan, ketika Fir\u2019aun berusaha menghadang dakwah tauhid yang dibawa oleh Nabi Musa \u2018Alaihissalam, dia mengatakan kepada umatnya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u0652 \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u064f \u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0628\u064e\u062f\u0651\u0650\u0644\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064f\u0638\u0652\u0647\u0650\u0631\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u00a0\u201cBiarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Rabbnya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agama kalian atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.\u201d\u00a0<\/i><b>(Ghafir: 26)<\/b><i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Demikian pula, cara inilah yang ditempuh oleh ahli bid\u2019ah untuk menjauhkan umat dari para ulama. Cara ini mereka warisi dari generasi ke generasi. Karena itu, al-Imam Abu Utsman Ismail ash-Shabuni mengatakan, \u201cCiri-ciri ahli bid\u2019ah itu tampak sekali pada orangnya. Ciri dan tanda yang paling jelas adalah sangat kerasnya permusuhan, pelecehan, dan penghinaan mereka terhadap para pembawa hadits-hadits Nabi\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0(yakni para ulama ahli hadits).\u201d (<i>\u2018Aqidatu as-Salaf\u00a0<\/i>hlm. 101)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan\u00a0<i>hafizhahullah\u00a0<\/i>berkata, \u201cKaum muslimin wajib menghormati para ulama karena mereka adalah pewaris para nabi. Melecehkan mereka berarti melecehkan kedudukan mereka sebagai pewaris Nabi\u00a0<i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0sekaligus ilmu syariat yang mereka bawa. Barang siapa berani melecehkan ulama, tentu lebih berani melecehkan kaum muslimin selain mereka. Para ulama adalah orang-orang yang wajib dihormati karena ilmu dan kedudukan mereka di tengah-tengah umat, serta tanggung jawab yang mereka emban demi kebaikan Islam dan kaum muslimin. Apabila para ulama sudah tidak dipercaya, siapa lagi yang akan dipercaya? Apabila kepercayaan umat terhadap para ulama telah hilang, kepada siapa lagi kaum muslimin bisa mengadukan berbagai problem mereka? Siapa lagi yang dipercaya menjelaskan hukum-hukum syariat? Ketika semua itu terjadi, umat pun akan terlantar, kekacauan pun akan tersebar.\u201d (<i>al-Ajwibah al-Mufidah\u00a0<\/i>hlm. 188)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Semoga Allah <i>Subhanahu wa ta\u2019ala<\/i>\u00a0senantiasa melimpahkan hidayah taufik kepada kita semua untuk senantiasa ikhlas, sabar, dan istiqamah untuk menuntut ilmu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah <i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i>\u00a0dengan pemahaman salafus saleh, di bawah bimbingan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, agar selamat jiwa kita dan keluarga kita serta seluruh kaum muslimin.\u00a0<i>Amin.<\/i>\u00a0<i>Walhamdulillahi Rabbil \u2018alamin.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber : <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/akhlak-penyebab-maraknya-kesesatan\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENYEBAB MARAKNYA KESESATAN Ditulis Oleh: \u00a0Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan Pergulatan antara penganut kebenaran dan pengikut kebatilan adalah kepastian dari Allah\u00a0Subhanahu wata\u2019ala. Dengan ilmu dan kekuasaan-Nya yang sempurna Dia\u00a0Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0telah menakdirkan terjadinya sampai datangnya hari kiamat. Allah\u00a0Subhanahu wa ta\u2019ala\u00a0mengabarkan tentang awal pergulatan tersebut, yaitu antara Bapak kita, Adam \u2018Alaihissalam, dan Iblis\u00a0la\u2019natullah\u2018alaih. Iblis telah menyatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5238,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[1363],"class_list":["post-5209","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-sebabmaraknyakesesatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5209"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5209\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}