{"id":5137,"date":"2014-08-07T04:54:13","date_gmt":"2014-08-06T20:54:13","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=5137"},"modified":"2014-08-07T04:54:13","modified_gmt":"2014-08-06T20:54:13","slug":"kisah-baiat-aqobah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=5137","title":{"rendered":"Kisah Bai\u2019at Aqobah"},"content":{"rendered":"<p style=\"color: #444444; text-align: left;\"><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Kisah-baiat.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-5138\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Kisah-baiat-300x195.jpg\" alt=\"Kisah baiat\" width=\"300\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Kisah-baiat-300x195.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Kisah-baiat-1024x666.jpg 1024w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Kisah-baiat.jpg 1243w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><strong>KISAH BAI&#8217;AT AQOBAH<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib<\/em><\/p>\n<div class=\"wrap-post\" style=\"color: #444444;\">\n<p style=\"text-align: left;\">Beberapa orang suku Khazraj dari Madinah ketika melakukan ibadah haji akhirnya bersedia menerima dakwah Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>. Sebelumnya, mereka telah mendengar dari orang-orang Yahudi bahwa akan datang seorang nabi. Ketika nabi itu benar-benar datang, mereka pun beriman kepadanya, sementara orang-orang Yahudi malah mengkufurinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Siang dan malam, Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>\u00a0tidak pernah berhenti berdakwah. Setiap musim haji, beliau selalu mendatangi kabilah-kabilah dari luar Kota Makkah untuk mendakwahkan Islam. Namun tak satu pun yang menyambut seruan beliau.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Namun Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>\u00a0memang ingin menampakkan dan memenangkan al-haq ini. Suatu ketika, di musim haji, datanglah beberapa orang dari suku Khazraj Madinah, yaitu Abu Umamah As\u2019ad bin Zurarah, \u2018Auf bin al-Harits, Rafi\u2019 bin Malik, Quthbah bin \u2018Amir, \u2018Uqbah bin \u2018Amir, dan Jabir bin Abdullah bin Ri\u2019ab.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>\u00a0pun menemui mereka, menerangkan ajaran Islam dan membacakan beberapa ayat Al-Qur\u2019an. Sebelum ini, para pemuka suku tersebut sebenarnya telah sering mendengar berita dari orang-orang Yahudi, sekutu mereka, bahwa akan datang seorang nabi yang dengannya mereka memerangi orang-orang kafir seperti memerangi \u2018Aad dan Iram.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pada tahun berikutnya, datanglah 12 orang, termasuk enam orang pertama selain Jabir. Bersama rombongan ini, ikut serta Mu\u2019adz bin al-Harits bin Rifa\u2019ah saudara \u2018Auf, juga \u2018Ubadah bin ash-Shamit, Yazid bin Tsa\u2019labah, Abul Haitsam bin at-Taihan, \u2018Uwaimir bin Malik, dan Dzakwan bin \u2018Abdul Qais.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tentang peristiwa ini Jabir <em><span style=\"color: #545454;\">radhiyallahu<\/span><span style=\"color: #545454;\">\u00a0&#8216;<\/span><span style=\"color: #545454;\">anhu\u00a0<\/span><\/em>menceritakan, \u201cKetika Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>\u00a0masih di Makkah dan mengajak manusia kepada Islam, beliau mendatangi mereka di setiap musim haji, di pasar \u2018Ukkaz, Majannah, sambil berkata, \u2018Siapakah yang akan membantuku menyebarkan risalah Rabbku ini? Bagiannya adalah jannah (surga).\u2019 Namun, tidak ada yang mau menyambut seruan itu. Sampai akhirnya Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>\u00a0mengirim kami kepada beliau, dan bertemu di \u2018Aqabah. Ketika itu beliau bersama \u2018Abbas pamannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kami berkata kepada beliau, \u2018Ya Rasulullah, atas dasar apa kami bersumpah setia (bai\u2019at) kepadamu?\u2019 Kata beliau, \u2018Kalian berbai\u2019at untuk tetap mendengar dan taat, baik di waktu semangat maupun berat, dalam keadaan lapang maupun sempit (susah), menolongku kalau aku datang kepada kalian dan membelaku seperti kalian membela anak, istri, dan diri kalian sendiri, serta kalian akan mendapat balasan surga.\u2019<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kami pun segera membai\u2019atnya. Yang pertama menggenggam tangan beliau adalah As\u2019ad bin Zurarah padahal dia adalah yang paling muda di antara kami, dan dia berkata, \u2018Tunggu dulu, wahai orang-orang Yatsrib (Madinah). Kita tidak melakukan perjalanan ini melainkan kita tahu betul bahwa dia adalah Rasulullah. Membawanya keluar (dari Makkah, red.) pada hari ini berarti menghadapi bangsa Arab seluruhnya dan sebab terbunuhnya orang-orang terbaik dari kalian, serta siap menghadapi peperangan. Kalau kalian sabar terhadap hal ini, ambil sumpah setia ini, dan balasan bagi kalian di sisi Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>. Kalau kalian takut dan mengkhawatirkan diri kalian, maka tinggalkan dia. Ini adalah udzur bagi kalian di sisi Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>.\u2019 Serempak yang lain berkata, \u2018Wahai As\u2019ad, lepaskan tanganmu. Demi Allah, kami tidak akan biarkan bai\u2019at ini berlalu begitu saja dan kami tidak membencinya.\u2019<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kemudian satu per satu dari kami berdiri menggenggam tangan beliau mengucapkan bai\u2019at, lantas beliau memberi syarat, dan menjanjikan surga bagi kami.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Setelah itu mereka kembali ke Madinah. Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>\u00a0mengutus Ibnu Ummi Maktum dan Mush\u2019ab bin \u2018Umair <em><span style=\"color: #545454;\">radhiyallahu<\/span><span style=\"color: #545454;\">\u00a0&#8216;<\/span><span style=\"color: #545454;\">anhuma<\/span><\/em>\u00a0untuk berdakwah di Madinah. Akhirnya, Islam tersebar menembus pintu-pintu setiap rumah di Madinah. Melalui dakwahnya, berimanlah beberapa tokoh seperti Usaid bin Hudhair, Sa\u2019d bin Mu\u2019adz, yang kemudian diikuti seluruh suku Bani Abdil Asyhal, laki-laki dan perempuan, kecuali \u2018Amru bin Tsabit bin Qais yang baru masuk Islam ketika terjadi perang Uhud dan dia gugur sebagai syuhada sebelum sempat sujud satu kali pun. Tentang dia, Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>\u00a0bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0652\u0644\u0627\u064b\u060c \u0648\u064e\u0623\u064f\u062c\u0650\u0631\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cDia beramal sedikit, tapi diberi pahala berlimpah.\u201d (HR. al-Bukhari dan Muslim, dari al-Bara\u2019 <em><span style=\"color: #545454;\">radhiyallahu<\/span><span style=\"color: #545454;\">\u00a0&#8216;<\/span><span style=\"color: #545454;\">anhu<\/span><\/em>)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kemudian Mush\u2019ab <em><span style=\"color: #545454;\">radhiyallahu<\/span><span style=\"color: #545454;\">\u00a0&#8216;<\/span><span style=\"color: #545454;\">anhu<\/span><\/em>\u00a0kembali ke Makkah. Pada musim haji berikutnya, datanglah menemui Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>\u00a0sekitar 73 orang laki-laki dan dua orang perempuan dari Madinah di bawah pimpinan al-Bara\u2019 bin Ma\u2019rur. Mereka berbai\u2019at kepada Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>\u00a0sebagaimana halnya yang dikisahkan Jabir <em><span style=\"color: #545454;\">radhiyallahu<\/span><span style=\"color: #545454;\">\u00a0&#8216;<\/span><span style=\"color: #545454;\">anhu<\/span><\/em>. Setelah itu, Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>\u00a0memerintahkan agar mereka segera kembali ke kemah-kemah mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Keesokan harinya, orang-orang kafir Quraisy mendatangi mereka dan menanyakan apa yang telah dilakukan mereka semalam. Termasuk mencari kebenaran berita bahwa orang-orang Madinah itu akan memerangi mereka. Abdullah bin Ubai bin Salul yang ketika itu ikut bersama rombongan dari Madinah menampik dan menegaskan ketidakbenaran berita tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sekilas tentang Aus dan Khazraj<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ibnu Hisyam menukilkan dari keterangan Hassan bin Tsabit <em><span style=\"color: #545454;\">radhiyallahu<\/span><span style=\"color: #545454;\">\u00a0&#8216;<\/span><span style=\"color: #545454;\">anhu<\/span><\/em>\u00a0bahwa orang-orang Anshar (penduduk Madinah) adalah keturunan Aus dan Khazraj, yang keduanya adalah anak dari Haritsah bin Tsa\u2019labah bin \u2018Amru.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kedua kabilah ini sesungguhnya pada masa jahiliah selalu bermusuhan dan saling memerangi. Masing-masing dibantu oleh sekutu-sekutu mereka dari golongan Yahudi. Setiap kali mereka berperang, masing-masing dari Yahudi tersebut mengancam, bahwa telah tiba masanya akan datang seorang nabi, dan mengatakan, \u201cKami akan memerangi kalian bersamanya seperti memerangi \u2018Ad dan Iram.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Setelah Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>\u00a0mengutus Nabi Muhammad <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>, orang-orang Anshar segera menyambut seruan tersebut, sementara Yahudi justru mengingkarinya. Tentang hal ini Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>\u00a0menyebutkan:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cDan tatkala telah datang kepada mereka sebuah kitab dari sisi Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Padahal mereka sebelumnya senantiasa mengharap-harap kemenangan atas orang-orang kafir. Tapi setelah datang kepada mereka sesuatu yang telah mereka ketahui, mereka mengingkarinya, maka laknat Allah terhadap orang-orang yang kafir.\u201d<\/em> (al-Baqarah: 89)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ibnu Ishaq mengatakan, \u201cTelah bercerita kepada kami \u2018Ashim bin \u2018Amr bin Qatadah dari beberapa orang tokoh dari kaumnya. Mereka berkata, \u2018Sesungguhnya beberapa faktor yang mendorong kami masuk Islam\u2014dengan rahmat dan hidayah Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>\u2014tatkala kami mendengar dari beberapa orang Yahudi\u2014sedangkan kami waktu itu masih musyrik penyembah berhala\u2014mereka mempunyai ilmu yang tidak ada pada kami. Antara kami dengan mereka sering terjadi permusuhan. Apabila kami mencaci-maki mereka dengan sesuatu yang tidak disukai mereka, mereka berkata, \u2018Sungguh hampir tiba masanya sekarang ini, akan diutusnya seorang nabi. Kami akan memerangi kalian bersamanya seperti memerangi bangsa \u2018Aad dan Iram.\u2019<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Inilah yang selalu kami dengar dari mulut mereka. Namun tatkala Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>\u00a0telah mengutus Rasulullah <i><i>Shallallahu \u2018alaihi wasallam<\/i><\/i>, kami segera menyambut seruan beliau ketika mengajak kami untuk beriman kepada Allah <i><i><i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i><\/i><\/i>, apalagi setelah kami tahu ancaman mereka itu. Maka kami mendahului mereka beriman kepada beliau, sedangkan mereka justru mengingkarinya. Dan ayat ini turun berkaitan dengan keadaan kami dan mereka.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber Bacaan:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">1. Tafsir Ibnu Katsir<br \/>\n2. Zadul Ma\u2019ad, Ibnul Qayyim<br \/>\n3. Sirah Ibnu Hisyam<br \/>\n4. Shahih as-Sirah an-Nabawiyyah, asy-Syaikh al-Albani<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber: \u00a0<a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/kisah-baiat-aqobah\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy syariah<\/strong><\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KISAH BAI&#8217;AT AQOBAH Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib Beberapa orang suku Khazraj dari Madinah ketika melakukan ibadah haji akhirnya bersedia menerima dakwah Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wasallam. Sebelumnya, mereka telah mendengar dari orang-orang Yahudi bahwa akan datang seorang nabi. Ketika nabi itu benar-benar datang, mereka pun beriman kepadanya, sementara orang-orang Yahudi malah mengkufurinya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5138,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[269],"tags":[1352],"class_list":["post-5137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah","tag-kisah-baiat-aqobah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5137"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5137\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}