{"id":4816,"date":"2014-07-21T04:00:55","date_gmt":"2014-07-20T20:00:55","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=4816"},"modified":"2014-07-21T05:09:30","modified_gmt":"2014-07-20T21:09:30","slug":"membingkai-safar-dengan-doa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=4816","title":{"rendered":"Membingkai Safar Dengan Do\u2019a"},"content":{"rendered":"<p style=\"color: #444444; text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Membingkai-Safar-Dengan-Doa.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-4829\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Membingkai-Safar-Dengan-Doa-300x195.jpg\" alt=\"Membingkai Safar Dengan Doa\" width=\"300\" height=\"195\" \/><\/a>MEMBINGKAI SAFAR DENGAN DOA<\/strong><\/p>\n<div class=\"wrap-post\" style=\"color: #444444;\">\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dari Abu Hurairah, Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em> bersabda: \u201cSesungguhnya Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em> adalah Dzat Yang Maha Baik dan Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0tidaklah menerima amalan kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala\u00a0<\/em>telah memerintahkan kaum mukminin sebagaimana perintah-Nya kepada segenap Rasul:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u2018Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\u2019 (Al-Mu\u2019minun: 51)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0juga berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u2018Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu\u2019.\u201d (Al-Baqarah: 172)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Setelah itu Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0menceritakan keadaan seseorang yang telah lama safar, rambutnya kusut penuh dengan debu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke arah langit sembari berdoa, \u201cWahai Rabbku, wahai Rabbku.\u201d Padahal makanannya haram, minumannya pun haram, pakaiannya juga haram, serta ia dibesarkan dari yang haram. Lantas bagaimana mungkin doa yang ia panjatkan akan dikabulkan?\u201d<\/p>\n<div>\n<div style=\"text-align: left;\"><strong>Beberapa Hal tentang Jalur Periwayatan Hadits<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim \u00a0di dalam Shahih-nya (no. 1015), Al-Imam At-Tirmidzi t di dalam As-Sunan (no. 2989), dan Al-Imam Ahmad \u00a0di dalam Al-Musnad (2\/328). Madaar (jalur utama) hadits ini adalah Fudhail bin Marzuq. Dia meriwayatkan dari \u2018Adi bin Tsabit, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah. Adapun Al-Imam Muslim meriwayatkan dari Fadhl melalui Abu Usamah, dari Abu Kuraib Muhammad bin Al-\u2019Ala\u2019. At-Tirmidzi meriwayatkan dari Fadhl melalui Abu Nu\u2019aim, dari \u2018Abd bin Humaid. Sementara Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Fadhl dengan perantara Abu An-Nadhr.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Abu Hazim adalah Salman Al-\u2019Asyja\u2019i Al-Kufi. Dia ditsiqahkan oleh para ulama, di antaranya Yahya bin Ma\u2019in dan Abu Dawud. Al-Imam Ibnu \u2018Abdil Barr \u00a0berkata, \u201cMereka (para ulama) telah sepakat bahwa dia seorang yang tsiqah.\u201d Abu Hazim termasuk kalangan tabi\u2019in dan meninggal dunia pada masa pemerintahan \u2018Umar bin Abdul Aziz. \u2018Adi bin Tsabit Al-Anshari Al-Kufi adalah Ibnu Binti \u2018Abdillah bin Yazid Al-Khatmi. Ayahnya adalah seorang sahabat Nabi <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>. Dia ditsiqahkan para ulama semisal Al-Imam Ahmad dan An-Nasa\u2019i. Fudhail bin Marzuq \u00a0kunyahnya Abu Abdirrahman Al-Kufi Ar-Raqqasyi. Tergolong generasi awal dari tabi\u2019ut tabi\u2019in. Adz-Dzahabi menyatakan ketsiqahannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Makna Mufradat Hadits \u0648\u064e\u063a\u064f\u0630\u0650\u0649\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u064e\u0627\u0645\u0650 \u201cPadahal makanannya haram.\u201d Artinya menunjukkan bahwa dia dibesarkan semenjak kecil dengan makanan yang haram. Adapula ulama yang membedakan maknanya. Apabila huruf dzal tanpa tasydid maka maksudnya dia sendiri yang mencari makanan tersebut. Jika menggunakan tasydid maksudnya ia diberi makan oleh orang lain. (Tuhfadzul Ahwadzi, dalam syarah hadits ini) \u0641\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0651\u0649\u201cLantas bagaimana mungkin\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Ini adalah kalimat yang digunakan untuk sesuatu yang sangat jauh kemungkinan terjadinya. Maksudnya, dari mana dia akan dikabulkan doanya ,dan bagaimana mungkin dikabulkan doanya sementara keadaan dia seperti ini? (Tuhfadzul Ahwadzi, dalam syarah hadits ini) \u064a\u064f\u0637\u0650\u064a\u0644\u064f \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0641\u064e\u0631\u064e \u201cYang telah lama safar.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi \u00a0bahwa orang tersebut melakukan safar untuk melaksanakan ketaatan. Seperti haji, ziarah yang mustahab, silaturahmi, dan yang semisalnya. (Syarah Shahih Muslim tentang hadits ini)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><strong>Mustajabnya Doa Musafir<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Kehidupan seorang muslim tidak akan terlepas dari doa. Semenjak pertama kali ia membuka mata dari tidur malamnya sampai ia kembali ke peraduannya selalu dihiasi dengan doa. Karena doa adalah senjata sekaligus benteng pertahanan yang ampuh dan kokoh. Doa akan benar-benar bermanfaat bila disertai keyakinan penuh bahwa Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0akan mengabulkannya. Karena Allah Maha Mendengar. Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala\u00a0<\/em>berfirman:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><em>\u201cDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.\u201d (Al-Baqarah:186)<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Di antara faktor yang harus diperhatikan ketika berdoa adalah mencari waktu-waktu yang dinashkan (disebutkan oleh dalil) sebagai saat yang mustajab. Di antara waktu yang dinashkan adalah di saat safar. Ketika menjelaskan tentang hadits di atas, Al-Imam Ibnu Rajab di dalam Jami\u2019ul Ulum wal Hikam menyatakan bahwa sabda Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam ini merupakan keterangan tentang adab-adab di dalam berdoa. Selain itu juga diterangkan tentang sebab-sebab terkabulnya doa sekaligus hal-hal yang dapat menghalangi terkabulkannya doa. Pembahasan kita saat ini adalah safar \u00a0di mana menjadi salah satu sebab doa yang dipanjatkan seorang hamba akan dikabulkan. Safar adalah salah satu sebab makbulnya doa. Berdasarkan hadits Abu Hurairah, Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064f \u062f\u064e\u0639\u064e\u0648\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0627\u0628\u064e\u0627\u062a\u064d \u0644\u0627\u064e \u0634\u064e\u0643\u064e\u0651 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u064e\u0651: \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u062f\u0650\u060c \u0648\u064e\u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0633\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u0650\u060c \u0648\u064e\u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0638\u0652\u0644\u064f\u0648\u0645\u0650<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><em>\u201cAda tiga macam doa yang mustajab, dan tidak ada keraguan di dalamnya. Doa orangtua, doa seorang musafir, dan doa orang yang terzalimi.\u201d (HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad [no. 32], Abu Dawud [no. 1536], At-Tirmidzi [2\/256], Ibnu Majah [no. 3862], Ibnu Hibban [no. 2406], dan Ahmad [2\/258]. Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t. Silakan merujuk As-Silsilah Ash-Shahihah no. 598)<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Al-Imam An Nawawi di dalam Riyadh Ash-Shalihin membuat bab dengan judul Disunnahkannya Berdoa Ketika Safar. Kemudian beliau membawakan hadits di atas.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-\u2019Utsaimin \u00a0menjelaskan bahwa seorang musafir adalah orang yang meninggalkan kampung halamannya. Ia tetap dikatakan sebagai musafir hingga kembali ke negerinya. Beliau menambahkan, pada umumnya doa seorang musafir adalah doa orang yang benar-benar dalam kesulitan. Seorang hamba jika dalam kesulitan dan berdoa kepada Rabbnya tentu akan dikabulkan karena Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0menjawab doa orang yang mengkhawatirkan mudarat dan kesulitan.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Lalu beliau menegaskan, seorang musafir yang berdoa agar Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em> memudahkan safarnya atau memberikan pertolongan kepadanya atau doa yang lain, maka sungguh Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em> akan mengabulkannya. Oleh karena itu, sepatutnya seorang musafir mempergunakan kesempatan di dalam safar untuk berdoa. Apabila safar yang dia lakukan dalam rangka ketaatan seperti umrah dan haji, tentu akan menambah kekuatan dikabulkannya doa. (Syarah Riyadh Ash-Shalihin). Doa seorang musafir termasuk doa orang yang sedang mengalami kesulitan. Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em> menjanjikan, doa orang yang mengalami kesulitan akan dikabulkan. Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em> berfirman:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cAtau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat(Nya).\u201d (An-Naml: 62)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Ibnu Katsir \u00a0berkata, \u201cDalam ayat ini Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0mengingatkan bahwa hanya Dia yang berhak untuk diminta ketika terjadi kesulitan. Hanya Dia yang diharap di saat muncul persoalan. Sebagaimana firman-Nya:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><em>\u201cDan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.\u201d (Al-Isra\u2019: 67)<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><em>\u201cDan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.\u201d (An-Nahl: 53)<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Maka, semakin berat dan jauh safar seseorang semakin besar pula kemungkinan untuk dikabulkannya doa. Karena safar akan menjadi sebab bertambahnya kepasrahan hati disebabkan jauhnya ia dari kampung halaman. Doa seorang musafir akan bertambah besar kemungkinan dikabulkan apabila dia menengadahkan kedua tangannya. Hal ini diperkuat dengan hadits Salman, Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0bersabda:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0631\u064e\u0628\u064e\u0651\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649 \u062d\u064e\u064a\u0650\u0649\u064c\u0651 \u0643\u064e\u0631\u0650\u064a\u0645\u064c \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u0649 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0635\u0650\u0641\u0652\u0631\u064b\u0627<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><em>\u201cSesungguhnya Allah tabaraka wa ta\u2019ala Dzat Yang Maha Malu dan Maha Memberi, Allah malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian mengembalikannya dalam keadaan hampa.\u201d (HR. Abu Dawud no. 1488, At-Tirmidzi no. 3556, Ibnu Majah no. 3865, dan Ahmad, 5\/438)<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Ketika Asy Syaikh Al-\u2018Utsaimin ditanya tentang hikmah dikabulkannya doa seorang musafir, beliau menjawab, \u201cHikmah di balik itu bahwa seorang musafir akan terpusat hatinya. (Pikiran) ia tidak sesibuk sebagaimana ketika menetap di kota maupun desa. Kemudian lagi, pada umumnya seorang musafir akan berdoa seperti doa orang yang mengalami kesulitan dan benar-benar membutuhkan Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0karena ia sedang berada di dalam perjalanan. Lebih-lebih jika safarnya adalah safar yang dilingkupi ketakutan dan rasa cemas. Tentu orang yang berdoa akan bertambah besar harapan dan kepasrahan hatinya kepada Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>dibandingkan dengan keadaan sebaliknya. Hal inilah yang menjadi sebab dikabulkannya doa.\u201d (Nur \u2018Ala Ad-Darb)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah \u00a0juga menerangkan tentang mustajabnya doa seorang musafir. Beliau berkata, \u201cDoa itu mustajab ketika turunnya hujan, berkecamuk peperangan, ketika adzan dan iqamat, di akhir shalat, ketika sujud, doa orang yang berpuasa, doa seorang musafir, doa orang yang dizalimi, dan yang semisalnya. Semua ini \u00a0berdasarkan hadits-hadits yang dikenal di dalam kitab-kitab shahih dan sunan.\u201d (Majmu\u2019 Fatawa 27\/129)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><strong>Beberapa Contoh Doa yang Dikabulkan Ketika Safar<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Al-Imam Ibnu Al-Qayyim \u00a0di dalam Zadul Ma\u2019ad (1\/462) menjelaskan bahwa berjihad, haji, umrah, dan hijrah termasuk bagian dari safar. Berikut ini beberapa peristiwa yang menjadi ibrah bagi kita, betapa doa sungguh luar biasa. Subhanallah.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">1. Hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan Al-Bukhari (7\/294), Muslim (2009), yang mengisahkan perjalanan Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0menuju kota Madinah ditemani oleh Abu Bakr Ash-Shiddiq dalam rangka berhijrah. Di dalam perjalanan panjang itu, Rasulullah n dikejar oleh seorang penunggang kuda yang bermaksud jahat yaitu Suraqah bin Malik. Ketika Suraqah mulai nampak mendekat, Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0berdoa:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0627\u0635\u0652\u0631\u064e\u0639\u0652\u0647\u064f<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cYa Allah, jatuhkanlah dia di atas tanah.\u201d Kuda itu pun menjatuhkan Suraqah lalu berdiri kembali sambil meringkik. Suraqah berseru, \u201cWahai Nabi Allah, silakan perintahkan kepada saya apa yang anda inginkan!\u201d Rasulullah menjawab, \u201cTetaplah engkau di tempatmu, jangan biarkan seorang pun menyusul kami.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0mengabulkan \u00a0doa Nabi-Nya hingga Suraqah yang semula hendak mencelakai Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0justru berubah menjadi pelindung dan menyelamatkan Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam\u00a0<\/em>dari pengejaran mata-mata.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Kisah ini merupakan contoh Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0mengabulkan doa seorang musafir dalam rangka hijrah.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">2. Hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan Al-Bukhari (no. 3953) tentang perang Badar. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0tiada henti memanjatkan doa. Meminta dengan sepenuh hati agar Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0menurunkan pertolongan dan memenangkan kaum muslimin. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam\u00a0<\/em>berdoa:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0625\u0650\u0646\u0650\u0651\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0634\u064f\u062f\u064f\u0643\u064e \u0639\u064e\u0647\u0652\u062f\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e\u0643\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0639\u0652\u0628\u064e\u062f\u0652<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cYa Allah, sesungguhnya aku benar-benar meminta jaminan dan janji-Mu. Ya Allah, jikalau Engkau kehendaki, Engkau tidak lagi akan diibadahi.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Di dalam riwayat Ahmad (1\/30) disebutkan bahwa Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam\u00a0<\/em>\u00a0ketika berdoa, selendang beliau terjatuh. Lalu datanglah Abu Bakr memungut selendang itu dan memakaikannya kembali di pundak Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>. Abu Bakr berkata, \u201cCukup wahai Nabi Allah, doa yang anda pinta. Karena sesungguhnya Rabbmu pasti akan mewujudkan janji-Nya.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Kisah ini adalah contoh Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0mengabulkan doa seorang musafir dalam rangka berjihad.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">3. Sebuah atsar yang diriwayatkan Al-Imam Ahmadt lengkap dengan sanadnya, dalam Az-Zuhud (hal. 257), Ibnu Sa\u2019d di dalam Ath-Thabaqat (7\/135), serta Ibnu Abi Ad-Dunya di dalam Mujab Ad-Da\u2019wah, tentang kisah perjalanan Shilah bin Asy-yam. Ketika itu Shilah sedang melintasi daerah Ihwaz1 di atas hewan tunggangannya dalam keadaan benar-benar lapar. Tidak ada seorang manusia pun yang ia temui. Hingga pada akhirnya, Shilah berdoa kepada Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0dan memohon agar diberi makanan. Shilah bertutur, \u201cTiba-tiba aku mendengar suara keras di belakangku seperti ada sesuatu yang jatuh. Ketika aku menoleh, aku melihat kain berwarna putih. Lalu aku pun turun dari kendaraan untuk mengambil kain tersebut. Ternyata di dalam bungkusan itu terdapat sekantong kurma matang. Aku pun membawa kurma tersebut dan kembali menaiki kendaraanku.\u201d Kisah ini merupakan contoh makbulnya doa seorang musafir dalam rangka menuntut ilmu syar\u2019i.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">4. Al-Imam Ibnu Sa\u2019d \u00a0di dalam Ath-Thabaqat ketika membawakan biografi Sufyan bin \u2018Uyainah, meriwayatkan dengan sanadnya dari Al-Hasan bin \u2018Imran, keponakan Sufyan bin \u2018Uyainah. Ia berkata: Aku menemani pamanku, Sufyan, pada haji terakhir yang ia tunaikan pada tahun 197 H. Ketika kami tiba di Muzdalifah, beliau mendirikan shalat. Setelah itu dia beristirahat di atas pembaringannya lalu berkata, \u201cSungguh, aku telah mendatangi tempat ini selama 70 tahun (untuk menunaikan ibadah haji). Setiap tahun aku selalu berdoa, \u2018Ya Allah, hamba memohon agar haji kali ini bukanlah haji untuk yang terakhir kalinya.\u2019 Sungguh, aku benar-benar merasa malu kepada Allah karena seringnya aku mengucapkan doa ini.\u201d Lalu, Sufyan bin \u2018Uyainah kembali ke kediamannya di pinggiran kota Makkah. Tahun berikutnya, Sufyan bin \u2018Uyainah meninggal dunia di hari Sabtu bulan Rajab tahun 198 H.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><strong>Beberapa Doa yang Diajarkan untuk Seorang Musafir<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Safar adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan ujian. Tidak sedikit halangan yang menghadang. Dalam keadaan seperti inilah, setan selalu menggoda hendak menjerumuskan anak keturunan Adam ke dalam dosa. Oleh karenanya, Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0mengajarkan untuk kita sebuah doa yang mulia:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0625\u0650\u0646\u0650\u0651\u064a \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0636\u0650\u0644\u064e\u0651 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064f\u0636\u064e\u0644\u064e\u0651\u060c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0650\u0644\u064e\u0651 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064f\u0632\u064e\u0644\u064e\u0651\u060c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0638\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064f\u0638\u0652\u0644\u064e\u0645\u064e\u060c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0647\u064e\u0644\u064e \u0623\u064e\u0648\u0652 \u064a\u064f\u062c\u0652\u0647\u064e\u0644\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u064e\u0651<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cYa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan disesatkan, dari ketergelinciran dan digelincirkan, kezaliman dan dizalimi, serta dari kebodohan atau dibodohi.\u201d (HR. Ahmad, 6\/306, Ibnu Majah no. 3884, An-Nasa\u2019i, 8\/268, At-Tirmidzi no. 3427, Abu Dawud no. 5094 dari Ummu Salamah)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Safar bukan saja sebuah perjalanan yang melelahkan. Safar pun merupakan bagian amaliah yang sarat dengan nilai-nilai ibadah. Sebelum memulai safar, kita diingatkan untuk tetap menjaga tauhid dalam bentuk menyerahkan diri sebagai tawakkal kita kepada Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>. Kita pun mesti meyakini bahwa safar yang dilakukan tidak akan tercapai melainkan dengan kehendak-Nya. Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam mengajarkan doa untuk kita:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0643\u064e\u0651\u0644\u0652\u062a\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0644\u0627\u064e \u062d\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e \u0642\u064f\u0648\u064e\u0651\u0629\u064e \u0625\u0650\u0644\u0627\u064e\u0651 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0647\u0650<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cDengan menyebut asma Allah, aku benar-benar bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya melainkan milik Allah.\u201d (HR. Abu Dawud no. 5094, At-Tirmidzi no. 3426 dari Anas bin Malik)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Doa semacam ini sangat bermanfaat sekali bagi seorang muslim sehingga ia dianjurkan untuk mengucapkannya setiap kali keluar meninggalkan rumah untuk menyelesaikan urusan dunia maupun ibadahnya. Ia akan selalu mendapatkan perlindungan di dalam perjalanan, memperoleh pertolongan untuk menunaikan kepentingan dan memperoleh taufiq. Seorang musafir pun semestinya bertekad untuk berbuat kebajikan dan ketakwaan. Ia \u00a0harus selalu berkeinginan untuk melaksanakan amalan yang diridhai Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>. Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam<\/em>\u00a0membimbing kita untuk memohon pertolongan dari Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0agar mampu beramal dan bertakwa di dalam safar. Beliau berdoa:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0627 \u0646\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0643\u064e \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064e\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0631\u064e\u0651 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062a\u064e\u0651\u0642\u0652\u0648\u064e\u0649 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u0649<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cYa Allah, sesungguhnya kami meminta kebaikan dan takwa dari-Mu di dalam safar kami, demikian pula kami meminta amalan yang Engkau ridhai.\u201d (HR. Muslim dari sahabat Abdullah bin Umar c no. 1342)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Safar memang perjalanan yang melelahkan. Terkadang banyak kesulitan yang dihadapi. Sehingga seorang musafir membutuhkan perlindungan agar selamat hingga tiba di tempat tujuan. Rasulullah n mengajarkan untuk kita sebuah doa:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0628\u064e\u0644\u0627\u064e\u063a\u064b\u0627 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0644\u064f\u063a\u064f \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b \u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u0631\u0650\u0636\u0652\u0648\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0643\u064f\u0644\u0650\u0651 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c\u060c \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e \u0627\u0644\u0635\u064e\u0651\u0627\u062d\u0650\u0628\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0641\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0644\u0650\u064a\u0641\u064e\u0629\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650\u060c \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0647\u064e\u0648\u0650\u0651\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0641\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0627\u0637\u0652\u0648\u0650 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e\u060c \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0648\u064e\u0639\u0652\u062b\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0641\u064e\u0631\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0622\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0646\u0652\u0642\u064e\u0644\u0650\u0628\u0650<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cYa Allah, aku memohon agar aku sampai dan mendapatkan kebaikan, maghfirah dari-Mu dan keridhaan. Hanya di tangan-Mu segala kebaikan, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, Engkau adalah teman di dalam safar dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, permudahlah safar ini untuk kami dan gulunglah bumi untuk kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan safar dan kejelekan dari tempat kembali.\u201d (HR. Abu Ya\u2019la di dalam Musnad-nya, 3\/226, dari Al-Barra\u2019)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Sebagai bentuk syukur seorang musafir ketika dia kembali ke kampung halaman, hendaknya ia berdoa:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u0622\u064a\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0628\u0650\u0651\u0646\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cKami kembali, sebagai orang yang bertaubat, senantiasa beribadah, dan memuji Rabb kami.\u201d (HR. Muslim dari sahabat Abdullah bin Umar )<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Alangkah indahnya perjalanan seorang muslim. Dimulai dengan doa, sepanjang safar dihiasi doa, dan diakhiri dengan doa pula. Benar-benar membingkai safar dengan doa.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><strong>Beberapa Faedah Lain dari Hadits<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Hadits ini termasuk dasar kaidah-kaidah penting di dalam Islam. Banyak sekali faedah yang dapat diambil dari hadits ini, di antaranya:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">1. Di dalam hadits ini dijelaskan tentang dianjurkannya berinfaq dengan barang yang halal.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">2. Dijelaskan juga tentang disyariatkannya serius di dalam berdoa, dalam bentuk memerhatikan makanan, minuman, dan pakaian. Al-Imam Wahb bin Munabbih menyatakan, \u201cBarangsiapa ingin doanya dikabulkan Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em>\u00a0hendaknya dia memilih makanan yang baik.\u201d (Jami\u2019 Al-\u2019Ulum wal Hikam)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">3. Hendaknya seorang musafir\u00a0dirinya sendiri, orangtua, keluarga, dan orang-orang yang dicintai. Hendaknya pula ia memilih doa yang bersifat umum dan menyeluruh. Disertai dengan khudhu\u2019 (ketundukan) dan harapan besar. Karena doa musafir mustajab, maka tidak layak bila disia-siakan.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">4. Pada dasarnya, terdapat kesamaan hukum syar\u2019i antara para nabi dan rasul. Kecuali ada dalil yang menjelaskan perbedaannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">5. Syariat Islam memerintahkan umat untuk mengonsumsi makanan yang halal. Hal ini merupakan sifat para nabi dan pengikut mereka. Makanan yang halal akan memengaruhi ibadah seorang hamba, doa, dan diterimanya amalan yang ia lakukan.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">6. Tanggung jawab orangtua untuk memberi nafkah yang halal kepada anak dan istri sebagai perwujudan firman Allah\u00a0<em>subhanahu wa ta&#8217;ala<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\u201cHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.\u201d (At-Tahrim: 6)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Wallahu a\u2019lam.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">Sumber : <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/membingkai-safar-dengan-doa\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMBINGKAI SAFAR DENGAN DOA Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: \u201cSesungguhnya Allah\u00a0subhanahu wa ta&#8217;ala adalah Dzat Yang Maha Baik dan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala\u00a0tidaklah menerima amalan kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta&#8217;ala\u00a0telah memerintahkan kaum mukminin sebagaimana perintah-Nya kepada segenap Rasul: \u2018Wahai rasul-rasul, makanlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4829,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[923],"tags":[1258],"class_list":["post-4816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hadits-2","tag-membingkai-safar-dengan-doa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4816"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4816\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}