{"id":4762,"date":"2014-07-21T05:22:29","date_gmt":"2014-07-20T21:22:29","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=4762"},"modified":"2014-07-21T08:03:07","modified_gmt":"2014-07-21T00:03:07","slug":"kisah-sapi-betina-bagian-pertama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=4762","title":{"rendered":"Kisah Sapi Betina (Bagian pertama)"},"content":{"rendered":"<p style=\"color: #444444; text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Kisah-Sapi-Betina-Bagian-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-4779\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/Kisah-Sapi-Betina-Bagian-1-300x195.jpg\" alt=\"Kisah Sapi Betina Bagian 1\" width=\"300\" height=\"195\" \/><\/a>KISAH SAPI BETINA (bagian pertama)<\/strong><\/p>\n<div class=\"wrap-post\" style=\"color: #444444;\">\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Idral Harits<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Samiri telah merasakan buah dari kejahatan dan kesesatannya di dunia. Seumur hidupnya, dia selalu berkata kepada orang lain, \u201cJangan sentuh saya,\u201d karena setiap kali tubuhnya disentuh, dia merasa seperti terbakar. Itulah hukuman bagi orang-orang yang melakukan kesyirikan, bahkan mengajak orang lain ke dalam kesesatan. Menurut ulama, kisah ini terjadi sesudah dihancurkannya patung anak sapi yang disembah oleh sebagian besar bani Israil yang menyertai Nabi Musa \u2018Alaihissalam. Hal itu agar semakin jelas betapa rendahnya sesuatu yang mereka sembah selain Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>. Ketika sapi itu sebagai makhluk yang hidup, ia tidak berdaya ketika disembelih, lebih-lebih lagi jika ia hanya sebuah benda mati, kaku, dan bisu. Mungkin\u2014<i>Allahu a\u2019lam<\/i>\u2014kisah penyembelihan sapi betina ini adalah<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">salah satu bentuk rahmat dan karunia Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0kepada bani Israil. Dengan memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi ini, akan tercabut sisa-sisa pengaruh kesyirikan dan kesesatan yang pernah mereka lakukan, yaitu menyembah patung anak sapi, serta menambah kokoh keyakinan mereka bahwa hanya Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0satu-satunya yang berhak menerima peribadatan dalam bentuk apa pun. Kisah ini\u2014kalau secara lengkap dan detail\u2014bersumber dari sebagian cerita Israiliyat. Akan tetapi, kisah ini termasuk kisah-kisah yang boleh diriwayatkan, meskipun kebenaran ataupun kebatilannya tidak dapat kita akui secara mutlak.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Oleh sebab itu, kisah ini ataupun kisah-kisah Israiliyat lainnya harus dihadapkan kepada al-Qur\u2019an dan as-Sunnah yang sahih. Apa saja yang di dalamnya sesuai dengan al-Qur\u2019anul Karim dan as-Sunnah yang sahih, itulah yang benar, sedangkan yang tidak sesuai, itulah yang batil dan harus ditolak. Adapun riwayat yang menceritakan secara detail tentang kisah mereka dan sampai kepada kita adalah melalui as-Suddi, Abul \u2018Aliyah, dan \u2018Abidah as-Salmani\u00a0<i>rahimahumullah<\/i>. Riwayatriwayat ini dikeluarkan oleh imam-imam kaum muslimin, seperti Ibnu Jarir ath- Thabari, Ibnu Abi Hatim, Ibnul Mundzir, dan al-Baihaqi\u00a0<i>rahimahumullah<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><b>Awal Kejadian<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Alkisah\u2014menurut riwayat-riwayat tersebut\u2014, di zaman dahulu, ketika bani Israil masih bersama Nabi Musa \u2018Alaihissalam, hiduplah seorang hartawan dengan kekayaan yang berlimpah. Hartawan tersebut tidak mempunyai anak yang akan mewarisi hartanya. Tetapi, ada kerabatnya yang akan mewarisi hartanya apabila dia meninggal dunia. Pada suatu hari, hartawan itu ditemukan terbunuh dan jenazahnya tergeletak di depan rumah penduduk sebuah desa. Keesokan harinya, kerabat hartawan<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">itu tiba di desa tersebut dan melihat jenazah hartawan itu. Kerabatnya segera menjerit dan meratap. Dia memandangi orang-orang di sekitarnya dan menuduh merekalah yang membunuh hartawan itu. Tentu saja, mereka mengingkari. Warga menjadi marah. Akhirnya, mereka ribut dan hampir berkelahi. Salah seorang cerdik pandai di kalangan masyarakat di desa itu berusaha menengahi mereka, \u201cUntuk apa kalian berkelahi dan saling membunuh? Bukankah di tengah-tengah kita ada Rasulullah Musa \u2018Alaihissalam? Mari kita menanyakan urusan ini kepada beliau.\u201d Mereka segera menemui Nabi Musa \u2018Alaihissalam dan menceritakan apa yang baru saja terjadi. Nabi Musa\u00a0Alaihissalam segera berdoa kepada Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0meminta petunjuk tentang kejadian tersebut. Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0mewahyukan kepada beliau agar menyampaikan kepada bani Israil bahwa Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi. Tentu saja mereka heran, Nabi Musa \u2018Alaihissalam tidak menyebutkan pelakunya, tetapi menyuruh mereka menyembelih seekor sapi. \u201cApakah kamu mau menjadikan kami bahan ejekan?\u201d tanya mereka. \u201cAku berlindung kepada Allah (jangan sampai aku) termasuk orangorang yang jahil (bodoh),\u201d kata Nabi Musa \u2018Alahissalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kemudian mereka bertanya kepada beliau, \u201cBerapa usia sapi itu?\u201d \u201cTidak muda, tidak pula tua.\u00a0 Pertengahan di antara keduanya.\u00a0<i>Nah,\u00a0<\/i>kerjakanlah apa yang diperintahkan<i>\u00a0<\/i>kepada kalian!\u201d kata beliau.<i>\u00a0<\/i>Mereka masih juga bertanya, \u201cApa<i>\u00a0<\/i>warna sapi itu?\u201d<i>\u00a0<\/i>\u201cKuning tua, menyenangkan orang yang melihatnya,\u201d kata beliau. Kembali mereka berkata, \u201cBagaimana keadaan sapi itu? Semoga kami mendapat petunjuk,\u00a0<i>insya Allah<\/i>.\u201d \u201cSapi itu tidak pernah digunakan untuk bekerja membajak sawah, memberi minum tanaman, dan bersih dari cacat,\u201d kata beliau menerangkan. \u201c Sekarang , barulah kamu menerangkan keadaan sapi itu dengan benar,\u201d kata mereka. Setelah mendapatkan jawaban Nabi Musa \u2018Alaihissalam itu, mereka pun berkeliling mencari sapi yang dimaksud. Itulah akibat kesalahan mereka sendiri. Seandainya mereka langsung mengerjakan perintah Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0yang disampaikan oleh Nabi Musa \u2018Alahissalam, tentu tidak akan memberatkan dan menyusahkan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Setelah hampir putus asa mencari sapi yang dimaksud, mereka tiba di sebuah desa tempat seorang anak yatim yang hidup sederhana bersama ibunya. Ayahnya wafat ketika anak itu masih kecil. Sebelum meninggal dunia, sang ayah pernah berdoa kepada Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0agar memeliharakan sapinya. Itulah satusatunya kekayaan yang dimilikinya. Sapi itu dibiarkan begitu saja, tidak dilatih bekerja apa pun. Kulit sapi itu kuning tua, bersih tanpa ada warna lain sedikit pun, tidak tua dan tidak pula muda, benar-benar seperti yang diterangkan di dalam firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>. Melihat sapi tersebut, mereka segera mendekati dan menawarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ternyata anak yatim itu tidak ingin menjualnya dengan harga biasa. Mereka terpaksa kembali menemui Nabi Musa \u2018Alahissalam dan mengadukan hal__ itu. Keadaan itu seakan-akan sebagai hukuman atas sikap mereka yang enggan bersegera menjalan perintah. Akhirnya, mereka harus mau memenuhi harga yang ditetapkan anak itu, yaitu emas sebanyak yang menutupi kulit sapi tersebut. Dengan terpaksa, mereka membeli juga sapi itu dengan emas sebanyak yang diminta anak yatim tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Setelah sapi itu dibawa ke hadapan Nabi Musa \u2018Alaihissalam, beliau memerintahkan sapi itu disembelih dan salah satu anggota tubuhnya dipukulkan ke jenazah tersebut. Dengan izin Allah<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>, jenazah itu pun hidup kembali. Nabi Musa \u2018Alahissalam bertanya kepadanya, \u201cSiapa yang membunuhmu?\u201d \u201cDia ini,\u201d kata orang itu sambil menunjuk ke arah kerabatnya, dan setelah itu dia pun kembali menjadi mayat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ternyata pelaku pembunuhan itu adalah kerabatnya sendiri, tetapi mereka mengingkarinya, \u201cDemi Allah, kami tidak membunuhnya.\u201d Demikianlah watak bani Israil, sampai saat ini. Itulah cerita yang dinukilkan para ulama kaum muslimin dari ahli kitab. Secara umum, kisah ini diabadikan oleh Allah<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0di dalam Kitab Suci-Nya, al-Qur\u2019anul Karim. Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627 \u06d6 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e () \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0650\u0636\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e () \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0635\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064c \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u064f\u0631\u0651\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e () \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e () \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0644\u064f\u0648\u0644\u064c \u062a\u064f\u062b\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064e \u0645\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0634\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e () \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e () \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, \u201cSesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.\u201d Mereka berkata, \u201cApakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?\u201d Musa menjawab, \u201cAku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.\u201d Mereka menjawab, \u201cMohonkanlah kepada Rabbmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.\u201d Musa menjawab, \u201cSesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kalian!\u201d Mereka berkata, \u201cMohonkanlah kepada Rabbmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201d Musa menjawab, \u201cSesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orangorang yang memandangnya.\u201d Mereka berkata, \u201cMohonkanlah kepada Rabbmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).\u201d Musa berkata, \u201cSesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, dan tidak ada belangnya.\u201d Mereka berkata, \u201cSekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.\u201d Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Lalu Kami berfirman, \u201cPukullah mayat itu dengan sebagian anggota tubuh sapi betina itu!\u201d Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Baqarah:<\/b><i>\u00a0<\/i><b>67\u201473)<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Inilah kisah mereka yang dipaparkan oleh Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>, dan pasti benar. Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Dan [ingatlah], ketika Musa berkata kepada kaumnya<\/i>), yakni ingatlah wahai<i>\u00a0<\/i>bani Israil ketika Musa berkata kepada<i>\u00a0<\/i>kaumnya (firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>);<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">(<i>sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina<\/i>).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dalam<i>\u00a0<\/i>ayat ini, Nabi Musa \u2018Alaihissalam menerangkan<i>\u00a0<\/i>bahwa Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>lah yang memerintahkan<i>\u00a0<\/i>mereka menyembelih seekor sapi betina,<i>\u00a0<\/i>bukan beliau. Semestinya, yang wajib<i><\/i>mereka lakukan ialah segera mengerjakan<i>\u00a0<\/i>perintah tersebut, bukan membantahnya.<i>\u00a0<\/i>Akan tetapi, apa yang terjadi? Mereka<i>\u00a0<\/i>justru mengucapkan kata-kata yang tidak beradab kepada Nabi yang mulia ini, (sebagaimana firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>),<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0647\u064f\u0632\u064f\u0648\u064b\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cApakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?\u201d\u00a0<\/i>atau tertawaan<i>\u00a0<\/i>orang?<i><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Subhanallah<\/i>.Mengapa harus merasa<i>\u00a0<\/i>heran terhadap perintah Allah Yang<i>\u00a0<\/i>Maha Mengetahui? Seolah-olah dengan<i>\u00a0<\/i>pernyataan ini, mereka merasa ragu,<i>\u00a0<\/i>bagaimana mungkin dengan menyembelih<i>\u00a0<\/i>seekor sapi akan hilang pertikaian di<i>\u00a0<\/i>antara mereka, dan pelaku pembunuhan<i>\u00a0<\/i>itu akan segera diketahui? Inilah kebiasaan<i>\u00a0<\/i>mereka hingga saat ini, yang selalu<i>\u00a0<\/i>menilai segala sesuatunya dengan akal<i>\u00a0<\/i>dan kebendaan (materi).\u00a0<i>Sok\u00a0<\/i>logis.<i>\u00a0<\/i>Apakah mereka lupa, bagaimana<i>\u00a0<\/i>Allah Yang Mahakuasa membelah laut<i>\u00a0<\/i>menjadi dua belas jalan kering yang dilalui<i>\u00a0<\/i>oleh setiap kabilah bani Israil? Dan itu<i>\u00a0<\/i>belum lama terjadi. Padahal, mereka<i>\u00a0<\/i>juga sudah melihat sendiri beberapa<i>\u00a0<\/i>kejadian luar biasa selama Nabi Musa<i><\/i>q bersama mereka.<i>\u00a0<\/i>Lebih dari itu, sikap memperolokolok<i>\u00a0<\/i>orang lain adalah perbuatan orang<i>\u00a0<\/i>yang tidak berakal atau kurang akalnya.<i>\u00a0<\/i>Para Nabiyullah r adalah manusia<i>\u00a0<\/i>yang paling jauh dari perilaku ini. Sebab<i>\u00a0<\/i>itu pula, Nabi Allah Musa \u2018Alaihissalam berkata<i>\u00a0<\/i>(sebagaimana firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>),<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0623\u064e\u0639\u064f\u0648\u0630\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cAku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil<\/i>.<i>\u201d<\/i>Seakan-akan<i>\u00a0<\/i>Nabi Musa \u2018Alaihissalam hendak mengatakan,<i>\u00a0<\/i>\u201cAku berlindung kepada Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0untuk<i>\u00a0<\/i>mengatakan tentang Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0sesuatu<i>\u00a0<\/i>yang tidak diwahyukan kepadaku.\u201d<i>\u00a0<\/i>Selain itu, orang yang berakal tentu<i>\u00a0<\/i>melihat bahwa termasuk aib yang sangat<i>\u00a0<\/i>besar adalah meremehkan agama dan<i>\u00a0<\/i>akal, serta mengolok-olok manusia<i>\u00a0<\/i>seperti dia juga, walaupun dia dilebihkan<i>\u00a0<\/i>dari orang lain.<i>\u00a0Wallahul muwaffiq<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dan kata; \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b (<i>seekor sapi betina<\/i>) pada ayat 67 ini berbentuk\u00a0<i>nakirah<\/i>\u00a0dalam susunan kalimat<i>mutsbat\u00a0<\/i>(positif), sehingga pengertiannya bersifat mutlak, tidak ditentukan jenis, umur, warna, atau<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">keadaan yang lainnya. Artinya, seekor sapi betina yang mana saja mereka sembelih, sudah mencukupi, dan mereka tergolong orang-orang segera mematuhi perintah Allah Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>, serta selesailah persoalan itu dengan segera. Akan tetapi, apa yang terjadi? Mereka justru mempersulit diri sendiri, maka Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0menambah kesulitan tersebut. Allah<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u06da<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Mereka menjawab, \u201cMohonkanlah kepada Rabbmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Baqarah: 68)<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Nabi Musa \u2018Alaihissalam pun berkata kepada mereka\u2014sebagaimana firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u2014,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0631\u0650\u0636\u064c \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0643\u0652\u0631\u064c \u0639\u064e\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0627\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kalian!\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dalam ayat ini kembali Nabi Musa \u2018alaihissalam menyandarkan bahwa yang menetapkan kriteria sapi itu adalah Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0sendiri. Seharusnya, mereka segera bergerak mencari sapi dengan kriteria awal itu, karena masih mudah untuk didapatkan. Sekali lagi, lihatlah apa yang mereka lakukan? Mereka justru mempersulit diri sendiri, bukannya segera menjalankan perintah tersebut.\u00a0<i>Wallahul musta\u2019an<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Mereka berkata\u2014sebagaimana firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u2014,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cMohonkanlah kepada Rabbmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Baqarah: 69)<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Mereka semakin menambah kesulitan mereka sendiri dengan menanyakan warnanya. Perintah pertama sebetulnya sudah cukup jelas, bahkan Nabi Musa \u2018Alahissalam mengingatkan agar mereka tidak<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">menyanggahnya. Namun, Nabi Musa\u00a0\u2018Alahissalam tetap menjawab\u2014sebagaimana firman Allah<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u2014,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0635\u064e\u0641\u0652\u0631\u064e\u0627\u0621\u064f \u0641\u064e\u0627\u0642\u0650\u0639\u064c \u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u064f\u0631\u0651\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0638\u0650\u0631\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Baqarah: 69)<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Beliau tetap menerangkan bahwa keadaan sapi itu benar-benar dari Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>. Warna yang disebutkan adalah warna sapi yang paling bagus. Mereka mulai beranjak, tetapi kembali lagi mempersulit diri sendiri dengan bertanya\u2014sebagaimana firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u2014,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e \u062a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0628\u064e\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0645\u064f\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cMohonkanlah kepada Rabbmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).\u201d\u00a0<\/i><b>(al-<\/b><i>\u00a0<\/i><b>Baqarah: 70)<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Seolah-olah, menurut mereka, sapi seperti yang diterangkan itu belum jelas. Mereka ingin sapi yang dimaksud sudah tidak samar lagi sifat-sifatnya, maka mereka bertanya kembali. Seandainya mereka tidak mengucapkan, \u201cInsya Allah,\u201d niscaya keadaan mereka masih tetap dalam kebingungan mengenai sapi tersebut. Nabi Musa \u2018Alahissalam menjawab\u2014 sebagaimana firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u2014,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0644\u064f\u0648\u0644\u064c \u062a\u064f\u062b\u0650\u064a\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0642\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0631\u0652\u062b\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman,\u201d\u00a0<\/i>karena sapi itu<i>\u00a0<\/i>dibiarkan dalam keadaan liar, tidak<i>\u00a0<\/i>dilatih untuk bekerja.<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0645\u064f\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0627 \u0634\u0650\u064a\u064e\u0629\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cTidak bercacat, tidak ada belangnya,\u201d\u00a0<\/i>yang mencampuri warna kuning tua<i>\u00a0<\/i>tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Setelah mendapat keterangan ini, mereka pun berkata\u2014sebagaimana firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u2014,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0622\u0646\u064e \u062c\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650 \u06da \u0641\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.\u201d Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Perkataan mereka yang diceritakan oleh Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0ini kepada kita menunjukkan seolah-olah\u2014menurut mereka\u2014 penjelasan Nabi Musa \u2018Alaihissalam di awal tidak lengkap dan tidak benar. Mahasuci Allah. Di awal, mereka mengira Nabi Musa\u00a0\u2018Alaihissalam mempermainkan mereka, membodoh-bodohi mereka. Padahal,<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">mereka mendengar bahwa Nabi Musa q menyebutkan bahwa perintah menyembelih sapi itu langsung dari Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>. Kemudian, mereka sendiri yang meminta Nabi Musa berdoa kepada Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0agar Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0menerangkan sifat sapi tersebut. Sebetulnya, satu sifat saja (dari sapi tersebut) yang mereka tanyakan sudah cukup, dan itulah sebabnya Nabi Musa \u2018Alaihissalammemperingatkan mereka agar tidak menyanggah perintah itu, hendaknya segera saja dikerjakan. Tetapi, itulah kebiasaan bani Israil sampai saat ini. Akibat pembangkangan mereka itu, hampir saja mereka tidak mau menyembelih sapi yang sudah ditemukan. Pada awal kisah ini, Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064f\u0648\u0633\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cDan [ingatlah], ketika Musa berkata kepada kaumnya,\u201d\u00a0<\/i>yakni ingatlah wahai<i>\u00a0<\/i>bani Israil, ketika Musa berkata kepada<i>\u00a0<\/i>kaumnya (firman Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>);<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064f\u0631\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0630\u0652\u0628\u064e\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0628\u064e\u0642\u064e\u0631\u064e\u0629\u064b<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>\u201cSesungguhnya Allah menyuruh kalian menyembelih seekor sapi betina.\u201d<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tetapi, Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0belum menerangkan sebabnya. Seakan-akan memancing minat orang-orang yang mau memerhatikan agar menunggu dan membacanya dengan saksama sampai selesai.\u00a0<i>Wallahu a\u2019lam<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kemudian, pada bagian akhir kisah ini Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0berfirman,<\/p>\n<p dir=\"rtl\" style=\"text-align: left;\">\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0627\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e () \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650\u0647\u064e\u0627 \u06da \u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u064e\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i>Dan (ingatlah), ketika kalian membunuh seorang manusia lalu kalian saling tuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, \u201cPukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!\u201d Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.\u201d\u00a0<\/i><b>(al-Baqarah: 72\u201473)<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ayat yang mulia ini, menjelaskan peristiwa apa yang sebetulnya terjadi, sehingga mereka diperintah untuk menyembelih seekor sapi. Seakan-akan hendak menerangkan pula kepada kaum mukminin sifat dan watak orang-orang Yahudi terhadap perintah Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0dan Rasul-Nya, agar mereka tidak meniru, lalu binasa seperti mereka. Setelah sapi itu disembelih, Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala\u00a0<\/i>memerintahkan agar memukulkan sebagian anggota tubuh sapi itu kepada mayat yang mereka perselisihkan siapa pembunuhnya. Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0tidak menerangkan bagian tubuh yang mana dipukulkan kepada mayat tersebut, karena itu bukan urusan kita dan tidak ada kepentingannya. Begitu pula pemaparannya, tidak secara lengkap sebagaimana yang dinukil oleh para ulama kaum muslimin, adalah juga karena<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">tidak banyak faedahnya. Kami menukilnya di sini untuk memudahkan alur cerita karena sudah begitu dikenal kaum muslimin. Dan, bagaimanapun, Kalam Allah\u00a0<i>Subhanahu wata\u2019ala<\/i>\u00a0pastilah yang paling jelas dan benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">(<b><i>insya Allah bersambung<\/i><\/b>;\u00a0<i>Akhir Peristiwa dan Beberapa Faedah<\/i>)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber : <a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/ibrah-kisah-sapi-betina\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KISAH SAPI BETINA (bagian pertama) Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Idral Harits Samiri telah merasakan buah dari kejahatan dan kesesatannya di dunia. Seumur hidupnya, dia selalu berkata kepada orang lain, \u201cJangan sentuh saya,\u201d karena setiap kali tubuhnya disentuh, dia merasa seperti terbakar. Itulah hukuman bagi orang-orang yang melakukan kesyirikan, bahkan mengajak orang lain ke dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4779,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[269],"tags":[1243],"class_list":["post-4762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah","tag-kisahsapibetina"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4762"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4762\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}