{"id":4655,"date":"2014-07-16T04:17:38","date_gmt":"2014-07-15T20:17:38","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=4655"},"modified":"2014-07-16T04:17:38","modified_gmt":"2014-07-15T20:17:38","slug":"hukum-membangun-kuburan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=4655","title":{"rendered":"Hukum Membangun Kuburan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/tidak-boleh-menembok-kuburan-mengusap-kuburan-serta-duduk-di-atas-kuburan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-4656\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/tidak-boleh-menembok-kuburan-mengusap-kuburan-serta-duduk-di-atas-kuburan-300x194.jpg\" alt=\"tidak-boleh-menembok-kuburan-mengusap-kuburan-serta-duduk-di-atas-kuburan\" width=\"300\" height=\"194\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/tidak-boleh-menembok-kuburan-mengusap-kuburan-serta-duduk-di-atas-kuburan-300x194.jpg 300w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/tidak-boleh-menembok-kuburan-mengusap-kuburan-serta-duduk-di-atas-kuburan.jpg 504w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>HUKUM MEMBANGUN KUBURAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Pertanyaan:\u00a0<\/strong><em>Saya perhatikan di daerah kami sebagian kuburan dicor dengan semen seukuran panjang 1 m dan lebar 1\/2 m, dan dituliskan padanya nama mayit, tanggal wafatnya, dan sebagian kalimat seperti: \u201cYa Allah berilah rahmat kepada Fulan bin Fulan\u2026\u201d, demikian. Apa hukum perbuatan semacam ini?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Asy-Syaikh Abdul \u2018Aziz bin Abdullah bin Baz<\/strong> \u00a0menjawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tidak boleh membangun pada kubur, baik dengan cor ataupun yang lain, demikian pula menulisinya. Karena terdapat riwayat yang shahih dari Nabi Shalallahu \u2018alaihi wa Sallam\u00a0tentang larangan membangun di atas kuburan dan menulisinya. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari hadits Jabir, ia berkata:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>\u201cRasulullah Shalallahu \u2018alaihi wa sallam melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun.\u201d (<\/em><em>Al-Imam At-Tirmidzi dan yang lain meriwayatkan dengan sanad yang shahih dengan tambahan lafadz:<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em> \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0643\u0652\u062a\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u00a0 \u201cdan ditulisi.\u201d \u00a0<\/em>Karena hal itu termasuk salah satu bentuk sikap berlebihan sehingga harus dilarang. Juga karena penulisan bisa menghantarkan kepada dampak yang parah berupa sikap berlebihan dan larangan-larangan syar\u2019i lainnya. Yang diperbolehkan hanyalah mengembalikan tanah (galian) kubur tersebut dan ditinggikan sekitar satu jengkal sehingga diketahui bahwa itu adalah kuburan. Inilah yang sunnah dalam masalah kuburan dan ini yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu \u2018alaihi wa sallam serta para sahabatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tidak boleh pula menjadikan kuburan sebagai masjid (yaitu tempat untuk shalat atau shalat menghadapnya, pent.). Tidak boleh pula mengerudunginya atau membuat kubah di atasnya, berdasarkan sabda Nabi Shalallahu \u2018alaihi wa Sallam:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u0644\u064e\u0639\u064e\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0647\u064f\u0648\u062f\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0635\u064e\u0627\u0631\u064e\u0649 \u0627\u062a\u0651\u064e\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064f\u0628\u064f\u0648\u0652\u0631\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652\u0628\u0650\u064a\u064e\u0627\u0626\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u062c\u0650\u062f\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cAllah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.\u201d (Muttafaqun \u2018alaih)<br \/>\nJuga berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya dari sahabat Jundub bin Abdillah Al-Bajali, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shalallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda lima hari sebelum meninggalnya:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cSesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai kekasih-Nya sebagaimana menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Seandainya aku mau menjadikan seseorang dari umatku sebagai kekasihku tentu aku akan menjadikan Abu Bakr sebagai kekasihku. Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur nabi-nabi dan orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, janganlah kalian menjadikan kubur-kubur sebagai masjid karena sesungguhnya aku melarang kalian dari perbuatan itu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dan hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak. Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala agar memberikan taufiq-Nya kepada muslimin agar berpegang teguh dengan Sunnah Nabi mereka dan tegar di atasnya, serta berhati-hati dari segala yang menyelisihinya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Dekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>[Mukhtarat min Kitab Majmu\u2019 Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi\u2019ah, hal. 228-229]<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sumber : <a href=\"http:\/\/http:\/\/asysyariah.com\/hukum-membangun-kuburan\/\" target=\"_blank\"><strong>Majalah Asy Syariah<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUKUM MEMBANGUN KUBURAN Pertanyaan:\u00a0Saya perhatikan di daerah kami sebagian kuburan dicor dengan semen seukuran panjang 1 m dan lebar 1\/2 m, dan dituliskan padanya nama mayit, tanggal wafatnya, dan sebagian kalimat seperti: \u201cYa Allah berilah rahmat kepada Fulan bin Fulan\u2026\u201d, demikian. Apa hukum perbuatan semacam ini? Asy-Syaikh Abdul \u2018Aziz bin Abdullah bin Baz \u00a0menjawab: Tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4656,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[1217,1218],"class_list":["post-4655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-hukummembangunkuburan","tag-hukummenembokkuburan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4655"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4655\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}