{"id":393,"date":"2013-12-30T08:59:28","date_gmt":"2013-12-30T00:59:28","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=393"},"modified":"2013-12-31T10:42:00","modified_gmt":"2013-12-31T02:42:00","slug":"hati-hati-dengan-penghancur-bernama-ujub","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=393","title":{"rendered":"Hati-Hati dengan Penghancur Bernama \u201cUJUB\u201d"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/ujub.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-394\" alt=\"ujub\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/ujub-300x195.jpg\" width=\"300\" height=\"195\" \/><\/a>Ditulis oleh:<\/em><strong> Al Ustadz Idral Harits Hafizhahullah<\/strong><\/p>\n<p>Bismillah.<br \/>\nSegala sesuatu tentu ada kekurangan dan cacatnya. Cacat ilmu adalah lupa dan cacat akal adalah ujub. Ujub adalah salah satu unsur perusak yg harus dihilangkan dari diri kita.<\/p>\n<p>Dalam hadits ibnu \u2018Abbas, Rasulullah bersabda;<\/p>\n<p>\u0627\u0644\u0645\u0647\u0644\u0643\u0627\u062a \u062b\u0644\u0627\u062b: \u0625\u0639\u062c\u0627\u0628 \u0627\u062f\u0645\u0631\u0621 \u0628\u0646\u0641\u0633\u0647\u060c \u0648 \u0634\u062d \u0645\u0637\u0627\u0639 \u0648 \u0647\u0648\u0649 \u0645\u062a\u0628\u0639.<\/p>\n<p>Yang menghancurkan itu ada tiga, yaitu <strong>bangga seseorang terhadap dirinya<\/strong>, <strong>kikir yang ditaati<\/strong> dan <strong>hawa nafsu yang diikuti<\/strong>. (Dihasankan oleh Al Albani)<\/p>\n<p>Ujub (bangga diri) artinya<em> ialah perhatian seseorang kepada dirinya dengan pandangan yang sempurna, tetapi lupa kepada nikmat Allah, karena meremehkan orang lain adalah kibr yang tercela.<\/em> Demikian dinukil ibnu hajar dari Al qurthubi.<\/p>\n<p>Adapula yang berpendapat bahwa ujub ialah bersandarnya seseorang kepada kekuatannya dan lupa kepada Allah Ta\u2019ala.<br \/>\nHakim berkata, \u201dUjub seseorang terhadap dirinya ialah dia mengira pada dirinya ada sesuatu yg sebetulnya tidak ada,\u00a0 bersamaan dengan lemahnya kekuatan yang ada padanya dan menampakkan kegembiraan dan sikap meremehkan orang lain..<br \/>\nTermasuk ujub ialah kamu melihat ada keutamaan pada dirimu di atas orang lain marah kepada mereka,tetapi tidak memarahi diri sendiri.<\/p>\n<p>Kata Mutharrif, \u201dAku betul-betul bermalam dalam keadaan tidur lelap lalu menyesal di pagi harinya, lebih aku sukai dari pada bermalam dalam keadaan shalat\/ibadah, tetapi pagi harinya aku merasa bangga (sudah beramal).<\/p>\n<p>Di antara tampilan ujub ini ialah kamu tidak mau mendengarkan orang lain, tidak memperhatikan mereka dan tidak menghormati mereka. Kamu meremehkan orang yang menurutmu lebih rendah dari dirimu.<br \/>\nRingkasnya, ujub ialah seseorang memandang dirinya lebih baik dan lebih afdhal dari orang lain. Memandang hebat amalan yang dikerjakan termasuk ujub.<br \/>\nOrang yang menyimpannya akan memiliki sifat sebagai orang yang tertipu, tinggi hati, angkuh dan sombong (kibr).<br \/>\nHati seorang mukmin itu menahan diri dari sifat ini.<\/p>\n<p><strong>Bahaya Ujub<\/strong><\/p>\n<p>Ujub adalah salah satu maksiat batin. Padahal,maksiat batin adalah penyakit paling berbahaya dan sulit di obati kecuali jika dirahmati Allah. Hal itu karena hati adalah hakikat manusia. Kalau dia rusak, rusaklah seluruh tubuh pemiliknya, kalau dia baik,baik pula seluruh tubuh pemiliknya, sebagaimana dalam hadits Nu\u2019man bin Basyir.<\/p>\n<p>Bahkan, Allah menegaskan inti keselamatan di akhrat adalah yg datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.<br \/>\n\u00a0Kata Abu Darda\u2019:\u00a0 Ada tiga tanda kebodohan, yaitu <strong>ujub<\/strong>, <strong>banyak bicara dalam hal-hal yang tidak berguna<\/strong> dan <strong>melarang dari sesuatu, tetapi dia justru mengerjakannya<\/strong>.<\/p>\n<p>Ujub itu menghancurkan kebaikan.<br \/>\nUjub itu tanda kelemahan akal pemiliknya.<br \/>\nTidaklah kamu lihat orang yang ujub itu melainkan ambisi terhadap kekuasaan (kepemimpinan).<br \/>\nOrang yang ujub tidak akan menerima taklim dari orang yang mengajarinya.Tidak mau menerima nasehat, karena tidak menganggapnya bermutu.<\/p>\n<p><strong>Apa obatnya?<\/strong><\/p>\n<p>Yang perlu dipahami bahwa ujub itu berawal dari kebodohan murni. Pemiliknya tidak mengerti bahwa semua yang diperolehnya adalah taufik dari Allah Ta\u2019ala. Karena itu hendaknya dia kembali mempeljari ilmu agama yang akan membersihkan hatinya dari semua kotorannya.<\/p>\n<p>Kemudian, Obat penyakit ujub ini yang berikutnya ialah menyadari kebesaran dan karunia Allah, bahwa semua yang diperoleh murni nikmat dari Allah Ta\u2019ala. Menumbuhkan iman kepada takdir, bahwa apa yang di kehendaki Allah pasti terjadi,dan semua yang tidak dikehendakiNya tidak mungkin terjadi.<br \/>\nMenyadari banyaknya kekurangan dan aib diri sendiri, serta kesalahan yang telah dilakukan.<br \/>\nMenyadari bahwa dirinya adalah manusia yang tidak lepas dari lupa dan salah.<br \/>\nSenantiasa meminta pertolongan dan taufik kepada Allah agar dibersihkan dan dijauhkan dari penyakit ini.<\/p>\n<p>Wallahul Muwaffiq.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Ditulis oleh: Al Ustadz Idral Harits Hafizhahullah Bismillah. Segala sesuatu tentu ada kekurangan dan cacatnya. Cacat ilmu adalah lupa dan cacat akal adalah ujub. Ujub adalah salah satu unsur perusak yg harus dihilangkan dari diri kita. Dalam hadits ibnu \u2018Abbas, Rasulullah bersabda; \u0627\u0644\u0645\u0647\u0644\u0643\u0627\u062a \u062b\u0644\u0627\u062b: \u0625\u0639\u062c\u0627\u0628 \u0627\u062f\u0645\u0631\u0621 \u0628\u0646\u0641\u0633\u0647\u060c \u0648 \u0634\u062d \u0645\u0637\u0627\u0639 \u0648 \u0647\u0648\u0649 \u0645\u062a\u0628\u0639. Yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":394,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[209,210],"class_list":["post-393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasehat","tag-hati-hati-dengan-penghancur-bernama-ujub","tag-ujub"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=393"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/393\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}