{"id":3107,"date":"2014-05-04T16:20:08","date_gmt":"2014-05-04T08:20:08","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=3107"},"modified":"2014-05-04T16:20:08","modified_gmt":"2014-05-04T08:20:08","slug":"benarkah-seorang-ulama-yang-terjatuh-pada-bidah-tidak-boleh-divonis-sebagai-mubtadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=3107","title":{"rendered":"Benarkah Seorang Ulama Yang Terjatuh Pada Bid&#8217;ah Tidak Boleh Divonis Sebagai Mubtadi&#8217;"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Ulama-Terjatuh-Dalam-Bidah1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3106\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Ulama-Terjatuh-Dalam-Bidah1.jpg\" alt=\"Ulama Terjatuh Dalam Bid'ah1\" width=\"460\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Ulama-Terjatuh-Dalam-Bidah1.jpg 460w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Ulama-Terjatuh-Dalam-Bidah1-300x196.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 460px) 100vw, 460px\" \/><\/a><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: rgb(68, 68, 68); text-align: center;\"><strong>BENARKAH SEORANG ULAMA YANG TERJATUH PADA BID\u2019AH TIDAK BOLEH DIVONIS SEBAGAI MUBTADI\u2019<\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: rgb(68, 68, 68); text-align: center;\"><strong>[ Pertanyaan Kesebelas ]<\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: rgb(68, 68, 68); text-align: center;\">\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: rgb(68, 68, 68); text-align: center;\"><em><strong>Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul hafizhahullah<\/strong><\/em><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: #444444;\">\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: #444444;\"><strong>Penanya:<\/strong>\u00a0 <em>Kami ingin mengetahui dengan jelas tentang masalah bahwa seseorang (yang terjatuh pada sebuah kebid\u2019ahan \u2013pent) jika dia telah sampai tingkatan ulama maka dia tidak boleh divonis sebagai mubtadi\u2019, apakah tidak bolehnya dia divonis sebagai mubatdi\u2019 tersebut disyaratkan orang tersebut harus seorang ulama, padahal hujjah telah tegak atasnya, berbeda keadaannya dengan orang yang bodoh, ataukah hal tersebut disyaratkan dengan diketahui apakah ulama tersebut jujur dan menginginkan kebenaran ataukah tidak?<\/em><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: #444444;\"><strong>Asy-Syaikh:<\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: #444444;\">Masalah memvonis seseorang yang terjatuh pada sebuah kebid\u2019ahan sebagai mubtadi\u2019; jika kebenaran telah nampak baginya namun dia terus-menerus menyelisihinya, maka para ulama akan memvonisnya sebagai mubtadi\u2019 setelah menasehatinya. Ini gambaran pertama.<br \/>\nGambaran kedua: seseorang dari Ahlus Sunnah yang terjatuh pada sebuah kebid\u2019ahan, jika dia telah meninggal maka dijelaskan bahwa ucapan yang pernah dia katakan itu bathil, hanya saja dia masih termasuk Ahlus Sunnah. Dia salah dalam masalah ini, tetapi tidak divonis sebagai mubtadi\u2019.<br \/>\nAdapun jika dia masih hidup, maka dinasehati dan dijelaskan kesalahannya. Jika dia benar-benar seorang salafy, dia akan segera rujuk kepada kebenaran dengan izin Allah Azza wa Jalla.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: #444444;\">Adapun perkataan bahwa \u201cseorang ulama tidak boleh divonis sebagai mubtadi\u201d maka ini merupakan ucapan yang salah. Karena sesungguhnya jika kita memperhatikan perbuatan Salaf, maka sungguh mereka telah memvonis\u00a0 banyak dari orang-orang yang dianggap berilmu sebagai mubtadi\u2019, bahkan terhadap orang-orang yang termasuk menonjol ilmunya di masanya. Jadi mereka telah memvonis mubtadi\u2019 sekelompok orang-orang yang dikenal memiliki ilmu jika mereka terjatuh pada kebid\u2019ahan setelah menasehatinya. Jadi mereka yang menyatakan bahwa seorang ulama yang terjatuh pada kebid\u2019ahan tidak boleh divonis sebagai mubtadi\u2019, tidak diragukan lagi mereka ini telah membawa manhaj yang baru. Maka kita katakan kepada mereka: \u201cApa dalil yang berasal dari manhaj Salaf bagi ucapan tersebut?!\u201d Bahkan manhaj Salaf menyelisihi ucapan kalian ini. Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: #444444;\">\nSumber artikel:\u00a0<a style=\"font-weight: inherit; color: #0068cf;\" href=\"http:\/\/www.sahab.net\/forums\/index.php?showtopic=108091\" target=\"_blank\">http:\/\/www.sahab.net\/forums\/index.php?showtopic=108091<\/a><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"color: #444444;\">Alih bahasa: <strong>Abu Almass<\/strong><br \/>\nAhad, 5 Rajab 1435 H<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; BENARKAH SEORANG ULAMA YANG TERJATUH PADA BID\u2019AH TIDAK BOLEH DIVONIS SEBAGAI MUBTADI\u2019 [ Pertanyaan Kesebelas ] Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul hafizhahullah Penanya:\u00a0 Kami ingin mengetahui dengan jelas tentang masalah bahwa seseorang (yang terjatuh pada sebuah kebid\u2019ahan \u2013pent) jika dia telah sampai tingkatan ulama maka dia tidak boleh divonis sebagai mubtadi\u2019, apakah tidak bolehnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3106,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[881,657,882],"class_list":["post-3107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-manhaj","tag-benarkah-seorang-ulama-yang-terjatuh-pada-bidah-tidak-boleh-divonis-sebagai-mubtadi","tag-mubtadi","tag-ulama-terjatuh-pada-bidah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3107"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3107\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}