{"id":3090,"date":"2014-05-03T04:23:43","date_gmt":"2014-05-02T20:23:43","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=3090"},"modified":"2014-05-03T04:23:43","modified_gmt":"2014-05-02T20:23:43","slug":"benarkah-tujuan-membenarkan-segala-cara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=3090","title":{"rendered":"Benarkah Tujuan Membenarkan Segala Cara"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Membenarkan-Segala-Cara1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3092\" src=\"http:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Membenarkan-Segala-Cara1.jpg\" alt=\"Membenarkan Segala Cara1\" width=\"460\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Membenarkan-Segala-Cara1.jpg 460w, https:\/\/forumsalafy.net\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Membenarkan-Segala-Cara1-300x196.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 460px) 100vw, 460px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"color: #444444; text-align: center;\"><strong>BENARKAH TUJUAN MEMBENARKAN SEGALA CARA<\/strong><\/p>\n<p style=\"color: #444444; text-align: center;\"><strong>[\u00a0Pertanyaan Kesepuluh ]<\/strong><\/p>\n<p style=\"color: #444444; text-align: center;\"><em>Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul hafizhahullah<\/em><\/p>\n<p style=\"color: #444444;\"><strong>Penanya:<\/strong> <em>Bagaimana kita mendudukan dengan tepat serta mengompromikan bantahan ulama terhadap kaedah \u201ctujuan membenarkan segala cara\u201d dengan fatwa sebagian ulama yang membolehkan melakukan sebagian hal-hal yang diharamkan untuk maslahat, seperti mengikuti keinginan manusia pada sebagian bid\u2019ah, menghadiri tempat-tempat yang diharamkan, dan mengurangi atau mencukur habis jenggot dalam rangka dakwah, dan fatwa-fatwa lain yang semisalnya?<\/em><\/p>\n<p style=\"color: #444444;\"><strong>Asy-Syaikh:<\/strong><\/p>\n<p style=\"color: #444444;\">Perkataan sebagian orang bahwa \u201ctujuan membenarkan segala cara\u201d ini termasuk musibah yang menimpa sebagian kelompok-kelompok yang berlabel Islam seperti Al-Ikhwan Al-Muslimun dan selain mereka yang menggunakan kaedah ini pada hamba-hamba Allah. Mereka menzhalimi hamba-hamba Allah dan berbuat jahat kepada mereka dengan melanggar kehormatan, darah, serta hak-hak mereka dengan dalih \u201ctujuan membenarkan segala cara.\u201d Bahkan dengan menggunakan kaedah ini mereka merubah-rubah agama Allah seenaknya, dan ini merupakan kaedah yang diambil dari orang-orang kafir.<\/p>\n<p style=\"color: #444444;\">Adapun Islam maka memperhatikan tujuan dan juga memperhatikan sarana. Jika tujuan tersebut mulia dan sarananya benar atau dibolehkan, maka Islam tidak mengingkarinya.<\/p>\n<p style=\"color: #444444;\">Adapun jika tujuannya mulia namun sarananya mengandung kezhaliman atau pelanggaran terhadap hak orang lain, atau mengandung perbuatan maksiat atau hal-hal yang tidak pantas dilakukan atau terjatuh pada hal-hal yang diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla, maka sesungguhnya tidak dijumpai seorang ulama pun yang membolehkan sarana-sarana yang diharamkan ini untuk meraih tujuan yang dibenarkan oleh syari\u2019at.<\/p>\n<p style=\"color: #444444;\">Walhamdulillah tidak ada di dalam syari\u2019at Islam tujuan yang yang dibenarkan oleh syari\u2019at namun sarananya haram, kecuali yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim yaitu pada perkara nadzar, karena nadzar ini sarananya makhruh dan tidak sampai pada tingkatan diharamkan.<br \/>\nAdapun perkataan sebagaian ulama dan fatwa-fatwa mereka maka itu bukan karena \u201ctujuan membenarkan segala cara\u201d sebagaimana anggapan orang yang mengatakan dan menganalogikannya dengan qiyas yang rusak ini. Tetapi dalam rangka menempuh yang paling ringan kerusakan atau bahayanya, dan dalam perkara yang bisa jadi telah sampai pada tingkatan darurat, yaitu jika seseorang mengkhawatirkan dirinya akan tertimpa bahaya nyata maka boleh baginya untuk melakukan sebagian hal-hal yang diharamkan karena darurat. Perkara yang sifatnya darurat itu sendiri ditakar seperlunya ketika melakukan hal-hal yang diharamkan atau ketika membolehkan perkara yang darurat ini.<\/p>\n<p style=\"color: #444444;\">Sebagai contoh; memakan bangkai hukumnya haram, tetapi seandainya seseorang khawatir dirinya akan mati (ketika tidak mendapatkan makanan yang halal \u2013pent) maka dia boleh memakan dari bangkai tersebut. Demikian juga misalnya seseorang ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya, sementara yang ada di dekatnya hanya khamer, maka dia boleh meminum khamer tersebut sekedar untuk bisa menghilangkan sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya itu. Jadi di sini sifatnya darurat, bukan karena \u201ctujuan membenarkan segala cara.\u201d Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p style=\"color: #444444;\">Sumber artikel:\u00a0<a style=\"font-weight: inherit; color: #0068cf;\" href=\"http:\/\/www.sahab.net\/forums\/index.php?showtopic=108091\" target=\"_blank\">http:\/\/www.sahab.net\/forums\/index.php?showtopic=108091<\/a><\/p>\n<p style=\"color: #444444;\">Alih bahasa: <strong>Abu Almass<\/strong><br \/>\nJum\u2019at, 3 Rajab 1435 H<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; BENARKAH TUJUAN MEMBENARKAN SEGALA CARA [\u00a0Pertanyaan Kesepuluh ] Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul hafizhahullah Penanya: Bagaimana kita mendudukan dengan tepat serta mengompromikan bantahan ulama terhadap kaedah \u201ctujuan membenarkan segala cara\u201d dengan fatwa sebagian ulama yang membolehkan melakukan sebagian hal-hal yang diharamkan untuk maslahat, seperti mengikuti keinginan manusia pada sebagian bid\u2019ah, menghadiri tempat-tempat yang diharamkan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3092,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[877],"class_list":["post-3090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-manhaj","tag-benarkah-tujuan-membenarkan-segala-cara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3090"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3090\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}