{"id":28995,"date":"2017-03-13T21:25:08","date_gmt":"2017-03-13T14:25:08","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=28995"},"modified":"2017-03-13T21:35:35","modified_gmt":"2017-03-13T14:35:35","slug":"khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=28995","title":{"rendered":"KHAWARIJ, KELOMPOK SESAT PERTAMA DALAM ISLAM"},"content":{"rendered":"<p class=\"entry-title\"><strong>KHAWARIJ, KELOMPOK SESAT PERTAMA DALAM ISLAM<\/strong><\/p>\n<div class=\"entry-content\">\n<p><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Laa hukma illa lillah (tiada hukum kecuali untuk Allah \u2018azza wa jalla). Kata-kata ini haq adanya, karena merupakan kandungan ayat yang mulia. Namun jika kemudian ditafsirkan menyimpang dari pemahaman as-salafush shalih, kebatilanlah yang kemudian muncul. Bertamengkan kata-kata inilah, Khawarij, kelompok sempalan pertama dalam Islam, dengan mudahnya mengafirkan bahkan menumpahkan darah kaum muslimin.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Siapakah Khawarij?<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan <em>hafizhahullah<\/em> berkata, \u201cMereka adalah orang-orang yang memberontak terhadap pemerintah di akhir masa kepemimpinan Utsman bin \u2018Affan <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> yang mengakibatkan terbunuhnya beliau <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>. Kemudian di masa kepemimpinan \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>, keadaan mereka semakin buruk. Mereka keluar dari ketaatan terhadap \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>, mengafirkannya, dan mengafirkan para sahabat. Ini disebabkan para sahabat tidak menyetujui mazhab mereka. Dan mereka menghukumi siapa saja yang menyelisihi mazhab mereka dengan hukuman kafir. Akhirnya mereka pun mengafirkan makhluk-makhluk pilihan yaitu para sahabat Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>.\u201d (<em>Lamhatun \u2018anil Firaqidh Dhallah<\/em>, hlm. 31)<\/p>\n<p>Cikal-bakal mereka telah ada sejak zaman Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>. Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa\u2019id al-Khudri <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>, ia berkata, \u201cKetika kami berada di sisi Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> dan beliau sedang membagi-bagi (rampasan perang), datanglah Dzul Khuwaisirah dari Bani Tamim, kepada beliau. Ia berkata, \u2018Wahai Rasulullah, berbuat adillah!\u2019<\/p>\n<p>Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> pun bersabda, \u2018Celaka engkau! Siapa lagi yang berbuat adil jika aku tidak berbuat adil? Benar-benar merugi jika aku tidak berbuat adil.\u2019<\/p>\n<p>Maka Umar bin al-Khaththab <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> berkata, \u2018Wahai Rasulullah, izinkanlah aku untuk memenggal lehernya!\u2019<\/p>\n<p>Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> berkata, \u2018Biarkanlah ia, sesungguhnya ia akan mempunyai pengikut yang salah seorang dari kalian merasa bahwa shalat dan puasanya tidak ada apa-apanya dibandingkan shalat dan puasa mereka. Mereka selalu membaca Al-Qur\u2019an namun tidaklah melewati tenggorokan mereka<em><strong><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a><\/strong><\/em>. Mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari <em>ar-ramiyyah<a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftn2\" name=\"_ftnref2\"><strong>[2]<\/strong><\/a><\/em>. Dilihat <em>nashl<\/em>-nya (besi pada ujung anak panah) maka tidak didapati bekasnya. Kemudian dilihat <em>rishaf<\/em>-nya (tempat masuknya <em>nashl<\/em> pada anak panah) maka tidak didapati bekasnya. Kemudian dilihat <em>nadhiy<\/em>-nya (batang anak panah) juga tidak didapati bekasnya. Kemudian dilihat <em>qudzadz<\/em>-nya (bulu-bulu yang ada pada anak panah) juga tidak didapati pula bekasnya. Anak panah itu benar-benar dengan cepat melewati lambung dan darah (hewan buruan itu). Ciri-cirinya, (di tengah-tengah mereka) ada seorang laki-laki hitam, salah satu lengannya seperti payudara wanita atau seperti potongan daging yang bergoyang-goyang. Mereka akan muncul di saat terjadi perpecahan di antara kaum muslimin.\u201d<\/p>\n<p>Abu Sa\u2019id al-Khudri <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> berkata, \u201cAku bersaksi bahwa aku mendengarnya dari Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>. Aku bersaksi pula bahwa \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> yang memerangi mereka dan aku bersamanya. Maka \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> memerintahkan untuk mencari seorang laki-laki (yang disifati oleh Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>, di antara mayat-mayat mereka) dan ditemukanlah ia lalu dibawa (ke hadapan \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>). Aku benar-benar melihatnya sesuai dengan ciri-ciri yang disifati oleh Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>.\u201d (Sahih, <strong>HR. al-Imam Muslim<\/strong> dalam <strong>Shahih<\/strong>-nya, \u201cKitabuz Zakat, bab Dzikrul Khawarij wa Shifaatihim\u201d, 2\/744)<\/p>\n<p>Asy-Syihristani <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cSiapa saja yang keluar dari ketaatan terhadap pemimpin yang sah, yang telah disepakati, maka ia dinamakan Khariji (seorang Khawarij), baik keluarnya di masa sahabat terhadap al-Khulafa ar-Rasyidin maupun terhadap pemimpin setelah mereka di masa tabi\u2019in, dan juga terhadap pemimpin kaum muslimin di setiap masa.\u201d (<em>al-Milal wan Nihal<\/em>, hlm. 114)<\/p>\n<p><strong>Mengapa Disebut Khawarij?<em><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftn3\" name=\"_ftnref3\">[3]<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<p>Al-Imam an-Nawawi <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cDinamakan Khawarij dikarenakan keluarnya mereka dari jamaah kaum muslimin. Dikatakan pula karena keluarnya mereka dari jalan (manhaj) jamaah kaum muslimin, dan dikatakan pula karena sabda Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>:<\/p>\n<p><strong>\u2026.\u064a\u064e\u062e\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0636\u0650\u0626\u0652\u0636\u0650\u0626\u0650 \u0647\u064e\u0630\u064e\u0627<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cAkan keluar dari diri orang ini\u2026\u201d<\/em> (<em>al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj<\/em>, 7\/145)<\/p>\n<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cDinamakan dengan itu (Khawarij) dikarenakan keluarnya mereka dari din (agama) dan keluarnya mereka dari ketaatan terhadap orang-orang terbaik dari kaum muslimin.\u201d (<em>Fathul Bari Bisyarhi Shahihil Bukhari<\/em>, 12\/296)<\/p>\n<p>Mereka juga biasa disebut dengan al-Haruriyyah karena mereka (dahulu) tinggal di Harura yaitu sebuah daerah di Irak dekat Kota Kufah, dan menjadikannya sebagai markas dalam memerangi Ahlul \u2018Adl (para sahabat Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>). (<em>al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj<\/em>, 7\/145)<\/p>\n<p>Disebut pula dengan <em>al-Maariqah<\/em> (yang keluar), karena banyaknya hadits-hadits yang menjelaskan tentang <em>muruq<\/em> (keluar)nya mereka dari din (agama). Disebut pula dengan <em>al-Muhakkimah<\/em>, karena mereka selalu mengulang kata-kata <em>Laa Hukma Illa Lillah<\/em> (tiada hukum kecuali untuk Allah <em>\u2018azza wa jalla<\/em>), suatu kalimat yang haq namun dimaukan dengannya kebatilan. Disebut pula dengan <em>an-Nawashib<\/em>, dikarenakan berlebihannya mereka dalam menyatakan permusuhan terhadap \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>. (<em>Firaq Mu\u2019ashirah<\/em>, 1\/68\u201469, Dr. Ghalib bin \u2018Ali al-Awaji, secara ringkas)<\/p>\n<p><strong>Bagaimanakah Mazhab Mereka?<\/strong><\/p>\n<p>Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan <em>hafizhahullah<\/em> berkata bahwa mazhab mereka adalah tidak berpegang dengan As-Sunnah wal Jamaah, tidak menaati pemimpin (pemerintah kaum muslimin, <em>pen<\/em>), berkeyakinan bahwa memberontak terhadap pemerintah dan memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin merupakan bagian dari agama. Hal ini menyelisihi apa yang diwasiatkan oleh Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> agar senantiasa menaati pemerintah (dalam hal yang ma\u2019ruf\/yang tidak bertentangan dengan syariat) dan menyelisihi apa yang telah diperintahkan oleh Allah <em>\u2018azza wa jalla<\/em> dalam firman-Nya:<\/p>\n<h3><strong>\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0645\u06e1\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06d6 <\/strong><\/h3>\n<p><em>\u201cTaatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, serta Ulil Amri (pemimpin) di antara kalian.\u201d<\/em> <strong>(an-Nisa\u2019: 59)<\/strong><\/p>\n<p>Allah <em>\u2018azza wa jalla<\/em> dan Nabi-Nya <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> menjadikan ketaatan kepada pemimpin sebagai bagian dari agama\u2026 Mereka (Khawarij) menyatakan bahwa pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik) telah kafir, tidak diampuni dosa-dosanya, kekal di neraka, dan ini bertentangan dengan apa yang terdapat di dalam Kitabullah (Al-Qur\u2019an). (<em>Lamhatun \u2018Anil Firaqidh Dhallah<\/em>, hlm. 31\u201433)<\/p>\n<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cMereka berkeyakinan atas kafirnya \u2018Utsman bin \u2018Affan <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> dan orang-orang yang bersamanya. Mereka juga berkeyakinan sahnya kepemimpinan \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>(sebelum kemudian dikafirkan oleh mereka, <em>pen<\/em>.) dan kafirnya orang-orang yang memerangi \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> dari Ahlul Jamal<em><strong><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftn4\" name=\"_ftnref4\">[4]<\/a><\/strong><\/em>.\u201d (<em>Fathul Bari<\/em>, 12\/296)<\/p>\n<p>Al-Hafizh <em>rahimahullah<\/em> juga berkata, \u201cKemudian mereka berpendapat bahwa siapa saja yang tidak berkeyakinan dengan akidah mereka, maka ia kafir, halal darah, harta, dan keluarganya.\u201d (<em>Fathul Bari<\/em>, 12\/297)<\/p>\n<p>Beliau juga berkata, \u201cMereka terpecah dalam banyak kelompok. Namun di antara prinsip yang disepakati oleh mereka semuanya adalah berpegang dengan Al-Qur\u2019an dan menolak segala tambahan yang terdapat di dalam hadits Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> secara mutlak.\u201d (<em>Fathul Bari<\/em>, 1\/502)<\/p>\n<p><strong>Peperangan antara Khawarij dan Khalifah \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Setelah Khalifah \u2018Utsman bin \u2018Affan terbunuh, maka orang-orang Khawarij ini bergabung dengan pasukan Khalifah \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>. Dalam setiap pertempuran pun mereka selalu bersamanya. Ketika terjadi pertempuran Shiffin (tahun 38 H) antara pasukan Khalifah \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> dengan pasukan sahabat Mu\u2019awiyah bin Abi Sufyan <em>radhiallahu \u2018anhuma<\/em> dari penduduk Syam yang terjadi selama berbulan-bulan\u2014dikarenakan ijtihad mereka masing-masing\u2014, ditempuhlah proses tahkim (pengiriman seorang utusan dari kedua belah pihak guna membicarakan solusi terbaik bagi masalah yang sedang mereka alami).<\/p>\n<p>Orang-orang Khawarij tidak menyetujuinya, dengan alasan bahwa hukum itu hanya milik Allah <em>\u2018azza wa jalla<\/em> dan tidak boleh berhukum kepada manusia. Demikian pula tatkala dalam naskah ajakan tahkim dari \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> termaktub: \u201cInilah yang diputuskan oleh Amirul Mukminin \u2018Ali atas Mu\u2019awiyah\u2026\u201d lalu penduduk Syam tidak setuju dengan mengatakan, \u201cTulislah namanya dan nama ayahnya,\u201d (tanpa ada penyebutan Amirul Mukminin). \u2018Ali pun menyetujuinya, namun orang-orang Khawarij tetap mengingkari persetujuan itu.<\/p>\n<p>Setelah disepakati utusan masing-masing pihak yaitu Abu Musa al-Asy\u2019ari dari pihak \u2018Ali dan \u2018Amr bin al-\u2018Ash dari pihak Mu\u2019awiyah, serta disepakati pula waktu dan tempatnya (Dumatul Jandal), maka berpisahlah dua pasukan tersebut. Mu\u2019awiyah kembali ke Syam dan \u2018Ali kembali ke Kufah, sedangkan kelompok Khawarij dengan jumlah 8.000 orang (ada yang menyebutkan lebih dari 10.000 orang dan riwayat lain 6.000 orang), memisahkan diri dari \u2018Ali dan bermarkas di daerah Harura yang tidak jauh dari Kufah.<\/p>\n<p>Pemimpin mereka saat itu adalah Abdullah bin Kawwa\u2019 al-Yasykuri dan Syabats at-Tamimi. Maka \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> mengutus sahabat Abdullah bin \u2018Abbas <em>radhiallahu \u2018anhuma<\/em> untuk berdialog dengan mereka yang lantas banyak dari mereka yang kemudian rujuk. Lalu \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> keluar menemui mereka, maka mereka pun akhirnya menaati \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>, dan ikut bersamanya ke Kufah, bersama dua orang pemimpin mereka. Kemudian mereka membuat isu bahwa \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> telah bertaubat dari masalah tahkim. Hal itulah yang membuat mereka kembali bersama \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>. Sampailah isu ini kepada \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>, lalu ia berkhutbah dan mengingkarinya. Maka mereka pun saling berteriak dari bagian samping masjid (dengan mengatakan), \u201cTiada hukum kecuali untuk Allah.\u201d \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> pun menjawab, \u201cKalimat yang haq (benar) namun yang dimaukan dengannya adalah kebatilan!\u201d<\/p>\n<p>Kemudian \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> berkata kepada mereka, \u201cHak kalian yang harus kami penuhi ada tiga: Kami tidak akan melarang kalian masuk masjid, tidak akan melarang kalian dari rezeki fai\u2019, dan tidak akan pula memulai penyerangan selama kalian tidak berbuat kerusakan.\u201d<\/p>\n<p>Secara berangsur-angsur pengikut Khawarij akhirnya keluar dari Kufah dan berkumpul di daerah al-Mada\u2019in. \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> senantiasa mengirim utusan agar mereka rujuk. Namun mereka tetap bersikeras menolaknya sampai \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> mau bersaksi atas kekafiran dirinya dikarenakan masalah tahkim atau bertaubat. Lalu \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> mengirim utusan lagi (untuk mengingatkan mereka), namun justru utusan tersebut hendak mereka bunuh. Mereka bahkan bersepakat bahwa yang tidak berkeyakinan dengan akidah mereka maka dia kafir, halal darah dan keluarganya.<\/p>\n<p>Aksi mereka kemudian berlanjut dalam bentuk fisik, yaitu menghadang dan membunuh siapa saja dari kaum muslimin yang melewati daerah mereka. Ketika Abdullah bin Khabbab bin al-Art <em>rahimahullah<\/em>\u2014yang saat itu menjabat sebagai salah seorang gubernur \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>\u2014berjalan melewati daerah kekuasaan Khawarij bersama budak wanitanya yang tengah hamil, mereka pun membunuhnya serta merobek perut budak wanitanya untuk mengeluarkan janin dari perutnya.<\/p>\n<p>Sampailah berita ini kepada \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>, maka ia pun keluar untuk memerangi mereka bersama pasukan yang sebelumnya dipersiapkan ke Syam. Akhirnya mereka berhasil ditumpas di daerah Nahrawan beserta para gembong mereka seperti Abdullah bin Wahb ar-Rasibi, Zaid bin Hishn ath-Tha\u2019i, dan Harqush bin Zuhair as-Sa\u2019di. Tidak selamat dari mereka kecuali kurang dari 10 orang, dan tidaklah terbunuh dari pasukan \u2018Ali kecuali sekitar 10 orang.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/iraq_nahrawan.gif\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7260\" src=\"http:\/\/asysyariah.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/iraq_nahrawan.gif\" alt=\"iraq_nahrawan\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sisa-sisa Khawarij ini akhirnya bergabung dengan simpatisan mazhab mereka dan sembunyi-sembunyi semasa kepemimpinan \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>, hingga salah seorang dari mereka yang bernama Abdurrahman bin Muljam berhasil membunuh \u2018Ali <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> yang saat itu hendak melakukan shalat subuh. (diringkas dari <em>Fathul Bari<\/em> karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani <em>rahimahullah<\/em>, 12\/296\u2014298, dengan beberapa tambahan dari <em>al-Bidayah wan Nihayah<\/em>, karya al-Hafizh Ibnu Katsir <em>rahimahullah<\/em>, 7\/281)<\/p>\n<p><strong>Kafirkah Khawarij?<\/strong><\/p>\n<p>Kafirnya Khawarij masih diperselisihkan di kalangan ulama. Al-Hafizh Ibnu Hajar <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cSebagian besar ahli ushul dari Ahlus Sunnah berpendapat bahwasanya Khawarij adalah orang-orang fasiq dan hukum Islam berlaku atas mereka. Hal ini dikarenakan mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan selalu melaksanakan rukun-rukun Islam. Mereka dihukumi fasiq, karena pengafiran mereka terhadap kaum muslimin berdasarkan takwil (penafsiran) yang salah, yang akhirnya menjerumuskan mereka pada keyakinan akan halalnya darah dan harta orang-orang yang bertentangan dengan mereka, serta persaksian atas mereka dengan kekufuran dan kesyirikan.\u201d (<em>Fathul Bari<\/em>, 12\/314)<\/p>\n<p>Al-Imam al-Khaththabi <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cUlama kaum muslimin telah bersepakat bahwasanya Khawarij dengan segala kesesatannya tergolong firqah dari firqah-firqah muslimin, boleh menikahi mereka, memakan sembelihan mereka, dan mereka tidak dikafirkan selama masih berpegang dengan pokok keislaman.\u201d (<em>Fathul Bari<\/em>, 12\/314)<\/p>\n<p>Al-Imam Ibnu Baththal <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cJumhur ulama berpendapat bahwasanya Khawarij tidak keluar dari kumpulan kaum muslimin (masih muslim, red.).\u201d (<em>Fathul Bari<\/em>, 12\/314)<\/p>\n<p><strong>Sebab-Sebab Kesesatan Khawarij<\/strong><\/p>\n<p>Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan <em>hafizhahullah<\/em> berkata, \u201cYang demikian itu disebabkan kebodohan mereka tentang agama Islam, bersamaan dengan wara\u2019 (sikap kehati-hatian), ibadah, dan kesungguhan mereka. Namun tatkala semua itu (wara\u2019, ibadah, dan kesungguhan) tidak berdasarkan ilmu yang benar, akhirnya menjadi bencana bagi mereka.\u201d (<em>Lamhatun \u2018Anil Firaqidh Dhallah<\/em>, hlm. 35)<\/p>\n<p>Demikan pula, mereka enggan untuk mengambil pemahaman para sahabat (as-Salafush Shalih) dalam memahami masalah-masalah din ini, sehingga terjerumuslah mereka ke dalam kesesatan.<\/p>\n<p><strong>Anjuran Memerangi Mereka<em><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftn5\" name=\"_ftnref5\">[5]<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<p>Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda:<\/p>\n<p><strong>\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0627\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u062c\u0652\u0631\u0627\u064b \u0644\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0646\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cMaka jika kalian mendapati mereka (Khawarij, pen.), perangilah mereka! Karena sesungguhnya orang-orang yang memerangi mereka akan mendapat pahala di sisi Allah pada hari kiamat.\u201d<\/em> (Sahih <strong>HR. Muslim<\/strong> dalam Shahih-nya, 2\/747, dari sahabat \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>)<\/p>\n<p>Beliau <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> juga bersabda:<\/p>\n<p><strong>\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u064e \u0639\u064e\u0627\u062f\u064d<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cJika aku mendapati mereka (Khawarij), benar-benar aku akan perangi seperti memerangi kaum \u2018Aad.\u201d<\/em> (Sahih, <strong>HR. Muslim<\/strong> dalam Shahih-nya, 2\/742, dari sahabat Abu Sa\u2019id al-Khudri <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>)<\/p>\n<p>Dalam lafadz yang lain, beliau <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda:<\/p>\n<p><strong>\u0644\u064e\u0626\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u0652\u0631\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0642\u064e\u062a\u0652\u0644\u064e \u062b\u064e\u0645\u064f\u0648\u0652\u062f\u064e<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cJika aku mendapati mereka, benar-benar aku akan perangi seperti memerangi kaum Tsamud.\u201d<\/em> (Sahih<strong>, HR. Muslim<\/strong> dalam Shahih-nya, 2\/742, dari sahabat Abu Sa\u2019id al-Khudri <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>)<\/p>\n<p>Al-Imam Ibnu Hubairah <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cMemerangi Khawarij lebih utama dari memerangi orang-orang musyrikin. Hikmahnya, memerangi mereka merupakan penjagaan terhadap \u2018modal\u2019 Islam (kemurnian Islam, pen.), sedangkan memerangi orang-orang musyrikin merupakan \u2018pencarian laba\u2019, dan penjagaan modal tentu lebih utama.\u201d (<em>Fathul Bari<\/em>, 12\/315)<\/p>\n<p><strong>Samakah Musuh-Musuh \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> dalam Perang Jamal dan Shiffin dengan Khawarij?<\/strong><\/p>\n<p>Pendapat yang menyatakan bahwa musuh-musuh \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em> sama dengan Khawarij ini tentunya tidak benar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cAdapun jumhur ahli ilmu, mereka membedakan antara orang-orang Khawarij dengan Ahlul Jamal dan Shiffin, serta selain mereka yang terhitung sebagai penentang dengan berdasarkan ijtihad. Inilah yang ma\u2019ruf dari para sahabat, keseluruhan ahlul hadits, fuqaha, dan mutakallimin. Di atas pemahaman inilah, nash-nash mayoritas para imam dan pengikut mereka dari murid-murid Malik, asy-Syafi\u2019i, dan selain mereka.\u201d (<em>Majmu\u2019 Fatawa<\/em>, 35\/54)<\/p>\n<p><strong>Nasihat dan Peringatan<\/strong><\/p>\n<p>Mazhab Khawarij ini sesungguhnya terus berkembang (di dalam merusak akidah umat) seiring dengan bergulirnya waktu. Oleh karena itu, asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan <em>hafizhahullah<\/em> menasihatkan, \u201cWajib bagi kaum muslimin di setiap masa, jika terbukti telah mendapati mazhab yang jahat ini untuk mengatasinya dengan dakwah dan penjelasan kepada umat tentangnya. Jika mereka (Khawarij) tidak mengindahkannya, hendaknya kaum muslimin memerangi mereka dalam rangka membentengi umat dari kesesatan mereka.\u201d (<em>Lamhatun \u2018Anil Firaqidh Dhallah<\/em>, hlm. 37)<\/p>\n<p><em>Wallahu a\u2019lam bish-shawab.<\/em><\/p>\n<p><em>Ditulis oleh<\/em> <strong>al-Ustadz Ruwaifi\u2019 bin Sulaimi, Lc.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <span style=\"color: #800000\"><a style=\"color: #800000\" href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/\">http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a> 1 Al-Qadhi \u2018Iyadh <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cPadanya terdapat dua pengertian: Pertama, hati mereka tidak memahami Al-Qur\u2019an tersebut dan tidak pula mengambil manfaat dari apa yang mereka baca. Mereka tidak melakukan kecuali hanya sebatas bacaan mulut dan tenggorokan yang dengannya keluar potongan-potongan huruf. Kedua, amalan dan bacaan mereka tidak diterima di sisi Allah <em>\u2018azza wa jalla<\/em>.\u201d (<em>Ta\u2019liq Shahih Muslim<\/em>, 2\/740, Muhammad Fuad Abdul Baqi)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftnref2\" name=\"_ftn2\">[2]<\/a> Al-Imam al-Mubarakfuri <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cAr-Ramiyyah adalah hewan buruan yang dipanah. Keluarnya mereka (Khawarij) dari agama ini diumpamakan dengan anak panah yang mengenai buruan lalu masuk hingga tembus. Karena begitu cepatnya laju anak panah tersebut (dikarenakan kuatnya si pemanah) maka tidak ada sesuatu pun dari jasad (darah ataupun daging) hewan buruan itu yang berbekas pada anak panah.\u201d (<em>Tuhfatul Ahwadzi<\/em>, 6\/426)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftnref3\" name=\"_ftn3\">[3]<\/a> Kata \u201cKhawarij\u201d merupakan bentuk jamak dari \u201ckharij\u201d yang artinya \u201corang yang keluar\u201d.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftnref4\" name=\"_ftn4\">[4]<\/a> Ahlul Jamal adalah Ummul Mukminin \u2018Aisyah, az-Zubair bin al-\u2018Awwam, Thalhah bin \u2018Ubaidillah, dan orang-orang yang bersama mereka g yang menuntut dihukumnya para pembunuh Utsman bin Affan <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>, setelah mereka membai\u2019at \u2018Ali bin Abu Thalib <em>radhiallahu \u2018anhu<\/em>. (<em>pen<\/em>)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/asysyariah.com\/khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam\/#_ftnref5\" name=\"_ftn5\">[5]<\/a> Adapun memerangi mereka bukanlah urusan perseorangan atau kelompok tertentu namun di bawah naungan pemerintah, sebagaimana dijelaskan para ulama tentang aturannya dalam kitab-kitab fiqih.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KHAWARIJ, KELOMPOK SESAT PERTAMA DALAM ISLAM Laa hukma illa lillah (tiada hukum kecuali untuk Allah \u2018azza wa jalla). Kata-kata ini haq adanya, karena merupakan kandungan ayat yang mulia. Namun jika kemudian ditafsirkan menyimpang dari pemahaman as-salafush shalih, kebatilanlah yang kemudian muncul. Bertamengkan kata-kata inilah, Khawarij, kelompok sempalan pertama dalam Islam, dengan mudahnya mengafirkan bahkan menumpahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13917,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[4314,4315,609,4316],"class_list":["post-28995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","tag-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam","tag-khawari","tag-khawarij","tag-khawarij-kelompok-sesat-pertama-dalam-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28995"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28995\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}