{"id":28852,"date":"2017-03-01T19:57:57","date_gmt":"2017-03-01T12:57:57","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=28852"},"modified":"2020-11-26T03:49:49","modified_gmt":"2020-11-25T20:49:49","slug":"mengapa-taaddud-di-benci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=28852","title":{"rendered":"MENGAPA TA&#8217;ADDUD* DI BENCI"},"content":{"rendered":"<p><strong>MENGAPA POLIGAMI DI BENCI<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right\"><strong>\u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Ya Allah&#8230;<br \/>\nHatiku galau&#8230;<br \/>\nMengapa poligami dibenci, padahal Allah yang mensyariatkan..<\/p>\n<p>\u25ce Mengapa poligami dibenci, padahal Nabi melakukan..<br \/>\n\u25ce Mengapa poligami dibenci padahal di sana ada aturan&#8230;<br \/>\n\u25ce Mengapa poligami dibenci, padahal disyariatkan demi kemaslahatan&#8230;<br \/>\n\u25ce Mengapa poligami dibenci, jangan ikuti perasaan&#8230;<br \/>\n\u25ce Mengapa poligami dibenci, ilmu mesti kau dahulukan&#8230;<br \/>\n\u25ce Mengapa poligami dibenci, dengannya janda terayomi&#8230;<\/p>\n<p>\u25cb Tidakkah kau bayangkan, saat seorang janda bersendiri&#8230;<br \/>\n\u25cb Tidakkah kau bayangkan, saat seorang janda mesti menafkahi&#8230;<br \/>\n\u25cb Tidakkah kau bayangkan, saat seorang janda safar pergi&#8230;<br \/>\n\u25cb Tidakkah kau bayangkan, saat seorang janda mengasuh anak sendiri&#8230;<\/p>\n<p><strong>Dengan poligami anak yatim mendapat naungan, mengapa poligami dibenci&#8230;<\/strong><\/p>\n<p>\u00bb Tidakkah kau dengar, jeritan si yatim mendambakan ayah<br \/>\n\u00bb Tidakkah kau dengar, isak tangisnya mengingat ayah.<br \/>\n\u00bb Tegakah dirimu, si yatim tumbuh tanpa ayah&#8230;<br \/>\n\u00bb Tegakah dirimu, ia bermain tanpa pengawasan ayah&#8230;<\/p>\n<p><strong>Hati ini pilu, melihat kenyataan itu, dengannya anak dapat perhatian.. Mengapa poligami dibenci&#8230;<\/strong><\/p>\n<p>\u203c\ufe0f Tidakkah kau tahu, saat ayahnya pergi hatinya tersakiti..<br \/>\n\u203c\ufe0f Tidakkah kau tahu, saat ayahnya pergi perhatian terkurangi&#8230;<br \/>\n\u203c\ufe0f Tidakkah kau tahu, saat ayahnya pergi, kasihsayang terburai&#8230;<br \/>\n\u203c\ufe0f Tidakkah kau tahu, saat ayah pergi pelukannya hanya impian tiada arti&#8230;<\/p>\n<p><strong>Datanglah poligami, untuk melindungi.. Mengapa poligami dibenci&#8230;<\/strong><\/p>\n<p>\u203b Tidakkah kau mengerti, jumlah wanita makin meningkat&#8230;<br \/>\n\u203b Tidakkah kau mengerti, banyak wanita cari jalan singkat&#8230;<br \/>\n\u203b Tidakkah kau mengerti, pergaulan bebas semakin menggeliat&#8230;<br \/>\n\u203b Tidakkah kau mengerti, banyak lelaki bermain jahat&#8230;<br \/>\n\u203b Tidakkah kau mengerti, nikah adalah jalan selamat&#8230;<\/p>\n<p><strong>Saatnya poligami memberikan arti, lelaki saleh menjadi solusi.. <\/strong><strong>Mengapa poligami dibenci&#8230;<\/strong><br \/>\n<strong>Wahai para istri, memang berat..<\/strong><br \/>\n<strong>Memang berat, tapi itu syariat.<\/strong><\/p>\n<p>\u25cf Memang berat, tapi itu manfaat.<br \/>\n\u25cf Memang berat, tapi sedikit mudhorot.<br \/>\n\u25cf Wahai para istri, kalian bukan orang pertama yang merasakan.<br \/>\n\u25cf Wahai para istri, istri Nabi lebih cemburu dari kalian&#8230;<br \/>\n\u25cf Wahai para istri, istri Nabi adalah teladan&#8230;<br \/>\n\u25cf Wahai para istri, para istri Nabi telah merelakan&#8230;<br \/>\n\u25cf Wahai para istri, dengan ilmu, maslahat mereka utamakan&#8230;<\/p>\n<p><strong>Poligami tidak untuk diperalat, Mengapa poligami dibenci&#8230;<\/strong><\/p>\n<p>Wahai lelaki, saatnya kau mengerti..<\/p>\n<p>\u25cf Tanpa tanggung jawab, poligami tiada arti&#8230;<br \/>\n\u25cf Tanpa niat baik, poligami hanya menyakiti&#8230;.<br \/>\n\u25cf Tanpa aturan nabi, poligami menjadi basi&#8230;<br \/>\n\u25cf Tanpa sikap adil, poligami adalah cemeti&#8230;<br \/>\n\u25cf Tanpa kelembutan, poligami menjadi ngeri&#8230;<br \/>\n\u25cf Tanpa kesabaran, poligami tak lagi heppy&#8230;<br \/>\n\u25cf Tanpa taqwa, poligami tanggung jawab di sisi ilahi&#8230;<\/p>\n<p><strong>Sadarkah kau, wahai lelaki.. Jangan jadi sebab taaddud dibenci&#8230;<\/strong><\/p>\n<p><strong>Poligami bukan untuk lelaki.. Mengapa poligami dibenci&#8230;<\/strong><\/p>\n<p>Wahai kaumku, jangan dikira poligami ringan&#8230;<br \/>\nAsyik dan menyenangkan&#8230;<\/p>\n<p>Bagi lelaki, menguntungkan&#8230;<br \/>\nTapi Itu adalah beban&#8230;<br \/>\nTanggungjawab di hadapan ar Rahman&#8230;<\/p>\n<p>Justru perempuan yang diuntungkan&#8230;<br \/>\nTak percaya, silahkan buktikan&#8230;<\/p>\n<p>Dengan syarat lelaki saleh yang melakukan&#8230;<\/p>\n<p>Aku hanya bisa berdoa kepada Ar Rahman&#8230;<br \/>\nUntukku, anak cucu dan teman teman&#8230;<br \/>\nMenjadi mereka yang diidamkan&#8230;<\/p>\n<p>Lelaki saleh para teladan&#8230;<br \/>\nAmpunilah kami wahai Ar Rahman&#8230;<\/p>\n<p>Atas segala kekhilafan&#8230;<br \/>\nLapangkan dada kami dan keluarga kami untuk syariat yang Kau turunkan&#8230;<br \/>\nTanpa peduli segala cemoohan<br \/>\nAmin&#8230;<\/p>\n<p>\u270dInilah suara hati lelaki&#8230;<br \/>\nSang musafir di atas kereta api&#8230;<br \/>\nSawunggalih malam yang sunyi&#8230;<br \/>\nDari senen menuju kroya sejati&#8230;<\/p>\n<p>Aku adalah Q diakhiri dengan i, kiranya kau tahu jati diri ini..<br \/>\nYang sedang galau karena poligami dibenci&#8230;<\/p>\n<p>* <span style=\"color: #ff00ff\">Ta&#8217;addud berasal dari bahasa Arab yang bermakna poligami<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENGAPA POLIGAMI DI BENCI \u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645 Ya Allah&#8230; Hatiku galau&#8230; Mengapa poligami dibenci, padahal Allah yang mensyariatkan.. \u25ce Mengapa poligami dibenci, padahal Nabi melakukan.. \u25ce Mengapa poligami dibenci padahal di sana ada aturan&#8230; \u25ce Mengapa poligami dibenci, padahal disyariatkan demi kemaslahatan&#8230; \u25ce Mengapa poligami dibenci, jangan ikuti perasaan&#8230; \u25ce Mengapa poligami dibenci, ilmu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13880,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[164],"tags":[4271,4270,355],"class_list":["post-28852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keluarga","tag-hukum-taaddud","tag-mengapa-taaddud-di-benci","tag-taaddud"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28852"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28852\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}