{"id":15317,"date":"2016-09-26T21:12:21","date_gmt":"2016-09-26T14:12:21","guid":{"rendered":"http:\/\/forumsalafy.net\/?p=15317"},"modified":"2016-09-26T21:12:21","modified_gmt":"2016-09-26T14:12:21","slug":"bantahan-terhadap-tulisan-syubhat-ajaran-tauhid-wahabi-muhammad-bin-abdul-wahab-ajaran-islam-ekstrem-dan-radikal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forumsalafy.net\/?p=15317","title":{"rendered":"BANTAHAN TERHADAP TULISAN SYUBHAT: \u201cAjaran Tauhid \u2018Wahabi\u2019 Muhammad bin Abdul Wahab ajaran Islam Ekstrem dan Radikal\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #800000\">BANTAHAN TERHADAP TULISAN SYUBHAT:<\/span> \u201cAjaran Tauhid \u2018Wahabi\u2019 Muhammad bin Abdul Wahab ajaran Islam Ekstrem dan Radikal\u201d<\/strong><\/p>\n<p>\u270d?Oleh<br \/>\nAl-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed \u2013<em>hafidzahullahu ta\u2019ala<\/em>\u2013<\/p>\n<p><strong>Syubhat<\/strong><\/p>\n<p>?Pada tanggal 15 September 2016 pukul 14.30 WIB telah diperoleh informasi tentang adanya ajaran tauhid versi Wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab (ajaran Islam Ekstremisme dan Radikalisme) yang ditemukan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA\/MA\/SMK\/MAK Kelas XI halaman 170 yang menyebutkan 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab.<\/p>\n<p>1\u20e3 Isi dari 8 poin tersebut diantaranya sebagai berikut :<\/p>\n<p>a. Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah -Subhanahu wa Ta\u2019ala-, dan orang yang menyembah selain Allah -Subhanahu wa Ta\u2019ala-\u00a0 telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh.<\/p>\n<p>b. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan lagi dari Allah, tetapi dari syekh atau wali dari kekuatan gaib. Orang Islam demikian juga telah menjadi musyrik.<\/p>\n<p>c. Menyebut nama nabi, syekh, atau malaikat sebagai perantara dalam doa juga merupakan syirik.<\/p>\n<p>d. Meminta syafa\u2019at selain dari kepada Allah -Subhanahu wa Ta\u2019ala- adalah syirik.<\/p>\n<p>e. Bernazar kepada selain dari Allah -Subhanahu wa Ta\u2019ala- juga syirik.<\/p>\n<p>f. Memperoleh pengetahuan selain dari al-Quran, hadis dan qias (analogi) merupakan kekufuran.<\/p>\n<p>g. Tidak percaya kepada qada dan qadar Allah -Subhanahu wa Ta\u2019ala- juga merupakan kekufuran.<\/p>\n<p>h. Demikian pula menafsirkan al-Quran dengan ta\u2019wil (interpretasi bebas) adalah kufur.<\/p>\n<p>2\u20e3 Inti penyampaian dari 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab mengajarkan bahwa :<\/p>\n<p>a. Bahwa orang yang menyembah selain Allah atau orang musyrik adalah halal untuk dibunuh, mayoritas umat Islam menurut Wahabi Salafi adalah musyrik karena tidak mengikuti ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab. Sementara yang tidak syirik hanya golongan yang sefaham dengan tauhid versi Wahabi Salafi saja.<\/p>\n<p>b. Amaliah seperti tawasul yang dilakukan mayoritas umat Islam dikatakan sebagai perbuatan syirik, bahkan golongan Wahabi Salafi menuduh kafir kepada umat Islam yang menakwilkan Al-Qur\u2019an dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>c. Jika orang menyembah selain Allah atau non muslim boleh dibunuh.<\/p>\n<p>3\u20e3 Ajaran tersebut sejalan dengan Ideologi yang dianut oleh Kelompok Wahabi ISIS dan semua firqohnya, pada bagian lain dari buku tersebut juga terdapat materi yang mengarah intoleransi antar umat beragama.<\/p>\n<p>4\u20e3 Adapun keterangan cetakan bukusebagai berikut :<\/p>\n<p>a. Nama Buku : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.<br \/>\nb. Untuk\u00a0 : SMA\/MA7\/SMK\/ Kelas XI.<br \/>\nc. Kurikulum : Tahun 2013 (cetakan 2014).<br \/>\nd. Kontributor naskah : Mustahdi dan Mustakim.<br \/>\ne. Penelaah : Yusuf A. Hasan dan Moh. Saerozi.<br \/>\nf. Penerbitan : Pusat7 Kurikulum Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.<\/p>\n<p>Mari kita share sebanyak-banyaknya agar anak-anak kita tidak terjerumus ke faham Wahabi salafi dan ISIS<\/p>\n<p>\u25c0\u25b6\u00a0 Bantahan Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed \u2013<em>hafidzahullah ta\u2019ala<\/em>\u2013<span id=\"more-1128\"><\/span> ?\u00a0 <strong>Ucapan di atas menunjukkan ketidakfahaman<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pertama<\/strong><br \/>\n? Ucapan para ulama\u2014tidak hanya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab\u2014ketika menerangkan prinsip-prinsip agama selalu demikian.<br \/>\nUntuk menjelaskan kepada umat, mana ajaran Islam dan mana yang bukan ajaran Islam.<br \/>\nSilakan tanya pada ulama manapun dari kalangan mazhab Syafi\u2019i, Hambali, Hanafi, atau Maliki, bagaimana jika ada seseorang yang menyembah selain Allah, kafir atau tidak kafir? musyrik atau tidak musyrik?<br \/>\nNiscaya jawabannya akan sama.<br \/>\nBahkan, jika ditanya apakah mereka halal darahnya? mereka akan menjawab sama.<br \/>\nKita siap untuk membawakan referensi dari kitab-kitab mereka.<\/p>\n<p>\u2714Sebagai contoh bisa dibaca kitab berikut:<br \/>\n? <strong>Aqidatus Salaf wa Ashhabul Hadits<\/strong>, oleh <strong>Imam Abu Utsman Ash-Shabuni<\/strong> dari <strong>mazhab Syafi\u2019i<\/strong><br \/>\n?<strong> Aqidah Ath-Thahawiyyah<\/strong>, oleh <strong>Abu Ja\u2019far Ath-Thahawi<\/strong>, dengan syarahnya oleh <strong>Imam Ibnu Abil Izz<\/strong> dari <strong>mazhab Hanafi<\/strong>.<br \/>\n? <strong>Aqidah Al-Washithiyyah<\/strong>, oleh <strong>Imam Ibnu Taimiyyah<\/strong> dari <strong>mazhab Hambali<\/strong> dan <strong>Aqidah As-Safariniyyah<\/strong> oleh <strong>Imam As-Safarini<\/strong>.<br \/>\n\u2049Apakah berarti mereka semua Wahabi?? Extremis?? Radikalis??<\/p>\n<p><strong>Kedua,<\/strong><br \/>\n\u274c Konsekuensi dari anggapan tersebut, apakah berarti\u00a0 orang yang menyembah apapun masih tetap muslim??<br \/>\nTidak boleh dikafirkan??<br \/>\nYang berarti agama apapun masih tetap muslim??<br \/>\nLantas apa makna Islam kalau begitu??<\/p>\n<p><strong>Ketiga,<\/strong><br \/>\n\u270b?Para ulama tidak\u2014seperti yang mereka tuduhkan\u2014mengajarkan untuk membunuh siapa saja yang dianggap kafir.<br \/>\nKarena:<br \/>\n\u23e9 Mengkafirkan seorang muslim adalah perkara yang rinci sehingga perlu ketelitian dan ilmu.<br \/>\n\u23e9 Mendahulukan nasihat dan peringatan.<br \/>\n\u23e9 Memastikan kalau dia tidak terpaksa.<br \/>\n\u23e9 Memastikan kalau perbuatannya bukan karena kebodohan, dll.<\/p>\n<p>? Oleh karena itu, jika para ulama mengatakan, \u201c\u2026kafir, halal darahnya\u2026\u201d maka itu hanyalah penegasan kalau perkara itu bukan dari prinsip-prinsip agama Islam, tetapi dari ajaran orang kafir yang diperangi.<\/p>\n<p><strong>Keempat,<\/strong><br \/>\n\u2714 Para ulama mengucapkan kalimat-kalimat tersebut dalam rangka menasihati, bukan dalam rangka memusuhi.<br \/>\nAgar kaum muslimin meninggalkan perkara-perkara syirik dan ajaran yang berbahaya, tentunya perlu dijelaskan bahayanya. Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahayanya yang besar, yaitu menjadi kafir.<br \/>\nDari sini kita lihat bahwa para ulama menebar rahmat dan kasih sayang,<br \/>\nbukan menebar tuduhan dan kebencian.<\/p>\n<p><strong>Kelima<\/strong><br \/>\n\u25c0\u25b6 Perlu dibedakan ucapan \u201cBarangsiapa yang berbuat begini maka ia kafir halal darahnya\u201d dengan ucapan \u201ckelompok fulan kafir halal darahnya\u201d , \u201ckiai fulan kafir halal darahnya\u201d atau \u201csi fulan kafir halal darahnya\u201d\u2026.<br \/>\nYang pertama menjelaskan bahayanya agar kaum muslimin segera menjauhi perbuatan tersebut ( <em><strong>Ta\u2019mim <\/strong><\/em>)<br \/>\nSedangkan yang kedua adalah tuduhan yang berbahaya ( <em><strong>Ta\u2019yin<\/strong><\/em> )<\/p>\n<p><strong>Keenam<\/strong><br \/>\n\u270b? Para ulama Salaf\u2014termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab\u2014selalu memperingatkan dari bahaya <em>takfir<\/em>(mengkafirkan) seorang muslim dan mengingatkan dengan hadits-hadits seperti:<\/p>\n<p>\u0639\u064e\u0646\u0652 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064f\u0645\u064e\u0631\u064e \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e : \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0645\u0652\u0631\u0650\u0649 \u0621\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0627\u062e\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0627\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0628\u064e\u0627\u0621\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627\u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f \u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0650\u0644\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064e\u0639\u064e\u062a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650<\/p>\n<p>Dari <strong>Ibnu \u2018Umar<\/strong>\u00a0 <em>radhiallahu \u2018anhuma<\/em> berkata, <strong>Rasulullah<\/strong> \u2013<em>shallallahu \u2018alaihi wa salam-<\/em> bersabda,<br \/>\n\u201cBarangsiapa mengatakan kepada saudaranya \u2018wahai kafir\u2019 maka akan kembali kepada salah satunya\u201d. Jika sesuai maka sebagaimana ucapannya, jika tidak, maka kekafiran itu berbalik kepada diri yang mengucapkannya.\u201d( <em><strong>H.R. Muslim<\/strong><\/em> )<br \/>\nYakni kalau ternyata dia tidak kafir maka akan kembali pada dirinya.<\/p>\n<p><strong>Ketujuh,<\/strong><br \/>\n\u270b? Para ulama Salaf\u2014termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab\u2014selalu memperingatkan umat dari bahaya pemikiran Khawarij yang mengkafirkan dan menghalalkan darah kaum muslimin dengan dosa-dosa, kemudian memerangi mereka.<br \/>\nBagaimana mungkin akan disamakan dengan khawarij masa kini, yaitu ISIS??<\/p>\n<p><strong>Kedelapan,<\/strong><br \/>\n\u2714 Lagi pula para ulama ketika mengatakan halal darahnya, bukan berarti sembarang orang boleh membunuhnya. Mereka selalu mengingatkan bahwa yang berhak menghukumi adalah penguasa, sehingga tidak terjadi kekacauan dan main hakim sendiri.<\/p>\n<p>Para ulama membagi orang kafir menjadi beberapa jenis.<br \/>\nYang asalnya mereka halal darahnya menjadi tidak boleh diperangi karena beberapa sebab:<br \/>\n\u26d4Kafir yang terikat perjanjian damai ( <strong><em>Mu\u2019ahad<\/em><\/strong> )<br \/>\n\u26d4Kafir yang merupakan tamu-tamu negara ( <em><strong>Wufud<\/strong><\/em> )<br \/>\n\u26d4Kafir yang tunduk dibawah kekuasaan seorang muslim ( <strong><em>Dzimmi <\/em><\/strong>)<br \/>\n\u26d4Kafir yang meminta perlindungan kepada negara Islam ( <strong><em>Musthauthin<\/em><\/strong> )<br \/>\ndll.<\/p>\n<p>??? Dengan delapan poin ini, jelaslah ketidakpahaman penulis ketika mengatakan bahwa itu adalah ajaran Wahabi. Padahal, seluruh ulama Ahlus sunnah mengajarkan demikian.<br \/>\n??? Dan betapa tidak pahamnya penulis ketika mengatakan bahwa ucapan seperti itu adalah radikalisme.<br \/>\n?Padahal, hanya sebuah nasihat yang berharga agar seluruh kaum muslimin selamat.<br \/>\nApakah kalau seorang bapak mengatakan kepada anaknya, \u201cNak, kalau engkau berbuat seperti itu engkau akan menjadi penjahat,\u201d berarti menuduh anaknya penjahat?? Kemudian menangkapnya dan memenjarakannya??<\/p>\n<p>? Semoga Allah memberikan hidayah, ilmu, dan petunjuk-Nya kepada kita dan mereka serta seluruh kaum muslimin.<br \/>\nSemoga kita dipersatukan di atas kebenaran. Amin.<\/p>\n<p><em>Wallahu A\u2019lam bisshawab<\/em><\/p>\n<p><em>Wa shallallahu \u2018ala nabiyyina Muhammadin wa \u2018ala aalihi wa shahbihi wa sallam<\/em><\/p>\n<p>?? Cirebon, 23 Dzulhijjah 1437 H\/25\u00a0 September 2016 M<\/p>\n<p>**<br \/>\n<strong>Sumber:\u00a0<\/strong><span style=\"color: #800000\"><a style=\"color: #800000\" href=\"http:\/\/tinyurl.com\/BantahanTerhadapTulisanSyubhat\"><em>http:\/\/tinyurl.com\/BantahanTerhadapTulisanSyubhat<\/em><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANTAHAN TERHADAP TULISAN SYUBHAT: \u201cAjaran Tauhid \u2018Wahabi\u2019 Muhammad bin Abdul Wahab ajaran Islam Ekstrem dan Radikal\u201d \u270d?Oleh Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed \u2013hafidzahullahu ta\u2019ala\u2013 Syubhat ?Pada tanggal 15 September 2016 pukul 14.30 WIB telah diperoleh informasi tentang adanya ajaran tauhid versi Wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab (ajaran Islam Ekstremisme dan Radikalisme) yang ditemukan dalam buku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13877,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2294],"tags":[3984,3985],"class_list":["post-15317","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-rududbantahan","tag-ajaran-tauhid-wahabi-muhammad-bin-abdul-wahab-ajaran-islam-ekstrem-dan-radikal","tag-bantahan-terhadap-tulisan-syubhat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15317"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15317\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forumsalafy.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}