Cermati Dua Perbedaan

CERMATI DUA PERBEDAAN Imam Ahmad رحمه الل  mengatakan : Barang siapa yang menghadiri sebuah Jenazah kemudian dia melihat sebuah kemungkaran yang tidak mampu dia hilangkan, maka jangan dia meninggalkan Jenazah tersebut. Dan barang siapa yang diundang ke sebuah walimah pernikanahan dan dia melihat sebuah kemungkaran yang tidak mampu dia hilangkan, maka hendaknya dia meninggalkan walimah tersebut. Ibnul Qoyyim bertanya kepada Ibnu Taimiyah tentang perbedaan kedua perkara tersebut. Maka ibnu Taimiyah menyebutkan perbedaan yang sangat tipis: Dikarenakan menghadiri Jenazah merupakan ...

Amalan Bernilai Karena Taqwa

AMALAN BERNILAI KARENA TAQWA قال بن القيم رحمه الله Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullaah: (( الأعمال لا تتفاضل بصورها وعددها 1. Amalan-amalan tidaklah lebih baik antara satu dari yang lainnya karena sebab bentuk dan banyaknya. وإنما تتفاضل بتفاضل ما في القلوب 2. Tetapi hanyalah amalan itu menjadi lebih baik dari amalan lainnya karena sebab apa yang ada di hati (ketaqwaan). فتكون صورة العملين واحدة وبينهما في التفاضل كما بين السماء والأرض 3. Maka terdapat dua amalan yang sama, tetapi keutamaan ...

Salafy Menilai Seorang Dari Temannya

SALAFY MENILAI SEORANG DARI TEMANNYA Musa bin Uqbah ash-Shuri datang ke Baghdad. Hal ini disampaikan kepada al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Kata beliau, انْظُرُوا عَلَى مَنْ نَزَلَ وَإِلَى مَنْ يَأْوِي “Perhatikan, kepada siapa dia singgah dan kepada siapa dia berlindung.” (al- Ibanah, 2/479—480 no. 511) Al-Imam al-Auza’i rahimahullah mengatakan, مَنْ سَتَرَ عَنَّا بِدْعََتَهُ لَمْ تَخْفَ عَلَيْنَا أُلْفَتُهُ “Siapa yang menyembunyikan bid’ahnya dari kita, tidak akan tersembunyi dari kita pertemanannya.”  (al-Ibanah, 2/476, no. 498) Yahya bin Sa’id al-Qaththan menceritakan, tatkala Sufyan ...

Pengaruh Orang Tua Terhadap Anak

PENGARUH ORANG TUA TERHADAP ANAK Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya—belahan hatinya—di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka. Orang tua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya. Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak, padahal sejatinya dia telah menghinakannya. Bahkan, dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian. Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat ...

Keadaan Seorang Mukmin

KEADAAN SEORANG MUKMIN Al-Hasan al-Bashri rahimahumallah mengatakan, “Manusia terdiri dari tiga golongan: mukmin, kafir, dan munafik. Orang mukmin, Allah Subhanahu wata’ala memperlakukan mereka sesuai dengan ketaatannya. Orang kafir, Allah Subhanahu wata’ala telah menghinakan mereka sebagaimana kalian lihat. Adapun orang munafik, mereka ada di sini, bersama kita di rumah-rumah, jalan-jalan, dan pasar-pasar. Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wata’ala. Demi Allah, mereka tidak mengenal Rabb mereka. Hitunglah amalan jelek mereka sebagai bentuk ingkar mereka kepada Allah Subhanahu wata’ala. Sungguh, tidaklah seorang mukmin ...

Kehidupan Dunia Menurut Generasi Salaf

KEHIDUPAN DUNIA MENURUT GENERASI SALAF Al-Hasan al-Bashri rahimahumallah mengatakan, “Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari harta dengan cara yang baik, membelanjakannya dengan sederhana, dan memberikan sisanya. Arahkanlah sisa harta ini sesuai dengan yang diarahkan oleh Allah. Letakkanlah di tempat yang diperintahkan oleh Allah. Sungguh, generasi sebelum kalian mengambil dunia sebatas yang mereka perlukan. Adapun yang lebih dari itu, mereka mendahulukan orang lain. Ketahuilah, sesungguhnya kematian amat dekat dengan dunia hingga memperlihatkan berbagai keburukannya. Demi Allah, tidak seorang berakal pun ...

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Tonggak Perjuangan Umat Islam

ASY SYAIKH ABDUL AZIZ BIN BAZ RAHIMAHULLAH TONGGAK PERJUANGAN UMAT ISLAM Ditulis oleh:  Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah adalah seorang tokoh umat Islam yang berilmu tinggi, berakhlak mulia, dan berakidah lurus. Pengalaman beliau sebagai qadhi (hakim agama) dan da’i (pegiat dakwah) selama 14 tahun di kota Kharj membuahkan wawasan yang luas tentang kehidupan sosial kemasyarakatan dan seluk-beluknya. Pengalaman beliau yang cukup lama di dunia pendidikan, diawali sebagai dosen di Fakultas Syari’ah Riyadh selama 9 tahun, kemudian ...

Asy Syaikh Ibnu Utsaimin Pelita Di Tengah Umat

ASY SYAIKH IBNU UTSAIMIN PELITA DI TENGAH UMAT Ditulis oleh:  Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc. Wafatnya Ulama,Musibah Bagi Umat Diriwayatkan dari Salman radhiyallahu ‘anhu, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama generasi awal masih ada sehingga generasi berikutnya belajar darinya. Jika generasi pertama mati sebelum yang berikutnya belajar, manusia akan hancur.” (Riwayat ad-Darimi dalam Sunan-nya) Saat Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu meninggal, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Demikianlah hilangnya ilmu. Pada hari ini ilmu yang banyak telah dikubur.” (Riwayat al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak) ...

Keteladanan Sang Ulama

KETELADANAN SANG ULAMA Salah seorang ulama masa kini yang dikenal ahli dalam fikih adalah asy-Syaikh Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Utsaimin al-Wuhaibi at-Tamimi, atau yang lebih dikenal dengan nama asy-Syaikh Ibnu Utsaimin atau asy-Syaikh Utsaimin. Darah ulama memang seakan sudah mengalir pada dirinya. Kakeknya, asy-Syaikh Abdurrahman bin Sulaiman Ali ad-Damigh rahimahullah, adalah ulama. Kepada kakeknya, Utsaimin kecil belajar al-Qur’an. Kemudian dia banyak belajar pada ulama-ulama yang lain hingga kepada guru utama beliau yang terkenal sebagai ulama tafsir, yakni ...

Mengenal Lebih Dekat Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

MENGENAL LEBIH DEKAT ASY SYAIKH ABDUL AZIZ BIN BAZ RAHIMAHULLAH Ditulis oleh:  Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Akidah (Prinsip Keyakinan) Beliau Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah adalah seorang yang berakidah lurus. Akidah beliau tegak di atas al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam serta bimbingan generasi terbaik umat ini (as-salafush shalih). Di antara akidah yang mulia itu adalah sebagai berikut: 1. Meyakini bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala Rabb semesta alam, Maha Esa (tunggal) dan Mahakuasa. Tiada yang berhak diibadahi ...

© 1441 / 2019 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.