Bershalawat Setelah Menjawab Azan

BERSHALAWAT SETELAH MENJAWAB AZAN

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوْا اللهَ لِي الْوَسِيْلَةَ، فَإِنهَّاَ مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ وَأَرْجُوْا أَنْ أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

“Apabila kalian mendengar azan, ucapkanlah seperti yang diucapkan muazin. Kemudian, bershalawatlah untukku. Sebab, siapa yang bershalawat untukku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.

Setelah itu, hendaknya kalian meminta kepada Allah al-wasilah untukku. Sebab, al-wasilah adalah sebuah tempat/kedudukan (yang mulia) di al-jannah (surga).

Kedudukan/tempat tersebut tidak pantas dimiliki kecuali untuk seseorang dari hamba (pilihan) Allah. Aku berharap, akulah orangnya.

Siapa yang memintakan al-wasilah untukku, ia pasti beroleh syafaat.”

(HR. Muslim no. 847, dari sahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhu)

© 1441 / 2020 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.