Kapan Musafir Shalat Witir Jika Menjama’ Shalat Maghrib dan Isya’ Dengan Jama’ Taqdim

KAPAN MUSAFIR SHALAT WITIR JIKA MENJAMA’ SHALAT MAGHRIB DAN ISYA’ DENGAN JAMA’ TAQDIM As-Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah Al-Jabiry حفظه الله Pertanyaan: Apabila Seorang Musafir Menjama’ Shalat Maghrib dan ‘Isya, Kapan Dia Shalat Witir? Jika Yang Dilakukan adalah Jama’ Taqdim? Jawaban: Adapun yang menjadi ketetapan di sisi para ulama Islam mengenai perihal jama’ shalat. Bahwasannya waktu shalat dari dua shalat yang dijama’ itu adalah waktu kedua shalat itu sendiri secara keseluruhan. Karena kondisi dirinya adalah musafir dan dia memang diperintahkan akan perkara ...

Jika Wanita Terpaksa Keluar Rumah Menunaikan Kebutuhannya

JIKA WANITA TERPAKSA KELUAR RUMAH MENUNAIKAN KEBUTUHANNYA As-Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah Al-Jabiry حفظه الله Seseorang bertanya: Bolehkah bagi seorang wanita pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhannya, dan dia tawar menawar bersama para pedagang? Jawaban: Seorang muslimah yang berakal baik, yang takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjaga kehormatannya serta kesuciannya. Sungguh dia tidak keluar dari rumahnya kecuali ketika tidak ada pilihan lain baginya. Maka apabila ada orang yang dapat memenuhi kebutuhannya, baik suaminya, atau anak-anaknya, atau saudara-saudara laki-laki nya, ...

Haruskah Menasehati Terlebih Dahulu Sebelum Menggabungkan Orang Yang Menyimpang Dengan Kelompok Sempalan

HARUSKAH MENASEHATI TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGGABUNGKAN ORANG YANG MENYIMPANG DENGAN KELOMPOK SEMPALAN Asy Syaikh Muhammad bin Hadi حفظه الله Syaikh membaca pertanyaan: Ini pertanyaan yang aneh. Ini anakku yang bertanya tentang sifat Rafidhah, “Jika saya melihat (seseorang) pada shalat maghrib, atau setelahnya…” dia yang bertanya tentang orang Rafidhah, atau Jahmiyah, atau sekuler. Aku telah menerangkan secara rinci tentang hal ini. Sekarang, aku heran terhadap pemahaman ini, yaitu saat (penanya) mengatakan, “Saya pahami dari jawaban Anda terhadap pertanyaan saya terkait ...

Bagaimana Cara Bermuamalah Yang Baik Dengan Ahli Bid’ah?

BAGAIMANA CARA BERMUAMALAH YANG BAIK DENGAN AHLI BID’AH? Asy Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah Pertanyaan: Bagaimana cara bermuamalah yang baik dengan ahlul bid’ah? Jawaban: Ahlul bid’ah tidak masuk dalam pembahasan ini. Tidak ada sikap kita terhadap ahlul bid’ah sehain al-hajr (boikot). Akan tetapi, orang yang disangka jahil (tidak tahu) dan urusan (bid’ah) itu masih samar baginya, atau orang lain menyamarkannya baginya, maka engkau jelaskan kepadanya. Engkau dakwahi dia ke jalan Allah jalla wa ‘ala dengan cara yang baik. Engkau terangkan ...

Hukum Menyemir Jenggot atau Rambut Kepala Dengan Warna Hitam?

HUKUM MENYEMIR JENGGOT ATAU RAMBUT KEPALA DENGAN WARNA HITAM? Fatwa Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al -‘Utsaimin rahimahullahu ta’ala Soal: Apakah boleh menyemir jenggot dan (rambut) kepala dengan warna hitam? Jawaban:  Menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam, saya katakan, “Semua ini haram karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, «غيِّروا هذا الشيب وجنبوه السواد». “Ubahlah (semirlah) uban ini dan hindari semir warba hitam.” Juga ada suatu hadits pada as-Sunan, di dalamnya terdapat ancaman bagi orang yang menyemir rambut putih ...

Bantahan Untuk Abdurrahman Al Mar’i [Bagian Empat]

SERI KEEMPAT dari: Bantahan Ilmiyah terhadap kaset (Dan debatlah mereka dengan cara yang terbaik) dengan pemateri Abdurrahman bin Mar’i بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه. Amma ba’du: Akhi fillah, pada kesempatan kali ini, akan aku sebutkan kepada engkau suatu perkara yang menjadi bukti bahwa Abdurrahman bin Mar’i bukanlah seorang yang diberi taufik. Dimana dia menyebutkan beberapa perkara yang sejatinya memojokkannya, bukan membelanya. Dia menjatuhkan dirinya sendiri kepada perkara yang justru memudharatkannya ...

Apa Jenis Kelamin Malaikat?

Pertanyaan: Apakah para malaikat  berkelamin pria dan wanita? Ataukah kelamin mereka pria saja,atau wanita saja?  Jawaban dari Asy Syaikh Al Utsaimin rahimahullah: Di sana terdapat kaedah bagi seorang mukmin yang ingin mendapat kepuasan, ketenangan, serta ingin beradab pada Allah dan rasulNya. Kaidah itu ialah tidak menanyakan sesuatu hal dari perkara – perkara gaib, kita imani perkara itu sebagaimana datangnya. Karena itu,  jika pertanyaan pada masalah ini merupakan kebaikan tentulah shahabat radhiyallahu anhum paling pertama menanyakan hal ini. Dan insya Allah ...

Ragu-ragu, Apakah Dia Berada Pada Sujud Pertama atau Kedua?

RAGU-RAGU, APAKAH DIA BERADA PADA SUJUD PERTAMA ATAU KEDUA? Fatwa Asy Syaikh Muhammad bin Shalih bin ‘Utsaimin rahimahullahu ta’ala SOAL: Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan. Seorang penanya dari al-Jazair berkata, “Terkadang pada saat saya melaksanakan shalat ketika sujud, saya tidak ingat sekarang saya berada pada sujud ke berapa, apakah saya berada pada sujud yang pertama atau kedua? Apa yang semestinya saya lakukan pada keadaan demikian?” JAWABAN: Asy-Syaikh:  Jika hal ini banyak terjadi, keraguan tersebut tidak dianggap. Yakni jika dia ...

Memiliki Istri Lebih dari Satu Merupakan Keringanan Ataukah Sunnah?

MEMILIKI ISTRI LEBIH DARI SATU MERUPAKAN KERINGANAN ATAUKAH SUNNAH ? Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhaly hafizhahullah Pertanyaan: Seseorang bertanya apakah mempunyai istri lebih dari satu merupakan suatu keringanan ataukah merupakan sunnah? Jawaban: Ini adalah keringanan bagimu. Jika anda membutuhkan istri lebih dari satu maka tidaklah mengapa engkau melakukannya dengan syarat berbuat adil diantara mereka. Adapun jika dikhawatirkan kamu tidak berbuat adil diantara istri-istrimu, maka hukum asalnya adalah satu istri, sampai anda selamat dari berbuat dzalim. Karena sesungguhnya Rasullullah shallallahu ‘alaihi ...

Apakah Makruh Berbicara Di Tengah-tengah Berwudhu?

APAKAH MAKRUH BERBICARA DI TENGAH-TENGAH BERWUDHU? Fatwa Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah Ta’ala Soal: Semoga Allah berbuat baik kepada kalian. Ini ada seorang penanya wahai fadhilatusy syaikh. Dia berkata, “Permasalahan yang terkait dengan hukum berbicara di tengah-tengah wudhu, apakah hal tersebut makruh?” Jawaban: Asy-Syaikh: Hal tersebut bukan makruh. Berbicara di tengah-tengah wudhu tidak makruh. Namun pada hakekatnya hal tersebut menyibukkan orang yang berwudhu, karena orang yang berwudhu ketika membasuh wajahnya semestinya melakukan istihdhar (menghadirkan kalbunya) bahwa dia sedang ...

© 1447 / 2026 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.