Mengobati Penyakit Tidak Bertentangan Dengan Bersabar
MENGOBATI PENYAKIT TIDAK BERTENTANGAN DENGAN BERSABAR
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan,
لا شك أن المسلم مأمورٌ بالصبر على ما يكره من المصائب والأمراض ، ومع الصبر يستعمل الأسباب النافعة بإذن الله
Tidak diragukan bahwa seorang muslim diperintah untuk bersabar ketika ditimpa musibah dan sakit yang tidak dia sukai. Bersamaan dengan kesabaran itu, dia juga diperintah melakukan sebab-sebab yang bermanfaat, dengan izin Allah.
فإذا كان فيه مرض يسعى في علاجه مع الصبر والإحتساب وعدم الجزع
Apabila ada suatu penyakit, dia berusaha menempuh mengobatinya disertai dengan bersabar, mengharapkan pahala, dan tidak resah.
وفعل الأسباب المباحة لا ينافي الصبر ، لأن الصبر في هذه الحال هو حبس اللسان عن الشكوى ، وحبس النفس عن الجزع ، وحبس اليد عن لطم الخدود وشق الجيوب
Melakukan sebab-sebab yang dibolehkan oleh syariat tidaklah bertentangan dengan kesabaran. Sebab, (perwujudan) sabar dalam kondisi ini ialah menahan lisan agar tidak mengeluh, menahan jiwa agar tidak resah, dan menahan tangan agar tidak menampar-nampar pipi serta merobek-robek saku (baju).
فإذا كان هناك سببٌ نافع ، وعلاجٌ لهذا المرض فإنه يسعى في علاجه
Apabila memang ada sebab yang bermanfaat (untuk menyembuhkan) dan pengobatan untuk penyakit tersebut, hendaklah dia berusaha mengobatinya.
Sumber: https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/13581
Artikel Terkait
Benarkah Ucapan Selamat Natal Tidak Mempengaruhi Akidah?
24 Desember 2022
HUKUM MENGAMBIL SESUATU DARI RAMBUT, KUKU, ATAU KULIT; JIKA ADA KEBUTUHAN
15 Juli 2021
APAKAH MEMOTONG RAMBUT DAN KUKU MENYEBABKAN KURBAN TIDAK SAH?
15 Juli 2021
BERSUNGGUH-SUNGGUH BERIBADAH PADA SEPULUH HARI PERTAMA BULAN ZULHIJAH
15 Juli 2021
Hukum Mengucapkan “Semoga Allah Memanjangkan Umurmu”
15 Juni 2020