Kesalahan-kesalahan Yang Banyak Tersebar Di umat Islam – Bagian ke-15
KESALAHAN-KESALAHAN YANG BANYAK TERSEBAR DI UMAT ISLAM
Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus Syaikh [Menteri Urusan Agama Kerajaan Arab Saudi]
KESALAHAN-KESALAHAN DALAM AKIDAH DAN TAUHID
Ketiga: Berbagai Bid’ah Dan Sebagian Hal-hal Yang Terlarang Yang Berkaitan Dengan Tauhid
3. Mengadakan Berbagai Macam Acara Peringatan Bid’ah; Seperti Ulang Tahun, Tahun Baru, Hari Ibu dan Yang Lainnya
Hal itu semacam ini terlarang dari 3 sisi:
Pertama: Karena merupakan bid’ah yang tidak ada tuntunannya dari syari’at, tetapi manusialah yang mengada-adakannya karena mengikuti hawa nafsu mereka. Perayaan dan berbagai kegembiraan dan kesenangan yang ada padanya merupakan ibadah, sehingga tidak boleh mengada-adakan sedikit pun darinya, tidak boleh menyetujui, dan juga tidak boleh meridhainya.
Kedua: Karena umat Islam dalam setahun memiliki dua hari raya, tidak ada yang lainnya. Yaitu Idhul Fithri ketika manusia bergembira setelah menyelesaikan puasa, dan Idhul Adha dan hari-hari Mina (tasyriq) setelahnya.
Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, An-Nasai’iy, dan selain mereka telah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Uqbah bin ‘Amir dari Nabi shallallahu alaihi was sallam beliau bersabda:
يَوْمُ عَرَفَةَ، وَيَوْمُ النَّحْرِ، وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَام
“Hari Arafah, Hari Nahr, dan hari-hari Tasyriq adalah hari raya kita umat Islam.” (Lihat: Shahih Sunan Abu Dawud, II/73 no. 2419 –pent)
Al-Bukhary dan Muslim juga meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيْدًا وَهَذَا عِيْدُنَا.
“Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” (HR. Al-Bukhary no. 3931 dan Muslim no. 892 –pent)
Jadi pada sabda beliau yang menyandarkan hari raya kepada kita menunjukkan pengkhususan hari raya dengan agama.
Ketiga: Karena hal itu menyerupai (tasyabbuh) dengan orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan selain mereka dalam hal mengada-adakan peringatan yang tidak disyariatkan. Dan tidak diragukan lagi bahwasanya kita diperintahkan untuk tidak menyerupai mereka dan memutus hal-hal yang bisa menyeret kepada perbuatan menyerupai mereka.
Bersambung In Syaa Allah…
Sumber artikel: Al-Minzhaar Fii Bayaani Katsiirin Minal Akhthaa’isy Syaai’ah
Kamis, 13 Muharram 1436 H
Artikel Terkait
AMAL SALEH ADALAH BUAH TAUHID
21 Oktober 2025
ORANG YANG TERTIPU ADALAH YANG BERBUAT BURUK, NAMUN MERASA SEBAGAI ORANG YANG BAIK
11 Agustus 2025
PERINGATAN TAHUN BARU HIJRIYAH BUKAN TERMASUK SUNNAH NABI
26 Juni 2025
BULAN-BULAN HARAM (SUCI)
26 Juni 2025
Apakah Tidak Mengucapkan ‘Selamat Natal’ Berarti Intoleransi?
24 Desember 2022