HUKUM KENCING SAMBIL BERDIRI
HUKUM KENCING SAMBIL BERDIRI
Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
Pertanyaan: Apakah boleh seseorang kencing sambil berdiri, dalam keadaan badan dan pakaiannya tidak terkena (najis) sedikitpun?
Jawaban: Tidak mengapa kencing sambil berdiri, lebih-lebih tatkala ada hajat untuk itu. Apabila tempatnya tertutup tidak ada seorangpun yang melihat aurat orang yang kencing tadi, dan tidak mengenainya cipratan air kencingnya.
Berdasarkan riwayat yang tsabit dari Hudzaifah radhiyallahu anhu:
أن النبي صلى الله عليه وسلم أتى سباطة قوم فبال قائما
“Sesungguhnya Nabi ﷺ pernah mendatangi tempat sampah suatu kaum, lalu beliau kencing sambil berdiri.” (Muttafaq alaih)
Akan tetapi yang lebih utama kencing sambil duduk, karena ini adalah kebanyakan perbuatan Nabi ﷺ, hal ini lebih menutup aurat dan lebih selamat dari terkena cipratan air kencingnya.
***
Sumber : http://www.binbaz.org.sa/fatawa/322
Artikel Terkait
Benarkah Ucapan Selamat Natal Tidak Mempengaruhi Akidah?
24 Desember 2022
HUKUM MENGAMBIL SESUATU DARI RAMBUT, KUKU, ATAU KULIT; JIKA ADA KEBUTUHAN
15 Juli 2021
APAKAH MEMOTONG RAMBUT DAN KUKU MENYEBABKAN KURBAN TIDAK SAH?
15 Juli 2021
BERSUNGGUH-SUNGGUH BERIBADAH PADA SEPULUH HARI PERTAMA BULAN ZULHIJAH
15 Juli 2021
Hukum Mengucapkan “Semoga Allah Memanjangkan Umurmu”
15 Juni 2020