Bolehkah Memperingatkan Anak-Anak Dari Orang-Orang Yang Menyimpang
BOLEHKAH MEMPERINGATKAN ANAK-ANAK DARI ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG
Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah
Pertanyaan: Bolehkah kita memperingatkan anak-anak kecil dari kelompok-kelompok dan orang-orang yang menyimpang dari As-Sunnah dengan menyebutkan secara personal dan menyebutkan nama-namanya, ataukah cukup dengan mentahdzir orang-orang yang menyimpang itu secara umum tanpa menyebutkan kelompok-kelompok nama-nama para mubtadi’ tersebut?
Jawaban:
Bahkan anak-anak harus diperingatkan dari orang-orang yang menyimpang, baik dengan menyebutkan kelompok maupun personalnya. Saya teringat bahwa sebagian Salaf yang saya sekarang lupa siapa namanya, ada yang mengatakan: “Mereka (Salaf –pent) biasa menyampaikan tahdzir ketika kami masih anak-anak.”[1] Maksudnya mentahdzir Khawarij dan ahli bid’ah yang lainnya.
Jadi sampaikanlah tahdzir kepada anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan kalian. Dan siapa saja yang tertimpa musibah dengan mereka di madrasah-madrasah, maka arahkanlah anak-anak agar jangan melawan mereka, yaitu jangan menghadapkan dirinya untuk melawan mereka. Cukup dengan mereka menghadiri pelajaran lalu pulang ke rumah, dan kalian tumbuhkan kebencian kepada mereka.
Karena seorang murid terkadang mendapatkan musibah dengan mendapatkan seorang guru yang menyimpang, baik di kampus atau di ma’had, atau di kuliah, atau di sebuah pelajaran. Dan saya mengetahui bahwa murid-murid terbagi menjadi dua jenis; yang pertama adalah yang berani mendebat dan membantah mereka. Yang jenis ini yang terjatuh ke dalam bahaya mereka, mereka membahayakan anak-anak dengan bahaya yang besar (syubhat mereka –pent). Sedangkan jenis yang lain adalah yang tenang, sehingga mereka ini bisa selamat dari bahaya orang-orang yang menyimpang itu.
Sumber artikel: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143734
Keterangan:
[1] Ibnul Jauzy rahimahullah berkata ketika beliau menyebutkan orang-orang Mu’tazilah dan ahli filsafat:
اللهَ اللهَ مِنْ مُصَاحَبَةِ هَؤُلَاءِ، وَيَجِبُ مَنْعُ الصِّبْيَانِ مِنْ مُخَالَطَتِهِمْ لِئَلَّا يَثْبُتَ فِي قُلُوبِهِمْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ وَاشْغَلُوْهُمْ بِأَحَادِيْثِ رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- لِتُعْجَنَ بِهَا طَبَائِعُهُمْ.
“Jangan sekali-kali bergaul dengan mereka, dan wajib melarang anak-anak agar tidak bergaul dengan mereka, agar tidak ada sedikit pun kesesatan yang menancap ke dalam hati mereka, dan sibukkan mereka dengan hadits-hadits Rasulullah صلی اللہ علیہ وسلم agar jiwa mereka selalu terikat dengannya.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah, 3/550 –pent)
Alih bahasa: Abu Almass
Jum’at, 10 Rajab 1435 H
Artikel Terkait
ORANG YANG TERTIPU ADALAH YANG BERBUAT BURUK, NAMUN MERASA SEBAGAI ORANG YANG BAIK
11 Agustus 2025
PERINGATAN TAHUN BARU HIJRIYAH BUKAN TERMASUK SUNNAH NABI
26 Juni 2025
ANTARA BULAN RAMADHAN DAN NABI YUSUF
30 Maret 2023
DI ANTARA BENTUK IBADAH YANG PALING AFDAL
25 Mei 2021
IBADAH HARTA YANG PALING AFDAL
25 Mei 2021
