BENARKAH CUKUP MEMPERBAIKI KESALAHAN TANPA MENJELASKAN SIAPA YANG SALAH
BENARKAH CUKUP MEMPERBAIKI KESALAHAN TANPA MENJELASKAN SIAPA YANG SALAH
Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah
Ada yang mengatakan: “Jika kita mengetahui sebuah kesalahan, hendaknya kita segera memperbaikinya dan tidak ada alasan bagi kita untuk mencari siapa penyebabnya dan siapa yang membawanya dan seterusnya, karena kesalahan ada dan nyata, dan tidak ada faedahnya selain menyibukkan diri dengan memperbaiki kerusakannya.”
Saya katakan: Bersegera memperbaiki kerusakan merupakan perbuatan positif, tetapi tidak pada setiap keadaan, karena perbaikan jika masih disertai kemungkinan akan terulang seperti semula adalah usaha yang sia-sia.
Tidakkah Anda perhatikan seandainya bendungan air dirusak lalu air meluap dari bagian yang dirusak itu dan menenggelamkan tanah di sekitarnya, ketika itu jika Anda mengatakan: “Kita perbaiki saja tanah dan bendungan tersebut, dan kita tidak usah memikirkan siapa yang merusaknya.” Bagaimana kita akan bisa merasa aman bahwa kerusakan itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya?!
Tidakkah Anda membaca bahwa di sebuah hadits disebutkan:
ﻭَﻟَﺘَﺄْﺧُﺬُﻥَّ ﻋﻠﻰ يد ﺍﻟﺴَّﻔِﻴﻪِ.
“Dan hendaknya kalian benar-benar menghentikan tangan orang yang dungu (jahat).”
Jadi, jangan tinggalkan upaya mencari siapa pelaku perusakan tersebut, karena sesungguhnya upaya perbaikan tidak akan sempurna sampai Anda menghentikannya, atau minimalnya kita bisa mewaspadainya dan berhati-hati dari kejahatannya.
***
? Sumber: http://bit.ly/1UdCmbY
Artikel Terkait
ORANG YANG TERTIPU ADALAH YANG BERBUAT BURUK, NAMUN MERASA SEBAGAI ORANG YANG BAIK
11 Agustus 2025
PERINGATAN TAHUN BARU HIJRIYAH BUKAN TERMASUK SUNNAH NABI
26 Juni 2025
ANTARA BULAN RAMADHAN DAN NABI YUSUF
30 Maret 2023
DI ANTARA BENTUK IBADAH YANG PALING AFDAL
25 Mei 2021
IBADAH HARTA YANG PALING AFDAL
25 Mei 2021