Apakah Dipersyaratkan Takbir dalam Sujud Tilawah?

Apakah Dipersyaratkan Takbir dalam Sujud Tilawah?

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tidak disyariatkan padanya takbiratul ihram, tidak pula salam. Inilah sunnah yang dikenal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan diamalkan oleh kebanyakan ulama salaf.” (al-Fatawa al-Kubra, 5/340)

Akan tetapi, tampaknya ucapan beliau ini berlaku apabila sujud tilawah dilakukan di luar shalat.

Sebagian ulama—seperti Abu Qilabah dan Ibnu Sirin rahimahumallah—berpendapat bahwa sujud ini dimulai dengan takbir.

Adapun di dalam shalat, para ulama juga berbeda pendapat.

  1. Syaikh al-Albani menyebutkan dalam kitabnya, Tamamul Minnah, sebuah riwayat dari Abu Hanifah yang berpendapat bahwa sujud ini tanpa takbir. Inilah yang beliau pegang.

Beliau mengatakan, “Sekelompok sahabat telah meriwayatkan sujud tilawah Nabi shallahu ‘alaihi wasallam dalam banyak ayat, dalam banyak kesempatan, tetapi tidak seorang pun dari mereka menyebutkan takbir untuk sujud. Oleh karena itu, kami condong pada pendapat tidak adanya takbir.”

  1. Pendapat kedua menyebutkan adanya takbir pada saat sujud dan bangkit darinya.

Ini adalah pendapat mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Hal ini berdasarkan keumuman hadits Nabi shalahu ‘alaihi wasallam dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berikut.

أَنَّهُ كَانَ يُصَلِّي بِهِمْ، فَيُكَبِّرُ كُلَّمَا خَفَضَ وَرَفَعَ، فَإِذَا انْصَرَفَ قَالَ: إِنِّي لَأَشْبَهُكُمْ صَلاَةً بِرَسُولِ اللهِ

“Beliau (Abu Hurairah radhiayallahu ‘anhu) shalat bersama mereka, lalu beliau mengucapkan takbir setiap kali turun dan setiap kali naik. Ketika selesai, beliau mengatakan, ‘Sesungguhnya aku adalah orang paling serupa shalatnya dengan Rasulullah di antara kalian’.” (Sahih, HR. al-Bukhari, “Kitabul Adzan”, Bab “Itmamut Takbir fir Ruku”)

Sumber : Majalah Asy Syariah

 

© 1441 / 2020 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.